alexametrics
23.4 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Melatih Anak Berpuasa

Oleh: Lasmida Listari Nainggolan, S.Sos.*

Umat muslim di seluruh dunia menyambut bahagia datangnya bulan Ramadan. Bulan penuh ampunan, rahmat, berkah dan limpahan pahala, dan merupakan bulan yang istimewa bagi umat muslim. Walaupun kondisi dan situasi dunia harus dihadapkan dengan masalah global yaitu wabah Virus Covid-19 yang menurut WHO merupakan pandemi, tetapi perasaan bahagia menyambut Ramadan tetap terasa.  Tak terkecuali di Indonesia, Covid-19 berdampak pada hampir semua aspek kehidupan manusia. Untuk menghindari semakin meluasnya penyebaran Virus Corona tersebut, maka pemerintah membuat kebijakan yang harus ditaati oleh seluruh warga masyarakat yaitu untuk dirumah saja (stay at home), menjaga jarak (social distancing) dan bekerja dari rumah (work from home) dalam upaya memutus mata rantai penyebarannya.

Lasmida Listari Nainggolan, S.Sos

Stay at home atau di rumah saja menjadi suatu momen yang dapat dimanfaatkan oleh keluarga saat Ramadan. Hikmah dibalik pandemi Covid-19 ini, diantaranya orangtua yang selama ini lebih banyak beraktivitas di luar rumah, kini memiliki waktu bersama anak-anak. Fungsi keluarga dapat terwujud secara maksimal dalam situasi seperti sekarang.

Menurut Horton dan Hunt (1984, h.238-242), fungsi keluarga diantaranya adalah afeksi atau fungsi kasih sayang. Masa pandemi Covid-19 ini memberikan hikmah di mana orang tua memiliki waktu yang maksimal memberikan kasih sayang pada anak-anaknya dan  begitu juga sebaliknya. Fungsi proteksi atau perlindungan, dapat dilakukan oleh orang tua kepada anak-anak dari ancaman wabah penyakit Covid-19 ini baik dari dalam maupun dari luar keluarga agar terhindar dari wabah penyakit dengan upaya menjalankan protokol kesehatan 3M yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Selain itu memberikan perlindungan secara psikologis pada semua anggota keluarga dikarenakan kondisi sekarang perlu semakin mendekatan diri dengan Tuhan Yang Maha Esa agar diberi kesabaran mengahadapi situasi  dan keselamatan dari wabah penyakit.

Baca Juga :  Living Al Fatihah: Menuju Komunikasi Islam Terapan

Tak kalah pentingnya fungsi keluarga dalam mensosialisasikan kepada anak mengenai nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Dalam norma agama, anak diajarkan bagaimana seharusnya dalam menjalani kehidupannya sebagai umat beragama dengan perintah dan larangan yang terdapat didalam kitab suci. Seperti halnya bagi umat Islam berpuasa di bulan suci Ramadan adalah suatu kewajiban bagi mereka yang sudah memenuhi syarat wajib berpuasa. Moment stay at home dapat dimanfaatkan oleh orang tua untuk mengajarkan dan melatih  anak berpuasa. Idealnya melatih anak berpuasa dapat dilakukan pada anak usia sekolah dasar. Secara fisik dan mental anak juga sudah siap untuk berpuasa. Namun, persiapan itu harus dimulai dengan menanamkan kepada anak makna berpuasa dan mengapa umat muslim wajib berpuasa di bulan Ramadan. Sehingga dengan sendirinya akan muncul kesadaran dan motivasi anak untuk berpuasa.

Terdapat dalam satu ayat Alquran tentang puasa yang bisa kita berikan pemahamannya kepada anak, yaitu pada QS.Al-baqarah ayat 183 yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.” Dengan ayat ini diharapkan anak dapat mengetahui dan memahami bahwa sebagai umat muslim wajib berpuasa,  Hal yang terpenting adalah anak harus mengetahui fadilah dari berpuasa agar memunculkan motivasi pada diri anak untuk berpuasa tanpa harus dipaksa atau terpaksa. Karena anak memahami makna berpuasa tersebut secara mendalam.

