alexametrics
22.8 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Vaksin Ruhani untuk Persiapan Ramadan

Oleh : Muhamad Rahimi

WAKTU terus berjalan, sehingga tidak beberapa lama lagi kita akan menemui bulan Ramadan. Tentunya kita akan menyambutnya dengan suka-cita, haru dan bahagia karena memiliki kesempatan melipatgandakan setiap amal ibadah kita. Namun yang terpenting ibadah yang utama di Ramadan adalah puasa, yang tak mungkin bisa sukses kita jalani tanpa persiapan yang baik. Kita dituntut secara aktif mempersiapkan diri secara mental, spiritual dan fisik untuk mempersiapkan bulan yang penuh berkah ini.

Ramadan adalah waktu dalam setahun yang kita diwajibkan berpuasa dan melaksanakan banyak ibadah pendukung, tetapi kita tidak dapat mengharapkan keajaiban hanya dari iman yang ada sehingga sukses menjalani Ramadan secara instant. Melainkan kita harus mengambil langkah-langkah untuk membangun iman itu sebelum Ramadan, sehingga kita siap untuk memanfaatkan bulan suci ini sebaik mungkin.

Apa saja persiapan kita untuk mengokohkan iman dan memiliki ghiroh ibadah di bulan Ramadan nanti, marilah kita uraikan bersama yaitu:

Pertama, marilah kita bertobat, lakukan dengan tulus dan kepasrahan total.

Jangan menunggu sampai Ramadan untuk bertobat, mulailah dari sekarang dan mohonlah supaya Allah mengampuni dosa-dosa kita sehingga saat memasuki Ramadan kita bersih tanpa dosa. Caranya tidak harus menunggu saat sholat atau i’tikaf, tapi ucapkan ‘Astaghfirullah’ secara terus-menerus sambil berjalan, memasak, tertidur, dll. Biasakan sampai lidah kita terasa lembut dan spontanitas dengan lafadz istighfar, terus basahi rongga mulut kita dengan istighfar sehingga ucapan ini menjadi ringan diucapkan. Rasakan bahwa istighfar ini mampu menjadi penjaga anggota tubuh kita dari perbuatan dosa.

Kedua, marilah kita menahan diri dari berbuat salah dan dosa-dosa kecil. Ramadan adalah kesempatan untuk meninggalkan kebiasaan buruk yang biasa kita lakukan yang terkadang bahkan tidak kita sadari. Mari kita buat daftar semua kebiasaan buruk yang perlu kita tinggalkan dan mulailah melakukannya sebelum Ramadan. Saat Ramadan tiba, insya Allah kita akan mudah meninggalkan kebiasaan buruk tersebut. Gantilah kebiasaan buruk itu dengan kebiasaan baik,

Rasulullah SAW bersabda: “Takutlah pada Allah dimanapun kau berada; menutupi perbuatan jahat dengan perbuatan baik yang akan menghapus (perbuatan jahat yang pertama), dan berperilaku baik terhadap orang lain.” [At-Tirmidzi].

Baca Juga :  Revisi UU ITE dan Asa Kebebasan Bersuara

Mari kita mulai dengan hal-hal kecil seperti menghidupkan kembali sunnah kecil dalam hidup kita. Mulailah sholat sunnah dan Nawafil jika belum melakukannya, sering-seringlah memberi sedikit amal baik kepada sesama. Sehingga dengan melakukan lebih banyak perbuatan baik akan membantu kita meninggalkan kebiasaan buruk.

Ketiga, marilah kita perbanyak berdo’a kepada Allah dengan tulus. Jangan pernah kita menganggap remeh kekuatan doa, karena ketika kita mengangkat kedua tangan tengadah kepada Allah kita sedang melakukan percakapan privat dengan Allah. Sungguh suatu kesempatan yang luar biasa, maka mohonlah supaya Allah member kita kemampuan untuk berubah menjadi lebih baik dan menjadi manusia pilihan yang menggunakan Ramadan sebagai jalan lebih dekat dengan-Nya. Sebelum datang Ramadan kita memiliki kesempatan berdoa yang banyak, dan mintalah semua kebaikan untuk kita saat Ramadan tiba, usaha berdoa dengan ketulusan carilah tempat dan waktu yang diijabah oleh Allah.

