alexametrics
26.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Pembelajaran Berbasis Budaya

Oleh: Mohamad Rif’at dan Heriyanto*

MASYARAKAT pendidikan sebagian besar memang masih terkucil dari pemahaman akan keragaman pembelajaran. Kita masih bergantung pada aturan yang diberlakukan yang belumlah tentu dapat menyelesaikan persoalan pendidikan dan pengajaran. Secara keseluruhan, ada dua langkah dasar yang harus dilakukan agar kita memiliki kesadaran dan punya kesempatan serta pemahaman tinggi tentang pembelajaran yang beragam.

Pertama, mendorong pendidik agar terus berkembang menjadi komunitas berkesadaran akan adanya keragaman yang tinggi. Kedua, mengusahakan agar wilayah yang sekarang ini bersifat terkucil atau mengisolasi diri agar secara berangsur-angsur terbuka atas berbagai  pemahamandan pengetahuan.

Resistensi dan endapan permasalahan pembelajaran harus menjadi perhatian, terutama yang menghormati keragamaan peserta didik secara baik dan tepat. Kita perlu membangun kesadaran bersama, penghormatan terhadap keragaman sosial-ekonomi dan mengekspresikan keragamaan. Tidak saja mengakui akan adanya keragaman, akan tetapi juga merayakan keragaman itu dalam irama dan harmoni pembelajaran.

Lembaga pendidikan harus mampu melihat kebutuhan masyarakat untuk mengkoordinasikan semua data tentang pengetahuan asli masyarakat (indigenous knowledge) dan menggali berbagai notasi multikultur untuk keperluan nilai-nilai pendidikan dan pembelajaran yang berimplikasi untuk peningkatan mutu pendidikan. Lembaga seperti itu tentu saja kita harapkan agar terus merancang dan melaksanakan program pembelajaran yang sesuai dalam rangka mengenali praktik pendidikan dalam konteks budaya untuk situasi dalam masyarakat dan mendapatkan manfaat terhadap penguatan nilai-nilai luhur bangsa.

Pendidikan perlu diakui juga sebagai suatu model pengelolaan manusia yang bertumpu pada lembaga-lembaga sebagai komponen dari bangunan sistim dalam rangka meningkatkan otonomi dan memberikan kesempatan kepada semua pihak dalam pembuatan keputusan. Orientasinya adalah yang berbasis budaya, misalnya melibatkan warga masyarakat secara lebih luas dalam hal caramendidik dan memperbaiki berbagai hubungan bernilai.

Baca Juga :  Layanan Publik Berkualitas, Rakyat Sejahtera

Pelaksanaannya bukanlah suatu inovasi yang terpisah dari konteks wilayah, budaya, dan kebutuhan masyarakat, juga bukan merupakan sistem pembuatan keputusan berdasarkan tempat (local) dengan menciptakan peran-peran baru, akan tetapi merupakan proses pengembangan dan perubahan budaya. Perubahan budaya akan berimplikasi terhadap penataan dan manajemen guna mendorong perubahan organisasi lebih lanjut sebagai upaya perbaikan berdasarkan kebutuhan masyarakat serta bangsa.

Hal tersebut perlu kita pahami mengingat bahwa kondisi perekonomian daerah berpengaruh terhadap pendidikan, yang pada gilirannya akan berpengaruh pula terhadap kualitas serta kenyamanan hidup berbangsa.  Kebijakan otonomi pendidikan selayaknya juga mengupayakan meminimalkan pengaruh negatif terhadap berbagai daya dukung masyarakat. Dengan demikian.otonomi pendidikan yang diharapkan adalah untuk dapat meningkatkan permintaan terutama yang terkait kemunculan isu dan atau potensi pelemahan daya saing bangsa.

Dengan demikian, program pendidikan adalah untuk terus membangun martabat manusia. Meskipun pengetahuan kita tidak akan pernah dapat mengerti serta memahami suasana manusia bahkan yang paling sederhana sekalipun, hakikat dan definisi pembangunan manusia haruslah dipelajari melalui semua bidang kehidupan sehingga terjelaskan bahwa manusia adalah sebaik-baik kejadian.

Manusia harus dipandang sebagai suatu keseluruhan, semua bangsa dan semua warna kulit. Namun, martabat manusia dapat saja jatuh merosot karena keingkaran, kebodohan, memperturutkan kehendak yang salah, dan oleh sebab melakukan perbuatan buruk.

Rekayasa atau proses perubahan seharusnya menghasilkan perubahan dan pembaharuan berbagai tatanan yang berorientasi pada kesejahteraan dan kemajuan yang diharapkan dapat meluncurkan reformasi menyeluruh. Langkah-langkah nyata untuk menanamkan pentingnya perubahan dalam masyarakat adalah untuk mewujudkan tatanan baru sebagai konfigurasi struktur dan sistim keragaman budaya yang dapat menggalang kesadaran kebersamaan bagi mereka. Konfigurasi tersebut perlu pula dibandingkan dengan masyarakat lain dan hal-hal lain yang menjadi ciri khasnya.

