Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

MPLS Ramah sebagai Momentum Mengawali Perjalanan Belajar

R
Penulis: Rafael B. Junior❯
Nuraiman, S. Pd., M. Pd.
Nuraiman, S. Pd., M. Pd.

Advertisement

Oleh: Nuraiman, S. Pd., M. Pd.*

AWAL tahun ajaran bukan sekadar pergantian kalender akademik, melainkan awal perjalanan belajar yang baru bagi setiap murid. Momen ini selalu membawa harapan, semangat, sekaligus tantangan baru. Setiap murid berhak mengawalinya dengan kesiapan, rasa percaya diri, dan pengalaman belajar yang bermakna sebagai bekal untuk menjalani satu tahun ke depan.

Semangat tersebut dihadirkan melalui MPLS Ramah 2026. Selama lima hari, sekolah didorong menciptakan pengalaman awal yang aman, nyaman, menyenangkan, dan memuliakan setiap murid. Ada satu peluang yang layak dimanfaatkan sekolah. Pekan pertama sekolah sebagai momentum bagi seluruh murid untuk mengawali perjalanan belajar dengan lebih siap.

Advertisement

Selama ini, perhatian sekolah pada awal tahun ajaran lebih banyak tertuju kepada murid baru. Hal itu tentu wajar karena mereka memerlukan pendampingan untuk mengenal lingkungan sekolah, budaya belajar, tata tertib, hingga warga sekolah. Namun, di tengah berbagai persiapan tersebut, kegiatan bagi murid yang naik kelas sering kali belum dirancang secara khusus.

Ketika guru disibukkan menjadi panitia MPLS, tidak jarang murid kelas atas menjalani hari-hari pertama sekolah tanpa aktivitas yang benar-benar dirancang untuk mereka. Ada yang belajar mandiri, mengerjakan tugas sederhana, atau sekadar menunggu hingga jam pelajaran berakhir. Padahal, momen tersebut merupakan kesempatan yang sangat baik untuk membangun kembali semangat belajar mereka.

Naik kelas berarti memasuki jenjang yang lebih tinggi. Murid akan menghadapi materi yang lebih kompleks, tanggung jawab belajar yang lebih besar, target akademik yang semakin menantang, serta dinamika pergaulan yang terus berkembang. Mereka memang tidak memasuki sekolah baru, tetapi sedang memasuki fase belajar yang baru.

Advertisement

Awal tahun ajaran perlu dipandang sebagai masa transisi bagi seluruh murid. Murid baru membutuhkan pendampingan untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Murid yang naik kelas membutuhkan motivasi untuk membangun kembali semangat belajar, menata tujuan, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan pada jenjang berikutnya. Kedua langkah tersebut hadir untuk memastikan setiap murid mengawali perjalanan belajar dengan kesiapan yang sama.

Kegiatan yang dipilih tidak harus menggunakan sarana mewah ataupun anggaran yang besar. Sekolah hanya perlu merancang MPLS secara matang bagi murid baru. Begitu pun untuk murid yang melanjutkan ke kelas berikutnya. Dengan demikian, tidak ada kelas yang mengalami kekosongan kegiatan selama lima hari.

Kegiatan tersebut tidak harus langsung diisi dengan materi pelajaran. Guru dapat mengajak murid merefleksikan pengalaman belajar selama tahun sebelumnya. Apa yang sudah berhasil? Apa yang masih perlu diperbaiki? Dari refleksi tersebut, murid menyusun target belajar yang ingin dicapai pada semester yang akan datang. Guru juga dapat memfasilitasi diskusi tentang kejujuran, tanggung jawab, dan etika bermedia digital. Kegiatan lain yang dapat dilakukan adalah proyek sederhana yang melatih kerja sama, kepedulian terhadap lingkungan sekolah, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap kelas dan sekolah.

Sekolah juga dapat melibatkan murid kelas atas sebagai kakak pendamping bagi murid baru. Mereka dapat membantu mengenalkan budaya sekolah, mendampingi proses adaptasi, atau menjadi tempat bertanya ketika murid baru menghadapi kesulitan. Seluruh kegiatan tersebut tentu berlangsung dalam pendampingan dan pengawasan guru. Interaksi yang terjalin pun tetap positif, aman, dan memberi pengalaman yang bermakna bagi kedua belah pihak. Murid kelas atas belajar menjadi teladan. Murid baru pun memiliki teman yang membuat mereka merasa diterima, lebih aman, dan lebih percaya diri. Pendekatan seperti ini membantu membangun budaya sekolah yang positif sekaligus menjadi salah satu upaya mencegah perundungan.

Advertisement

Artikel Terkait

Bunda PAUD Pontianak Pastikan MPLS Ramah Anak, Dorong Siswa Miliki KIA

Bunda PAUD Pontianak Pastikan MPLS Ramah Anak, Dorong Siswa Miliki KIA

Bunda PAUD Pontianak memastikan MPLS berlangsung ramah anak sekaligus mendorong kepemilikan KIA untuk menjamin akses layanan publik.

MPLS SD Mujahidin Pontianak Makin Seru, 500 Siswa Belajar Robotika lewat Demo Robot dan Drone Soccer

MPLS SD Mujahidin Pontianak Makin Seru, 500 Siswa Belajar Robotika lewat Demo Robot dan Drone Soccer

Robotiku mengenalkan robotika kepada 500 siswa SD Mujahidin Pontianak lewat demo RoboSoccer dan Drone Soccer saat MPLS.

Disdik Singkawang Minta MPLS 2026 Jadi Awal Sekolah Bahagia dan Bebas Perundungan

Disdik Singkawang Minta MPLS 2026 Jadi Awal Sekolah Bahagia dan Bebas Perundungan

Disdik Singkawang minta MPLS 2026 menjadi awal sekolah bahagia, bebas bullying, kekerasan, dan pungli.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer