Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kampung dan Jejak Awal Pertumbuhan Si Kritis

H
Penulis: Hanif❯
Muhamad Radjab
Muhamad Radjab

Advertisement

Judul                : Semasa Kecil di Kampung

Penulis             : Muhamad Radjab

Penerbit          : Balai Pustaka & Kepustakaan Populer Gramedia

Advertisement

Cetakan           : Pertama, 2019

Tebal               : 230 halaman

ISBN                : 978-602-481-294-2

Advertisement

PENGALAMAN masa kecil kerap identik dengan aktivitas bermain dan melakukan hal-hal yang menyenangkan. Kenangan bermain sepak bola dengan teman, mandi di sungai, dan mengaji di masjid adalah sedikit dari pengalaman masa kanak-kanak yang sering kali diceritakan orang dewasa. Kendati banyak hal masa silam yang diceritakan, namun sebagian orang belum tentu menyadari bahwa pengalaman tersebut turut andil membentuk kepribadian dan cara pandang seseorang terhadap kehidupan.

Demikianlah yang ditulis Muhamad Radjab dalam buku Semasa Kecil di Kampung. Buku ini ditulis dalam bentuk autobiografi. Dalam tulisannya, Muhamad Radjab menceritakan dengan baik berbagai pengalamannya ketika menjalani masa kanak-kanak di lingkungan kampung. Ia menggambarkan lingkungan alam dan sosial Minangkabau dengan baik.

Dalam melukiskan sosoknya, Muhamad Radjab—yang dalam buku autobiografi tersebut dinamai Rijal—menyebut dirinya sebagai “Anak Danau Singkarak”. Sebutan tersebut sekaligus menjadi judul pertama dalam buku ini. Julukan tersebut digunakan penulis sebab ia dilahirkan di kampung Sumpur yang berada di ujung utara Danau Singkarak.  Kampung ini berada di lembah hijau di antara bukit barisan. Di tengahnya terbentang sawah luas, sementara rumah-rumah penduduk dikelilingi pepohonan dan rumah adat yang beratap tinggi.

Rijal dilahirkan pada pertengahan tahun 1913, saat penyakit kolera menjangkiti di seluruh daerah Minangkabau. Sejak kecil Rijal hidup dengan kondisi yang sederhana. Ia menyebut dirinya bukan termasuk golongan hartawan. Ayahnya bukan termasuk orang yang kaya raya di kampung Sumpur. Kalau anak hartawan uang sakunya bisa sampai setalen (25 sen), Rijal hanya diberi uang sebenggol (dua setengah sen).

Advertisement

Artikel Terkait

Edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan Buktikan Tingkatkan Pengetahuan Ibu Hamil di Pontianak

Edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan Buktikan Tingkatkan Pengetahuan Ibu Hamil di Pontianak

Edukasi 1000 HPK Poltekkes Pontianak meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang faktor dan pencegahan stunting di Saigon.

Kebun Raya Banua Kalsel Perkuat Riset Tanaman Obat Lokal lewat Eksplorasi di Tanah Bumbu dan Kajian Ilmiah Berbasis Pengetahuan Tradisional

Kebun Raya Banua Kalsel Perkuat Riset Tanaman Obat Lokal lewat Eksplorasi di Tanah Bumbu dan Kajian Ilmiah Berbasis Pengetahuan Tradisional

Kebun Raya Banua meneliti tanaman obat khas Kalimantan Selatan dengan menggali pengetahuan lokal masyarakat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer