alexametrics
34 C
Pontianak
Friday, September 30, 2022

Mengerek IPM Kota Pontianak

Oleh: Dr Sidig Handanu Widoyono M Kes dan Utri Diannipar SP MA MSE

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak dari tahun ke tahun senantiasa mengalami peningkatan dan konsisten di urutan pertama di Kalbar. Pada tahun 2015, IPM Kota Pontianak berada pada angka 77,52. Angka tersebut mengalami peningkatan hingga mencapai 79,93 pada tahun 2021 atau mengalami kenaikan sebesar 2,41 poin dengan kenaikan rata-rata per tahunnya sebesar 0,4 poin per tahun.

Perkembangan IPM Kota Pontianak Tahun sudah berada dalam kategori “tinggi” (nilai IPM diantara 70 hingga 80). Status ini mengindikasikan kinerja pembangunan manusia Kota Pontianak sudah cukup baik namun masih perlu ditingkatkan lagi untuk menjadi lebih baik dan optimal (kategori sangat tinggi) agar kualitas manusia tersebut dapat lebih produktif dan memiliki produktivitas yang tinggi.

Pengertian IPM

Pembangunan Manusia adalah proses perluasan pilihan masyarakat untuk hidup dengan bebas dan bermartabat serta perluasan kapabilitas untuk memenuhi aspirasi. IPM mengukur capaian pembangunan manusia berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup melalui pendekatan tiga dimensi dasar. Dimensi tersebut mencakup umur panjang dan hidup sehat (a long and healthy life), pengetahuan (knowledge), dan standar hidup layak (decent standard of living). Pengukuran dimensi umur panjang dan hidup sehat (kesehatan) digunakan indikator Angka Harapan Hidup (AHH) saat lahir, dimensi pengetahuan menggunakan dua indikator gabungan yaitu angka Harapan Lama Sekolah (HLS) dan angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS), sementara pengukuran standar hidup layak menggunakan indikator pengeluaran perkapita disesuaikan.

Baca Juga :  Pandemi dan Hijrah

Perkembangan IPM Kota Pontianak 2015-2021

Perkembangan IPM Kota Pontianak yang cukup tinggi didorong oleh peningkatan semua indeks komponen pembentuknya, yakni Angka Harapan Hidup (AHH), Harapan Lama Sekolah (HLS), Rata-rata Lama Sekolah (RLS), dan Pengeluaran Perkapita yang disesuaikan. Pada saat melakukan peningkatan kemampuan dasar manusia, maka komponen pembentuknya juga perlu mendapatkan perhatian.

Di tahun 2021, Angka Harapan Hidup (AHH) Kota Pontianak berada di angka 73,12. Naik dari tahun sebelumnya yang berada di angka 72,96. Sedang angka Harapan Lama Sekolah (HLS) Kota Pontianak berada di angka 15,01. Meningkat 0,01 persen dari tahun sebelumnya. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) pun meningkat dari 10,17 di tahun 2020 menjadi 10,43 di tahun 2021.

Identifikasi terhadap komponen mana memberikan kontribusi terbesar dalam pencapaian angka IPM merupakan hal yang penting. Ini dikarenakan informasi yang diperoleh dapat digunakan untuk menentukan prioritas dan kebijakan yang tepat bagi pembangunan manusia. Untuk melihat bagaimana ketiga dimensi pembentuk berpengaruh terhadap IPM, dapat dilihat dari pertumbuhan indeks setiap dimensi.

Data menunjukkan bahwa hampir semua indeks pembentuk IPM Kota Pontianak mengalami pertumbuhan yang positif setiap tahunnya, hanya indeks pengeluaran yang sempat mengalami pertumbuhan negatif pada tahun 2020 sebagai dampak pandemi COVID-19. Pada rentang waktu 2015 hingga 2021, secara rata-rata pertumbuhan indikator penyusun IPM tertinggi adalah pada dimensi pendidikan dengan nilai sebesar 0,83%. Dimensi standar hidup layak memiliki rata-rata pertumbuhan terbesar kedua dengan nilai sebesar 0,39%, sedangkan dimensi kesehatan memiliki rata-rata pertumbuhan  sebesar 0,32%.

