alexametrics
24 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Perbankan Siap Dampingi Masyarakat untuk Bangkit

Oleh: Alip Hanoky*

Sepanjang hampir satu tahun terakhir, perekonomian Indonesia dihadapkan pada tantangan akibat pandemi COVID-19. Sejumlah upaya telah dilakukan oleh berbagai pihak agar masyarakat dapat bertahan menghadapi kondisi saat ini. Terbaru, pemerintah menggalakkan program vaksinasi yang dimaksudkan untuk mengendalikan pandemi ini sekaligus membangkitkan kembali perekonomian nasional.

Di tengah upaya vaksinasi tersebut, semua pihak perlu ambil bagian agar pandemi dapat segera diatasi. Setidaknya, hal ini dapat dilakukan mulai dari hal yang paling mendasar, yaitu menjalankan protokol kesehatan secara ketat, seperti menerapkan 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun. Tentu di luar hal tersebut, masing-masing pihak juga perlu mengambil peran untuk membangun optimisme masyarakat, termasuk dari industri perbankan.

Sebagai bagian dari penggerak perekonomian nasional, sejak awal pandemi industri perbankan senantiasa hadir untuk mendukung nasabah sertamasyarakat agar dapat terus bertahan dan bangkit. Upaya tersebut dilakukan melalui beragam inisiatif untuk memberikan solusi perbankan yang diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri dan keamanan nasabah, baik dalam bertransaksi untuk kepentingan pribadi maupun bisnis.

Dari pengamatan penulis, inisiatif tersebut antara lain memaksimalkan penggunaan digital banking, seperti aplikasi mobile banking dan internet banking untuk melayani kebutuhan nasabah, baik Consumer, Syariah, usaha kecil dan menengah (UKM), maupun korporasi. Pemanfaatan platform perbankan digital tersebut menjadi penting karena dapat menjangkau seluruh segmen nasabahdan menambah kenyamanan aktivitas perbankan dari mana saja dan kapan saja, karena tidak perlu keluar rumah ataupun ke kantor cabang.

Baca Juga :  Belajar dari Suksesnya Korea Selatan Gelar Pemilu Saat Pandemi

Melalui mobile bankingyang canggih, kini nasabah dapat melakukan transfer dana, membayar tagihan, Top-Up e-Wallet, membuka rekening tabungan secara online, dan berinvestasi secara praktis langsung dari genggaman tangan. Bagi nasabah yang harus keluar rumah dan berbelanja di merchant, mobile banking juga bisa memfasilitasi pembayaran tanpa sentuhan dengan benda lain lewat fitur Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menggunakan berbagai sumber dana, termasuk Tabungan dan Kartu Kredit.

Nasabah UKM dan korporasi pun juga dapat merasakan kemudahan layanan digital untuk membantu pengelolaan cash managementserta aktivitas bisnis lainnya agar tetap lancar dan produktif di tengah keterbatasan.

Tidak hanya dari segi layanan, perbankan juga telah memberikan pendampingan bagi nasabah dan debitur selama masa pandemi. Salah satunya diwujudkan melalui program relaksasi atau restrukturisasi kredit, khususnya bagi debitur yang terdampak COVID-19. Upaya ini dilakukan perbankan sejak awal pandemi sehingga potensi pelemahan kredit dapat segera diatasi. Program tersebut menjadi bukti bahwa perbankan di Pontianak senantiasa bersama masyarakat, baik dalam kondisi senang maupun sulit.

Baca Juga :  Persaudaraan yang Mempersatukan

Di samping itu, penulis juga melihat upaya perbankan untuk terus mengembangkan dan berinovasi untuk produk, service, dan program yang dimilikinya sehingga dapat merespons kebutuhan nasabah yang terus berkembang. Dalam hal ini, penulis percaya bahwa kemampuan bank untuk beradaptasi dengan cepat dan tangkas sangat dibutuhkan, agar dapat memberikan nilai tambah dan beragam solusi finansial kepada nasabah sekaligus mendukung pengembangan usaha mereka di tengah pandemi.

Beragam upaya dan inovasi tersebut juga perlu dibarengi dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM) secara terstruktur. Melalui peningkatan kemampuan karyawan secara berkelanjutan, antara lain dengan memberikan training dan pelatihan yang sesuai bidangnya, bank dapat memberikan customer experience terbaik dalam kondisi apapun.

Akhir kata, penulis percaya bahwa dengan mengambil peran yang dibutuhkan sesuai dengan bidangnya, kita dapat berkontribusi mendukung pemerintah dan masyarakat untuk bangkit. Tentunya, inisiatif dapat memberikan hasil yang lebih maksimal bila diiringi dengan sikap optimisme dan pikiran yang positif bahwa bersama-sama kita mampu keluar dari situasi inidan menjadi lebih kuat untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik.**

*Penulis adalah S&D Regional Head Kalimantan & Indonesia Timur PT Bank CIMB Niaga Tbk.

