alexametrics
25 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Amalan-Amalan dan Keutamaannya

Oleh: Ardiansyah, S.S., M. Hum

BULAN Ramadan pada tahun 2022 ini merupakan bulan puasa yang terlihat berbeda dengan bulan Ramadan dua tahun belakangan ini. Hal itu mungkin bisa dipahami bahwa pada bulan Ramadan tahun  ini protokol kesehatan dapat dilaksanakan lebih longgar. Jadi ibadah yang melibatkan banyak orang dapat dilaksanakan.

Hal yang mungkin yang dapat kita rasakan bersama lainnya ialah, kita banyak kehilangan sahabat, kerabat, bahkan keluarga pada masa-masa pandemi. Karena itu, bulan Ramadan tahun ini kita mempunyai keinginan yang lebih besar untuk ‘mengirim’ pahala amal saleh kepada mereka sebanyak mungkin.

Untuk itu, melakukan amalan-amalan yang efektif agar mendapatkan ganjaran yang lebih besar sangat dibutuhkan agar bisa menyempurnakan Ramadan dan tujuan-tujuan tadi yang disebutkan.

Keutamaan dan kemulian bulan Ramadan sudah menjadi pengetahuan umum bagi masyarakat muslim Indonesia. Oleh karena itu, perlu untuk mengingatkan kembali amalan-amalan sehari-hari yang bisa kita lakukan dan serta keutamaannya pada bulan Ramadan.

Berdoa dan Berzikir kepada Allah SWT

Ada banyak jenis ibadah yang tertulis baik dalam Alquran maupun dalam al-Hadis. Bahkan perintah ibadah merupakan alasan manusia dan jin diciptakan sebagaimana yang diceritakan dalam Q.S. Adz-Dzariyat: 56 “Tidak diciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaku’.

Ibadah memiliki satu tujuan utama yaitu ‘mengingat Allah SWT’. Di sinilah letak pentingnya amalan zikir, karena zikir mempunyai tujuan ‘mengingat Allah SWT’ secara substansial. Selain itu, ahli zikir juga akan mendapatkan ganjaran sebagaimana pada Q.S. al-Ahzāb: 35 “Laki-laki dan Perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. Setali tiga uang dengan zikir, berdoa juga merupakan ibadah penting pada bulan Ramadan karena berdoa pada bulan Ramadan tidak ditolak oleh Allah sebagaimana dalam Sunan Tirmidzi  no. 3522. “Tiga orang yang doanya tidak tertolak yaitu: seorang yang berpuasa hingga berbuka, seorang penguasa yang adil, dan doa orang yang dizalimi.” Oleh karena itu, pada bulan Ramadanhendaklah kita disibukkan dengan banyak berdoa dan berzikir mengingat besarnya keutamaannya. Tentu saja, tata cara dan tempat berzikir disesuaikan dengan syarat.

Perbanyak Salat

Rukun Islam yang kedua ini merupakan salah satu ibadah terpenting dalam Islam. Namun, keutamaan salat tidak hanya terdapat pada shlat wajib akan tetapi juga terdapat pada salat-salat sunnah sebagaimana yang diterangkan pada hadis Rasulullah pada Shahih Muslim nomor 1199: ‘Tidaklah bagi seorang hamba muslim mendirikan salat sunnah ikhlas karena Allah sebanyak dua belas rakaat selain salat fardhu, melainkan Allah SWT akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga’.

Baca Juga :  ESENSI ‘AL-FITHRI

Keutamaan salat sunnah juga digambarkan pada hadis Shahih Muslim lainnya pada nomor 1193: ‘Dua rakaat salat fajar lebih baik dari dunia seisinya’. Namun pada bulan Ramadan, ada salat sunnah yang dilakukan Rasulullah SAW bersama para sahabatnya dengan tata cara tertentu yaitu salat Tarawih. Salat sunnah Tarawih ini merupakah salah satu cara untuk menghidupkan bulan Ramadan.

Membaca Alquran

Membaca Alquran merupakan amalan yang dianjurkan pada bulan Ramadan, bahkan disunahkan untuk membaca lebih banyak dari bulan lainnya. Hal ini cukup beralasan karena membaca Alquran mendapatkan pahala kebaikan yang berlipat di bulan Ramadan.

