alexametrics
30.6 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Semangat Baru di Tahun Pelajaran Baru

Oleh: Tuti Suganti

Back to school. Lazimnya kalimat inilah yang sering terdengar ketika menjelang hari-hari pertama masuk sekolah. Pada umumnya, ketika menjelang tahun pelajaran baru tiba para peserta didik berburu perlengkapan dan peralatan sekolah yang baru pula. Sebenarnya perlengkapan dan peralatan sekolah tidak harus baru, jika yang lama masih bagus dan bisa dipakai mengapa harus membeli yang baru, kecuali barang yang habis pakai. Yang paling penting adalah semangat baru. Pada tahun pelajaran baru ini jadikan semboyan atau motto “semangat baru di tahun pelajaran baru.”

Semangat baru dalam arti menjadi peserta didik yang “baru”. Peserta didik yang semangat belajarnya tidak seperti tahun sebelumnya. Tentunya harus ada mobilisasi diri untuk berubah menuju ke arah yang lebih baik. Jadikan tahun pelajaran baru kali ini sebagai starting point (titik awal) untuk berubah menjadi lebih baik. Jika sebelumnya sering bolos atau sering tidak masuk sekolah, pada tahun ini berubahlah. Ubahlah dan tinggalkanlah sikap yang tidak baik itu. Jadikan ranking kelas untuk memacu dan memotivasi diri belajar lebih giat dan tekun guna meraih prestasi dan ranking kelas yang ditargetkan dengan cara dan proses yang benar.

Di tahun pelajaran baru ini pula, mari ciptakan suasana belajar yang tertib dan kondusif. Hormati guru dan hargai sesama teman. Mari bersama-sama memupuk rasa solidaritas yang tinggi guna meraih cita-cita dan prestasi yang selama ini diidam-idamkan yang mungkin belum kesampaian. Tidak ada kata terlambat untuk meraih sesuatu yang baik, kesempatan selalu terbuka lebar. Masih ada waktu dan peluang, tinggal bagaimana kita menyiasati dan meraihnya dengan cara yang baik dan benar sehingga membuat orang tua menjadi bangga.

Baca Juga :  The Winner Will Be Human Immunity

Semangat baru harus dipupuk sejak awal memasuki tahun pelajaran baru yang tentunya guru memiliki andil dan berperan aktif sebagai pembimbing untuk mengarahkan bakat dan potensi para peserta didiknya. Setiap peserta didik memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Ada yang memiliki kemampuan di bidang akademik dan ada pula yang memiliki kemampuan di bidang non akademik, bahkan ada di antara peserta didik yang memiliki kedua-duanya. Oleh karena itu, bimbingan dan dukungan dari guru dan pihak sekolah harus sinergis untuk mencapai sesuatu yang diinginkan.

Di manapun peserta didik mengenyam pendidikan, sebenarnya sama saja tergantung semangat dari individu peserta didik itu sendiri untuk belajar. Pada kondisi dan situasi seperti inilah lingkungan memiliki peran dan dapat memberikan pengaruh kepada peserta didik. Lingkungan belajar yang positif akan memberikan efek yang positif dan baik, begitu pula sebaliknya. Guru sebagai salah satu sumber belajar bisa memberikan sentuhan dan efek positif kepada peserta didik. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa peran guru juga dapat memberikan sugesti bagi para peserta didik.

Baca Juga :  Ayo Saling Menjaga Jarak Fisik Antar Kita

Semangat baru harus diciptakan dengan diawali oleh lingkungan pendidikan yang baik dan kompetitif. Semangat belajar dengan rasa ingin tahu yang tinggi akan memberikan dampak positif untuk terus memacu diri dengan belajar dan belajar. Namun, jika semangat belajar peserta didik menurun atau bahkan tidak ada sama sekali, maka di manapun dia sekolah akan sangat sulit berkembang jika di dalam dirinya tidak memiliki semangat belajar untuk mengembangkan bakat dan potensi yang dimilikinya kendatipun dirinya masuk di sekolah “ternama”, “favorit”, atau “unggulan”. Di sinilah tugas guru untuk berusaha memunculkan dan memaksimalkan bahkan melejitkan potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik.

Semoga peserta didik memiliki semangat baru di tahun pelajaran baru dengan kurikulum baru, merdeka belajar. Merdeka anak-anak Indonesia.

Penulis adalah Guru SMP Negeri 1 Tebas, Kabupaten Sambas. Ketua PPDB dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2022/2023.

