Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Panggung Politik Dunia pada World Cup 2026

H
Penulis: Hanif PP❯
Suasana tribun Stadion MetLife, New Jersey menjelang final Piala Dunia FIFA 2026 antara Argentina dan Spanyol. Tingginya antusiasme membuat harga tiket pertandingan melonjak hingga Rp1,14 miliar di pasar penjualan kembali. FOTO: FIFA
Suasana tribun Stadion MetLife, New Jersey menjelang final Piala Dunia FIFA 2026 antara Argentina dan Spanyol. Tingginya antusiasme membuat harga tiket pertandingan melonjak hingga Rp1,14 miliar di pasar penjualan kembali. FOTO: FIFA

Advertisement

Oleh: Ya’Asurandi*

DALAM dunia politik yang penuh drama, Teori Panggung Politik Erving Goffman, yang kemudian dikenal sebagai dramaturgi, menganalogikan interaksi politik sebagai sebuah panggung teater. Ada panggung depan sebagai tempat pencitraan publik dan panggung belakang sebagai realitas privat, yakni ruang rahasia para politisi.

Berdasarkan data FIFA, sebanyak 6.810.966 orang menyaksikan langsung pertandingan Piala Dunia 2026 di stadion. Dengan total 104 pertandingan, rata-rata jumlah penonton mencapai 65.490 orang per laga. Sementara itu, laga final di Stadion MetLife dihadiri 80.633 penonton, sedangkan negara pemegang hak siar Piala Dunia 2026 berjumlah 175 negara. Tentunya, ini merupakan panggung yang sangat besar dan penuh kemilau sorot kamera. Bagi kalangan politisi, kesempatan seperti ini sangat disayangkan apabila tidak dimanfaatkan secara maksimal. Mari kita analisis lebih dalam.

Advertisement

Selama ini FIFA menegaskan bahwa sepak bola harus terlepas dari intervensi politik. Namun, realitas menunjukkan bahwa batas antara olahraga dan politik semakin sulit dipisahkan. Banyak hal yang terjadi patut kita amati. Biasanya, trofi Piala Dunia hanya diserahkan oleh Presiden FIFA. Akan tetapi, pada Piala Dunia 2026 prosesi tersebut terasa tidak biasa karena presiden negara tempat penyelenggaraan partai final turut menyerahkan langsung trofi kepada sang juara.

Bukan Donald Trump namanya jika tidak menghadirkan kontroversi. Pada prosesi penyerahan trofi, Trump bersama Presiden FIFA Gianni Infantino menyerahkan trofi kepada kapten Spanyol, Rodri. Sebelumnya, Trump membantu Presiden FIFA memasangkan medali kepada para pemain Argentina dan Spanyol. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum serta Perdana Menteri Kanada Mark Carney, sebagai wakil negara-negara tuan rumah bersama Amerika Serikat pada Piala Dunia 2026, hanya berdiri di sebelah kiri Trump dan berjabat tangan dengan para pemain. Yang menjadi sorotan, setelah penyerahan trofi selesai, Trump tetap bersikeras berada di podium dan berdiri di samping para pemain Spanyol yang sedang merayakan kemenangan dengan mengangkat trofi juara.

Dapat dibayangkan betapa muaknya sebagian penonton. Bahkan, sebelum prosesi penyerahan trofi dimulai, ketika Trump berjalan menuju panggung, penonton sudah bersorak meneriakinya. Laporan Gedung Putih bahkan mencatat tingkat kebisingan stadion meningkat dari 78 desibel menjadi 84 desibel pada saat itu. Apalagi setelah melihat sikap Trump selama dan setelah prosesi penyerahan trofi juara tersebut.

Advertisement

Masyarakat dunia terbelah pada final Piala Dunia kali ini. Kampanye dukungan kepada Palestina maupun Israel dilakukan secara masif. Bahkan, narasi yang berkembang menjadi liar dengan mengklaim bahwa mendukung Argentina berarti mendukung Zionis, sedangkan mendukung Spanyol berarti mendukung Palestina. Padahal, dukungan kepada klub maupun tim nasional sepak bola sering kali jauh dari urusan politik.

Namun, pada Piala Dunia 2026, persoalan dukung-mendukung menjadi tidak sesederhana itu. Sepak bola adalah olahraga yang semestinya menjadi hiburan. Akan tetapi, ketika aspirasi politik dibungkam, keadilan dianaktirikan, serta mereka yang tertindas dan terzalimi kehilangan ruang untuk menyuarakan perlawanan, sepak bola menjadi panggung politik yang tepat untuk menyampaikan pesan keadilan karena merupakan olahraga paling populer di dunia.

Menilik ke belakang menjelang final Piala Dunia 2026, Duta Besar Argentina untuk Israel, Axel Wahnish, memamerkan video dirinya saat memberikan hadiah berupa jersey resmi tim Lionel Messi dan kawan-kawan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Hadiah tersebut diberikan sebagai ucapan terima kasih atas dukungan Netanyahu kepada Argentina untuk menjadi juara Piala Dunia 2026. Hal ini tentu menarik perhatian publik karena tidak berkaitan langsung dengan Lionel Messi. Netanyahu sendiri menegaskan bahwa dirinya mendukung Argentina karena Presiden Javier Milei. Menurutnya, Milei merupakan teman sejati, sahabat yang hebat, sekaligus salah satu pendukung terbesar Israel. Tentunya, Netanyahu berharap apabila Argentina menjuarai Piala Dunia 2026, Partai Likud dan dirinya tetap populer serta mampu menjaga elektabilitas menjelang Pemilu Israel pada Oktober 2026.

Pemerintah Argentina di bawah Presiden Javier Milei menjadikan Israel sebagai sekutu utama. Hal ini didorong oleh kedekatan ideologis dan persahabatan pribadi antara Javier Milei dan Benjamin Netanyahu. Hubungan diplomatik Israel dan Argentina sebenarnya telah dimulai sejak 1949, hanya setahun setelah Israel mendeklarasikan kemerdekaannya sebagai negara.

Advertisement

Artikel Terkait

Ribuan Warga Padati Kantor Gubernur Kalbar untuk Nobar Final Piala Dunia 2026, Spanyol Raih Gelar Juara

Ribuan Warga Padati Kantor Gubernur Kalbar untuk Nobar Final Piala Dunia 2026, Spanyol Raih Gelar Juara

Ribuan warga memadati Kantor Gubernur Kalbar untuk nobar final Piala Dunia 2026, Spanyol juara usai kalahkan Argentina.

Ferran Torres: Takdir Memang Menuliskan Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Ferran Torres: Takdir Memang Menuliskan Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Ferran Torres menyebut takdir telah menuliskan Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Argentina 1-0.

Golden Ball untuk Rodri, Spanyol Jadi Raja Penghargaan Piala Dunia 2026

Golden Ball untuk Rodri, Spanyol Jadi Raja Penghargaan Piala Dunia 2026

Rodri memimpin dominasi Spanyol di Piala Dunia 2026 dengan meraih Golden Ball, sementara La Roja memborong tiga penghargaan individu.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer