alexametrics
31 C
Pontianak
Thursday, June 30, 2022

Esensialitas Pendidikan Profesi Guru Matematika

Oleh: Mohamad Rif’at & Heriyanto

LAPORAN hasil Uji Kompetensi Pendidikan Profei Guru (UKMPPG) Tahun 2020 antara lain bahwa yang lulus untuk bidang studi pendidikan matematika 5,56 persen, yakni lulus 2 dari 36 peserta. Hasil tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.

Sumber: Publikasi dari Prodi Pendidikan Matematika

Memang perlu ditelusuri semua proses yang dilaksanakan. Jika dilihat dari aspek bahan penilaian, kompetensi yang diukur adalah mengenai penguasaan konsep esensial dalam rangka pengembangan profesi. Isinya mencakup keseluruhan praktek pendidikan untuk merangsang berbagai keterampilan profesional dan bagaimana menyediakan pembelajaran yang didasarkan pada harapan yang cocok untuk profesi guru matematika. Apa yang dapat kita disikusikan?

Pertama, bahwa cakupan keterampilan dasar profesi guru memuat keseluruhan standar nasional pendidikan, masing-masing terdiri atas dua bagian inti, yakni penguasaan mengenai pernyataan standar dan pernyataan deskriptif. Pernyataan standar secara luas memuat dan menentukan keterampilan dasar bagi guru dan mereka perlu mengetahuinya, sedangkan pernyataan deskriptif adalah yang menggambarkan secara luas dan mendalam mengenai jenis-jenis pengetahuan dan keterampilan sebagai standar.

Permasalahan UKMPPG terletak pada penumbuhan aspek kelancaran dalam pendidikan profesi guru matematika, yang mencakup kompetensi logika dan membangun relasi melalui penalaran. Misalnya kompetensi number sense untuk menyelesaikan masalah, kemampuan menafsirkan, menarik kesimpulan, dan menyusun prediksi berbasis simulasi dan teori.

Prinsippengembangannya adalah kemampuan berpikir untuk menyelesaikan masalah. Prinsip tersebut dirancang agar guru matematika mampu menganalisis situasi masalah, menyusun informasi dan memilih strategi untuk menyelesaikan masalah. Ukuran tersebut adalah sesuai standar nasional pendidikan yang mensyaratkan demonstrasi melek kuantitatif dan kualitatif untuk menyelesaikan masalah.

Selain itu, jangan pernah dilupakan aspek Pengembangan Keterampilan dan Sikap, yang mencakup kemampuan menggunakan gagasan dan pengamatan untuk membuat prediksi atau mengidentifikasi solusi, merancang suatu pengujian, mengajukan pertanyaan terkait belajar dan mengajar matematika, dan memprediksi pertanyaan untuk membuat matematika mudah dan menyenangkan.

Kemampuan yang dituntut adalah memadukan gagasan untuk membuat prediksi atau untuk mengidentifikasi solusi mungkin dalam suatu kegiatan belajar serta mengajar, termasuk merancang tes atau pengujian, percobaan sederhana, survei dengan spesifikasi tertentu. Secara umum, diperlukan kompetensi pemrolehan informasi, kemampuan mengolah dan menginterpretasi, menyusun laporan, pemahaman kontekstual, pengembangan keterampilan dan sikap belajar melalui mata pelajaran matematika. Permasalahannya adalah: (1) bagaimana mencapainya; (2) apa pengalaman yang diberikan; dan (3) apa yang dinilai.

Pencapaian kompetensi untuk profesi guru matematika antara lain adalah berbagi dan membandingkan gagasan, menggali dan mengusulkan konsep, menyelidiki kegunaan atau manfaat konsep yang dikenal, menggunakan berbagai metode untuk menyelidiki gagasan, menyelidiki dan menggambarkan bagaimana konsep bekerja, menyelidiki cara konsep dikembangkan, mengenal dan membuat keputusan tentang suatu hasil, menyelidiki contoh-contoh dan mengaitkannya dengan gagasan ilmiah, menyelidiki akibat atau penemuan ilmiah, merencanakan dan mencoba, menghubungkan berbagai penafsiran atau pemikiran, menjelaskan berbagai budaya, menggunakan pengetahuan untuk mengidentifikasi dan menggambarkan berbagai contoh pengetahuan, dan memahami karakteristik tentang suatu konsep, prinsip, hukum, dan lainnya.

Pengalaman belajar dalam pendidikan profesi guru mencakup kemampuan: menggambarkan suatu konsep atau informasi, menggali bagaimana suatu konsep digunakan, bertukar gagasan, membuat catatan tentang gagasan, menggambar, memikirkan, merancang, dan membuat sesuatu, mendengarkan cerita tentang seseorang penemu, menghargai peran orang dalam suatu perkembangan ilmu pengetahuan, mengunjungi tempat-tempat yang dapat dijadikan sebagai pengalaman belajar, menyelidiki, merancang, dan mengkonstruksi sifat-sifat, hukum-hukum, dan lainnya untuk menggambarkan prinsip-prinsip penggunaannya dalam berbagai kegiatan, menyelidiki berbagai peristiwa dan kejadian dan bagaimana menjelaskan serta menggunakannya, mencobakan suatu kegiatan dengan bereksperimentasi, dan meneliti dan menulis suatu studi kasus tentang konsep tertentu.

Baca Juga :  Kembangkan Karakter dan Potensi Peserta Didik

Penilaian yang dilakukan berkenaan dengan kemampuan atau pengetahuan mengenai: konsep atau gagasan, sewaktu menerangkan atau menjelaskan,mengamati perubahan-perubahan, pengetahuan yang muncul dari jawaban atas suatu masalah, pengembangan konsep dan aplikasinya, melakukan penyelidikan, akibat-akibat dari berbagai peristiwa atau kejadian, melakukan pengukuran,mengenal berbagai simpulan, berbagai pengetahuan dan informasi, merencanakan suatu kegiatan, mencobakan suatu penyelidikan, menghubungkan hasil terhadap gagasan, pengembangan berbagai konsep dan pengetahuan, menggunakan pengetahuan, menempatkan dan menyusun informasi, melakukan replikasi atas hasil-hasil, merancang dan melakukan percobaan, menggambarkan peran dari pengetahuan, dan meneliti informasi.

Keterampilan dasar profesi guru tersebut berkaitan dengan pemahaman dan pengetahuan tentang konsep esensial profesi untuk kepentingan pendidikan dan pengajaran. Keterampilan dasar perlu ditampakkan secara nyata adalah umum dan khusus dari konsep esensial profesi guru. Keterampilan dasar umum mencakup: kecakapan mengenal diri, kecakapan sosial, dan berpikir rasional.

Kecakapan mengenal diri merupakan kompetensi inti pertama, yakni kecerdasan spiritual dan emosional. Pendidikan profesi guru seharusnya adalah mengembangkan fleksibilitas dan kreativitas dalam menerapkan gagasan dan teknik-teknik pada masalah baru yang muncul dalam kehidupan sehari-hari, dan mengembangkan kemampuan dalamm erefleksikan secara kritis terhadap metode-metode yang dipilih.

Dalam kompetensi tersebut, perlu dibangun kecakapan sosial atau literasi humanistic, sekurang-kurangnya memmuat kompetensi komunikasi dan kolaborasi. Isi program pendidikan yang terkait kompetensi komunikasi adalah  mengembangkan keterampilan dan kepercayaan diri untuk menggunakan bahasa sendiri, dan bahasa pengetahuan guna mengungkapkan gagasan dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan membuat interpretasi atas sajian pengetahuan tertulis. Inilah yang kemudian (secara bersamaan) memunculkan kemampuan kolaborasi dimana peserta menjadi partisipan efektif dalam tim penyelesai masalah, belajar mengungkapkan gagasan, mendengar serta merespon gagasan yang muncul dan berkembang.

Program tersebut agar dikemas sehingga muncul kecakapan berpikir rasional. Termasuk kecakapan ini adalah dalam mencari informasi, memroses informasi dan membuat simpulan, serta kemampuan problem-solving yang kreatif. Dalam hal mencari informasi, isi program profesi guru adalah yang menjadikan peserta sebagai pengguna percaya diri dan berkemampuan dalam teknologi informasi pada konteks mata pelajaran matematika.

