alexametrics
26 C
Pontianak
Thursday, June 30, 2022

Mampukah Imlek dan Cap Go Meh 2020 Dongkrak Wisman Kalbar?

Oleh: Dini Rianti

LAMPION mulai terlihat menghiasi setiap ruas jalan di Kota Pontianak dan Kota Singkawang. Gemerlap lampion yang ciamik di malam hari ini menyiratkan perayaan Tahun Baru Imlek 2571 dan Festival Cap Go Meh 2020 segera dimulai. Suka cita menyambut pergantian tahun bagi masyarakat Tionghoa ini disambut hangat oleh berbagai kalangan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini pun kedua kota ini menjadi pusat diselenggarakannya perayaan tersebut di Kalimantan Barat. Banyak kalangan yang mengharapkan festival ini dapat membawa dampak positif bagi Kalbar, terutama bagi sektor pariwisata.

Festival Cap Go Meh digadang-gadang mampu menarik minat wisatawan, tidak hanya wisatawan nusantara (wisnus) tetapi juga wisatawan mancanegara (wisman). Lantas benarkah perayaan tersebut mampu membawa dampak positif bagi pariwisata Kalbar? Berbicara tentang dampaknya bagi pariwisata Kalbar, tentu akan lebih lengkap jika disertai dengan data yang akurat.

Perkembangan pariwisata, khususnya pariwisata Kalbar, dapat dilihat dari banyak hal. Tiga diantaranya adalah jumlah kunjungan wisman, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel, dan rata-rata lama menginap. Kenapa jumlah kunjungan wisman menjadi salah satu indikator dalam perkembangan pariwisata? Jawabannya karena dari jumlah kunjungan wisman yang datang ke Kalbar, pemerintah dapat melihat seberapa besar suatu event pariwisata yang sedang diselenggarakan dapat menarik wisatawan mancanegara untuk masuk ke daerahnya. Dengan demikian, dapat dievaluasi apakah acara tersebut dapat masuk dalam kalender pariwisata tahunan di daerah tersebut atau tidak.

Selain itu, kunjungan wisman yang meningkat juga akan membawa efek multiplier pada sektor lainnya, terutama sektor perdagangan, transportasi, dan penyediaan akomodasi dan makan minum. Ketika wisman datang untuk melihat event pariwisata tersebut, tentu mereka akan memerlukan tempat menginap. Disinilah sektor penyediaan akomodasi dan makan minum akan menerima manfaat dari kedatangan wisman tersebut.

Baca Juga :  Advokat Lahir karena UU dan Dari Sistem yang Benar

Selama wisman berada di daerah tujuan wisatanya, mereka pun akan memerlukan moda transportasi untuk dapat memudahkan mobilitas mereka. Disinilah akan diperlukan peran dari pelaku sektor transportasi. Selain itu, tempat penjualan oleh-oleh khas daerah pun akan kebagian berkah dengan kedatangan wisman yang tentu selain ingin melihat event pariwisata, juga akan mencicipi makanan ataupun buah tangan khas daerah yang dikunjunginya.

Akan banyak sektor yang bergerak karena kedatangan wisman tersebut. Efek multiplier yang ditimbulkan akan dapat menggerakkan roda perekonomian daerah. Oleh sebab itu, jumlah kunjungan wisman yang datang ke Kalbar menjadi penting untuk diperhatikan.

Jika dilihat dari jumlah kunjungan wisman yang datang ke Kalimantan Barat pada bulan Februari 2019 lalu, dimana perayaan Tahun Baru Imlek 2570 dan Festival Cap Go Meh 2019 sedang berlangsung, jumlah kunjungannya mencapai 7.627 kunjungan atau meningkat 53,89 persen dibandingkan kunjungan wisman bulan sebelumnya.

Jumlah kunjungan wisman pada Februari 2019 lalu merupakan jumlah tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Jumlah wisman yang masuk pada periode tersebut meningkat 150,72 persen dan 25,49 persen jika dibandingkan jumlah wisman periode yang sama tahun 2017 dan 2018. Wisman ini paling banyak masuk ke Kalbar melalui pintu masuk Pontianak (Supadio). Disusul oleh PLBN Aruk, PLBN Entikong, dan PLBN Nanga Badau.