Keempat, marilah kita perbanyak ilmu. Abu Hurairah RA pernah menceritakan: Rasulullah SAW bersabda, “Allah membuat jalan ke Jannah mudah bagi dia yang menapaki jalan untuk mencari ilmu.” [HR. Muslim]. Maka dari itu marilah kita perbanyak ilmu tentang puasa sebelum Ramadan sehingga saat Ramadan kita akan melakukan puasa dan ibadah dengan benar. Carilah ilmu tentang hal-hal mana yang membatalkan puasa dan hal-hal lain yang berhubungan dengannya.

Kita akan dimuliakan untuk setiap detik yang dihabiskan untuk memperoleh ilmu agama. Tapi ingat ilmu agama akan kita peroleh dengan memahamkan diri dengan seorang guru yang alim dan ‘abid, bukan hanya membaca dari website atau portal-portal internet atau konten di YouTube. Karena jika hanya dengan membaca tersebut kita hanya mendapatkan informasi agama, bukan ilmu agama, karena ilmu itu ‘nur’ (cahaya) yang hanya bisa menyatu dengan cahaya juga. Semoga kita menjadi bagian orang yang mampu memiliki cahaya ilmu sehingga mampu menebar kebaikan di bulan Ramadan.

Baca Juga :  Memaknai Hari Raya Iduladha dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kelima, marilah kita mulai membiasakan membaca Al-Quran. Mari mulai menciptakan suasana hari-hari kita dengan membaca dan mendengarkan ayat-ayat Al-Quran dan cobalah untuk memahami makna darinya, sehingga saat Ramadan kita mampu menyelesaikan 30 juz dengan bacaan yang benar dan dipahami isinya. Allah berfirman: “Kitab (Al-Quran) yang Kami turunkan kepadamu [Muhammad] penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.” [QS. Shaad :29].

Marilah mulai kita jadikan Al-Quran sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari meskipun hanya membaca beberapa ayat dan juga mencoba untuk membaca terjemahan dari apa yang dibaca, mungkin juga menyimak penjelasan ayat-ayatnya agar lebih paham. Biasakan untuk berwudhu saat membaca mushaf Al-Quran. Kita latih pikiran untuk memiliki hubungan spiritual, setidaknya beberapa menit sehari untuk memulai, kemudian ditingkatkan dari hari ke hari sampai bulan Ramadan kita mampu bersahabat dengan Al-Quran dan menjadi muslim Qurani.

Keenam, marilah kita membuat daftar tujuan, yang ingin dicapai selama Ramadan.

Sangat penting bagi kita untuk membuat rencana, marilah tetapkan tujuan kita. Tujuannya boleh apa saja seperti belajar doa dan menghafal surat yang belum kita hafal atau mencoba membaca sejumlah halaman Al-Quran setiap hari selama Ramadan atau bahkan rencanakan besaran infaq yang harus dikeluarkan setiap harinya. Buat rencana hari demi hari dan cobalah untuk menetapkan target yang realistis dan dapat dicapai di bulan Ramadan. Jika mampu amalkan rencana tersebut dari sekarang sehingga tidak menjadi berat saat Ramadan.

Orang bijak berkata, Jika Anda gagal membuat rencana, Anda berencana untuk gagal. Oleh karena itu jangan sampai kita gagal membuat rencana amal ibadah Ramadan karena akan menjadikan kita gagal melaksanakan ibadah. Marilah kita raih kesempurnaan Jannah Ramadan dengan berusaha ekstra dimulai dari sekarang sebelum memasuki Ramadan. InsyaAllah! Semoga kita termasuk muslim sejati saat Ramadan, meraih keberkahan yang tampak setelah Ramadan dengan menjadi orang-orang sholeh. Wallahu a’lamu bishowaf.**

*Penulis, Alumni IAIN Pontianak Jurusan Dakwah Prodi Bimbingan dan Penyuluhan Islam.

