alexametrics
32.8 C
Pontianak
Wednesday, August 10, 2022

Pasta Gigi Termasuk Cairan Jenis Apa?

Oleh : Gita Anggita

Dalam menggunakan pasta gigi sehari-hari, kira-kira Anda tipe yang mana?, Yang menekan kemasan dari bagian bawah?, Yang menekan dari atas?,Atau bahkan Anda tipe yang menekan disembarang sisi kemasan secara acak untuk mengeluarkan isi pasta gigi?.

Terlepas dari bagaimana cara anda menggunakan pasta gigi tersebut, pernahkah anda mengamati tekstur dari pasta gigi yang anda gunakan?, Kenapa diperlukan penekanan untuk mengeluarkan isi produk?

Pasta gigi merupakan jenis suatu fluida. Berdasarkan sifat alirnya fluida dikelompokkan menjadi 2 yaitu fluida newtonian dan non newtonian. Fluida newtonian merupakan fluida yang sifat alirnya tidak dipengaruhi oleh suatu gaya. Salah satu contoh fluida jenis ini misalnya air.

Pernahkah anda mengamati bagaimana sifat alir air?. Air akan tetap mengalir walau tidak diberikan gaya, sedangkan pada pasta gigi diperlukan sejumlah gaya berupa penekanan pada kemasan untuk mengeluarkan produk dan menggunakannya.

Baca Juga :  Kejujuran Dasar Segala Kebajikan

Pasta gigi membutuhkan suatu gaya untuk dapat mengalir, inilah yang disebut fluida non newtonian dimana sifat alir suatu fluidanya dipengaruhi oleh adanya gaya.

Tekstur suatu produk termasuk sifat alirnya sangat mempengaruhi kualitasnya. Kualitas produk yang konstan tentu menjadi hal yang sangat dikontrol oleh para produsen. Untuk itu diperlukan suatu pengukuran dalam proses produksi. Sifat alir fluida berkaitan erat dengan kekentalannya, viskositas atau kekentalan dalam proses produksi dapat menjadi salah satu indikator kerusakan maupun penyimpangan mutu.

Oleh sebab itu diperlukan pengukuran untuk dapat mengkuantifikasikan suatu kekentalan produk.

Alat untuk mengukur kekentalan dikenal dengan sebutan viskometer. Dalam pengukuran viskositas, viskometer terbagi atas dua jenis yaitu rotary viscometer dan force flow viscometer. Perbedaan utama dari kedua alat adalah pada prinsip dasarnya, pada rotary viscometer pengukuran didasarkan pada gaya rotasi yang ditimbulkan dari spindle yang berputar sedangkan pada force flow viscometer pengukuran didasarkan pada sifat alir fluida dalam tabung silinder.

Baca Juga :  Dahsyatnya Memberi Makan Orang Puasa

Pengetahuan tentang sifat alir fluida sangatlah penting untuk diketahui terlebih dalam proses pengolahan, dengan berbekal pengetahuan ini kita dapat mengontrol serta memonitor mutu suatu produk guna menjaga kepuasan para konsumen terhadap produk kita.**

*Penulis adalah mahasiswa Pascasarjana Institut Pertanian Bogor

Oleh : Gita Anggita

Dalam menggunakan pasta gigi sehari-hari, kira-kira Anda tipe yang mana?, Yang menekan kemasan dari bagian bawah?, Yang menekan dari atas?,Atau bahkan Anda tipe yang menekan disembarang sisi kemasan secara acak untuk mengeluarkan isi pasta gigi?.

Terlepas dari bagaimana cara anda menggunakan pasta gigi tersebut, pernahkah anda mengamati tekstur dari pasta gigi yang anda gunakan?, Kenapa diperlukan penekanan untuk mengeluarkan isi produk?

Pasta gigi merupakan jenis suatu fluida. Berdasarkan sifat alirnya fluida dikelompokkan menjadi 2 yaitu fluida newtonian dan non newtonian. Fluida newtonian merupakan fluida yang sifat alirnya tidak dipengaruhi oleh suatu gaya. Salah satu contoh fluida jenis ini misalnya air.

Pernahkah anda mengamati bagaimana sifat alir air?. Air akan tetap mengalir walau tidak diberikan gaya, sedangkan pada pasta gigi diperlukan sejumlah gaya berupa penekanan pada kemasan untuk mengeluarkan produk dan menggunakannya.

Baca Juga :  Kiat Siswa Sukses UNBK 2020 

Pasta gigi membutuhkan suatu gaya untuk dapat mengalir, inilah yang disebut fluida non newtonian dimana sifat alir suatu fluidanya dipengaruhi oleh adanya gaya.

Tekstur suatu produk termasuk sifat alirnya sangat mempengaruhi kualitasnya. Kualitas produk yang konstan tentu menjadi hal yang sangat dikontrol oleh para produsen. Untuk itu diperlukan suatu pengukuran dalam proses produksi. Sifat alir fluida berkaitan erat dengan kekentalannya, viskositas atau kekentalan dalam proses produksi dapat menjadi salah satu indikator kerusakan maupun penyimpangan mutu.

Oleh sebab itu diperlukan pengukuran untuk dapat mengkuantifikasikan suatu kekentalan produk.

Alat untuk mengukur kekentalan dikenal dengan sebutan viskometer. Dalam pengukuran viskositas, viskometer terbagi atas dua jenis yaitu rotary viscometer dan force flow viscometer. Perbedaan utama dari kedua alat adalah pada prinsip dasarnya, pada rotary viscometer pengukuran didasarkan pada gaya rotasi yang ditimbulkan dari spindle yang berputar sedangkan pada force flow viscometer pengukuran didasarkan pada sifat alir fluida dalam tabung silinder.

Baca Juga :  Bekal untuk Haji

Pengetahuan tentang sifat alir fluida sangatlah penting untuk diketahui terlebih dalam proses pengolahan, dengan berbekal pengetahuan ini kita dapat mengontrol serta memonitor mutu suatu produk guna menjaga kepuasan para konsumen terhadap produk kita.**

*Penulis adalah mahasiswa Pascasarjana Institut Pertanian Bogor

Most Read

Artikel Terbaru

/