alexametrics
28 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Mengenal Surah Al Fatihah

Oleh: Harjani Hefni

Dengan Al Fatihah, Al-Qur’an Dimulakan

MUSHAF Al-Qur’an dimulai dengan Surah Al Fatihah, baru dilanjutkan dengan surah-surah lain yang berjumlah total 114 surah. Secara bahasa, Al Fatihah berasal dari kata ‘fataha’ yang berarti membuka. Dari kata ini muncul lah berbagai turunannya, di antaranya al  fath (kemenangan), miftah (kunci), maftuh (terbuka), dan fatih (yang membuka). Al Fatihah artinya surah yang membuka dan mengawali rangkaian dari surah-surah dalam Al-Qur’an. Dari berbagai turunan kata yang berhubungan dengan Al Fatihah, maka Surah Al Fatihah bisa dimaknai sebagai surah pembuka yang ayat-ayatnya adalah kunci bagi terbukanya kemenangan-kemenangan bagi yang mengamalkannya. Sesuatu yang terdepan biasanya istimewa, dan Al Fatihah memangutama dan istimewa.

Di antara keutamaan surah Al Fatihah adalah sebagai berikut: pertama, Al Fatihah adalah surah paling agung dalam Al-Qur’an. Dari Abu Sa’id bin al Mu’alla berkata: Aku tengah sholat di masjid, lalu Rasulullah SAW memanggilku, dan aku pun tidak menjawab panggilan beliau. Aku berkata : Ya Rasulullah, tadi aku sedang sholat. Beliau berkata : Bukankah Allah berfirman: Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu”. Kemudian beliau berkata kepadaku: Aku sungguh akan mengajarkan kepadamu suatu surat yang paling agung dalam AlQur’an sebelum kamu keluar dari masjid”. Kemudian beliau memegang tanganku. Ketika beliau ingin keluar,  aku berkata kepadanya: “Bukankah engkau berkata akan mengajarkan kepadaku suatu surat yang paling agung dalam AlQur’an? Beliau berkata: Alhamdulillah Robbil ‘Alamin”, ia adalah tujuh ayat yang berulang dan AlQur’an yang agung yang dianugerahkan kepadaku. (HR.Bukhari).

Keistimewaan lain adalah tidak tertandingi kandungan oleh kitab suci manapun baik dalam Taurat, Zabur, maupun Injil. Dari Abu Hurairah dari Ubay bin Ka’ab berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Allah tidak pernah menurunkan di dalam Taurat maupun di dalam Injil seperti Ummil Qur’an. Ia adalah tujuh ayat yang berulang, ia terbagi dua, antara Allah dengan hamba-Nya, dan bagi hamba-Nya tergantung apa yag dia minta. (HR.Tirmidzi).

Baca Juga :  Manusia, Tersangka Deforestasi dan Eksploitasi Hutan

Keistimewaan lain adalah karena dia as sab’u al matsani (tujuh yang berulang), karena surah ini selalu dibaca secara berulang minimal tujuh belas kali sehari semalam. Pengulangan seperti ini menyiratkan ada makna besar di balik surat ini. Tidak mungkin diulang sebanyak itu kalau kandungannya tidak banyak manfaatnya bagi yang membaca dan mengamalkannya. Untuk mengetahui tentang keistimewaan pengulangan tujuh ayat ini bisa dibaca di buku kami ‘The 7 islamic Daily Habits.’

Keberkahan Surah Al Fatihah

Barokah artinya‘tsubut al khairfissyai’i’ (tetapnya kebaikan pada sesuatu). Barokah juga berarti tumbuh dan bertambah (lawan dari berkurang), serta bisa juga bermakna bahagia dan optimis. Keberkahan dalam arti tetapnya kebaikan, bertambah dan tidak berkurang karena Al Fatihah atau bagian dari Al Fatihah sangat nyata. Rasulullah SAW bersabda: ‘Kullu amrin dzi baalin la yubda’ bismillahirrahmanirrahim fahuwaabtaratauaqtha’ (segala perkara yang mendapatkan perhatian orang yang tidak dimulai dengan bismillahirrahmnairrahim, maka perkara itu terputus atau buntung). Artinya, semua perbuatan yang dilakukan tanpa menyebut nama Allah menjadi tidak sempurna, ada yang hilang dari perbuatan tersebut. Makna sebaliknya adalah, dengan menyebut nama Allah dan berbuat karena Allah maka semua perbuatan akan sempurna.