Baca Juga :  Tingkatkan IPM Melalui Literasi

Bila di lihat  dari komponen yang berperan dalam membentuk IPM Kota Pontianak Tahun 2021, maka dimensi kesehatan dengan indikator Angka Harapan Hidup (AHH) merupakan sektor yang memerlukan perhatian. Salah satu faktor berperan besar yang mempengaruhi angka harapan hidup adalah angka kematian bayi (AKB). AKB dipengaruhi oleh: kesehatan ibu hamil (fasilitas kesehatan, posyandu, kesadaran ibu hamil, gizi ibu hamil), penolong kelahiran (tenaga kesehatan, berat bayi lahir), imunisasi, gizi (ASI, MPASI), lingkungan (air minum bersih/layak, sanitasi layak) dan jaminan kesehatan. Berdasarkan laporan BPS Kota Pontianak Tahun 2022, beberapa capaian program yang memerlukan perhatian yang berdampak terhadap peningkatan indek sektor Kesehatan yaitu : kepemilikan BPJS Kesehatan (53,63%), bayi dengan imunisasi lengkap (44,06%), baduta yang masih di beri ASI (66,45%) dan sumber air minum bersih (42,93%).

Untuk peningkatan capaian tersebut bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, namun perlu dukungan dan peran serta masyarakat, yaitu perilaku dan kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat, memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia, dan berperan aktif dalam mendukung program-program pemerintah. Salah satu program yang paling penting saat ini, misalnya: program imunisasi pada bayi dan baduta, di mana capaian Kota Pontianak masih rendah. Untuk itu perlu kesadaran, dukungan dan peran serta masyarakat yang mempunyai bayi dan baduta untuk diberikan imunisasi ke fasilitas Kesehatan (RS, Puskesmas, Posyandu).

*Penulis adalah Kepala Bappeda Kota Pontianak dan Perencana Ahli Madya Bappeda Kota Pontianak

 

Oleh: Dr Sidig Handanu Widoyono M Kes dan Utri Diannipar SP MA MSE

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak dari tahun ke tahun senantiasa mengalami peningkatan dan konsisten di urutan pertama di Kalbar. Pada tahun 2015, IPM Kota Pontianak berada pada angka 77,52. Angka tersebut mengalami peningkatan hingga mencapai 79,93 pada tahun 2021 atau mengalami kenaikan sebesar 2,41 poin dengan kenaikan rata-rata per tahunnya sebesar 0,4 poin per tahun.

Perkembangan IPM Kota Pontianak Tahun sudah berada dalam kategori “tinggi” (nilai IPM diantara 70 hingga 80). Status ini mengindikasikan kinerja pembangunan manusia Kota Pontianak sudah cukup baik namun masih perlu ditingkatkan lagi untuk menjadi lebih baik dan optimal (kategori sangat tinggi) agar kualitas manusia tersebut dapat lebih produktif dan memiliki produktivitas yang tinggi.

Pengertian IPM

Pembangunan Manusia adalah proses perluasan pilihan masyarakat untuk hidup dengan bebas dan bermartabat serta perluasan kapabilitas untuk memenuhi aspirasi. IPM mengukur capaian pembangunan manusia berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup melalui pendekatan tiga dimensi dasar. Dimensi tersebut mencakup umur panjang dan hidup sehat (a long and healthy life), pengetahuan (knowledge), dan standar hidup layak (decent standard of living). Pengukuran dimensi umur panjang dan hidup sehat (kesehatan) digunakan indikator Angka Harapan Hidup (AHH) saat lahir, dimensi pengetahuan menggunakan dua indikator gabungan yaitu angka Harapan Lama Sekolah (HLS) dan angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS), sementara pengukuran standar hidup layak menggunakan indikator pengeluaran perkapita disesuaikan.