Tingkat Penghunian Kamar Hotel (TPK) untuk hotel bintang dan nonbintang di Kalbar pada pada periode tersebut pun naik 6,06 poin dan 4,65 poin dibanding bulan sebelumnya. Hotel bintang 1 dan bintang 4 paling diminati oleh pengunjung selama Februari 2019. Sedangkan hotel bintang 2 kurang diminati pengunjung untuk menginap.

Baca Juga :  Urgensi Literasi di Era Digital dalam Pembelajaran

Secara keseluruhan, rata-rata lama menginap tamu asing Februari 2019 tercatat 2,13 hari. Dilihat dari klasifikasi hotel bintang, tamu asing lebih lama menginap di hotel bintang 4 yaitu rata-rata menginap selama 2,23 hari. Sementara itu jika dilihat dari klasifikasi hotel non bintang, tamu asing lebih lama menginap di hotel non bintang yang memilki jumlah kamar lebih dari 41 kamar dengan rata-rata lama menginap selama 1,79 hari.

Dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisman ke Kalbar dan naiknya TPK serta rata-rata lama menginap selama perayaan Cap Go Meh tahun lalu, dapat dikatakan bahwa perayaan tersebut membawa angin segar bagi pariwisata di Kalbar khususnya Kota Pontianak dan Kota Singkawang.

Selain itu dengan masuknya Festival Cap Go Meh dalam Top 100 Calender of Event (CoE) Kementerian Pariwisata, semoga festival tahun ini dapat dikemas jauh lebih menarik dan meriah agar wisnus dan wisman semakin tertarik untuk datang ke Kalbar dan dapat mengulang keberhasilan mengdongkrak wisman Kalbar seperti tahun-tahun sebelumnya, sehingga roda perekonomian di sektor lain pun dapat merasakan legitnya event pariwisata yang diselenggarakan.

Tentu saja hal ini juga harus didukung oleh berbagai pihak, antara lain pelaku usaha di sektor perdagangan, transportasi, dan penyediaan akomodasi. Tidak ketinggalan juga peran penting maskapai penyedia angkutan udara dalam menyediakan harga tiket pesawat yang bersaing dan dapat dijangkau baik oleh wisnus maupun wisman. Karena harga angkutan udara yang terjangkau, dapat menjadi salah satu magnet  masuknya wisatawan ke suatu daerah. (*)

*) Penulis, Statistisi Pertama Seksi Statistik HK dan HPB BPS Provinsi Kalimantan Barat

Oleh: Dini Rianti

LAMPION mulai terlihat menghiasi setiap ruas jalan di Kota Pontianak dan Kota Singkawang. Gemerlap lampion yang ciamik di malam hari ini menyiratkan perayaan Tahun Baru Imlek 2571 dan Festival Cap Go Meh 2020 segera dimulai. Suka cita menyambut pergantian tahun bagi masyarakat Tionghoa ini disambut hangat oleh berbagai kalangan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini pun kedua kota ini menjadi pusat diselenggarakannya perayaan tersebut di Kalimantan Barat. Banyak kalangan yang mengharapkan festival ini dapat membawa dampak positif bagi Kalbar, terutama bagi sektor pariwisata.

Festival Cap Go Meh digadang-gadang mampu menarik minat wisatawan, tidak hanya wisatawan nusantara (wisnus) tetapi juga wisatawan mancanegara (wisman). Lantas benarkah perayaan tersebut mampu membawa dampak positif bagi pariwisata Kalbar? Berbicara tentang dampaknya bagi pariwisata Kalbar, tentu akan lebih lengkap jika disertai dengan data yang akurat.

Perkembangan pariwisata, khususnya pariwisata Kalbar, dapat dilihat dari banyak hal. Tiga diantaranya adalah jumlah kunjungan wisman, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel, dan rata-rata lama menginap. Kenapa jumlah kunjungan wisman menjadi salah satu indikator dalam perkembangan pariwisata? Jawabannya karena dari jumlah kunjungan wisman yang datang ke Kalbar, pemerintah dapat melihat seberapa besar suatu event pariwisata yang sedang diselenggarakan dapat menarik wisatawan mancanegara untuk masuk ke daerahnya. Dengan demikian, dapat dievaluasi apakah acara tersebut dapat masuk dalam kalender pariwisata tahunan di daerah tersebut atau tidak.

Selain itu, kunjungan wisman yang meningkat juga akan membawa efek multiplier pada sektor lainnya, terutama sektor perdagangan, transportasi, dan penyediaan akomodasi dan makan minum. Ketika wisman datang untuk melihat event pariwisata tersebut, tentu mereka akan memerlukan tempat menginap. Disinilah sektor penyediaan akomodasi dan makan minum akan menerima manfaat dari kedatangan wisman tersebut.