Di antara nama surah Al Fatihah yang menunjukkan makna keberkahan adalah as Syifa’, ruqyah, al waqiyah, dan sholat.  Al Fatihah disebut asy Syifa’ (obat). Artinya, Al Fatihah mengandung energi penyembuh penyakit yang diidap oleh masyarakat. Tetapnya seseorang dalam suasana sehat adalah barokah. Ia juga dinamakan ruqyah. Nama ini menyiratkan makna bahwa Al Fatihah dapat menyembuhkan orang dari penyakit akibat gangguan jin dan makhluk halus. Terhindarnya orang dari gangguan syetan dan jin jahat adalah barokah.

Al Waqiyah adalah salah satu nama Al Fatihah. Nama ini secara bahasa berarti pelindung, tetapi nama ini menyiratkan makna kekuatan dalam surah ini. Yahya bin Abi Katsir yang menyebut Al Fatihah dengan nama ini memahami bahwa Al Fatihah mampu melindungi diri, keluarga, dan masyarakat dari berbagai hal yang tidak diinginkan. Terlindungi kita dari segala mara bahaya adalah barokah.

Baca Juga :  Sastra: Hard Core Keagamaan

Al Fatihah juga dinamakan sholat, karena sholat dimulai dengan surat ini dan tidak sah sholat seseorang kalau tidak membaca surat ini. Penamaan ini mengandung arti bahwa jika salah satu pekerjaan penting bahkan terpenting seperti sholat tidak boleh mengabaikan Al Fatihah, apalagi mengisi kehidupan dalam rentang yang cukup relatif panjang. Diwajbkannya membaca surah Al Fatihah di dalam setiap sholat membuat sholat kita sah dan mendatangkan keberkahan bagi yang membacanya.

Ringkasan Seluruh Al-Qur’an

Para ulama sepakat bahwa kandungan surah Al Fatihah adalah ringkasan dari seluruh kandungan Al-Qur’an. Di dalamnya terdapat kandungan tentang akidah, syariah maupun akhlak. Surah ini terdiri dari tujuh ayat, dan termasuk dalam kategori Surah Makkiyyah.

Ummul Kitab dan Ummul Qur’an

Dari dua nama ini kita pahami bahwa Al Fatihah adalah induk Al-Qur’an, artinya di dalamnya termuat semua ringkasan Al-Qur’an. Nama lain dari Al Fatihah adalah Al-Qur’an al ‘adzim. Istilah ini secara eksplisit menyebutkan keagungan surat ini, seolah-olah Al Fatihah adalahal Qur’an secara keseluruhan, karena Al-Qur’an al ‘adzim adalah nama untuk keseluruhan Al-Qur’an. Karenanya, para ulama juga menamakan surah ini dengan al Kafiyah (cukup), karena semua muatan Al-Qur’an terkandung di dalamnya.

Al Fatihah juga dinamakan al kafiyah (sempurna), karena ia adalah satu kesatuan, tidak boleh membaca setengah surat Al Fatihah di satu rakaat lalu dilanjutkan setengahnya lagi di rakaat kedua. Al kafiyah menyiratkan makna bahwa Al Fatihah adalah totalitas, tidak akan efektif  kekuatannya kalau hanya diambil sebagian dan meninggalkan sebagian yang lain.**

*Penulis, Dosen IAIN Pontianak.

