alexametrics
34 C
Pontianak
Friday, September 30, 2022

Kembalinya EYD, Transformasi Ejaan Bahasa Indonesia

Oleh: Anang Santosa

Tahun ini merupakan tonggak penting bagi sejarah perkembangan bahasa Indonesia yang semakin pesat. Tanggal 16 Agustus 2022 ditandai dengan pencanangan berlakunya kembali penamaan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD V) sebagai pedoman penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Melalui Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek, Nomor 0424/I/BS.00.01/2022, EYD V tersebut dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat, instansi pemerintah, maupun lembaga swasta. Ejaan termutakhir ini menggantikan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yang telah berlaku sebelumnya. Pemilihan nama EYD tersebut untuk mengakomodasi dan membangkitkan kembali memori kolektif masyarakat yang sudah telanjur mengingat secara kuat nama EYD.

Kebaruan yang ditawarkan di dalam EYD V ini dapat dikatakan sebagaijawaban atas kebutuhan masyarakat pengguna bahasa Indonesia tentang perlunyapedoman kebahasaan yang lebih mutakhir, adaptif, responsif, dan akomodatif. Kebutuhan tersebut muncul seiring dengan perkembangan bahasa Indonesia akibat dari terpajannya pengguna bahasa pada berbagai konsep keilmuan dan kebudayaan dalam tatanan masyarakat baru akibat perkembangan teknologi maupun mobilisasi sosial. Penambahan dan perubahan itu menyiratkan beberapa hal tentang bahasa Indonesia, antara lain bahasa yang terbuka terhadap perkembangan, modern, dan layak menjadi bahasa pergaulan antarbangsa.

Baca Juga :  Eksistensi BUMD Terhadap Akselerasi Pembangunan Daerah

Beberapa perubahan penting dalam EYD V ini antara lain(1) penambahan kaidah baru dengan dimasukkannya vokal rangkap /eu/yang melambangkan satu bunyi (monoftong) dalam sistem bunyi bahasa Indonesia, sehingga kata-kata seperti seudati (Aceh) dan sadeu (Rejang) akan dituliskan seperti bahasa aslinya;(2) perubahan kaidah untuk pengkhususan penulisan bentuk terikat maha- untuk kata yang berkaitan dengan Tuhan. Bentuk terikat maha- dan kata dasar atau kata berimbuhan ditulis terpisah dengan huruf awal kapital seperti Tuhan Yang Maha Esa dan Tuhan Yang Maha Pengampun; (3) perubahan redaksional, misalnya kata pemakaian diubah menjadi penggunaan dan kata dipakaidiubah menjadi digunakan pada pemerian contoh-contoh yang dicantumkan;(4) kaidah terkait penulisan unsur serapan berupa imbuhan,dipindahkan ke Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI); (5) penghapusan beberapa kaidah teknis seperti tata cara penulisan rujukan dan kutipan dilakukan agar pedoman ini fokus hanya pada hal-hal tentang ejaan saja;(6) perubahan contoh yang meliputi penambahan, pengurangan, dan penggantian; dan (7) perubahan tata penyajian isi agar memudahkan perujukan oleh pengguna.

Baca Juga :  Berkorban Menjadi Guru Terbaik

Untuk menjamin kemudahan, keleluasaan, dan keluasan akses, EYD V dapat diakses melalui laman ejaan.kemdikbud.go.id.(*)

Penulis adalah Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek.

 

Oleh: Anang Santosa

Tahun ini merupakan tonggak penting bagi sejarah perkembangan bahasa Indonesia yang semakin pesat. Tanggal 16 Agustus 2022 ditandai dengan pencanangan berlakunya kembali penamaan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD V) sebagai pedoman penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Melalui Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek, Nomor 0424/I/BS.00.01/2022, EYD V tersebut dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat, instansi pemerintah, maupun lembaga swasta. Ejaan termutakhir ini menggantikan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yang telah berlaku sebelumnya. Pemilihan nama EYD tersebut untuk mengakomodasi dan membangkitkan kembali memori kolektif masyarakat yang sudah telanjur mengingat secara kuat nama EYD.

Kebaruan yang ditawarkan di dalam EYD V ini dapat dikatakan sebagaijawaban atas kebutuhan masyarakat pengguna bahasa Indonesia tentang perlunyapedoman kebahasaan yang lebih mutakhir, adaptif, responsif, dan akomodatif. Kebutuhan tersebut muncul seiring dengan perkembangan bahasa Indonesia akibat dari terpajannya pengguna bahasa pada berbagai konsep keilmuan dan kebudayaan dalam tatanan masyarakat baru akibat perkembangan teknologi maupun mobilisasi sosial. Penambahan dan perubahan itu menyiratkan beberapa hal tentang bahasa Indonesia, antara lain bahasa yang terbuka terhadap perkembangan, modern, dan layak menjadi bahasa pergaulan antarbangsa.

Baca Juga :  RAPBN TA 2023 Usung Poduktivitas untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif

Beberapa perubahan penting dalam EYD V ini antara lain(1) penambahan kaidah baru dengan dimasukkannya vokal rangkap /eu/yang melambangkan satu bunyi (monoftong) dalam sistem bunyi bahasa Indonesia, sehingga kata-kata seperti seudati (Aceh) dan sadeu (Rejang) akan dituliskan seperti bahasa aslinya;(2) perubahan kaidah untuk pengkhususan penulisan bentuk terikat maha- untuk kata yang berkaitan dengan Tuhan. Bentuk terikat maha- dan kata dasar atau kata berimbuhan ditulis terpisah dengan huruf awal kapital seperti Tuhan Yang Maha Esa dan Tuhan Yang Maha Pengampun; (3) perubahan redaksional, misalnya kata pemakaian diubah menjadi penggunaan dan kata dipakaidiubah menjadi digunakan pada pemerian contoh-contoh yang dicantumkan;(4) kaidah terkait penulisan unsur serapan berupa imbuhan,dipindahkan ke Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI); (5) penghapusan beberapa kaidah teknis seperti tata cara penulisan rujukan dan kutipan dilakukan agar pedoman ini fokus hanya pada hal-hal tentang ejaan saja;(6) perubahan contoh yang meliputi penambahan, pengurangan, dan penggantian; dan (7) perubahan tata penyajian isi agar memudahkan perujukan oleh pengguna.

Baca Juga :  Terapkan Strategi Berkelanjutan, BRI Jadi Bank Terbaik dalam ESG IDX Leader

Untuk menjamin kemudahan, keleluasaan, dan keluasan akses, EYD V dapat diakses melalui laman ejaan.kemdikbud.go.id.(*)

Penulis adalah Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek.

 

Most Read

Artikel Terbaru

/