Berpuasa dan membaca Alquran mempunyai keutamaan lainnya yaitu sama-sama bisa mendapatkan syafa’at bagi pelakunya. Puasa dan membaca Alquran merupakan dua ibadah yang memiliki kombinasi yang pas, yaitu puasa mencegah pelakunya dari makan, minum, dan syahwat sedangkan membaca Alquranmencegah untuk tidur yang berlebihan baik siang maupun malam hari.

Selain itu, Rasulullah juga memuji bagi muslim yang selalu membaca Alquran sebagaimana dalam hadis Shahih Bukhari nomor 4639: ‘Orang yang paling baik di antara kalian ialah seorang yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya’. Keutamaan lainnya bagi orang yang membaca Alquran dan disertai dengan mentadabburi ayat-ayat ialah membawanya untuk mengenal Allah SWT lebih dekat dan dapat mengambil suri tauladan (uswah hasanah) sehingga menambah ketaatannya kepada Allah SWT.

Zakat

Amalan lain sebagai penyempurna amalan ibadah di bulan Ramadan ialah membayar zakat. Zakat yang dimaksud ialah zakat fitrah yang dilaksanakan sebelum salat id. Zakat bukan seperti amalan lainnya yang disunnahkan, akan tetapi amalan yang diwajibkan sebanding dengan kewajiban puasa dan salat  fardhu di bulan Ramadan.

Hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari nomor 1407: Rasulullah SAW mewajibkan zakat fithri satu Sha‘ dari kurma…’. Zakat juga mempunyai banyak keutamaan, diantaranya ialah pertama, sebagai penyempurna ibadah bulan Ramadan. Kedua, sebagai alat untuk menyucikan harta. Ketiga, sebagai amal untuk meningkatkan keimanan. Keempat, sebagai amal untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kelima, dapat menenangkan diri karena membantu orang lain.

Baca Juga :  Jadikan Ramadan Ajang Perkuat Silaturahmi

Sedekah

Rasulullah SAW merupakan suri teladan bagi seluruh umat muslim. Salah satu amalan yang tercantum dalam hadis mengenai amalan Rasulullah di bulan Ramadan ialah sikap kederwanannya. Hal ini tergambarkan dalam hadis Rasulullah dalam Shahih Bukhari nomor 2981: ‘Rasulullah SAW adalah manusia yang paling dermawan dan terutama pada bulan Ramadan…”. Menurut Ibnu Hajar al-Asqālani bahwa yang dimaksud dengan kedermawanan di sini ialah memberikan sesuatu yang layak atau pantas kepada orang yang layak atau pantas.

Di antara keutamaan bersedekan ialah dapat mencegah risiko bisikan/was-was setan kepada pelaku, sebagai dalam hadis pada Musnad Ahmad nomor 21884: “Tidaklah seseorang mengeluarkan suatu sedekah hingga karena sedekah itu tujuhpuluh setan terlepas dari dagunya”.

Sedekah mempunyai keutamaan yang mirip dengan dengan zakat. Oleh karena itu, hampir semua keutamaan pada zakat juga didapatkan pada sedekah. Berkenaan dengan sedekah ini maka amalan yang terbuka peluangnya pada bulan Ramadan ialah memberi makan bagi orang yang berpuasa sebagaimana dalam hadis Rasulullah SAW pada Sunan at-Tirmidzi nomor 735: “Barangsiapa yang memberi makan orang yang berbuka, dia mendapatkan seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun”.

Itikaf

Itikaf pada bulan Ramadan terutama pada sepuluh hari merupakan amalan yang disunnahkan. Salah satu tujuannya ialah agar mendapatkan imbalan pada malam lailatul qadar. Amalan ini juga biasa dilakukan oleh Rasulullah SAW pada sepuluh hari yang akhir dari Ramadan hingga wafatnya kemudian isteri-isteri beliau beritikaf setelah kepergian beliau.

Banyak amalan-amalan lain yang bisa dilakukan pada bulan Ramadan, yaitu menghidupkan malam Lailatul Qadar, menyambung tali silaturahmi, melaksanakan umrah, mengakhirkan sahur, menyegerakan berbuka, dan memperbanyak diam. Amalan-amalan ini juga tidak kalah penting dengan enam amalan di atas. Namun, tidak kalah penting dalam melaksanakan amalan-amalan ini ialah melaksanakan dengan ikhlas dan mengharap keridhaan dari Allah SWT.

