alexametrics
27.8 C
Pontianak
Tuesday, July 5, 2022

Hikmah Rukun Haji

Oleh: Ustaz H. Ma’ruf H. Zahran, S.Ag, M.Ag

SECARA bahasa, haji artinya mengunjungi (berkunjung). Sedang secara istilah adalah niat sengaja mengunjungi baitullah untuk melaksanakan rukun Islam kelima, berhaji ke baitullah dengan syarat, wajib dan rukun haji dengan tujuan beribadah kepada Allah SWT. Haji itu suci, maka tidak boleh ada niat lain, kecuali untuk mencari rido Allah SWT. Tidak boleh ada niat dagang, bisnis, piknik (tamasya), popularitas, pangkat, jabatan, gelar dan sebagainya. Kenapa Allah SWT tekankan bahwa haji dan umrah lillah (karena Allah).

Sebab, haji ibadah yang paling spektakuler, perayaan dunia setahun sekali, bahkan yang wajib adalah sekali seumur hidup. Perayaan global universal ini, memiliki dampak penyerta yang besar, mulai dari persiapan, tabungan haji, hubungan internasional, imigrasi, kesehatan, pendidikan (manasik), lalu keberangkatan, pelaksanaan yang melibatkan banyak lembaga, hingga kepulangan ke tanah air dari seluruh maskapai penerbangan internasional. Jagalah niat lillah (haji dan umrah untuk Allah), peliharalah kesucian lahir batin. Firman Allah SWT (2 : 196), artinya : Dan sempurnakanlah haji dan umrah karena Allah (lillah). Ikutilah youtube berikut :

Didalam rukun haji mengandung hikmah batin yang luar biasa, di antaranya :

  1. Hikmah Niat

Niat yang ikhlas semata dari, atas dan untuk Allah Maha Esa Tunggal, menjadikan haji diterima (mabrur dan mabrurah) bernilai surga dengan rido Allah SWT. Sabda Nabi SAW. Artinya : Haji yang mabrur, balasannya tiada lain kecuali surga (Hadits Riwayat Muslim). Niat ikhlas sebelum beramal, (menjaga) niat ikhlas saat beramal, (menjaga) niat ikhlas setelah beramal. Di antara hikmah (kebaikan) yang diperoleh orang yang ikhlas adalah ketenangan hati, ketetapan hati yang tak tergoyahkan dalam beragama dengan lurus. Hambar pujian dan celaan manusia, karena mata batinnya hanya tertuju mencari ridha Allah SWT.

  1. Hikmah Wuquf.

Wuquf secara bahasa artinya rehat, berhenti, jeda. Secara maknawiyah, menjadi rukun haji. Prosesinya berkumpul seluruh manusia yang telah berniat haji di suatu tempat, padang yang luas, arafah kita mengenalnya. Arafah itu sendiri artinya pengenalan diri. Diri hakikatnya adam (tiada, lawan dari wujud). Adam yang telah mengenal dirinya, dipertemukan dengan cermin (pakaian) dirinya (hawa) di bukit kasih sayang (jabal rahmah) yang terletak pada padang pengenalan (arafah). Histori di atas bukan secara kebetulan, tapi Qadarullah SWT. Apabila ditilik dari lughawi (bahasa), wukuf menyuruh kita berhenti sejenak. Bertujuan merehatkan batin supaya sehat. Mengistirahatkan riuh kehidupan yang menyita waktu duniawi untuk merenungkan (tadarrus, tafakkur, tadabbur) diri mengenal diri (arafah nafsi). Berproses selama hidup, miniaturnya pada puncak prosesi arafah yaitu hamba yang abdi Tuhan dalam durasi singkat, sejak tergelincir matahari zuhur hingga terbenam matahari maghrib, simbol awal malam.

  1. Hikmah Tawaf

Tawaf artinya gerak berkeliling, memutari. Berkeliling di sekitar rumah Allah (bayt Allah) sebagai porosnya. Simbol poros kebaikan. Gerakan memutar sebanyak tujuh kali, mulai titik berangkat hajarul aswad (simbolnya batu hitam) dari kiri ke kanan yang berlawanan dengan arah gerak jarum jam. Hakikat gerak ini adalah penjagaan keseimbangan dengan setiap perbedaan bahkan perlawanan. Harmoni alam adalah adanya eksistensi dua entitas sunnah Allah. Entitas kanan-kiri, malam-siang, laki-perempuan, bersih-kotor, hitam-putih, menjadi satu kesatuan. Sebab, harmoni mewujud jika ada perbedaan yang saling mengenal (Alhujurat ayat 13).