Baca Juga :  Ushul dan Hikmah Jamarat

Pendekatan kepada anak dapat terus dilakukan dengan menyampaikan makna berpuasa itu senditi dan imbalan apa yang akan mereka peroleh jika berpuasa. Seperti dari  hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang menjelaskan bahwa surga memiliki pintu-pintu yang salah satunya bernama Ar-Rayyan, yaitu pintu yang khusus terbuka bagi orang-orang yang berpuasa. Fadilah  atau keutamaan berpuasa lainnya di bulan suci Ramadan adalah dilipat gandakan pahala, dan diampuni dosa-dosa hambaNya. Keutamaan-keutamaan berpuasa di bulan Ramadan ini alangkah baiknya kita sampaikan dan tanamkan kepada anak sehingga muncul motivasi pada diri mereka untuk berpuasa karena memahami kewajiban dan keutamaan berpuasa sebagai umat muslim.

Tidak kalah pentingnya pula adalah menyiapkan dan menjaga kesehatan tubuh anak dalam menjalani ibadah puasa. Dari nutrisi asupan makanan yang bergizi, seimbang, dan dapat menjaga stamina tubuh mereka. Hari-hari pertama mungkin terasa berat bagi anak, seperti  waktu tidur yang mungkin terganggu karena harus bangun sahur dengan melawan rasa kantuk, siang harus menahan haus dan lapar hingga saatnya berbuka di waktu magrib. Disini dibutuhkan dukungan, keberadaan orang tua, serta kesabaran untuk mendampingi anak di awal puasanya. Namun semua akan menjadi terbiasa jika sejak dini orang tua sudah melatih anak berpuasa. Sehingga anak semakin menyadari dan memahami kewajibannya sebagai umat muslim dalam hal ini berpuasa. Marhaban Ya Ramadan. **

*Penulis adalah Guru di SMA Negeri 3 Pontianak.

Oleh: Lasmida Listari Nainggolan, S.Sos.*

Umat muslim di seluruh dunia menyambut bahagia datangnya bulan Ramadan. Bulan penuh ampunan, rahmat, berkah dan limpahan pahala, dan merupakan bulan yang istimewa bagi umat muslim. Walaupun kondisi dan situasi dunia harus dihadapkan dengan masalah global yaitu wabah Virus Covid-19 yang menurut WHO merupakan pandemi, tetapi perasaan bahagia menyambut Ramadan tetap terasa.  Tak terkecuali di Indonesia, Covid-19 berdampak pada hampir semua aspek kehidupan manusia. Untuk menghindari semakin meluasnya penyebaran Virus Corona tersebut, maka pemerintah membuat kebijakan yang harus ditaati oleh seluruh warga masyarakat yaitu untuk dirumah saja (stay at home), menjaga jarak (social distancing) dan bekerja dari rumah (work from home) dalam upaya memutus mata rantai penyebarannya.

Lasmida Listari Nainggolan, S.Sos

Stay at home atau di rumah saja menjadi suatu momen yang dapat dimanfaatkan oleh keluarga saat Ramadan. Hikmah dibalik pandemi Covid-19 ini, diantaranya orangtua yang selama ini lebih banyak beraktivitas di luar rumah, kini memiliki waktu bersama anak-anak. Fungsi keluarga dapat terwujud secara maksimal dalam situasi seperti sekarang.

Menurut Horton dan Hunt (1984, h.238-242), fungsi keluarga diantaranya adalah afeksi atau fungsi kasih sayang. Masa pandemi Covid-19 ini memberikan hikmah di mana orang tua memiliki waktu yang maksimal memberikan kasih sayang pada anak-anaknya dan  begitu juga sebaliknya. Fungsi proteksi atau perlindungan, dapat dilakukan oleh orang tua kepada anak-anak dari ancaman wabah penyakit Covid-19 ini baik dari dalam maupun dari luar keluarga agar terhindar dari wabah penyakit dengan upaya menjalankan protokol kesehatan 3M yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Selain itu memberikan perlindungan secara psikologis pada semua anggota keluarga dikarenakan kondisi sekarang perlu semakin mendekatan diri dengan Tuhan Yang Maha Esa agar diberi kesabaran mengahadapi situasi  dan keselamatan dari wabah penyakit.