Baca Juga :  Bahasa, Sastra, dan Agama

Perkembangan IPM Kota Pontianak 2015-2021

Perkembangan IPM Kota Pontianak yang cukup tinggi didorong oleh peningkatan semua indeks komponen pembentuknya, yakni Angka Harapan Hidup (AHH), Harapan Lama Sekolah (HLS), Rata-rata Lama Sekolah (RLS), dan Pengeluaran Perkapita yang disesuaikan. Pada saat melakukan peningkatan kemampuan dasar manusia, maka komponen pembentuknya juga perlu mendapatkan perhatian.

Di tahun 2021, Angka Harapan Hidup (AHH) Kota Pontianak berada di angka 73,12. Naik dari tahun sebelumnya yang berada di angka 72,96. Sedang angka Harapan Lama Sekolah (HLS) Kota Pontianak berada di angka 15,01. Meningkat 0,01 persen dari tahun sebelumnya. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) pun meningkat dari 10,17 di tahun 2020 menjadi 10,43 di tahun 2021.

Identifikasi terhadap komponen mana memberikan kontribusi terbesar dalam pencapaian angka IPM merupakan hal yang penting. Ini dikarenakan informasi yang diperoleh dapat digunakan untuk menentukan prioritas dan kebijakan yang tepat bagi pembangunan manusia. Untuk melihat bagaimana ketiga dimensi pembentuk berpengaruh terhadap IPM, dapat dilihat dari pertumbuhan indeks setiap dimensi.

Data menunjukkan bahwa hampir semua indeks pembentuk IPM Kota Pontianak mengalami pertumbuhan yang positif setiap tahunnya, hanya indeks pengeluaran yang sempat mengalami pertumbuhan negatif pada tahun 2020 sebagai dampak pandemi COVID-19. Pada rentang waktu 2015 hingga 2021, secara rata-rata pertumbuhan indikator penyusun IPM tertinggi adalah pada dimensi pendidikan dengan nilai sebesar 0,83%. Dimensi standar hidup layak memiliki rata-rata pertumbuhan terbesar kedua dengan nilai sebesar 0,39%, sedangkan dimensi kesehatan memiliki rata-rata pertumbuhan  sebesar 0,32%.

Baca Juga :  Belajarlah dari Nabi Ibrahim dan Keluarganya

Bila di lihat  dari komponen yang berperan dalam membentuk IPM Kota Pontianak Tahun 2021, maka dimensi kesehatan dengan indikator Angka Harapan Hidup (AHH) merupakan sektor yang memerlukan perhatian. Salah satu faktor berperan besar yang mempengaruhi angka harapan hidup adalah angka kematian bayi (AKB). AKB dipengaruhi oleh: kesehatan ibu hamil (fasilitas kesehatan, posyandu, kesadaran ibu hamil, gizi ibu hamil), penolong kelahiran (tenaga kesehatan, berat bayi lahir), imunisasi, gizi (ASI, MPASI), lingkungan (air minum bersih/layak, sanitasi layak) dan jaminan kesehatan. Berdasarkan laporan BPS Kota Pontianak Tahun 2022, beberapa capaian program yang memerlukan perhatian yang berdampak terhadap peningkatan indek sektor Kesehatan yaitu : kepemilikan BPJS Kesehatan (53,63%), bayi dengan imunisasi lengkap (44,06%), baduta yang masih di beri ASI (66,45%) dan sumber air minum bersih (42,93%).

Untuk peningkatan capaian tersebut bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, namun perlu dukungan dan peran serta masyarakat, yaitu perilaku dan kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat, memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia, dan berperan aktif dalam mendukung program-program pemerintah. Salah satu program yang paling penting saat ini, misalnya: program imunisasi pada bayi dan baduta, di mana capaian Kota Pontianak masih rendah. Untuk itu perlu kesadaran, dukungan dan peran serta masyarakat yang mempunyai bayi dan baduta untuk diberikan imunisasi ke fasilitas Kesehatan (RS, Puskesmas, Posyandu).

*Penulis adalah Kepala Bappeda Kota Pontianak dan Perencana Ahli Madya Bappeda Kota Pontianak

 

Most Read

Artikel Terbaru

/