Baca Juga :  Menjaga Momentum di Tengah Pandemi

Dengan demikian akan dapat tumbuh keseragaman normatif yang tidak berarti bahwa masyarakat akan berprilaku identik. Konfigurasi sistim keragaman budaya adalah yang dapat mengakomodasi berbagai paham yang dianut dalam masyarakat dalam rangka mendapatkan pranata baru yang dapat diterima dan berorientasi pada kemajuan bersama.

Tentu saja setiap masyarakat menginginkan adanya perubahan yang positif dan konstruktif. Budaya masyarakat yang diam, menerima apa adanya harus diperbaiki. Masyarakat agar bersikap kritis dan konstrukif sehingga pendidikan kritis perlu diberikan penghargaan.Program pendidikan juga perlu memuat gagasan pembangunan daerah, mampu menjelaskan berbagai gejala yang muncul, mampu mengamati dan melihat perubahan zaman.Oleh karena itu pendidikan adalah menyadarkan masyarakat terhadap berbagai dinamika dan perkembangan.

Sesungguhnya persoalan pendidikan akan terus muncul sejalan dengan kebutuhan dan harapan masyarakat plural serta dikarenakan berubahnya pandangan dan paradigma kehidupan. Pelaksanaan pendidikan dalam kondisi berbeda memberikan gambaran bahwa tantangan bidang pendidikan masih cukup berat.Pendidikan menjadi persoalan serius hingga saat ini.Pendidikan pun tidak lagi dapat berperan, seperti mengubah nilai-nilai kehidupan yang berlaku dalam masyarakat.Oleh karena itu program pendidikan sebaiknya juga dalam rangka mengaitkan perilaku masyarakat dengan peradaban plural.

Program pendidikan yang perlu terus diupayakan adalah yang dapat menjelaskan berbagai budaya masyarakat plural sehingga mampu membenarkan dengan memberikan alasan berkenaan dengan pemilihan berbagai gagasan. Dengan demikian, proses pendidikan adalah memahami karakteristik masyarakat plural sehingga sesuai dan dapat membantu perkembangan dan perubahan yang mereka gunakan berkenaan dengan berbagai isu.Terima kasih.

*Dosen Pendidikan Matematika FKIP Untan

Oleh: Mohamad Rif’at dan Heriyanto*

MASYARAKAT pendidikan sebagian besar memang masih terkucil dari pemahaman akan keragaman pembelajaran. Kita masih bergantung pada aturan yang diberlakukan yang belumlah tentu dapat menyelesaikan persoalan pendidikan dan pengajaran. Secara keseluruhan, ada dua langkah dasar yang harus dilakukan agar kita memiliki kesadaran dan punya kesempatan serta pemahaman tinggi tentang pembelajaran yang beragam.

Pertama, mendorong pendidik agar terus berkembang menjadi komunitas berkesadaran akan adanya keragaman yang tinggi. Kedua, mengusahakan agar wilayah yang sekarang ini bersifat terkucil atau mengisolasi diri agar secara berangsur-angsur terbuka atas berbagai  pemahamandan pengetahuan.

Resistensi dan endapan permasalahan pembelajaran harus menjadi perhatian, terutama yang menghormati keragamaan peserta didik secara baik dan tepat. Kita perlu membangun kesadaran bersama, penghormatan terhadap keragaman sosial-ekonomi dan mengekspresikan keragamaan. Tidak saja mengakui akan adanya keragaman, akan tetapi juga merayakan keragaman itu dalam irama dan harmoni pembelajaran.

Lembaga pendidikan harus mampu melihat kebutuhan masyarakat untuk mengkoordinasikan semua data tentang pengetahuan asli masyarakat (indigenous knowledge) dan menggali berbagai notasi multikultur untuk keperluan nilai-nilai pendidikan dan pembelajaran yang berimplikasi untuk peningkatan mutu pendidikan. Lembaga seperti itu tentu saja kita harapkan agar terus merancang dan melaksanakan program pembelajaran yang sesuai dalam rangka mengenali praktik pendidikan dalam konteks budaya untuk situasi dalam masyarakat dan mendapatkan manfaat terhadap penguatan nilai-nilai luhur bangsa.

Pendidikan perlu diakui juga sebagai suatu model pengelolaan manusia yang bertumpu pada lembaga-lembaga sebagai komponen dari bangunan sistim dalam rangka meningkatkan otonomi dan memberikan kesempatan kepada semua pihak dalam pembuatan keputusan. Orientasinya adalah yang berbasis budaya, misalnya melibatkan warga masyarakat secara lebih luas dalam hal caramendidik dan memperbaiki berbagai hubungan bernilai.