Baca Juga :  Hikmah Rukun Haji

Tak kalah pentingnya fungsi keluarga dalam mensosialisasikan kepada anak mengenai nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Dalam norma agama, anak diajarkan bagaimana seharusnya dalam menjalani kehidupannya sebagai umat beragama dengan perintah dan larangan yang terdapat didalam kitab suci. Seperti halnya bagi umat Islam berpuasa di bulan suci Ramadan adalah suatu kewajiban bagi mereka yang sudah memenuhi syarat wajib berpuasa. Moment stay at home dapat dimanfaatkan oleh orang tua untuk mengajarkan dan melatih  anak berpuasa. Idealnya melatih anak berpuasa dapat dilakukan pada anak usia sekolah dasar. Secara fisik dan mental anak juga sudah siap untuk berpuasa. Namun, persiapan itu harus dimulai dengan menanamkan kepada anak makna berpuasa dan mengapa umat muslim wajib berpuasa di bulan Ramadan. Sehingga dengan sendirinya akan muncul kesadaran dan motivasi anak untuk berpuasa.

Terdapat dalam satu ayat Alquran tentang puasa yang bisa kita berikan pemahamannya kepada anak, yaitu pada QS.Al-baqarah ayat 183 yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.” Dengan ayat ini diharapkan anak dapat mengetahui dan memahami bahwa sebagai umat muslim wajib berpuasa,  Hal yang terpenting adalah anak harus mengetahui fadilah dari berpuasa agar memunculkan motivasi pada diri anak untuk berpuasa tanpa harus dipaksa atau terpaksa. Karena anak memahami makna berpuasa tersebut secara mendalam.

Baca Juga :  Implementasi Satu Data Indonesia, Mimpi?

Pendekatan kepada anak dapat terus dilakukan dengan menyampaikan makna berpuasa itu senditi dan imbalan apa yang akan mereka peroleh jika berpuasa. Seperti dari  hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang menjelaskan bahwa surga memiliki pintu-pintu yang salah satunya bernama Ar-Rayyan, yaitu pintu yang khusus terbuka bagi orang-orang yang berpuasa. Fadilah  atau keutamaan berpuasa lainnya di bulan suci Ramadan adalah dilipat gandakan pahala, dan diampuni dosa-dosa hambaNya. Keutamaan-keutamaan berpuasa di bulan Ramadan ini alangkah baiknya kita sampaikan dan tanamkan kepada anak sehingga muncul motivasi pada diri mereka untuk berpuasa karena memahami kewajiban dan keutamaan berpuasa sebagai umat muslim.

Tidak kalah pentingnya pula adalah menyiapkan dan menjaga kesehatan tubuh anak dalam menjalani ibadah puasa. Dari nutrisi asupan makanan yang bergizi, seimbang, dan dapat menjaga stamina tubuh mereka. Hari-hari pertama mungkin terasa berat bagi anak, seperti  waktu tidur yang mungkin terganggu karena harus bangun sahur dengan melawan rasa kantuk, siang harus menahan haus dan lapar hingga saatnya berbuka di waktu magrib. Disini dibutuhkan dukungan, keberadaan orang tua, serta kesabaran untuk mendampingi anak di awal puasanya. Namun semua akan menjadi terbiasa jika sejak dini orang tua sudah melatih anak berpuasa. Sehingga anak semakin menyadari dan memahami kewajibannya sebagai umat muslim dalam hal ini berpuasa. Marhaban Ya Ramadan. **

*Penulis adalah Guru di SMA Negeri 3 Pontianak.

Most Read

Artikel Terbaru

/