Oleh: Harjani Hefni

Dengan Al Fatihah, Al-Qur’an Dimulakan

MUSHAF Al-Qur’an dimulai dengan Surah Al Fatihah, baru dilanjutkan dengan surah-surah lain yang berjumlah total 114 surah. Secara bahasa, Al Fatihah berasal dari kata ‘fataha’ yang berarti membuka. Dari kata ini muncul lah berbagai turunannya, di antaranya al  fath (kemenangan), miftah (kunci), maftuh (terbuka), dan fatih (yang membuka). Al Fatihah artinya surah yang membuka dan mengawali rangkaian dari surah-surah dalam Al-Qur’an. Dari berbagai turunan kata yang berhubungan dengan Al Fatihah, maka Surah Al Fatihah bisa dimaknai sebagai surah pembuka yang ayat-ayatnya adalah kunci bagi terbukanya kemenangan-kemenangan bagi yang mengamalkannya. Sesuatu yang terdepan biasanya istimewa, dan Al Fatihah memangutama dan istimewa.

Di antara keutamaan surah Al Fatihah adalah sebagai berikut: pertama, Al Fatihah adalah surah paling agung dalam Al-Qur’an. Dari Abu Sa’id bin al Mu’alla berkata: Aku tengah sholat di masjid, lalu Rasulullah SAW memanggilku, dan aku pun tidak menjawab panggilan beliau. Aku berkata : Ya Rasulullah, tadi aku sedang sholat. Beliau berkata : Bukankah Allah berfirman: Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu”. Kemudian beliau berkata kepadaku: Aku sungguh akan mengajarkan kepadamu suatu surat yang paling agung dalam AlQur’an sebelum kamu keluar dari masjid”. Kemudian beliau memegang tanganku. Ketika beliau ingin keluar,  aku berkata kepadanya: “Bukankah engkau berkata akan mengajarkan kepadaku suatu surat yang paling agung dalam AlQur’an? Beliau berkata: Alhamdulillah Robbil ‘Alamin”, ia adalah tujuh ayat yang berulang dan AlQur’an yang agung yang dianugerahkan kepadaku. (HR.Bukhari).

Keistimewaan lain adalah tidak tertandingi kandungan oleh kitab suci manapun baik dalam Taurat, Zabur, maupun Injil. Dari Abu Hurairah dari Ubay bin Ka’ab berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Allah tidak pernah menurunkan di dalam Taurat maupun di dalam Injil seperti Ummil Qur’an. Ia adalah tujuh ayat yang berulang, ia terbagi dua, antara Allah dengan hamba-Nya, dan bagi hamba-Nya tergantung apa yag dia minta. (HR.Tirmidzi).

Baca Juga :  Upaya Memulihkan Ekonomi  UMKM Melalui Subsidi Bunga di Masa Pandemi

Keistimewaan lain adalah karena dia as sab’u al matsani (tujuh yang berulang), karena surah ini selalu dibaca secara berulang minimal tujuh belas kali sehari semalam. Pengulangan seperti ini menyiratkan ada makna besar di balik surat ini. Tidak mungkin diulang sebanyak itu kalau kandungannya tidak banyak manfaatnya bagi yang membaca dan mengamalkannya. Untuk mengetahui tentang keistimewaan pengulangan tujuh ayat ini bisa dibaca di buku kami ‘The 7 islamic Daily Habits.’

Keberkahan Surah Al Fatihah

Barokah artinya‘tsubut al khairfissyai’i’ (tetapnya kebaikan pada sesuatu). Barokah juga berarti tumbuh dan bertambah (lawan dari berkurang), serta bisa juga bermakna bahagia dan optimis. Keberkahan dalam arti tetapnya kebaikan, bertambah dan tidak berkurang karena Al Fatihah atau bagian dari Al Fatihah sangat nyata. Rasulullah SAW bersabda: ‘Kullu amrin dzi baalin la yubda’ bismillahirrahmanirrahim fahuwaabtaratauaqtha’ (segala perkara yang mendapatkan perhatian orang yang tidak dimulai dengan bismillahirrahmnairrahim, maka perkara itu terputus atau buntung). Artinya, semua perbuatan yang dilakukan tanpa menyebut nama Allah menjadi tidak sempurna, ada yang hilang dari perbuatan tersebut. Makna sebaliknya adalah, dengan menyebut nama Allah dan berbuat karena Allah maka semua perbuatan akan sempurna.

