alexametrics
32 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Inflasi Kota Pontianak Rendah, Baik Atau Buruk?

BPS Kalimantan Barat pada berita resmi statistik di awal tahun 2021  telah mengeluarkan angka inflasi Kalimantan Barat tahun kalender 2020 sebesar 2,46 persen dan untuk wilayah Kota Pontianak sebesar 2,11 persen.

Inflasi dapat diartikan kecenderungan naiknya harga barang dan jasa pada umumnya yang berlangsung secara terus menerus.

Jika dilihat lima tahun terakhir, inflasi Kota Pontianak cenderung mengalami penurunan dan selalu berada di bawah lima persen, bahkan  di tahun 2020 ini adalah inflasi  yang terendah. Keadaan ini berbeda jauh dengan inflasi di tahun 2013  yang sempat menembus 9,48 persen dan 9,38 persen di tahun 2014.

Rendahnya angka inflasi Kota Pontianak di tahun 2020 karena pada beberapa  bulan  seperti bulan Maret, April, Juli, Agustus dan Oktober tingkat harga-harga barang dan jasa justru mengalami penurunan atau deflasi,  dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga praktis hanya tujuh bulan saja yang memperlihatkan kenaikan harga.

Rendahnya angka inflasi biasanya lebih disukai oleh masyarakat dibandingkan inflasi yang tinggi karena dengan inflasi yang rendah daya beli masyarakat tidak tergerus.

Baca Juga :  Desa Telaga Raya Rasakan Daging Kurban Setelah 14 Tahun

Namunperlu dipahami, rendahnya angka inflasi bisa diartikanmerupakan akibat dari menurunnya permintaan masyarakat akan barang dan jasa, yang pada kasus di tahun 2020 merupakan dampak dari pandemi covid-19,  sehingga produsen terpaksa menurunkan harga  yang terlihat dari deflasi pada beberapa bulan di tahun 2020.

Pada sisi lain, di dalam teori ilmu ekonomi dikenal adanya  trade-off antara tingkat inflasi dengan tingkat pengangguran melalui kurva Phillips. Kurva Phillips menunjukkan bahwa tingkat inflasi dan pengangguran mempunya hubungan yang terbalik. Artinya tingkat inflasi yang tinggi berdampak pada rendahnya tingkat pengangguran demikin juga sebaliknya.

Phillips berasumsi bahwa meningkatnya inflasi merupakan cerminan dari meningkatnya permintaan akan barang dan jasa yang tidak diimbangi oleh meningkatnya produksi. Dengan demkian produsen melihat peluang untuk meningkatkan produksi yang dilakukan dengan cara menambah tenaga kerja. Singkat kata, dengan inflasi yang meningkat membuat serapan tenaga kerja juga meningkat sehingga pengangguran berkurang.

Baca Juga :  Nak, Ibu Merindukanmu

Bagaimana dengan pengangguran di Kota Pontianak ? Sepertinya potret tingkat pengangguran di Kota Pontianak bila dikaitkan dengan tingkat inflasi selaras dengan kurva Phillips. Dari tahun 2014 sampai dengan 2020 tingkat inflasi di Kota Pontianak cenderung menurun yaitu dari 9,44 persen turun hingga menjadi 2,11 persen. Namun sebaliknya tinggi pengangguran terus meningkat, yaitu dari 7,05 persen naik sampai mencapai 12,36 persen.

Tingginya tingkat pengangguran tentu saja berdampak pada tingkat kesejahteraan masyarakat. Anggota keluarga yang menganggur tidak dapat berkontribusi dalam menambah pendapatan keluarga namun sebaliknya hanya menjadi beban.

Menjaga tingkat inflasi yang rendah selama ini memang menjadi perhatian serius pihak pemerintah daerah Kota Pontianak, namun berangkat dari tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Pontianak tentu saja tingginya angka pengangguran ini juga perlu diperhatikan. (*)

 

Penulis adalah Statistisi Ahli Muda, BPS Kalimantan Barat.  Tulisan merupakan pendapat pribadi.

BPS Kalimantan Barat pada berita resmi statistik di awal tahun 2021  telah mengeluarkan angka inflasi Kalimantan Barat tahun kalender 2020 sebesar 2,46 persen dan untuk wilayah Kota Pontianak sebesar 2,11 persen.

Inflasi dapat diartikan kecenderungan naiknya harga barang dan jasa pada umumnya yang berlangsung secara terus menerus.

Jika dilihat lima tahun terakhir, inflasi Kota Pontianak cenderung mengalami penurunan dan selalu berada di bawah lima persen, bahkan  di tahun 2020 ini adalah inflasi  yang terendah. Keadaan ini berbeda jauh dengan inflasi di tahun 2013  yang sempat menembus 9,48 persen dan 9,38 persen di tahun 2014.

Rendahnya angka inflasi Kota Pontianak di tahun 2020 karena pada beberapa  bulan  seperti bulan Maret, April, Juli, Agustus dan Oktober tingkat harga-harga barang dan jasa justru mengalami penurunan atau deflasi,  dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga praktis hanya tujuh bulan saja yang memperlihatkan kenaikan harga.

Rendahnya angka inflasi biasanya lebih disukai oleh masyarakat dibandingkan inflasi yang tinggi karena dengan inflasi yang rendah daya beli masyarakat tidak tergerus.

Baca Juga :  Memaknai Kemerdekaan

Namunperlu dipahami, rendahnya angka inflasi bisa diartikanmerupakan akibat dari menurunnya permintaan masyarakat akan barang dan jasa, yang pada kasus di tahun 2020 merupakan dampak dari pandemi covid-19,  sehingga produsen terpaksa menurunkan harga  yang terlihat dari deflasi pada beberapa bulan di tahun 2020.

Pada sisi lain, di dalam teori ilmu ekonomi dikenal adanya  trade-off antara tingkat inflasi dengan tingkat pengangguran melalui kurva Phillips. Kurva Phillips menunjukkan bahwa tingkat inflasi dan pengangguran mempunya hubungan yang terbalik. Artinya tingkat inflasi yang tinggi berdampak pada rendahnya tingkat pengangguran demikin juga sebaliknya.

Phillips berasumsi bahwa meningkatnya inflasi merupakan cerminan dari meningkatnya permintaan akan barang dan jasa yang tidak diimbangi oleh meningkatnya produksi. Dengan demkian produsen melihat peluang untuk meningkatkan produksi yang dilakukan dengan cara menambah tenaga kerja. Singkat kata, dengan inflasi yang meningkat membuat serapan tenaga kerja juga meningkat sehingga pengangguran berkurang.

Baca Juga :  Hati Wadah Kebenaran

Bagaimana dengan pengangguran di Kota Pontianak ? Sepertinya potret tingkat pengangguran di Kota Pontianak bila dikaitkan dengan tingkat inflasi selaras dengan kurva Phillips. Dari tahun 2014 sampai dengan 2020 tingkat inflasi di Kota Pontianak cenderung menurun yaitu dari 9,44 persen turun hingga menjadi 2,11 persen. Namun sebaliknya tinggi pengangguran terus meningkat, yaitu dari 7,05 persen naik sampai mencapai 12,36 persen.

Tingginya tingkat pengangguran tentu saja berdampak pada tingkat kesejahteraan masyarakat. Anggota keluarga yang menganggur tidak dapat berkontribusi dalam menambah pendapatan keluarga namun sebaliknya hanya menjadi beban.

Menjaga tingkat inflasi yang rendah selama ini memang menjadi perhatian serius pihak pemerintah daerah Kota Pontianak, namun berangkat dari tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Pontianak tentu saja tingginya angka pengangguran ini juga perlu diperhatikan. (*)

 

Penulis adalah Statistisi Ahli Muda, BPS Kalimantan Barat.  Tulisan merupakan pendapat pribadi.

Most Read

Artikel Terbaru

/