alexametrics
25 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Menjaga Momentum di Tengah Pandemi

Oleh: Edward UP Nainggolan*

MINGGU pertama Agustus ini ada dua hal yang membuat bangsa Indonesia bangga dan bahagia. Pertama, berhasilnya ganda putri bulutangkis Indonesia, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu merebut medali emas di Olimpiade Tokyo, Jepang. Lagu Indonesia Raya berkumandang dan bendera Merah Putih berkibar di arena olah raga multi event tersebut. Semua rakyat Indonesia yang menyaksikan perstiwa tersebut terharu, bangga, dan meningkat rasa nasionalisme-nya. Di tengah pandemi Covid-19, tidak menyurutkan tekad anak bangsa untuk memberikan yang terbaik bagi negerinya.

Kedua, pada tanggal 5 Agustus lalu, Pemerintah menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II tahun 2021 sebesar 7,07%(year on year/yoy). Dengan capaian tersebut, Indonesia telah berhasil keluar dari resesi ekonomi. Capaian pertumbuhan ekonomi triwulan II di atas tidak lepas dari upaya keras dan sinergi dari seluruh komponen bangsa termasuk Pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang sangat destruktif terhadap kesehatan dan perekonomian nasional.

Dari kedua capaian di atas, dapat diambil pelajaran berharga “dalam kondisi sesulit apapun, tekad, kerja keras yang sistematis dan fokus, serta sinergi akan memberikan hasil yang terbaik”. Hasil tidak akan menghianati upaya yang dilakukan. Oleh sebab itu, dibutuhkan tekad yang kuat dan kerja keras dari semua komponen bangsa untuk mengatasi pandemi Covid-19.   “Sebuah mimpi tidak menjadi kenyataan melalui sihir; tapi membutuhkan keringat, tekad dan kerja keras.” – Colin Powell

Baca Juga :  Mengenal Rasulullah SAW

Muara dari pandemi Covid-19 adalah pada perekonomian nasional. Hal tersebut telah terbukti pada tahun 2020 ketika bulan Maret 2020 Indonesia dan dunia dilanda pandemi Covid-19. Perekonomian mengalami kontraksi hebat pada triwulan II tahun 2020. Indonesia sendiri mengalami kontraksi sebesar 5,32% (yoy), relatif baik dibandingkan negera-negara lain di dunia misalnya Amerika Serikat -10,7%, Jepang -9,9% dan Singapura -13,2%.

Negara-negara yang ekonominya mengalami kontraksi cukup dalam, pada umumnya adalah negara yang mengambil kebijakan lockdown untuk mencegah penyebaran Covid-19. Negara-negara tersebut umumnya adalah penduduk dengan pendapatan per kapita tinggi, bukan negara kepulauan, jumlah penduduk tidak besar, atau negara kecil.

 Lockdown dilakukan dengan menutup akses masuk maupun keluar sebuah daerah/negara. Masyarakat yang tinggal di daerah/negara tersebut dilarang untuk ke luar rumah. Konsekuensi lockdown adalah aktivitas masyarakat dan usaha berhenti. Kebutuhan rakyat harus dipenuhi oleh Pemerintah. Hal itu juga memberikan dampak psikologi ke masyarakat berupa kecemasan dan kesepian.

Melihat konsekuensi di atas, Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dengan PSBB, masyarakat dan dunia usaha sektor tertentu masih bisa beraktivitas secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Di samping menerapkan PSBB, Pemerintah juga mengambil kebijakan yang komprehensif di bidang kesehatan, fiskal dan moneter untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19.

Baca Juga :  PHBM, Madu dan Kratom Alternatif Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

Memasuki tahun 2021, Pemerintah dan rakyat Indonesia melangkah penuh optimisme dengan tetap konsisten menangani pandemi Covid-19 misalnya melakukan vaksinasi massal dan penyediaan alkes/obat. Di samping itu, Pemerintah mengambil kebijakan fiskal countercyclical untuk akselerasi pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah juga bersinergi mensinkronkan kebijakan fiskal dengan kebijakan moneter dan sektor keuangan untuk memperkuat daya dorong pemulihan ekonomi nasional.

Langkah yang diambil Pemerintah dan institusi terkait (BI, OJK, LPS dan dunia usaha) membuahkan hasil. Walaupun masih mengalami kontraksi sebesar 0,74% pada triwulan I tahun 2021, tetapi pertumbuhan ekonomi tersebut telah mengalami perbaikan dari triwulan IV tahun 2020 yang sebesar-2,19%. Pada triwulan II tahun 2021, pertumbuhan mencapai 7,07% 9 (yoy).

Momentum pemulihan ekonomi nasional yang membaik mulai triwulan I dan II 2021 harus kita jaga bersama walaupun pada akhir bulan Juni terjadi second wave Covid-19. Semua komponen bangsa mempunyai kewajiban untuk bergandeng tangan dan bersinergi agar NKRI terbebas dari Covid-19 dan perekonomian nasional terus bertumbuh positif.