Oleh : Muhamad Rahimi

WAKTU terus berjalan, sehingga tidak beberapa lama lagi kita akan menemui bulan Ramadan. Tentunya kita akan menyambutnya dengan suka-cita, haru dan bahagia karena memiliki kesempatan melipatgandakan setiap amal ibadah kita. Namun yang terpenting ibadah yang utama di Ramadan adalah puasa, yang tak mungkin bisa sukses kita jalani tanpa persiapan yang baik. Kita dituntut secara aktif mempersiapkan diri secara mental, spiritual dan fisik untuk mempersiapkan bulan yang penuh berkah ini.

Ramadan adalah waktu dalam setahun yang kita diwajibkan berpuasa dan melaksanakan banyak ibadah pendukung, tetapi kita tidak dapat mengharapkan keajaiban hanya dari iman yang ada sehingga sukses menjalani Ramadan secara instant. Melainkan kita harus mengambil langkah-langkah untuk membangun iman itu sebelum Ramadan, sehingga kita siap untuk memanfaatkan bulan suci ini sebaik mungkin.

Apa saja persiapan kita untuk mengokohkan iman dan memiliki ghiroh ibadah di bulan Ramadan nanti, marilah kita uraikan bersama yaitu:

Pertama, marilah kita bertobat, lakukan dengan tulus dan kepasrahan total.

Jangan menunggu sampai Ramadan untuk bertobat, mulailah dari sekarang dan mohonlah supaya Allah mengampuni dosa-dosa kita sehingga saat memasuki Ramadan kita bersih tanpa dosa. Caranya tidak harus menunggu saat sholat atau i’tikaf, tapi ucapkan ‘Astaghfirullah’ secara terus-menerus sambil berjalan, memasak, tertidur, dll. Biasakan sampai lidah kita terasa lembut dan spontanitas dengan lafadz istighfar, terus basahi rongga mulut kita dengan istighfar sehingga ucapan ini menjadi ringan diucapkan. Rasakan bahwa istighfar ini mampu menjadi penjaga anggota tubuh kita dari perbuatan dosa.

Kedua, marilah kita menahan diri dari berbuat salah dan dosa-dosa kecil. Ramadan adalah kesempatan untuk meninggalkan kebiasaan buruk yang biasa kita lakukan yang terkadang bahkan tidak kita sadari. Mari kita buat daftar semua kebiasaan buruk yang perlu kita tinggalkan dan mulailah melakukannya sebelum Ramadan. Saat Ramadan tiba, insya Allah kita akan mudah meninggalkan kebiasaan buruk tersebut. Gantilah kebiasaan buruk itu dengan kebiasaan baik,

Rasulullah SAW bersabda: “Takutlah pada Allah dimanapun kau berada; menutupi perbuatan jahat dengan perbuatan baik yang akan menghapus (perbuatan jahat yang pertama), dan berperilaku baik terhadap orang lain.” [At-Tirmidzi].

Baca Juga :  Industri Kreatif melalui Digitalisasi

Mari kita mulai dengan hal-hal kecil seperti menghidupkan kembali sunnah kecil dalam hidup kita. Mulailah sholat sunnah dan Nawafil jika belum melakukannya, sering-seringlah memberi sedikit amal baik kepada sesama. Sehingga dengan melakukan lebih banyak perbuatan baik akan membantu kita meninggalkan kebiasaan buruk.

Ketiga, marilah kita perbanyak berdo’a kepada Allah dengan tulus. Jangan pernah kita menganggap remeh kekuatan doa, karena ketika kita mengangkat kedua tangan tengadah kepada Allah kita sedang melakukan percakapan privat dengan Allah. Sungguh suatu kesempatan yang luar biasa, maka mohonlah supaya Allah member kita kemampuan untuk berubah menjadi lebih baik dan menjadi manusia pilihan yang menggunakan Ramadan sebagai jalan lebih dekat dengan-Nya. Sebelum datang Ramadan kita memiliki kesempatan berdoa yang banyak, dan mintalah semua kebaikan untuk kita saat Ramadan tiba, usaha berdoa dengan ketulusan carilah tempat dan waktu yang diijabah oleh Allah.