Mereka harus dapat mengembangkan keterampilan menyajikan dan menilai secara kritis berbagai argumen dan komputasi, menggunakan matematika melalui pengalaman belajar menurut tahapan kebenaran pengetahuan. Inilah yang kemudian memunculkan kemampuan problem-solving yang kreatif, yakni mampu mengembangkan karakteristik berpikir (logis dan sistematis) serta menerapkannya dalam matematika dan konteks lain.

Baca Juga :  Metode Pencegahan Narkoba Bagi Pelajar di 2021

Keterampilan dasar khusus dalam konsep pendidikan profesi guru mencakup kecakapan akademik dan vokasi. Kecakapan akademik terdiri atas posing problem, pengembangan keterampilan, alat-alat belajar, kemampuan dalam strategi penyelesaian masalah, konstruksi peta pengatahuan, representasi, interpretasi, eksplanasi, dan kemampuan kooperasi.

Posing problem diarahkan pada kebutuhan atau keinginan masing-masing peserta, adanya sumbangan pemikiran untuk dilakukan investigasi, adanya pradiksi hasil-hasil melalui inkueri dan problem based learning, adanya refleksi atas hasil kerja, dan evaluasi kritis hasil kerja masing-masing.

Pengembangan keterampilan adalah dalam merencanakan secara efektif melalui identifikasi tugas dan kegiatan, penggunaan alat, negosiasi, dan mengikuti seperangkat petunjuk. Kompetensi yang terkait peralatan belajar adalah untuk memilih dan menggunakan alat dan sumber-sumber belajar yang sesuai (kalkulator, komputer, dan benda-benda sehari-hari). Peserta pendidikan profesi harus dapat menggunakan dan memodifikasi strategi penyelesaian masalah, menggambarkan pengetahuan dan keterampilan dari serentang konten area yang berbeda, mengklasifikasi dan menginterpretasi informasi.

Inilah yang dinamakan kemampuan representasi, yang juga mencakup kemampuan mengenal dan bekerja dengan pola dalam berbagai bentuk dan konteks, mencatat menggunakan kata-kata, gambar, dan material nyata, dan menyajikan gagasan kepada orang lain. Semuanya tentu saja memerlukan eksplanasi, yakni menerangkan, membincangkan, dan menyajikan argumen-argumen. Oleh karena itu, program pendidikan tersebut menguatkan bekerja secara kooperatif (mendengarkan dan membangun gagasan).

Kecakapan vokasional sangat penting dalam pendidikan profesi guru (perhatikan kegiatan PPL atau PLP atau KKM atau workshop sejenis). Secara umum, kecapakan vokasional ini sangat berkatan (saling kait mengait) dengan bidang pekerjaan (karir) dalam masyarakat. Apa yang masyarakat butuhkan pada keterampilan peserta pendidikan profesi guru?

Menurut pemahaman dan pengalaman penulis, kompetensi yang diharapkan adalah dalam menyusun basis-basis data, dapat menganalisis secara sederhana berbagai bentuk penyajian data dan informasi, mampu mendidik siswa atau mengajar masyarakat yang berpendidikan lebih rendah atau sama, memiliki keterampian dalam merancang model dan pola (graphical design), mampu melakukan kegiatan pengukuran atau membantu juru-juru ukur, terampil dalam urusan matematika keuangan dan ekonomi, mampu menyajikan informasi yang diperlukan masyarakat, dapat memberikan pertimbangan dan argumentasi logis terhadap problema dalam masyarakat, mampu merancang dan membuat alat-alat peraga, dapat menjadi guru atau guru bantu atau pembantu guru, mampu dan terampil menjalankan atau mengelola suatu usaha, memiliki pemahaman dan keterampilan menggunakan rumus-rumus aplikasi untuk kehidupan sehari-hari, menjadi designer sederhana, juru hitung dari berbagai jenis usaha dalam masyarakat, mampu membaca dengan paham berbagai manual dari berbagai produk teknologi, serta dapat menganalisis data dari dan dengan menggunakan komputer.

Apakah uraian singkat tersebut sudah di jalan selama ini dalam pendidikan profesi guru? Penulis percaya bahwa hal itu sudah sesuai pedoman yang digunakan. Selain itu, penulis juga mempercayai tentang pelaksanaannya. Memang, capaian hasil sebagaimana pada tabel di atas masih terbuka dibincangkan dan dikaji atau dievaluasi. Semoga tulisan ini bermanfaat, terima kasih.**

*Penulis, Dosen Prodi Pendidikan Matematika, FKIP Untan.