*Kepala Kanwil DJKN Kalimantan Barat

Oleh: Edward UP Nainggolan*

MINGGU pertama Agustus ini ada dua hal yang membuat bangsa Indonesia bangga dan bahagia. Pertama, berhasilnya ganda putri bulutangkis Indonesia, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu merebut medali emas di Olimpiade Tokyo, Jepang. Lagu Indonesia Raya berkumandang dan bendera Merah Putih berkibar di arena olah raga multi event tersebut. Semua rakyat Indonesia yang menyaksikan perstiwa tersebut terharu, bangga, dan meningkat rasa nasionalisme-nya. Di tengah pandemi Covid-19, tidak menyurutkan tekad anak bangsa untuk memberikan yang terbaik bagi negerinya.

Kedua, pada tanggal 5 Agustus lalu, Pemerintah menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II tahun 2021 sebesar 7,07%(year on year/yoy). Dengan capaian tersebut, Indonesia telah berhasil keluar dari resesi ekonomi. Capaian pertumbuhan ekonomi triwulan II di atas tidak lepas dari upaya keras dan sinergi dari seluruh komponen bangsa termasuk Pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang sangat destruktif terhadap kesehatan dan perekonomian nasional.

Dari kedua capaian di atas, dapat diambil pelajaran berharga “dalam kondisi sesulit apapun, tekad, kerja keras yang sistematis dan fokus, serta sinergi akan memberikan hasil yang terbaik”. Hasil tidak akan menghianati upaya yang dilakukan. Oleh sebab itu, dibutuhkan tekad yang kuat dan kerja keras dari semua komponen bangsa untuk mengatasi pandemi Covid-19.   “Sebuah mimpi tidak menjadi kenyataan melalui sihir; tapi membutuhkan keringat, tekad dan kerja keras.” – Colin Powell

Baca Juga :  Kepala Daerah Mau, Daerah Maju

Muara dari pandemi Covid-19 adalah pada perekonomian nasional. Hal tersebut telah terbukti pada tahun 2020 ketika bulan Maret 2020 Indonesia dan dunia dilanda pandemi Covid-19. Perekonomian mengalami kontraksi hebat pada triwulan II tahun 2020. Indonesia sendiri mengalami kontraksi sebesar 5,32% (yoy), relatif baik dibandingkan negera-negara lain di dunia misalnya Amerika Serikat -10,7%, Jepang -9,9% dan Singapura -13,2%.

Negara-negara yang ekonominya mengalami kontraksi cukup dalam, pada umumnya adalah negara yang mengambil kebijakan lockdown untuk mencegah penyebaran Covid-19. Negara-negara tersebut umumnya adalah penduduk dengan pendapatan per kapita tinggi, bukan negara kepulauan, jumlah penduduk tidak besar, atau negara kecil.

 Lockdown dilakukan dengan menutup akses masuk maupun keluar sebuah daerah/negara. Masyarakat yang tinggal di daerah/negara tersebut dilarang untuk ke luar rumah. Konsekuensi lockdown adalah aktivitas masyarakat dan usaha berhenti. Kebutuhan rakyat harus dipenuhi oleh Pemerintah. Hal itu juga memberikan dampak psikologi ke masyarakat berupa kecemasan dan kesepian.

Melihat konsekuensi di atas, Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dengan PSBB, masyarakat dan dunia usaha sektor tertentu masih bisa beraktivitas secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Di samping menerapkan PSBB, Pemerintah juga mengambil kebijakan yang komprehensif di bidang kesehatan, fiskal dan moneter untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Corona dan Berkah Ramadan

Memasuki tahun 2021, Pemerintah dan rakyat Indonesia melangkah penuh optimisme dengan tetap konsisten menangani pandemi Covid-19 misalnya melakukan vaksinasi massal dan penyediaan alkes/obat. Di samping itu, Pemerintah mengambil kebijakan fiskal countercyclical untuk akselerasi pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah juga bersinergi mensinkronkan kebijakan fiskal dengan kebijakan moneter dan sektor keuangan untuk memperkuat daya dorong pemulihan ekonomi nasional.

Langkah yang diambil Pemerintah dan institusi terkait (BI, OJK, LPS dan dunia usaha) membuahkan hasil. Walaupun masih mengalami kontraksi sebesar 0,74% pada triwulan I tahun 2021, tetapi pertumbuhan ekonomi tersebut telah mengalami perbaikan dari triwulan IV tahun 2020 yang sebesar-2,19%. Pada triwulan II tahun 2021, pertumbuhan mencapai 7,07% 9 (yoy).

Momentum pemulihan ekonomi nasional yang membaik mulai triwulan I dan II 2021 harus kita jaga bersama walaupun pada akhir bulan Juni terjadi second wave Covid-19. Semua komponen bangsa mempunyai kewajiban untuk bergandeng tangan dan bersinergi agar NKRI terbebas dari Covid-19 dan perekonomian nasional terus bertumbuh positif.

*Kepala Kanwil DJKN Kalimantan Barat

Previous articlePerpustakaan Dalam Taman
Next articleDua Pekan ke Depan

Most Read

Artikel Terbaru

/