Oleh: Alip Hanoky*

Sepanjang hampir satu tahun terakhir, perekonomian Indonesia dihadapkan pada tantangan akibat pandemi COVID-19. Sejumlah upaya telah dilakukan oleh berbagai pihak agar masyarakat dapat bertahan menghadapi kondisi saat ini. Terbaru, pemerintah menggalakkan program vaksinasi yang dimaksudkan untuk mengendalikan pandemi ini sekaligus membangkitkan kembali perekonomian nasional.

Di tengah upaya vaksinasi tersebut, semua pihak perlu ambil bagian agar pandemi dapat segera diatasi. Setidaknya, hal ini dapat dilakukan mulai dari hal yang paling mendasar, yaitu menjalankan protokol kesehatan secara ketat, seperti menerapkan 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun. Tentu di luar hal tersebut, masing-masing pihak juga perlu mengambil peran untuk membangun optimisme masyarakat, termasuk dari industri perbankan.

Sebagai bagian dari penggerak perekonomian nasional, sejak awal pandemi industri perbankan senantiasa hadir untuk mendukung nasabah sertamasyarakat agar dapat terus bertahan dan bangkit. Upaya tersebut dilakukan melalui beragam inisiatif untuk memberikan solusi perbankan yang diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri dan keamanan nasabah, baik dalam bertransaksi untuk kepentingan pribadi maupun bisnis.

Dari pengamatan penulis, inisiatif tersebut antara lain memaksimalkan penggunaan digital banking, seperti aplikasi mobile banking dan internet banking untuk melayani kebutuhan nasabah, baik Consumer, Syariah, usaha kecil dan menengah (UKM), maupun korporasi. Pemanfaatan platform perbankan digital tersebut menjadi penting karena dapat menjangkau seluruh segmen nasabahdan menambah kenyamanan aktivitas perbankan dari mana saja dan kapan saja, karena tidak perlu keluar rumah ataupun ke kantor cabang.

Baca Juga :  Persaudaraan yang Mempersatukan

Melalui mobile bankingyang canggih, kini nasabah dapat melakukan transfer dana, membayar tagihan, Top-Up e-Wallet, membuka rekening tabungan secara online, dan berinvestasi secara praktis langsung dari genggaman tangan. Bagi nasabah yang harus keluar rumah dan berbelanja di merchant, mobile banking juga bisa memfasilitasi pembayaran tanpa sentuhan dengan benda lain lewat fitur Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menggunakan berbagai sumber dana, termasuk Tabungan dan Kartu Kredit.

Nasabah UKM dan korporasi pun juga dapat merasakan kemudahan layanan digital untuk membantu pengelolaan cash managementserta aktivitas bisnis lainnya agar tetap lancar dan produktif di tengah keterbatasan.

Tidak hanya dari segi layanan, perbankan juga telah memberikan pendampingan bagi nasabah dan debitur selama masa pandemi. Salah satunya diwujudkan melalui program relaksasi atau restrukturisasi kredit, khususnya bagi debitur yang terdampak COVID-19. Upaya ini dilakukan perbankan sejak awal pandemi sehingga potensi pelemahan kredit dapat segera diatasi. Program tersebut menjadi bukti bahwa perbankan di Pontianak senantiasa bersama masyarakat, baik dalam kondisi senang maupun sulit.

Baca Juga :  Risk Management¬† dalam Pemberian Layanan Optimal

Di samping itu, penulis juga melihat upaya perbankan untuk terus mengembangkan dan berinovasi untuk produk, service, dan program yang dimilikinya sehingga dapat merespons kebutuhan nasabah yang terus berkembang. Dalam hal ini, penulis percaya bahwa kemampuan bank untuk beradaptasi dengan cepat dan tangkas sangat dibutuhkan, agar dapat memberikan nilai tambah dan beragam solusi finansial kepada nasabah sekaligus mendukung pengembangan usaha mereka di tengah pandemi.

Beragam upaya dan inovasi tersebut juga perlu dibarengi dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM) secara terstruktur. Melalui peningkatan kemampuan karyawan secara berkelanjutan, antara lain dengan memberikan training dan pelatihan yang sesuai bidangnya, bank dapat memberikan customer experience terbaik dalam kondisi apapun.

Akhir kata, penulis percaya bahwa dengan mengambil peran yang dibutuhkan sesuai dengan bidangnya, kita dapat berkontribusi mendukung pemerintah dan masyarakat untuk bangkit. Tentunya, inisiatif dapat memberikan hasil yang lebih maksimal bila diiringi dengan sikap optimisme dan pikiran yang positif bahwa bersama-sama kita mampu keluar dari situasi inidan menjadi lebih kuat untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik.**

*Penulis adalah S&D Regional Head Kalimantan & Indonesia Timur PT Bank CIMB Niaga Tbk.

Most Read

Artikel Terbaru

/