Baca Juga :  Gangguan Kepribadian Paranoid

Pelaksanaannya bukanlah suatu inovasi yang terpisah dari konteks wilayah, budaya, dan kebutuhan masyarakat, juga bukan merupakan sistem pembuatan keputusan berdasarkan tempat (local) dengan menciptakan peran-peran baru, akan tetapi merupakan proses pengembangan dan perubahan budaya. Perubahan budaya akan berimplikasi terhadap penataan dan manajemen guna mendorong perubahan organisasi lebih lanjut sebagai upaya perbaikan berdasarkan kebutuhan masyarakat serta bangsa.

Hal tersebut perlu kita pahami mengingat bahwa kondisi perekonomian daerah berpengaruh terhadap pendidikan, yang pada gilirannya akan berpengaruh pula terhadap kualitas serta kenyamanan hidup berbangsa.  Kebijakan otonomi pendidikan selayaknya juga mengupayakan meminimalkan pengaruh negatif terhadap berbagai daya dukung masyarakat. Dengan demikian.otonomi pendidikan yang diharapkan adalah untuk dapat meningkatkan permintaan terutama yang terkait kemunculan isu dan atau potensi pelemahan daya saing bangsa.

Dengan demikian, program pendidikan adalah untuk terus membangun martabat manusia. Meskipun pengetahuan kita tidak akan pernah dapat mengerti serta memahami suasana manusia bahkan yang paling sederhana sekalipun, hakikat dan definisi pembangunan manusia haruslah dipelajari melalui semua bidang kehidupan sehingga terjelaskan bahwa manusia adalah sebaik-baik kejadian.

Manusia harus dipandang sebagai suatu keseluruhan, semua bangsa dan semua warna kulit. Namun, martabat manusia dapat saja jatuh merosot karena keingkaran, kebodohan, memperturutkan kehendak yang salah, dan oleh sebab melakukan perbuatan buruk.

Rekayasa atau proses perubahan seharusnya menghasilkan perubahan dan pembaharuan berbagai tatanan yang berorientasi pada kesejahteraan dan kemajuan yang diharapkan dapat meluncurkan reformasi menyeluruh. Langkah-langkah nyata untuk menanamkan pentingnya perubahan dalam masyarakat adalah untuk mewujudkan tatanan baru sebagai konfigurasi struktur dan sistim keragaman budaya yang dapat menggalang kesadaran kebersamaan bagi mereka. Konfigurasi tersebut perlu pula dibandingkan dengan masyarakat lain dan hal-hal lain yang menjadi ciri khasnya.

Baca Juga :  Kamtibmas Kondusif Peladang Produktif

Dengan demikian akan dapat tumbuh keseragaman normatif yang tidak berarti bahwa masyarakat akan berprilaku identik. Konfigurasi sistim keragaman budaya adalah yang dapat mengakomodasi berbagai paham yang dianut dalam masyarakat dalam rangka mendapatkan pranata baru yang dapat diterima dan berorientasi pada kemajuan bersama.

Tentu saja setiap masyarakat menginginkan adanya perubahan yang positif dan konstruktif. Budaya masyarakat yang diam, menerima apa adanya harus diperbaiki. Masyarakat agar bersikap kritis dan konstrukif sehingga pendidikan kritis perlu diberikan penghargaan.Program pendidikan juga perlu memuat gagasan pembangunan daerah, mampu menjelaskan berbagai gejala yang muncul, mampu mengamati dan melihat perubahan zaman.Oleh karena itu pendidikan adalah menyadarkan masyarakat terhadap berbagai dinamika dan perkembangan.

Sesungguhnya persoalan pendidikan akan terus muncul sejalan dengan kebutuhan dan harapan masyarakat plural serta dikarenakan berubahnya pandangan dan paradigma kehidupan. Pelaksanaan pendidikan dalam kondisi berbeda memberikan gambaran bahwa tantangan bidang pendidikan masih cukup berat.Pendidikan menjadi persoalan serius hingga saat ini.Pendidikan pun tidak lagi dapat berperan, seperti mengubah nilai-nilai kehidupan yang berlaku dalam masyarakat.Oleh karena itu program pendidikan sebaiknya juga dalam rangka mengaitkan perilaku masyarakat dengan peradaban plural.

Program pendidikan yang perlu terus diupayakan adalah yang dapat menjelaskan berbagai budaya masyarakat plural sehingga mampu membenarkan dengan memberikan alasan berkenaan dengan pemilihan berbagai gagasan. Dengan demikian, proses pendidikan adalah memahami karakteristik masyarakat plural sehingga sesuai dan dapat membantu perkembangan dan perubahan yang mereka gunakan berkenaan dengan berbagai isu.Terima kasih.

*Dosen Pendidikan Matematika FKIP Untan

Most Read

Artikel Terbaru

/