Penulis adalah Dosen Fakultas Syariah IAIN Pontianak

Oleh: Ardiansyah, S.S., M. Hum

BULAN Ramadan pada tahun 2022 ini merupakan bulan puasa yang terlihat berbeda dengan bulan Ramadan dua tahun belakangan ini. Hal itu mungkin bisa dipahami bahwa pada bulan Ramadan tahun  ini protokol kesehatan dapat dilaksanakan lebih longgar. Jadi ibadah yang melibatkan banyak orang dapat dilaksanakan.

Hal yang mungkin yang dapat kita rasakan bersama lainnya ialah, kita banyak kehilangan sahabat, kerabat, bahkan keluarga pada masa-masa pandemi. Karena itu, bulan Ramadan tahun ini kita mempunyai keinginan yang lebih besar untuk ‘mengirim’ pahala amal saleh kepada mereka sebanyak mungkin.

Untuk itu, melakukan amalan-amalan yang efektif agar mendapatkan ganjaran yang lebih besar sangat dibutuhkan agar bisa menyempurnakan Ramadan dan tujuan-tujuan tadi yang disebutkan.

Keutamaan dan kemulian bulan Ramadan sudah menjadi pengetahuan umum bagi masyarakat muslim Indonesia. Oleh karena itu, perlu untuk mengingatkan kembali amalan-amalan sehari-hari yang bisa kita lakukan dan serta keutamaannya pada bulan Ramadan.

Berdoa dan Berzikir kepada Allah SWT

Ada banyak jenis ibadah yang tertulis baik dalam Alquran maupun dalam al-Hadis. Bahkan perintah ibadah merupakan alasan manusia dan jin diciptakan sebagaimana yang diceritakan dalam Q.S. Adz-Dzariyat: 56 “Tidak diciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaku’.

Ibadah memiliki satu tujuan utama yaitu ‘mengingat Allah SWT’. Di sinilah letak pentingnya amalan zikir, karena zikir mempunyai tujuan ‘mengingat Allah SWT’ secara substansial. Selain itu, ahli zikir juga akan mendapatkan ganjaran sebagaimana pada Q.S. al-Ahzāb: 35 “Laki-laki dan Perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. Setali tiga uang dengan zikir, berdoa juga merupakan ibadah penting pada bulan Ramadan karena berdoa pada bulan Ramadan tidak ditolak oleh Allah sebagaimana dalam Sunan Tirmidzi  no. 3522. “Tiga orang yang doanya tidak tertolak yaitu: seorang yang berpuasa hingga berbuka, seorang penguasa yang adil, dan doa orang yang dizalimi.” Oleh karena itu, pada bulan Ramadanhendaklah kita disibukkan dengan banyak berdoa dan berzikir mengingat besarnya keutamaannya. Tentu saja, tata cara dan tempat berzikir disesuaikan dengan syarat.

Perbanyak Salat

Rukun Islam yang kedua ini merupakan salah satu ibadah terpenting dalam Islam. Namun, keutamaan salat tidak hanya terdapat pada shlat wajib akan tetapi juga terdapat pada salat-salat sunnah sebagaimana yang diterangkan pada hadis Rasulullah pada Shahih Muslim nomor 1199: ‘Tidaklah bagi seorang hamba muslim mendirikan salat sunnah ikhlas karena Allah sebanyak dua belas rakaat selain salat fardhu, melainkan Allah SWT akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga’.

Baca Juga :  Pemimpin Perubahan

Keutamaan salat sunnah juga digambarkan pada hadis Shahih Muslim lainnya pada nomor 1193: ‘Dua rakaat salat fajar lebih baik dari dunia seisinya’. Namun pada bulan Ramadan, ada salat sunnah yang dilakukan Rasulullah SAW bersama para sahabatnya dengan tata cara tertentu yaitu salat Tarawih. Salat sunnah Tarawih ini merupakah salah satu cara untuk menghidupkan bulan Ramadan.

Membaca Alquran

Membaca Alquran merupakan amalan yang dianjurkan pada bulan Ramadan, bahkan disunahkan untuk membaca lebih banyak dari bulan lainnya. Hal ini cukup beralasan karena membaca Alquran mendapatkan pahala kebaikan yang berlipat di bulan Ramadan.