Baca Juga :  Uskup Agustinus: Simbol Keagamaan Kalimantan Patung Yesus Panglima Burung 

Selama wisman berada di daerah tujuan wisatanya, mereka pun akan memerlukan moda transportasi untuk dapat memudahkan mobilitas mereka. Disinilah akan diperlukan peran dari pelaku sektor transportasi. Selain itu, tempat penjualan oleh-oleh khas daerah pun akan kebagian berkah dengan kedatangan wisman yang tentu selain ingin melihat event pariwisata, juga akan mencicipi makanan ataupun buah tangan khas daerah yang dikunjunginya.

Akan banyak sektor yang bergerak karena kedatangan wisman tersebut. Efek multiplier yang ditimbulkan akan dapat menggerakkan roda perekonomian daerah. Oleh sebab itu, jumlah kunjungan wisman yang datang ke Kalbar menjadi penting untuk diperhatikan.

Jika dilihat dari jumlah kunjungan wisman yang datang ke Kalimantan Barat pada bulan Februari 2019 lalu, dimana perayaan Tahun Baru Imlek 2570 dan Festival Cap Go Meh 2019 sedang berlangsung, jumlah kunjungannya mencapai 7.627 kunjungan atau meningkat 53,89 persen dibandingkan kunjungan wisman bulan sebelumnya.

Jumlah kunjungan wisman pada Februari 2019 lalu merupakan jumlah tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Jumlah wisman yang masuk pada periode tersebut meningkat 150,72 persen dan 25,49 persen jika dibandingkan jumlah wisman periode yang sama tahun 2017 dan 2018. Wisman ini paling banyak masuk ke Kalbar melalui pintu masuk Pontianak (Supadio). Disusul oleh PLBN Aruk, PLBN Entikong, dan PLBN Nanga Badau.

Tingkat Penghunian Kamar Hotel (TPK) untuk hotel bintang dan nonbintang di Kalbar pada pada periode tersebut pun naik 6,06 poin dan 4,65 poin dibanding bulan sebelumnya. Hotel bintang 1 dan bintang 4 paling diminati oleh pengunjung selama Februari 2019. Sedangkan hotel bintang 2 kurang diminati pengunjung untuk menginap.

Baca Juga :  Menutup Aib Murid

Secara keseluruhan, rata-rata lama menginap tamu asing Februari 2019 tercatat 2,13 hari. Dilihat dari klasifikasi hotel bintang, tamu asing lebih lama menginap di hotel bintang 4 yaitu rata-rata menginap selama 2,23 hari. Sementara itu jika dilihat dari klasifikasi hotel non bintang, tamu asing lebih lama menginap di hotel non bintang yang memilki jumlah kamar lebih dari 41 kamar dengan rata-rata lama menginap selama 1,79 hari.

Dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisman ke Kalbar dan naiknya TPK serta rata-rata lama menginap selama perayaan Cap Go Meh tahun lalu, dapat dikatakan bahwa perayaan tersebut membawa angin segar bagi pariwisata di Kalbar khususnya Kota Pontianak dan Kota Singkawang.

Selain itu dengan masuknya Festival Cap Go Meh dalam Top 100 Calender of Event (CoE) Kementerian Pariwisata, semoga festival tahun ini dapat dikemas jauh lebih menarik dan meriah agar wisnus dan wisman semakin tertarik untuk datang ke Kalbar dan dapat mengulang keberhasilan mengdongkrak wisman Kalbar seperti tahun-tahun sebelumnya, sehingga roda perekonomian di sektor lain pun dapat merasakan legitnya event pariwisata yang diselenggarakan.

Tentu saja hal ini juga harus didukung oleh berbagai pihak, antara lain pelaku usaha di sektor perdagangan, transportasi, dan penyediaan akomodasi. Tidak ketinggalan juga peran penting maskapai penyedia angkutan udara dalam menyediakan harga tiket pesawat yang bersaing dan dapat dijangkau baik oleh wisnus maupun wisman. Karena harga angkutan udara yang terjangkau, dapat menjadi salah satu magnet  masuknya wisatawan ke suatu daerah. (*)

*) Penulis, Statistisi Pertama Seksi Statistik HK dan HPB BPS Provinsi Kalimantan Barat

Most Read

Artikel Terbaru

/