Baca Juga :  Mengembangkan Lantai Papan Beton Bertulang

Ayat ini menyimpan rahasia agung berupa nilai universalitas. Tawaf gerak memutar sebanyak tujuh kali. Makna spiritualnya adalah setiap hari yang dikitari, jangan jauh dari rumah Allah. Maksudnya zikir hati kepada Allah SWT. Begitu kita berhenti bertawaf, hancurlah alam raya.  Alam raya diciptakan untuk bertawaf (berdzikir) dalam untaian Subhanallah, Walhamdulillah, Walailaha illallah, Allahu Akbar, Wala haula wala quwwata illa billah. Jika alam dan adam berhenti bertawaf, qiyamat.

  1. Hikmah Sa’i

Sa’i juga gerakan berjalan dan berlari-lari kecil dari bukit Sofa ke bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Sa’i mengenang perjuangan seorang ibu yang berhati kasih sayang tapi berhati kuat, sekuat batu, Hajar. Hajar adalah sebutan nama untuk bunda Ismail. Di gurun pasir Mekah tiada siapapun dan apapun juga. Berkat Tuhan memancarkan air dari tumit bayi Ismail, padang tandus Mekah menjadi negeri yang aman (balada amina).

Demikian Allah menyebutkan keluarga Ibrahim menjadi ingatan kebaikan bagi generasi yang datang kemudian. Berkat rencana Tuhan lagi, membangun dan membina bayt (rumah) Nya, dahulu pernah dibangun Nabi Adam As di tempat yang sama. Ketika banjir pada masa Nabi Nuh AS. Bayt Allah itu diangkat Allah SWT ke langit ke tujuh (baytul makmur).

Berkat Tuhan, ada sumur zamzam di sekitar baytullah sebagai sumber mata air kehidupan, darah, tulang, kulit teraliri dan didistribusikan ke seluruh alam. Tanda kehidupan adalah air. Berkat kesabaran, kecerdasan, kekuatan yang Allah berikan kepada ibunda Hajar, bayi Ismail meminum air berkat. Hingga hari ini jemaah haji meminumnya sebagai air surga yang Allah titipkan di bumi. Rumah, air, tumbuhan, keluarga di negeri yang aman, adalah prasyarat bisa menjalankan praktik ibadah dengan baik. Piranti-piranti tersebut sudah semestinya dijaga. Penjagaan tersebut diperlukan perjuangan dan pengorbanan. Berdoa, bekerja, berikhtiar, bertawakkal adalah jalan kebaikan (tarikah hasanah) untuk kebaikan dan membangun dari generasi ke generasi, walau sumbangsih itu hanya separuh biji kurma. Cita dan cinta ibunda Hajar telah banyak mengundang banyak insan yang beriman berhaji dan.berumrah.

  1. Hikmah tahallul

Tahallul artinya menghalalkan larangan (keharaman) haji, seperti memakai minyak wangi, mencabut rumput, menikah, menggunting kuku yang ditandai dengan menggunting rambut atau mencukurnya. Lautan mutiara hikmah yang disandang tahallul. Disamping makna doa tahallul yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Berbahagialah orang yang diberi kesempatan anugerah tahallul. Momentum paling jarang ditemui, kecuali berhaji atau berumrah.

Baca Juga :  Data Berkualitas Itu Mahal

Ibadah tahallul yang sarat makna mengandung hikmah pertaubatan, kesucian, ketinggian. Perlambang dengan berguguran rambut di bumi perkemahan Mina. Hikmah pertaubatan bermaksud bahwa sungguh tahallul membuang rambut lama, tumbuh rambut baru. Batin maknawiyahnya adalah buanglah masa lalumu yang kotor, kelabu, keji, jahat.

Lalu, bukalah  lembar baru biru kehidupan dengan bersih, biru, mulia dan baik iman, islam, amal saleh (muslim, mukmin, muhsin). Bumi Mina adalah tanah pertaubatan yang Allah SWT sediakan. Menggunting juga bermakna memutuskan hubungan dengan yang selain Allah, menggunting hubungan yang dapat merusak hubungan kita dengan Allah SWT, menggunting keterikatan dan ketertarikan hati kepada dunia.Hikmah tahallul kesucian.

Prosesi tahallul ada makna isyarat dan ibarat harapan terhadap tumbuhnya rambut cita-cita yang tidak mengulangi lagi kekeliruan masa lalu. Tapi, malah menaik meninggi martabat jiwa yang sehat afiat menuju Allah SWT yang Maha Tinggi. Selama kekotoran jiwa masih melekat, jiwa tidak bisa menaik kehadirat Tuhan Yang Maha Suci (Al Quddus).

Penghalang perintangnya adalah kedurhakaan kepada Maha Pencipta. Zina, mabuk, judi, curi, sogok, korup, zalim, tirani, culas, khianat, dusta, memandang kepada yang bukan mahramnya dengan pandangan mata syahwat (birahi sex), deretan dosa di atas barang kali kita kerjakan berkali-kali. Dapat dikenali bahwa tahallul adalah rehabilitasi dan reputasi mental (batin).

Bahkan, pemulihan nama baik di mata Allah, dengan harapan semoga Allah SWT memantaskan diri kita memasuki surgaNya yang tinggi dan suci, dan menatap wajah Allah SWT yang Agung dan Mulia di surgaNya kelak. Hikmah mabrur yang diurai di atas. Kerap kali harus kita perjuangkan sepulang ke kampung halaman. Tanah air Indonesia, dan Kalbar khusus menunggu kiprah para haji/hajjah sebagai teladan bagi generasi ke generasi.

Demikian pengenalan terhadap medan-medan syariat dan medan-medan hakikat haji, supaya berjalan dua medan di dalam esa-Nya rahmatullah, hidayatullah dalam taufik dan irsyad (bimbingan) sang guru mulia, pemimpin agung, junjungan alam utusan Nya, kekasihNya, Nabi Rasulullah SAW dalam hadits baginda; “Khudzu ‘anni manasikakum.” Artinya;  ambillah dariku manasik-manasik hajimu.” (Hadits Riwayat Muslim). Semoga Allah SWT memberkati keberangkatan jamaah haji tahun ini, menjadikan mereka haji mabrur dan hajjah mabrurah yang berindikasikan mampu memberikan manfaat sebanyak-banyaknya kepada ummat manusia setelah kepulangan dari tanah suci.

Bagi kita yang belum diberangkatkan tetaplah merindu baitullah di Mekah dan merindu raudah serta ziarah kepada Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Kepada jamaah haji jangan lupa bersungguh-sungguhlah dalam menghaturkan salam dan shalawat kepada baginda dengan penuh penghormatan. (Wallahu a’lam).

 Penulis adalah Dosen IAIN Pontianak

Oleh: Ustaz H. Ma’ruf H. Zahran, S.Ag, M.Ag

SECARA bahasa, haji artinya mengunjungi (berkunjung). Sedang secara istilah adalah niat sengaja mengunjungi baitullah untuk melaksanakan rukun Islam kelima, berhaji ke baitullah dengan syarat, wajib dan rukun haji dengan tujuan beribadah kepada Allah SWT. Haji itu suci, maka tidak boleh ada niat lain, kecuali untuk mencari rido Allah SWT. Tidak boleh ada niat dagang, bisnis, piknik (tamasya), popularitas, pangkat, jabatan, gelar dan sebagainya. Kenapa Allah SWT tekankan bahwa haji dan umrah lillah (karena Allah).

Sebab, haji ibadah yang paling spektakuler, perayaan dunia setahun sekali, bahkan yang wajib adalah sekali seumur hidup. Perayaan global universal ini, memiliki dampak penyerta yang besar, mulai dari persiapan, tabungan haji, hubungan internasional, imigrasi, kesehatan, pendidikan (manasik), lalu keberangkatan, pelaksanaan yang melibatkan banyak lembaga, hingga kepulangan ke tanah air dari seluruh maskapai penerbangan internasional. Jagalah niat lillah (haji dan umrah untuk Allah), peliharalah kesucian lahir batin. Firman Allah SWT (2 : 196), artinya : Dan sempurnakanlah haji dan umrah karena Allah (lillah). Ikutilah youtube berikut :

Didalam rukun haji mengandung hikmah batin yang luar biasa, di antaranya :

  1. Hikmah Niat

Niat yang ikhlas semata dari, atas dan untuk Allah Maha Esa Tunggal, menjadikan haji diterima (mabrur dan mabrurah) bernilai surga dengan rido Allah SWT. Sabda Nabi SAW. Artinya : Haji yang mabrur, balasannya tiada lain kecuali surga (Hadits Riwayat Muslim). Niat ikhlas sebelum beramal, (menjaga) niat ikhlas saat beramal, (menjaga) niat ikhlas setelah beramal. Di antara hikmah (kebaikan) yang diperoleh orang yang ikhlas adalah ketenangan hati, ketetapan hati yang tak tergoyahkan dalam beragama dengan lurus. Hambar pujian dan celaan manusia, karena mata batinnya hanya tertuju mencari ridha Allah SWT.

  1. Hikmah Wuquf.

Wuquf secara bahasa artinya rehat, berhenti, jeda. Secara maknawiyah, menjadi rukun haji. Prosesinya berkumpul seluruh manusia yang telah berniat haji di suatu tempat, padang yang luas, arafah kita mengenalnya. Arafah itu sendiri artinya pengenalan diri. Diri hakikatnya adam (tiada, lawan dari wujud). Adam yang telah mengenal dirinya, dipertemukan dengan cermin (pakaian) dirinya (hawa) di bukit kasih sayang (jabal rahmah) yang terletak pada padang pengenalan (arafah). Histori di atas bukan secara kebetulan, tapi Qadarullah SWT. Apabila ditilik dari lughawi (bahasa), wukuf menyuruh kita berhenti sejenak. Bertujuan merehatkan batin supaya sehat. Mengistirahatkan riuh kehidupan yang menyita waktu duniawi untuk merenungkan (tadarrus, tafakkur, tadabbur) diri mengenal diri (arafah nafsi). Berproses selama hidup, miniaturnya pada puncak prosesi arafah yaitu hamba yang abdi Tuhan dalam durasi singkat, sejak tergelincir matahari zuhur hingga terbenam matahari maghrib, simbol awal malam.

  1. Hikmah Tawaf

Tawaf artinya gerak berkeliling, memutari. Berkeliling di sekitar rumah Allah (bayt Allah) sebagai porosnya. Simbol poros kebaikan. Gerakan memutar sebanyak tujuh kali, mulai titik berangkat hajarul aswad (simbolnya batu hitam) dari kiri ke kanan yang berlawanan dengan arah gerak jarum jam. Hakikat gerak ini adalah penjagaan keseimbangan dengan setiap perbedaan bahkan perlawanan. Harmoni alam adalah adanya eksistensi dua entitas sunnah Allah. Entitas kanan-kiri, malam-siang, laki-perempuan, bersih-kotor, hitam-putih, menjadi satu kesatuan. Sebab, harmoni mewujud jika ada perbedaan yang saling mengenal (Alhujurat ayat 13).

Baca Juga :  Meneladani Nabi Ibrahim dalam Mendidik Anak

Ayat ini menyimpan rahasia agung berupa nilai universalitas. Tawaf gerak memutar sebanyak tujuh kali. Makna spiritualnya adalah setiap hari yang dikitari, jangan jauh dari rumah Allah. Maksudnya zikir hati kepada Allah SWT. Begitu kita berhenti bertawaf, hancurlah alam raya.  Alam raya diciptakan untuk bertawaf (berdzikir) dalam untaian Subhanallah, Walhamdulillah, Walailaha illallah, Allahu Akbar, Wala haula wala quwwata illa billah. Jika alam dan adam berhenti bertawaf, qiyamat.

  1. Hikmah Sa’i

Sa’i juga gerakan berjalan dan berlari-lari kecil dari bukit Sofa ke bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Sa’i mengenang perjuangan seorang ibu yang berhati kasih sayang tapi berhati kuat, sekuat batu, Hajar. Hajar adalah sebutan nama untuk bunda Ismail. Di gurun pasir Mekah tiada siapapun dan apapun juga. Berkat Tuhan memancarkan air dari tumit bayi Ismail, padang tandus Mekah menjadi negeri yang aman (balada amina).

Demikian Allah menyebutkan keluarga Ibrahim menjadi ingatan kebaikan bagi generasi yang datang kemudian. Berkat rencana Tuhan lagi, membangun dan membina bayt (rumah) Nya, dahulu pernah dibangun Nabi Adam As di tempat yang sama. Ketika banjir pada masa Nabi Nuh AS. Bayt Allah itu diangkat Allah SWT ke langit ke tujuh (baytul makmur).

Berkat Tuhan, ada sumur zamzam di sekitar baytullah sebagai sumber mata air kehidupan, darah, tulang, kulit teraliri dan didistribusikan ke seluruh alam. Tanda kehidupan adalah air. Berkat kesabaran, kecerdasan, kekuatan yang Allah berikan kepada ibunda Hajar, bayi Ismail meminum air berkat. Hingga hari ini jemaah haji meminumnya sebagai air surga yang Allah titipkan di bumi. Rumah, air, tumbuhan, keluarga di negeri yang aman, adalah prasyarat bisa menjalankan praktik ibadah dengan baik. Piranti-piranti tersebut sudah semestinya dijaga. Penjagaan tersebut diperlukan perjuangan dan pengorbanan. Berdoa, bekerja, berikhtiar, bertawakkal adalah jalan kebaikan (tarikah hasanah) untuk kebaikan dan membangun dari generasi ke generasi, walau sumbangsih itu hanya separuh biji kurma. Cita dan cinta ibunda Hajar telah banyak mengundang banyak insan yang beriman berhaji dan.berumrah.