Oleh: Tuti Suganti

Back to school. Lazimnya kalimat inilah yang sering terdengar ketika menjelang hari-hari pertama masuk sekolah. Pada umumnya, ketika menjelang tahun pelajaran baru tiba para peserta didik berburu perlengkapan dan peralatan sekolah yang baru pula. Sebenarnya perlengkapan dan peralatan sekolah tidak harus baru, jika yang lama masih bagus dan bisa dipakai mengapa harus membeli yang baru, kecuali barang yang habis pakai. Yang paling penting adalah semangat baru. Pada tahun pelajaran baru ini jadikan semboyan atau motto “semangat baru di tahun pelajaran baru.”

Semangat baru dalam arti menjadi peserta didik yang “baru”. Peserta didik yang semangat belajarnya tidak seperti tahun sebelumnya. Tentunya harus ada mobilisasi diri untuk berubah menuju ke arah yang lebih baik. Jadikan tahun pelajaran baru kali ini sebagai starting point (titik awal) untuk berubah menjadi lebih baik. Jika sebelumnya sering bolos atau sering tidak masuk sekolah, pada tahun ini berubahlah. Ubahlah dan tinggalkanlah sikap yang tidak baik itu. Jadikan ranking kelas untuk memacu dan memotivasi diri belajar lebih giat dan tekun guna meraih prestasi dan ranking kelas yang ditargetkan dengan cara dan proses yang benar.

Di tahun pelajaran baru ini pula, mari ciptakan suasana belajar yang tertib dan kondusif. Hormati guru dan hargai sesama teman. Mari bersama-sama memupuk rasa solidaritas yang tinggi guna meraih cita-cita dan prestasi yang selama ini diidam-idamkan yang mungkin belum kesampaian. Tidak ada kata terlambat untuk meraih sesuatu yang baik, kesempatan selalu terbuka lebar. Masih ada waktu dan peluang, tinggal bagaimana kita menyiasati dan meraihnya dengan cara yang baik dan benar sehingga membuat orang tua menjadi bangga.

Baca Juga :  ESENSI ‘AL-FITHRI

Semangat baru harus dipupuk sejak awal memasuki tahun pelajaran baru yang tentunya guru memiliki andil dan berperan aktif sebagai pembimbing untuk mengarahkan bakat dan potensi para peserta didiknya. Setiap peserta didik memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Ada yang memiliki kemampuan di bidang akademik dan ada pula yang memiliki kemampuan di bidang non akademik, bahkan ada di antara peserta didik yang memiliki kedua-duanya. Oleh karena itu, bimbingan dan dukungan dari guru dan pihak sekolah harus sinergis untuk mencapai sesuatu yang diinginkan.

Di manapun peserta didik mengenyam pendidikan, sebenarnya sama saja tergantung semangat dari individu peserta didik itu sendiri untuk belajar. Pada kondisi dan situasi seperti inilah lingkungan memiliki peran dan dapat memberikan pengaruh kepada peserta didik. Lingkungan belajar yang positif akan memberikan efek yang positif dan baik, begitu pula sebaliknya. Guru sebagai salah satu sumber belajar bisa memberikan sentuhan dan efek positif kepada peserta didik. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa peran guru juga dapat memberikan sugesti bagi para peserta didik.

Baca Juga :  Ayo Saling Menjaga Jarak Fisik Antar Kita

Semangat baru harus diciptakan dengan diawali oleh lingkungan pendidikan yang baik dan kompetitif. Semangat belajar dengan rasa ingin tahu yang tinggi akan memberikan dampak positif untuk terus memacu diri dengan belajar dan belajar. Namun, jika semangat belajar peserta didik menurun atau bahkan tidak ada sama sekali, maka di manapun dia sekolah akan sangat sulit berkembang jika di dalam dirinya tidak memiliki semangat belajar untuk mengembangkan bakat dan potensi yang dimilikinya kendatipun dirinya masuk di sekolah “ternama”, “favorit”, atau “unggulan”. Di sinilah tugas guru untuk berusaha memunculkan dan memaksimalkan bahkan melejitkan potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik.

Semoga peserta didik memiliki semangat baru di tahun pelajaran baru dengan kurikulum baru, merdeka belajar. Merdeka anak-anak Indonesia.

Penulis adalah Guru SMP Negeri 1 Tebas, Kabupaten Sambas. Ketua PPDB dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2022/2023.

Most Read

Serahkan SK MHA Kampung Silit

Revans Kecil Atas Kroasia

Yuk… Bantu Ibu Surifah

Artikel Terbaru

/