Di antara nama surah Al Fatihah yang menunjukkan makna keberkahan adalah as Syifa’, ruqyah, al waqiyah, dan sholat.  Al Fatihah disebut asy Syifa’ (obat). Artinya, Al Fatihah mengandung energi penyembuh penyakit yang diidap oleh masyarakat. Tetapnya seseorang dalam suasana sehat adalah barokah. Ia juga dinamakan ruqyah. Nama ini menyiratkan makna bahwa Al Fatihah dapat menyembuhkan orang dari penyakit akibat gangguan jin dan makhluk halus. Terhindarnya orang dari gangguan syetan dan jin jahat adalah barokah.

Al Waqiyah adalah salah satu nama Al Fatihah. Nama ini secara bahasa berarti pelindung, tetapi nama ini menyiratkan makna kekuatan dalam surah ini. Yahya bin Abi Katsir yang menyebut Al Fatihah dengan nama ini memahami bahwa Al Fatihah mampu melindungi diri, keluarga, dan masyarakat dari berbagai hal yang tidak diinginkan. Terlindungi kita dari segala mara bahaya adalah barokah.

Baca Juga :  Mengenal Surah An-Nisa’

Al Fatihah juga dinamakan sholat, karena sholat dimulai dengan surat ini dan tidak sah sholat seseorang kalau tidak membaca surat ini. Penamaan ini mengandung arti bahwa jika salah satu pekerjaan penting bahkan terpenting seperti sholat tidak boleh mengabaikan Al Fatihah, apalagi mengisi kehidupan dalam rentang yang cukup relatif panjang. Diwajbkannya membaca surah Al Fatihah di dalam setiap sholat membuat sholat kita sah dan mendatangkan keberkahan bagi yang membacanya.

Ringkasan Seluruh Al-Qur’an

Para ulama sepakat bahwa kandungan surah Al Fatihah adalah ringkasan dari seluruh kandungan Al-Qur’an. Di dalamnya terdapat kandungan tentang akidah, syariah maupun akhlak. Surah ini terdiri dari tujuh ayat, dan termasuk dalam kategori Surah Makkiyyah.

Ummul Kitab dan Ummul Qur’an

Dari dua nama ini kita pahami bahwa Al Fatihah adalah induk Al-Qur’an, artinya di dalamnya termuat semua ringkasan Al-Qur’an. Nama lain dari Al Fatihah adalah Al-Qur’an al ‘adzim. Istilah ini secara eksplisit menyebutkan keagungan surat ini, seolah-olah Al Fatihah adalahal Qur’an secara keseluruhan, karena Al-Qur’an al ‘adzim adalah nama untuk keseluruhan Al-Qur’an. Karenanya, para ulama juga menamakan surah ini dengan al Kafiyah (cukup), karena semua muatan Al-Qur’an terkandung di dalamnya.

Al Fatihah juga dinamakan al kafiyah (sempurna), karena ia adalah satu kesatuan, tidak boleh membaca setengah surat Al Fatihah di satu rakaat lalu dilanjutkan setengahnya lagi di rakaat kedua. Al kafiyah menyiratkan makna bahwa Al Fatihah adalah totalitas, tidak akan efektif  kekuatannya kalau hanya diambil sebagian dan meninggalkan sebagian yang lain.**

*Penulis, Dosen IAIN Pontianak.

Most Read

Revans Kecil Atas Kroasia

Indonesia Setujui Dua Vaksin Covid-19 Lain

Senam Sehat Pontianak Post

Artikel Terbaru

/