  1. Hikmah tahallul

Tahallul artinya menghalalkan larangan (keharaman) haji, seperti memakai minyak wangi, mencabut rumput, menikah, menggunting kuku yang ditandai dengan menggunting rambut atau mencukurnya. Lautan mutiara hikmah yang disandang tahallul. Disamping makna doa tahallul yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Berbahagialah orang yang diberi kesempatan anugerah tahallul. Momentum paling jarang ditemui, kecuali berhaji atau berumrah.

Baca Juga :  Pendampingan Perhutanan Sosial Di Era Revolusi Industri 4.0

Ibadah tahallul yang sarat makna mengandung hikmah pertaubatan, kesucian, ketinggian. Perlambang dengan berguguran rambut di bumi perkemahan Mina. Hikmah pertaubatan bermaksud bahwa sungguh tahallul membuang rambut lama, tumbuh rambut baru. Batin maknawiyahnya adalah buanglah masa lalumu yang kotor, kelabu, keji, jahat.

Lalu, bukalah  lembar baru biru kehidupan dengan bersih, biru, mulia dan baik iman, islam, amal saleh (muslim, mukmin, muhsin). Bumi Mina adalah tanah pertaubatan yang Allah SWT sediakan. Menggunting juga bermakna memutuskan hubungan dengan yang selain Allah, menggunting hubungan yang dapat merusak hubungan kita dengan Allah SWT, menggunting keterikatan dan ketertarikan hati kepada dunia.Hikmah tahallul kesucian.

Prosesi tahallul ada makna isyarat dan ibarat harapan terhadap tumbuhnya rambut cita-cita yang tidak mengulangi lagi kekeliruan masa lalu. Tapi, malah menaik meninggi martabat jiwa yang sehat afiat menuju Allah SWT yang Maha Tinggi. Selama kekotoran jiwa masih melekat, jiwa tidak bisa menaik kehadirat Tuhan Yang Maha Suci (Al Quddus).

Penghalang perintangnya adalah kedurhakaan kepada Maha Pencipta. Zina, mabuk, judi, curi, sogok, korup, zalim, tirani, culas, khianat, dusta, memandang kepada yang bukan mahramnya dengan pandangan mata syahwat (birahi sex), deretan dosa di atas barang kali kita kerjakan berkali-kali. Dapat dikenali bahwa tahallul adalah rehabilitasi dan reputasi mental (batin).

Bahkan, pemulihan nama baik di mata Allah, dengan harapan semoga Allah SWT memantaskan diri kita memasuki surgaNya yang tinggi dan suci, dan menatap wajah Allah SWT yang Agung dan Mulia di surgaNya kelak. Hikmah mabrur yang diurai di atas. Kerap kali harus kita perjuangkan sepulang ke kampung halaman. Tanah air Indonesia, dan Kalbar khusus menunggu kiprah para haji/hajjah sebagai teladan bagi generasi ke generasi.

Demikian pengenalan terhadap medan-medan syariat dan medan-medan hakikat haji, supaya berjalan dua medan di dalam esa-Nya rahmatullah, hidayatullah dalam taufik dan irsyad (bimbingan) sang guru mulia, pemimpin agung, junjungan alam utusan Nya, kekasihNya, Nabi Rasulullah SAW dalam hadits baginda; “Khudzu ‘anni manasikakum.” Artinya;  ambillah dariku manasik-manasik hajimu.” (Hadits Riwayat Muslim). Semoga Allah SWT memberkati keberangkatan jamaah haji tahun ini, menjadikan mereka haji mabrur dan hajjah mabrurah yang berindikasikan mampu memberikan manfaat sebanyak-banyaknya kepada ummat manusia setelah kepulangan dari tanah suci.

Bagi kita yang belum diberangkatkan tetaplah merindu baitullah di Mekah dan merindu raudah serta ziarah kepada Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Kepada jamaah haji jangan lupa bersungguh-sungguhlah dalam menghaturkan salam dan shalawat kepada baginda dengan penuh penghormatan. (Wallahu a’lam).

 Penulis adalah Dosen IAIN Pontianak

Most Read

Artikel Terbaru

/