alexametrics
26 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Defisit Daging di Kalimantan Barat

Oleh: Suko Prayogi, SP, ME

Kalimantan Barat akan mengalami defisit daging sapi/kerbau pada 2019 jika dilihat dari perbandingan antara supply dan demand daging sapi/kerbau yang ada di Kalimantan Barat. Diperkirakan jumlah penduduk Kalbar pada 2019 lebih dari 5 juta jiwa, dengan konsumsi daging 1,9 Kg perkapita/ tahun. Maka diperkirakan kebutuhan daging mencapai 10,04 ribu ton di tahun 2019.

Dilihat dari sisi ketersediaan, diestimasi hanya tersedia sebesar 2,46 ribu ton daging sapi dan kerbau di Kalbar. Melihat keadaan tersebut dapat disimpulkan Kalbar akan mengalami defisit daging sapi/ kerbau sebesar 7,58 ribu ton. Dari kebutuhan daging Kalimantan Barat baru sekitar 24 persen dicukupi oleh peternak lokal di Kalbar, sisanya harus didatangkan dari luar Kalimantan Barat.

Supply Daging

Data supply daging sapi/kerbau dihimpun dari berbagai sumber, antara lain Sensus Pertanian, yang dilaksnakan setiap 10 tahun sekali (ST2013) untuk memperoleh data populasi ternak dan parameter pokok subsektor peternakan.
Sumber data selanjutnya adalah dari survei-survei peternakan yang dilakukan oleh BPS, seperti Survey Struktur Ongkos Usaha Peternakan (SOUT2017) dan Survei Antar Sensus Pertanian (Sutas2018) untuk melihat mutasi ternak dan struktur ongkos sekaligus meng update ST 2013.

Baca Juga :  PLTN Bukan Solusi

Selain itu data supply daging juga diperoleh dari register yang dilakukan setiap tahun oleh perusahan berbadan dan Rumah Potong Hewan (RPH) / Tempat pemotongan Hewan (TPH) guna memperoleh gambaran produksi daging/telur/susu secara nasional maupun provinsi.

Berdasarkan data yang diperoleh, dapat dilakukan estimasi dengan memanfaatkan parameter yang ada, seperti parameter mutasi ternak, parameter pola pemeliharaan ternak, parameter produktivitas ternak, parameter fertilitas ternak, dan lain-lain. Sehingga diperoleh estimasi populasi sapi kerbau di Kalimantan Barat sebesar 107.926 ekor, dengan potensial stok sebesar 24,25 ribu ekor dan ternak yang siap potong sebesar 15,93 ribu ekor yang selanjutnya akan diperoleh sekitar 2,46 ribu ton daging siap konsumsi.

Demand Daging

Penghitungan permintaan daging di Kalimantan Barat diestimasi dengan mengalikan Jumlah penduduk Pertengahan Tahun di Kalimantan Barat dengan Konsumsi daging perkapita per tahun.
Jumlah penduduk pertengahan tahun merupakan hasil proyeksi penduduk Indonesia 2010-2035 yakni sebesar 5,069 juta jiwa, sedangkan konsumsi daging sapi perkapita per tahun tahun 2019 adalah hasil Survei Konsumsi Bahan Pokok tahun 2017 ditambah perkiraan peningkatan 3% per tahun sesuai hasil Rakornis Kemenko Perekonomian, 21 Januari 2019 yakni sebesar 1,9 Kg perkapita/tahun

Baca Juga :  Kembalikan Nama Parit ke Nama Aslinya

Langkah Antisipatif

Melihat dari estimasi supplay dan demand daging sapi dan kerbau di Kalimantan Barat, diprediksi akan terjadi defisit, maka perlu dilakukan langkah antisipatif dari berbagai pihak. Antara lain dengan mendatangkan ternak hidup dari luar Kalimantan Barat termasuk opsi mendatangkan daging beku siap konsumsi, serta terus berupaya memberdayakan peternak lokal untuk lebih menggenjot produksi daging dalam Kalimantan Barat, sehingga untuk masa yang akan datang, kebutuhan daging di Kalimantan barat dapat dipenuhi oleh peternak lokal.

Penulis: Statistisi BPS provinsi Kalimantan Barat.

Oleh: Suko Prayogi, SP, ME

Kalimantan Barat akan mengalami defisit daging sapi/kerbau pada 2019 jika dilihat dari perbandingan antara supply dan demand daging sapi/kerbau yang ada di Kalimantan Barat. Diperkirakan jumlah penduduk Kalbar pada 2019 lebih dari 5 juta jiwa, dengan konsumsi daging 1,9 Kg perkapita/ tahun. Maka diperkirakan kebutuhan daging mencapai 10,04 ribu ton di tahun 2019.

Dilihat dari sisi ketersediaan, diestimasi hanya tersedia sebesar 2,46 ribu ton daging sapi dan kerbau di Kalbar. Melihat keadaan tersebut dapat disimpulkan Kalbar akan mengalami defisit daging sapi/ kerbau sebesar 7,58 ribu ton. Dari kebutuhan daging Kalimantan Barat baru sekitar 24 persen dicukupi oleh peternak lokal di Kalbar, sisanya harus didatangkan dari luar Kalimantan Barat.

Supply Daging

Data supply daging sapi/kerbau dihimpun dari berbagai sumber, antara lain Sensus Pertanian, yang dilaksnakan setiap 10 tahun sekali (ST2013) untuk memperoleh data populasi ternak dan parameter pokok subsektor peternakan.
Sumber data selanjutnya adalah dari survei-survei peternakan yang dilakukan oleh BPS, seperti Survey Struktur Ongkos Usaha Peternakan (SOUT2017) dan Survei Antar Sensus Pertanian (Sutas2018) untuk melihat mutasi ternak dan struktur ongkos sekaligus meng update ST 2013.

Baca Juga :  Mengenal Surah At Taubah

Selain itu data supply daging juga diperoleh dari register yang dilakukan setiap tahun oleh perusahan berbadan dan Rumah Potong Hewan (RPH) / Tempat pemotongan Hewan (TPH) guna memperoleh gambaran produksi daging/telur/susu secara nasional maupun provinsi.

Berdasarkan data yang diperoleh, dapat dilakukan estimasi dengan memanfaatkan parameter yang ada, seperti parameter mutasi ternak, parameter pola pemeliharaan ternak, parameter produktivitas ternak, parameter fertilitas ternak, dan lain-lain. Sehingga diperoleh estimasi populasi sapi kerbau di Kalimantan Barat sebesar 107.926 ekor, dengan potensial stok sebesar 24,25 ribu ekor dan ternak yang siap potong sebesar 15,93 ribu ekor yang selanjutnya akan diperoleh sekitar 2,46 ribu ton daging siap konsumsi.

Demand Daging

Penghitungan permintaan daging di Kalimantan Barat diestimasi dengan mengalikan Jumlah penduduk Pertengahan Tahun di Kalimantan Barat dengan Konsumsi daging perkapita per tahun.
Jumlah penduduk pertengahan tahun merupakan hasil proyeksi penduduk Indonesia 2010-2035 yakni sebesar 5,069 juta jiwa, sedangkan konsumsi daging sapi perkapita per tahun tahun 2019 adalah hasil Survei Konsumsi Bahan Pokok tahun 2017 ditambah perkiraan peningkatan 3% per tahun sesuai hasil Rakornis Kemenko Perekonomian, 21 Januari 2019 yakni sebesar 1,9 Kg perkapita/tahun

Baca Juga :  Narapidana Perempuan; Dinamika Peran Gender dan Perilaku Kriminal

Langkah Antisipatif

Melihat dari estimasi supplay dan demand daging sapi dan kerbau di Kalimantan Barat, diprediksi akan terjadi defisit, maka perlu dilakukan langkah antisipatif dari berbagai pihak. Antara lain dengan mendatangkan ternak hidup dari luar Kalimantan Barat termasuk opsi mendatangkan daging beku siap konsumsi, serta terus berupaya memberdayakan peternak lokal untuk lebih menggenjot produksi daging dalam Kalimantan Barat, sehingga untuk masa yang akan datang, kebutuhan daging di Kalimantan barat dapat dipenuhi oleh peternak lokal.

Penulis: Statistisi BPS provinsi Kalimantan Barat.

Previous articleProtect Your Self!
Next articleTahan Diri untuk Swafoto

Most Read

Artikel Terbaru

/