Keempat, marilah kita perbanyak ilmu. Abu Hurairah RA pernah menceritakan: Rasulullah SAW bersabda, “Allah membuat jalan ke Jannah mudah bagi dia yang menapaki jalan untuk mencari ilmu.” [HR. Muslim]. Maka dari itu marilah kita perbanyak ilmu tentang puasa sebelum Ramadan sehingga saat Ramadan kita akan melakukan puasa dan ibadah dengan benar. Carilah ilmu tentang hal-hal mana yang membatalkan puasa dan hal-hal lain yang berhubungan dengannya.

Kita akan dimuliakan untuk setiap detik yang dihabiskan untuk memperoleh ilmu agama. Tapi ingat ilmu agama akan kita peroleh dengan memahamkan diri dengan seorang guru yang alim dan ‘abid, bukan hanya membaca dari website atau portal-portal internet atau konten di YouTube. Karena jika hanya dengan membaca tersebut kita hanya mendapatkan informasi agama, bukan ilmu agama, karena ilmu itu ‘nur’ (cahaya) yang hanya bisa menyatu dengan cahaya juga. Semoga kita menjadi bagian orang yang mampu memiliki cahaya ilmu sehingga mampu menebar kebaikan di bulan Ramadan.

Baca Juga :  Revisi UU ITE dan Asa Kebebasan Bersuara

Kelima, marilah kita mulai membiasakan membaca Al-Quran. Mari mulai menciptakan suasana hari-hari kita dengan membaca dan mendengarkan ayat-ayat Al-Quran dan cobalah untuk memahami makna darinya, sehingga saat Ramadan kita mampu menyelesaikan 30 juz dengan bacaan yang benar dan dipahami isinya. Allah berfirman: “Kitab (Al-Quran) yang Kami turunkan kepadamu [Muhammad] penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.” [QS. Shaad :29].

Marilah mulai kita jadikan Al-Quran sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari meskipun hanya membaca beberapa ayat dan juga mencoba untuk membaca terjemahan dari apa yang dibaca, mungkin juga menyimak penjelasan ayat-ayatnya agar lebih paham. Biasakan untuk berwudhu saat membaca mushaf Al-Quran. Kita latih pikiran untuk memiliki hubungan spiritual, setidaknya beberapa menit sehari untuk memulai, kemudian ditingkatkan dari hari ke hari sampai bulan Ramadan kita mampu bersahabat dengan Al-Quran dan menjadi muslim Qurani.

Keenam, marilah kita membuat daftar tujuan, yang ingin dicapai selama Ramadan.

Sangat penting bagi kita untuk membuat rencana, marilah tetapkan tujuan kita. Tujuannya boleh apa saja seperti belajar doa dan menghafal surat yang belum kita hafal atau mencoba membaca sejumlah halaman Al-Quran setiap hari selama Ramadan atau bahkan rencanakan besaran infaq yang harus dikeluarkan setiap harinya. Buat rencana hari demi hari dan cobalah untuk menetapkan target yang realistis dan dapat dicapai di bulan Ramadan. Jika mampu amalkan rencana tersebut dari sekarang sehingga tidak menjadi berat saat Ramadan.

Orang bijak berkata, Jika Anda gagal membuat rencana, Anda berencana untuk gagal. Oleh karena itu jangan sampai kita gagal membuat rencana amal ibadah Ramadan karena akan menjadikan kita gagal melaksanakan ibadah. Marilah kita raih kesempurnaan Jannah Ramadan dengan berusaha ekstra dimulai dari sekarang sebelum memasuki Ramadan. InsyaAllah! Semoga kita termasuk muslim sejati saat Ramadan, meraih keberkahan yang tampak setelah Ramadan dengan menjadi orang-orang sholeh. Wallahu a’lamu bishowaf.**

*Penulis, Alumni IAIN Pontianak Jurusan Dakwah Prodi Bimbingan dan Penyuluhan Islam.

Most Read

Artikel Terbaru

/