Oleh: Mohamad Rif’at & Heriyanto

LAPORAN hasil Uji Kompetensi Pendidikan Profei Guru (UKMPPG) Tahun 2020 antara lain bahwa yang lulus untuk bidang studi pendidikan matematika 5,56 persen, yakni lulus 2 dari 36 peserta. Hasil tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.

Sumber: Publikasi dari Prodi Pendidikan Matematika

Memang perlu ditelusuri semua proses yang dilaksanakan. Jika dilihat dari aspek bahan penilaian, kompetensi yang diukur adalah mengenai penguasaan konsep esensial dalam rangka pengembangan profesi. Isinya mencakup keseluruhan praktek pendidikan untuk merangsang berbagai keterampilan profesional dan bagaimana menyediakan pembelajaran yang didasarkan pada harapan yang cocok untuk profesi guru matematika. Apa yang dapat kita disikusikan?

Pertama, bahwa cakupan keterampilan dasar profesi guru memuat keseluruhan standar nasional pendidikan, masing-masing terdiri atas dua bagian inti, yakni penguasaan mengenai pernyataan standar dan pernyataan deskriptif. Pernyataan standar secara luas memuat dan menentukan keterampilan dasar bagi guru dan mereka perlu mengetahuinya, sedangkan pernyataan deskriptif adalah yang menggambarkan secara luas dan mendalam mengenai jenis-jenis pengetahuan dan keterampilan sebagai standar.

Permasalahan UKMPPG terletak pada penumbuhan aspek kelancaran dalam pendidikan profesi guru matematika, yang mencakup kompetensi logika dan membangun relasi melalui penalaran. Misalnya kompetensi number sense untuk menyelesaikan masalah, kemampuan menafsirkan, menarik kesimpulan, dan menyusun prediksi berbasis simulasi dan teori.

Prinsippengembangannya adalah kemampuan berpikir untuk menyelesaikan masalah. Prinsip tersebut dirancang agar guru matematika mampu menganalisis situasi masalah, menyusun informasi dan memilih strategi untuk menyelesaikan masalah. Ukuran tersebut adalah sesuai standar nasional pendidikan yang mensyaratkan demonstrasi melek kuantitatif dan kualitatif untuk menyelesaikan masalah.

Selain itu, jangan pernah dilupakan aspek Pengembangan Keterampilan dan Sikap, yang mencakup kemampuan menggunakan gagasan dan pengamatan untuk membuat prediksi atau mengidentifikasi solusi, merancang suatu pengujian, mengajukan pertanyaan terkait belajar dan mengajar matematika, dan memprediksi pertanyaan untuk membuat matematika mudah dan menyenangkan.

Kemampuan yang dituntut adalah memadukan gagasan untuk membuat prediksi atau untuk mengidentifikasi solusi mungkin dalam suatu kegiatan belajar serta mengajar, termasuk merancang tes atau pengujian, percobaan sederhana, survei dengan spesifikasi tertentu. Secara umum, diperlukan kompetensi pemrolehan informasi, kemampuan mengolah dan menginterpretasi, menyusun laporan, pemahaman kontekstual, pengembangan keterampilan dan sikap belajar melalui mata pelajaran matematika. Permasalahannya adalah: (1) bagaimana mencapainya; (2) apa pengalaman yang diberikan; dan (3) apa yang dinilai.

Pencapaian kompetensi untuk profesi guru matematika antara lain adalah berbagi dan membandingkan gagasan, menggali dan mengusulkan konsep, menyelidiki kegunaan atau manfaat konsep yang dikenal, menggunakan berbagai metode untuk menyelidiki gagasan, menyelidiki dan menggambarkan bagaimana konsep bekerja, menyelidiki cara konsep dikembangkan, mengenal dan membuat keputusan tentang suatu hasil, menyelidiki contoh-contoh dan mengaitkannya dengan gagasan ilmiah, menyelidiki akibat atau penemuan ilmiah, merencanakan dan mencoba, menghubungkan berbagai penafsiran atau pemikiran, menjelaskan berbagai budaya, menggunakan pengetahuan untuk mengidentifikasi dan menggambarkan berbagai contoh pengetahuan, dan memahami karakteristik tentang suatu konsep, prinsip, hukum, dan lainnya.

Pengalaman belajar dalam pendidikan profesi guru mencakup kemampuan: menggambarkan suatu konsep atau informasi, menggali bagaimana suatu konsep digunakan, bertukar gagasan, membuat catatan tentang gagasan, menggambar, memikirkan, merancang, dan membuat sesuatu, mendengarkan cerita tentang seseorang penemu, menghargai peran orang dalam suatu perkembangan ilmu pengetahuan, mengunjungi tempat-tempat yang dapat dijadikan sebagai pengalaman belajar, menyelidiki, merancang, dan mengkonstruksi sifat-sifat, hukum-hukum, dan lainnya untuk menggambarkan prinsip-prinsip penggunaannya dalam berbagai kegiatan, menyelidiki berbagai peristiwa dan kejadian dan bagaimana menjelaskan serta menggunakannya, mencobakan suatu kegiatan dengan bereksperimentasi, dan meneliti dan menulis suatu studi kasus tentang konsep tertentu.

Baca Juga :  Pemanfaatan Dana Desa Bagi Kesejahteraan Masyarakat

Penilaian yang dilakukan berkenaan dengan kemampuan atau pengetahuan mengenai: konsep atau gagasan, sewaktu menerangkan atau menjelaskan,mengamati perubahan-perubahan, pengetahuan yang muncul dari jawaban atas suatu masalah, pengembangan konsep dan aplikasinya, melakukan penyelidikan, akibat-akibat dari berbagai peristiwa atau kejadian, melakukan pengukuran,mengenal berbagai simpulan, berbagai pengetahuan dan informasi, merencanakan suatu kegiatan, mencobakan suatu penyelidikan, menghubungkan hasil terhadap gagasan, pengembangan berbagai konsep dan pengetahuan, menggunakan pengetahuan, menempatkan dan menyusun informasi, melakukan replikasi atas hasil-hasil, merancang dan melakukan percobaan, menggambarkan peran dari pengetahuan, dan meneliti informasi.

Keterampilan dasar profesi guru tersebut berkaitan dengan pemahaman dan pengetahuan tentang konsep esensial profesi untuk kepentingan pendidikan dan pengajaran. Keterampilan dasar perlu ditampakkan secara nyata adalah umum dan khusus dari konsep esensial profesi guru. Keterampilan dasar umum mencakup: kecakapan mengenal diri, kecakapan sosial, dan berpikir rasional.

Kecakapan mengenal diri merupakan kompetensi inti pertama, yakni kecerdasan spiritual dan emosional. Pendidikan profesi guru seharusnya adalah mengembangkan fleksibilitas dan kreativitas dalam menerapkan gagasan dan teknik-teknik pada masalah baru yang muncul dalam kehidupan sehari-hari, dan mengembangkan kemampuan dalamm erefleksikan secara kritis terhadap metode-metode yang dipilih.

Dalam kompetensi tersebut, perlu dibangun kecakapan sosial atau literasi humanistic, sekurang-kurangnya memmuat kompetensi komunikasi dan kolaborasi. Isi program pendidikan yang terkait kompetensi komunikasi adalah  mengembangkan keterampilan dan kepercayaan diri untuk menggunakan bahasa sendiri, dan bahasa pengetahuan guna mengungkapkan gagasan dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan membuat interpretasi atas sajian pengetahuan tertulis. Inilah yang kemudian (secara bersamaan) memunculkan kemampuan kolaborasi dimana peserta menjadi partisipan efektif dalam tim penyelesai masalah, belajar mengungkapkan gagasan, mendengar serta merespon gagasan yang muncul dan berkembang.

Program tersebut agar dikemas sehingga muncul kecakapan berpikir rasional. Termasuk kecakapan ini adalah dalam mencari informasi, memroses informasi dan membuat simpulan, serta kemampuan problem-solving yang kreatif. Dalam hal mencari informasi, isi program profesi guru adalah yang menjadikan peserta sebagai pengguna percaya diri dan berkemampuan dalam teknologi informasi pada konteks mata pelajaran matematika.

Mereka harus dapat mengembangkan keterampilan menyajikan dan menilai secara kritis berbagai argumen dan komputasi, menggunakan matematika melalui pengalaman belajar menurut tahapan kebenaran pengetahuan. Inilah yang kemudian memunculkan kemampuan problem-solving yang kreatif, yakni mampu mengembangkan karakteristik berpikir (logis dan sistematis) serta menerapkannya dalam matematika dan konteks lain.

