alexametrics
26 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Metode Demontrasi Terbimbing Tingkatkan Kemampuan Membaca

Oleh: Kelara Enarwati, S. Pd.*

Bahasa Indonesia  merupakan suatu ilmu yang memegang peranan penting dalam mempercepat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dikarenakan Bahasa Indonesia merupakan cara  untuk menumbuh kembangkan cara berfikir logis, sistematis, dan kritis.

Mengingat pentingnya bahasa Indonesia baik dalam berbagai ilmu pengetahuan maupun dalam kehidupan sehari-hari, maka diajarkan di setiap jenjang pendidikan dan merupakan pelajaran yang penting untuk dikuasai. Oleh karena itu dalam mengajar Bahasa Indonesia seorang guru diharapkan mampu membangkitkan minat siswa untuk belajar bahasa Indonesia.

Pembelajaran bahasa Indonesia yang utama adalah sebagai alat komunikasi. Seorang anak belajar bahasa karena didesak oleh kebutuhan untuk berkomunikasi dengan orang-orang di lingkungan sekitarnya. Sejak dini anak-anak diarahkan agar mampu menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar untuk berkomunikasi dalam berbagai situasi yaitu mampu menyapa, mengajukan pertanyaan, menjawab, menyebutkan pendapat, dan perasaan melalui bahasa.

Berdasarkan hasil survei di kelas, pendidikan berbahasa pada anak usia 6-7 tahun yang masih duduk di kelas 1 sekolah dasar ternyata masih kurang efektif , karena guru kelas masih kesulitan dalam menggunakan media pembelajaran membaca dan menulis permulaan. Banyak anak-anak pada usia ini mengalami kesulitan mengucapkan kata-kata dengan benar, belum mampu membaca kalimat, dan tidak memiliki keterampilan menuliskan huruf dengan tepat.

Baca Juga :  Kemerdekaan Belajar

Dasar pembelajaran bahasa Indonesia adalah pembelajaran keterampilan berbahasa yaitu keterampilan-keterampilan yang ditekankan pada keterampilan reseptif dan keterampilan produktif. Pembelajaran bahasa pada anak usia 6 tahun di kelas 1 diawali dengan pembelajaran terbimbing. Dengan demikian keterampilan mandiri dapat ikut ditingkatkan. Sehingga empat aspek keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis dapat dicapai

Jika keterampilan-keterampilan diatas tidak dikuasai oleh siswa, maka dikwatirkan akan berdampak buruk bagi pembelajaran berbahasa dikelas berikutnya. Pada lingkup yang lebih luas lagi jika keterampilan berbahasa Indonesia sebagai alat komunikasi tidak dimiliki oleh pesera didik, akan terkucil dalam pergaulan. Sulit menyampaikan gagasan atau pendapat kepada orang lain, serta mengalami kendala dalam berbagai kegiatan dimasyarakat.

Peran guru sebagai pendidik adalah membimbing mereka sejak dini  dalam hal penguasaan bahasa terutama membaca dan menullis permulaan. Penyebab terjadinya masalah yang dialami siswa itu dimungkinkan karena kurang mendapat  bimbingan yang benar didalam keluarga dalam hal berbahasa, sedangkan disekolah siswa melakukan pembelajaran secara konvensional dengan metode yang monoton, media pembelajaran yang kurang tepat, bahkan berada dalam situasi belajar yang kurang efektif dan jauh dari kesan menyenangkan. Sehingga peserta didik merasa jenuh, kurang konsentrasi, dan sulit menerima informasi dari guru.

Baca Juga :  Berita Burung dan IT

Berdasarkan beberapa permasalahan mengenai kesulitan dalam pembelajaran materi membaca permulaan di SD Negeri 54 Pontianak Barat dapat diatasi dengan menggunakan metode demontrasi terbimbing di sertai media pembelajaran berupa  model kartu huruf dan suku kata. Metode ini diarahkan agar tujuan belajar dapat dicapai secara efisien dan efektif dalam suasana gembira meskipun membahas hal-hal yang sulit atau berat. Model Kartu Suku Kata digunakan sebagai bagian dari proses belajar, bukan hanya untuk mengisi waktu kosong atau sekedar permainan. Model kartu suku kata di rancang menjadi suatu  kejadian yang dialami oleh peserta didik. Permainan kartu sebagai alat untuk membantu meningkatkan perkembangan kognitif anak, memungkinkan anak untuk mempraktekkan kompetensi-kompetensi serta keterampilan yang diperlukan dengan cara yang santai dan menyenangkan. Semua kegiatan ini disajikan menggunakan metode demontrasi terbimbing. **

*Penulis adalah Guru SD 54 Pontianak Barat.

