alexametrics
25.6 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Peningkatan Minat Belajar Siswa di Masa Pandemi Covid-19

Oleh: Maemunah, S.Pd

Setelah WHO menetapkan Covid-19 sebagai pandemi, tentu Indonesia terkena dampaknya. Seluruh aspek kehidupan terdampak mulai dari kesehatan hingga ke dunia pendidikan. Pelaksanaan pendidikan di Indonesia dalam masa pandemi Covid-19 mengalami perubahan. Banyak negara yang menutup sekolah dan perguruan tinggi. Menurut data Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO), setidaknya ada 290,5 juta siswa di seluruh dunia yang aktivitas belajarnya menjadi terganggu akibat wabah ini.

Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19, pembelajaran harus dilaksanakan dengan jarak jauh (PJJ) secara daring. Proses belajar di rumah, mau tidak mau memerlukan biaya tambahan. Fasilitas seperti smartphone, PC, kuota internet, dan jaringan internet menjadi sarana pendukung pokok. Beban itu merupakan tanggung jawab orang tua, sesuai dengan surat edaran No.3 Tahun 2020 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional mewajibkan kita untuk di rumah atau teaching from home.

Media yang diperlukan oleh guru untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran di antaranya aplikasi google meet, aplikasi zoom, google classroom, youtube, televisi, maupun media sosial whatsapp, video call dan sarana lainnya. Namun, dalam pelaksanaannya ternyata banyak mengalami kendala yang pada akhirnya menyebabkan permasalahan belajar siswa. Diantara masalah yang muncul dalam pelaksanaan teaching from home atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) adalah kurangnya minat dan keaktifan peserta didik.

Baca Juga :  ESENSI ‘AL-FITHRI

Untuk meningkatkan minat dan keaktifan belajar, diperlukan beberapa kiat. Pertama, pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi. Media sosial seperti WhatsApp menjadi sarana yang cukup baik dalam menjalin komunikasi. WhatssApp atau biasa disebut WA biasa dipakai sebagai sarana komunikasi orang tua maupun peserta didik. Untuk menyampaikan berbagai infornasi dengan orang tua maupun siswa, penggunaan WA sangat efektif.

Kedua, penggunaan media pembelajaran yang bijak dan sesuai. Untuk penyampaian materi maupun penugasan kepada siswa, sebaiknya guru menggunakan media yang sesuai dengan kemampuan peserta didik. Jangan sampai media yang dipilih memberatkan orang tua siswa, yang pada akhirnya membuat kelas online kurang bisa direspon.

Ketiga, pengaturan jadwal dalam proses pembelajaran jarak jauh. Komunikasikan jadwal pembelajaran online dengan orangtua siswa. Karena tidak semua peserta didik memiliki laptop atau hanphone pribadi. Jika hanphone dibawa orangtua untuk bekerja, maka peserta didik tidak dapat melakukan pembelajaran online di pagi hari.

Keempat, membuat model pembelajaran yang inovatif. Meningkatkan kualitas pembelajaran online bagi guru merupakan faktor penentu keberhasilan pembelajaran. Guru dituntut untuk memiliki kemampuan menggunakan laptop atau komputer dalam membuat media, seperti video pembelajaran, tutorial, maupun zoom meeting.

Kelima, materi disampaikan dengan cara yang menyenangkan. Untuk meningkatkan partisipasi peserta didik dalam pembelajaran online, variasi media diperlukan, misalnya materi disampaikan dengan menggunakan media game. Banyak platform untuk membuat game online yang dapat kita gunakan, misalnya Google Form, Quizziz, Kahoot, dan lain-lain.

Baca Juga :  Aman Menyusui dalam Masa Pandemi

Keenam, pemberian reward kepada peserta didik. Setelah anak mengerjakan tugas di classroom, bisa diberikan reward sederhana berupa umpan balik bisa berupa simbol nilai 100 atau kata-kata pujian seperti, ‘Kamu hebat tetap semangat ya’, ‘Anak –anak memang cerdas’, atau yang lain.

Ketujuh, melakukan evaluasi pembelajaran. Evaluasi pembelajaran sebaiknya dilakukan setelah subtema selesai diilakukan, dengan bentuk yang sesuai dan tidak memberatkan siswa.

Selain kiat tersebut di atas, perlu juga seorang guru memiliki strategi lain dalam melakukan dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan produktif saat pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi. Misalnya,ciptakan suasana yang menyenangkan, gunakan media yang bervariasi dan nyata, pengaturan waktu pembelajaran, pemberian reward,  dan memenuhi hak anak untuk bermain. Orangtua harus memberikan kesempatan anak bermain, bermain dalam proses belajar PJJ merupakan pengganti waktu istirahat ketika belajar di sekolah.

Kita perlu memberikan waktu tersebut, karena kemampuan otak untuk merespon pelajaran memiliki keterbatasan dan bermain merupakan relaksasai otak dalam menerima pelajaran.**

*Penulis adalah Guru SDN 50 Pontianak Barat.

Oleh: Maemunah, S.Pd

Setelah WHO menetapkan Covid-19 sebagai pandemi, tentu Indonesia terkena dampaknya. Seluruh aspek kehidupan terdampak mulai dari kesehatan hingga ke dunia pendidikan. Pelaksanaan pendidikan di Indonesia dalam masa pandemi Covid-19 mengalami perubahan. Banyak negara yang menutup sekolah dan perguruan tinggi. Menurut data Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO), setidaknya ada 290,5 juta siswa di seluruh dunia yang aktivitas belajarnya menjadi terganggu akibat wabah ini.

Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19, pembelajaran harus dilaksanakan dengan jarak jauh (PJJ) secara daring. Proses belajar di rumah, mau tidak mau memerlukan biaya tambahan. Fasilitas seperti smartphone, PC, kuota internet, dan jaringan internet menjadi sarana pendukung pokok. Beban itu merupakan tanggung jawab orang tua, sesuai dengan surat edaran No.3 Tahun 2020 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional mewajibkan kita untuk di rumah atau teaching from home.

Media yang diperlukan oleh guru untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran di antaranya aplikasi google meet, aplikasi zoom, google classroom, youtube, televisi, maupun media sosial whatsapp, video call dan sarana lainnya. Namun, dalam pelaksanaannya ternyata banyak mengalami kendala yang pada akhirnya menyebabkan permasalahan belajar siswa. Diantara masalah yang muncul dalam pelaksanaan teaching from home atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) adalah kurangnya minat dan keaktifan peserta didik.

Baca Juga :  Gajahmada Ditutup Karyawan Dirumahkan

Untuk meningkatkan minat dan keaktifan belajar, diperlukan beberapa kiat. Pertama, pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi. Media sosial seperti WhatsApp menjadi sarana yang cukup baik dalam menjalin komunikasi. WhatssApp atau biasa disebut WA biasa dipakai sebagai sarana komunikasi orang tua maupun peserta didik. Untuk menyampaikan berbagai infornasi dengan orang tua maupun siswa, penggunaan WA sangat efektif.

Kedua, penggunaan media pembelajaran yang bijak dan sesuai. Untuk penyampaian materi maupun penugasan kepada siswa, sebaiknya guru menggunakan media yang sesuai dengan kemampuan peserta didik. Jangan sampai media yang dipilih memberatkan orang tua siswa, yang pada akhirnya membuat kelas online kurang bisa direspon.

Ketiga, pengaturan jadwal dalam proses pembelajaran jarak jauh. Komunikasikan jadwal pembelajaran online dengan orangtua siswa. Karena tidak semua peserta didik memiliki laptop atau hanphone pribadi. Jika hanphone dibawa orangtua untuk bekerja, maka peserta didik tidak dapat melakukan pembelajaran online di pagi hari.

Keempat, membuat model pembelajaran yang inovatif. Meningkatkan kualitas pembelajaran online bagi guru merupakan faktor penentu keberhasilan pembelajaran. Guru dituntut untuk memiliki kemampuan menggunakan laptop atau komputer dalam membuat media, seperti video pembelajaran, tutorial, maupun zoom meeting.

Kelima, materi disampaikan dengan cara yang menyenangkan. Untuk meningkatkan partisipasi peserta didik dalam pembelajaran online, variasi media diperlukan, misalnya materi disampaikan dengan menggunakan media game. Banyak platform untuk membuat game online yang dapat kita gunakan, misalnya Google Form, Quizziz, Kahoot, dan lain-lain.

Baca Juga :  Penyederhanaan Kurikulum yang Tidak Berpihak pada Sejarah

Keenam, pemberian reward kepada peserta didik. Setelah anak mengerjakan tugas di classroom, bisa diberikan reward sederhana berupa umpan balik bisa berupa simbol nilai 100 atau kata-kata pujian seperti, ‘Kamu hebat tetap semangat ya’, ‘Anak –anak memang cerdas’, atau yang lain.

Ketujuh, melakukan evaluasi pembelajaran. Evaluasi pembelajaran sebaiknya dilakukan setelah subtema selesai diilakukan, dengan bentuk yang sesuai dan tidak memberatkan siswa.

Selain kiat tersebut di atas, perlu juga seorang guru memiliki strategi lain dalam melakukan dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan produktif saat pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi. Misalnya,ciptakan suasana yang menyenangkan, gunakan media yang bervariasi dan nyata, pengaturan waktu pembelajaran, pemberian reward,  dan memenuhi hak anak untuk bermain. Orangtua harus memberikan kesempatan anak bermain, bermain dalam proses belajar PJJ merupakan pengganti waktu istirahat ketika belajar di sekolah.

Kita perlu memberikan waktu tersebut, karena kemampuan otak untuk merespon pelajaran memiliki keterbatasan dan bermain merupakan relaksasai otak dalam menerima pelajaran.**

*Penulis adalah Guru SDN 50 Pontianak Barat.

Most Read

Artikel Terbaru

/