Baca Juga :  Fatherless Country dan Peran Ayah

Keterampilan dasar khusus dalam konsep pendidikan profesi guru mencakup kecakapan akademik dan vokasi. Kecakapan akademik terdiri atas posing problem, pengembangan keterampilan, alat-alat belajar, kemampuan dalam strategi penyelesaian masalah, konstruksi peta pengatahuan, representasi, interpretasi, eksplanasi, dan kemampuan kooperasi.

Posing problem diarahkan pada kebutuhan atau keinginan masing-masing peserta, adanya sumbangan pemikiran untuk dilakukan investigasi, adanya pradiksi hasil-hasil melalui inkueri dan problem based learning, adanya refleksi atas hasil kerja, dan evaluasi kritis hasil kerja masing-masing.

Pengembangan keterampilan adalah dalam merencanakan secara efektif melalui identifikasi tugas dan kegiatan, penggunaan alat, negosiasi, dan mengikuti seperangkat petunjuk. Kompetensi yang terkait peralatan belajar adalah untuk memilih dan menggunakan alat dan sumber-sumber belajar yang sesuai (kalkulator, komputer, dan benda-benda sehari-hari). Peserta pendidikan profesi harus dapat menggunakan dan memodifikasi strategi penyelesaian masalah, menggambarkan pengetahuan dan keterampilan dari serentang konten area yang berbeda, mengklasifikasi dan menginterpretasi informasi.

Inilah yang dinamakan kemampuan representasi, yang juga mencakup kemampuan mengenal dan bekerja dengan pola dalam berbagai bentuk dan konteks, mencatat menggunakan kata-kata, gambar, dan material nyata, dan menyajikan gagasan kepada orang lain. Semuanya tentu saja memerlukan eksplanasi, yakni menerangkan, membincangkan, dan menyajikan argumen-argumen. Oleh karena itu, program pendidikan tersebut menguatkan bekerja secara kooperatif (mendengarkan dan membangun gagasan).

Kecakapan vokasional sangat penting dalam pendidikan profesi guru (perhatikan kegiatan PPL atau PLP atau KKM atau workshop sejenis). Secara umum, kecapakan vokasional ini sangat berkatan (saling kait mengait) dengan bidang pekerjaan (karir) dalam masyarakat. Apa yang masyarakat butuhkan pada keterampilan peserta pendidikan profesi guru?

Menurut pemahaman dan pengalaman penulis, kompetensi yang diharapkan adalah dalam menyusun basis-basis data, dapat menganalisis secara sederhana berbagai bentuk penyajian data dan informasi, mampu mendidik siswa atau mengajar masyarakat yang berpendidikan lebih rendah atau sama, memiliki keterampian dalam merancang model dan pola (graphical design), mampu melakukan kegiatan pengukuran atau membantu juru-juru ukur, terampil dalam urusan matematika keuangan dan ekonomi, mampu menyajikan informasi yang diperlukan masyarakat, dapat memberikan pertimbangan dan argumentasi logis terhadap problema dalam masyarakat, mampu merancang dan membuat alat-alat peraga, dapat menjadi guru atau guru bantu atau pembantu guru, mampu dan terampil menjalankan atau mengelola suatu usaha, memiliki pemahaman dan keterampilan menggunakan rumus-rumus aplikasi untuk kehidupan sehari-hari, menjadi designer sederhana, juru hitung dari berbagai jenis usaha dalam masyarakat, mampu membaca dengan paham berbagai manual dari berbagai produk teknologi, serta dapat menganalisis data dari dan dengan menggunakan komputer.

Apakah uraian singkat tersebut sudah di jalan selama ini dalam pendidikan profesi guru? Penulis percaya bahwa hal itu sudah sesuai pedoman yang digunakan. Selain itu, penulis juga mempercayai tentang pelaksanaannya. Memang, capaian hasil sebagaimana pada tabel di atas masih terbuka dibincangkan dan dikaji atau dievaluasi. Semoga tulisan ini bermanfaat, terima kasih.**

*Penulis, Dosen Prodi Pendidikan Matematika, FKIP Untan.

Most Read

Artikel Terbaru

/