Berpuasa dan membaca Alquran mempunyai keutamaan lainnya yaitu sama-sama bisa mendapatkan syafa’at bagi pelakunya. Puasa dan membaca Alquran merupakan dua ibadah yang memiliki kombinasi yang pas, yaitu puasa mencegah pelakunya dari makan, minum, dan syahwat sedangkan membaca Alquranmencegah untuk tidur yang berlebihan baik siang maupun malam hari.

Selain itu, Rasulullah juga memuji bagi muslim yang selalu membaca Alquran sebagaimana dalam hadis Shahih Bukhari nomor 4639: ‘Orang yang paling baik di antara kalian ialah seorang yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya’. Keutamaan lainnya bagi orang yang membaca Alquran dan disertai dengan mentadabburi ayat-ayat ialah membawanya untuk mengenal Allah SWT lebih dekat dan dapat mengambil suri tauladan (uswah hasanah) sehingga menambah ketaatannya kepada Allah SWT.

Zakat

Amalan lain sebagai penyempurna amalan ibadah di bulan Ramadan ialah membayar zakat. Zakat yang dimaksud ialah zakat fitrah yang dilaksanakan sebelum salat id. Zakat bukan seperti amalan lainnya yang disunnahkan, akan tetapi amalan yang diwajibkan sebanding dengan kewajiban puasa dan salat  fardhu di bulan Ramadan.

Hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari nomor 1407: Rasulullah SAW mewajibkan zakat fithri satu Sha‘ dari kurma…’. Zakat juga mempunyai banyak keutamaan, diantaranya ialah pertama, sebagai penyempurna ibadah bulan Ramadan. Kedua, sebagai alat untuk menyucikan harta. Ketiga, sebagai amal untuk meningkatkan keimanan. Keempat, sebagai amal untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kelima, dapat menenangkan diri karena membantu orang lain.

Baca Juga :  Puasa Media Pembersih Hati

Sedekah

Rasulullah SAW merupakan suri teladan bagi seluruh umat muslim. Salah satu amalan yang tercantum dalam hadis mengenai amalan Rasulullah di bulan Ramadan ialah sikap kederwanannya. Hal ini tergambarkan dalam hadis Rasulullah dalam Shahih Bukhari nomor 2981: ‘Rasulullah SAW adalah manusia yang paling dermawan dan terutama pada bulan Ramadan…”. Menurut Ibnu Hajar al-Asqālani bahwa yang dimaksud dengan kedermawanan di sini ialah memberikan sesuatu yang layak atau pantas kepada orang yang layak atau pantas.

Di antara keutamaan bersedekan ialah dapat mencegah risiko bisikan/was-was setan kepada pelaku, sebagai dalam hadis pada Musnad Ahmad nomor 21884: “Tidaklah seseorang mengeluarkan suatu sedekah hingga karena sedekah itu tujuhpuluh setan terlepas dari dagunya”.

Sedekah mempunyai keutamaan yang mirip dengan dengan zakat. Oleh karena itu, hampir semua keutamaan pada zakat juga didapatkan pada sedekah. Berkenaan dengan sedekah ini maka amalan yang terbuka peluangnya pada bulan Ramadan ialah memberi makan bagi orang yang berpuasa sebagaimana dalam hadis Rasulullah SAW pada Sunan at-Tirmidzi nomor 735: “Barangsiapa yang memberi makan orang yang berbuka, dia mendapatkan seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun”.

Itikaf

Itikaf pada bulan Ramadan terutama pada sepuluh hari merupakan amalan yang disunnahkan. Salah satu tujuannya ialah agar mendapatkan imbalan pada malam lailatul qadar. Amalan ini juga biasa dilakukan oleh Rasulullah SAW pada sepuluh hari yang akhir dari Ramadan hingga wafatnya kemudian isteri-isteri beliau beritikaf setelah kepergian beliau.

Banyak amalan-amalan lain yang bisa dilakukan pada bulan Ramadan, yaitu menghidupkan malam Lailatul Qadar, menyambung tali silaturahmi, melaksanakan umrah, mengakhirkan sahur, menyegerakan berbuka, dan memperbanyak diam. Amalan-amalan ini juga tidak kalah penting dengan enam amalan di atas. Namun, tidak kalah penting dalam melaksanakan amalan-amalan ini ialah melaksanakan dengan ikhlas dan mengharap keridhaan dari Allah SWT.

Penulis adalah Dosen Fakultas Syariah IAIN Pontianak

Most Read

Artikel Terbaru

/