
Oleh: Feira Budiarsyah Arief*
Setelah menyelesaikan umrah wajib sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji, ribuan jemaah haji Indonesia, termasuk asal Kalimantan Barat, biasanya memanfaatkan masa tunggu menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) dengan memperbanyak ibadah di Kota Suci Makkah. Salah satu amalan yang banyak dilakukan adalah melaksanakan umrah sunah.
Bagi jemaah haji gelombang pertama yang datang melalui Madinah, pelaksanaan umrah wajib diawali dengan mengambil miqat di Bir Ali atau Zulhulaifah sebelum bertolak menuju Makkah. Sementara itu, jemaah gelombang kedua yang langsung menuju Makkah dari Tanah Air mengambil niat ihram di dalam pesawat saat melintasi kawasan Yalamlam sebelum mendarat di Jeddah.
Aktivitas Ibadah di Masjidil Haram
Setelah umrah wajib selesai dilaksanakan, suasana Kota Makkah biasanya dipenuhi aktivitas ibadah para jemaah. Selain memperbanyak tawaf, membaca Al-Qur’an, dan beriktikaf di Masjidil Haram, tidak sedikit pula yang kembali melaksanakan umrah sunah, baik untuk diri sendiri maupun sebagai badal atau hadiah pahala bagi orang tua, keluarga, saudara, hingga kerabat yang telah meninggal dunia.
Di kalangan jemaah Indonesia, perjalanan menuju Tan’im atau yang lebih dikenal dengan Masjid Siti Aisyah menjadi pemandangan yang hampir setiap hari terlihat. Tempat ini merupakan lokasi miqat paling populer bagi jemaah yang hendak melaksanakan umrah sunah selama berada di Makkah.
Masjid yang berada sekitar tujuh kilometer dari Masjidil Haram itu memiliki sejarah panjang dalam perjalanan ibadah umat Islam. Tempat tersebut dikenal sebagai lokasi Sayyidah Aisyah RA mengambil miqat umrah atas arahan Rasulullah SAW setelah Haji Wada. Karena itu, hingga kini Tan’im menjadi lokasi favorit jemaah untuk memulai ihram umrah sunah.
Rute dan Biaya Perjalanan ke Tan’im
Biasanya, jemaah berangkat menuju Tan’im menggunakan bus, taksi, maupun kendaraan sewaan bersama rombongan. Untuk tahun 2026, biaya taksi berkisar 10–20 riyal per orang dari hotel ke Tan’im, dengan layanan antar kembali ke Masjidil Haram atau ke hotel, kemudian melanjutkan ke Masjidil Haram menggunakan Bus Shalawat.
Alternatif lain, jemaah dapat menggunakan Bus Shalawat ke Terminal Syib Amir, lalu melanjutkan perjalanan dengan bus menuju Tan’im pulang-pergi dengan tarif sekitar 4 riyal.
Setibanya di Tan’im, umumnya jemaah melakukan salat sunah setelah mandi atau berwudu serta berganti pakaian ihram yang telah dipersiapkan di hotel. Setelah itu, talbiyah mulai dikumandangkan sepanjang perjalanan kembali menuju Masjidil Haram.
“Labbaikallahumma labbaik…” menjadi lantunan yang terus terdengar dari bibir para tamu Allah. Suasana haru dan khusyuk begitu terasa, terlebih bagi jemaah yang berniat menghadiahkan pahala umrah kepada orang tua atau keluarga tercinta.