Oleh: Kelara Enarwati, S. Pd.*

Bahasa Indonesia  merupakan suatu ilmu yang memegang peranan penting dalam mempercepat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dikarenakan Bahasa Indonesia merupakan cara  untuk menumbuh kembangkan cara berfikir logis, sistematis, dan kritis.

Mengingat pentingnya bahasa Indonesia baik dalam berbagai ilmu pengetahuan maupun dalam kehidupan sehari-hari, maka diajarkan di setiap jenjang pendidikan dan merupakan pelajaran yang penting untuk dikuasai. Oleh karena itu dalam mengajar Bahasa Indonesia seorang guru diharapkan mampu membangkitkan minat siswa untuk belajar bahasa Indonesia.

Pembelajaran bahasa Indonesia yang utama adalah sebagai alat komunikasi. Seorang anak belajar bahasa karena didesak oleh kebutuhan untuk berkomunikasi dengan orang-orang di lingkungan sekitarnya. Sejak dini anak-anak diarahkan agar mampu menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar untuk berkomunikasi dalam berbagai situasi yaitu mampu menyapa, mengajukan pertanyaan, menjawab, menyebutkan pendapat, dan perasaan melalui bahasa.

Berdasarkan hasil survei di kelas, pendidikan berbahasa pada anak usia 6-7 tahun yang masih duduk di kelas 1 sekolah dasar ternyata masih kurang efektif , karena guru kelas masih kesulitan dalam menggunakan media pembelajaran membaca dan menulis permulaan. Banyak anak-anak pada usia ini mengalami kesulitan mengucapkan kata-kata dengan benar, belum mampu membaca kalimat, dan tidak memiliki keterampilan menuliskan huruf dengan tepat.

Baca Juga :  Demo Kedelai, Jadilah Tempe

Dasar pembelajaran bahasa Indonesia adalah pembelajaran keterampilan berbahasa yaitu keterampilan-keterampilan yang ditekankan pada keterampilan reseptif dan keterampilan produktif. Pembelajaran bahasa pada anak usia 6 tahun di kelas 1 diawali dengan pembelajaran terbimbing. Dengan demikian keterampilan mandiri dapat ikut ditingkatkan. Sehingga empat aspek keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis dapat dicapai

Jika keterampilan-keterampilan diatas tidak dikuasai oleh siswa, maka dikwatirkan akan berdampak buruk bagi pembelajaran berbahasa dikelas berikutnya. Pada lingkup yang lebih luas lagi jika keterampilan berbahasa Indonesia sebagai alat komunikasi tidak dimiliki oleh pesera didik, akan terkucil dalam pergaulan. Sulit menyampaikan gagasan atau pendapat kepada orang lain, serta mengalami kendala dalam berbagai kegiatan dimasyarakat.

Peran guru sebagai pendidik adalah membimbing mereka sejak dini  dalam hal penguasaan bahasa terutama membaca dan menullis permulaan. Penyebab terjadinya masalah yang dialami siswa itu dimungkinkan karena kurang mendapat  bimbingan yang benar didalam keluarga dalam hal berbahasa, sedangkan disekolah siswa melakukan pembelajaran secara konvensional dengan metode yang monoton, media pembelajaran yang kurang tepat, bahkan berada dalam situasi belajar yang kurang efektif dan jauh dari kesan menyenangkan. Sehingga peserta didik merasa jenuh, kurang konsentrasi, dan sulit menerima informasi dari guru.

Baca Juga :  Pendidik Penggerak Perubahan

Berdasarkan beberapa permasalahan mengenai kesulitan dalam pembelajaran materi membaca permulaan di SD Negeri 54 Pontianak Barat dapat diatasi dengan menggunakan metode demontrasi terbimbing di sertai media pembelajaran berupa  model kartu huruf dan suku kata. Metode ini diarahkan agar tujuan belajar dapat dicapai secara efisien dan efektif dalam suasana gembira meskipun membahas hal-hal yang sulit atau berat. Model Kartu Suku Kata digunakan sebagai bagian dari proses belajar, bukan hanya untuk mengisi waktu kosong atau sekedar permainan. Model kartu suku kata di rancang menjadi suatu  kejadian yang dialami oleh peserta didik. Permainan kartu sebagai alat untuk membantu meningkatkan perkembangan kognitif anak, memungkinkan anak untuk mempraktekkan kompetensi-kompetensi serta keterampilan yang diperlukan dengan cara yang santai dan menyenangkan. Semua kegiatan ini disajikan menggunakan metode demontrasi terbimbing. **

*Penulis adalah Guru SD 54 Pontianak Barat.

Most Read

Artikel Terbaru

/