alexametrics
31.7 C
Pontianak
Tuesday, August 9, 2022

Ketika Istri Mulai Tak Waras

Oleh: Herlin

AKHIR – akhir ini saya sering sekali menerima keluhan dari para wanita yang bergelar istri. Mereka mengeluhkan tentang capek dan lelahnya menjadi seorang ibu dengan anak-anak yang aktif. Lelahnya menjadi seorang istri dari suami yang menginginkan istri sempurna tapi ia sendiri berat tangan untuk membantu istri dalam mengurus rumah dan anak-anak. Lelah menjadi menantu yang harus memenuhi kriteria menantu idaman bagi mertua dan segudang kelelahan yang membuat istri kadang hilang kewarasan.

Akibat hilang kewarasan, tak jarang istri menjadi sering mengomel tiada habisnya. Suami begini, salah. Suami begitu pun salah. Suami diam semakin salah. Terkadang istri diam seribu bahasa. Ditanya kenapa jawabannya tidak kenapa-kenapa. Ada juga yang menghabiskan jam dengan menangis dalam kesendiriannya.

Selanjutnya, istri melampiaskan emosinya dengan marah-marah kepada anak-anaknya. Jika ia dalam keadaan waras, air yang tumpah tinggal ia bersihkan. Tapi tatkala ia hilang kewarasan air yang tumpah bisa membuat ia mengomel dari A sampai Z sambil menangis. Terkadang menangis ini membuat tenaganya habis terkuras, membuat ia tidak nafsu makan dan kelaparan. Kelaparan ini mendorong ia marah-marah bahkan memukul si buah hati.

Baca Juga :  Menjadi Penyintas Covid-19

Tingkat paling parah, istri bahkan sampai lari dari rumah, meninggalkan tanggung jawabnya sebagai istri, ibu, anak maupun menantu. Bahkan ada yang sampai bunuh diri atau membunuh si buah hati. Mereka lelah tapi perasaan lelah mereka tak dihargai. Tak ada yang mengapresiasi lelahnya meski itu dengan sekedar senyum dan ucapan terima kasih.

Nah, kalau para suami menemukan beberapa tanda-tanda hilangnya kewarasan istri seperti di atas, segera bertindak dan jangan diam saja. Beberapa hal sederhana berikut bisa para suami lakukan untuk mengembalikan kewarasan para istri :

  1. Kalau istri mulai ngomel tiada habis cepat suruh istri ganti baju bagus. Pas ditanya mau kemana bilang aja udah kita jalan-jalan keluar. Biasanya istri pasti sangat bahagia walau Cuma diajak makan bakso atau mie ayam yang 10 ribu semangkok.
  2. Jika istri mulai marah-marah ke anak-anak segera ambil alih pengasuhan. Biarkan istri sendiri. Urus dulu anak-anak. Setelah anak-anak tenang, segera ajak bicara istri dari hati ke hati.
  3. Jika istri diam seribu bahasa dan menangis dalam kesendirianya segera hampiri dan minta maaf. Berikan pelukan hangat. Pijat punggung atau kakinya mungkin ia lelah seharian mengurus rumah dan anak-anak.
  4. Jika telat pulang bawakan istri kue kesukaannya sebagai permintaan maaf, entah itu gorengan atau sebungkus cilok atau apalah yang ia suka.
Baca Juga :  Istri Kirim Dua Ons Sabu untuk Suami yang Ditahan di Lapas Ketapang

Wanita itu bertindak dengan perasaan maka selalulah untuk “Menyentuh hatinya”; jikatanda-tanda hilangnya kewarasan para istri mulai muncul. Dengan perhatian, dengan sentuhan, bicara yang lembut dan pujian, wanita biasanya akan luluh dan kembali pada kewarasannya.

Sebanyak apapun beban para istri jika para suami bisa mengontrol kewarasan para istri maka rumah tangga akan bahagia insyaallah. Ingat ya para suami, anak-anak akan bahagia jika diasuh oleh ibu yang selalu bahagia. Dan kunci kebahagiaan para ibu ada pada suaminya. Semoga bermanfaat.

Penulis adalah Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Singkawang

Oleh: Herlin

AKHIR – akhir ini saya sering sekali menerima keluhan dari para wanita yang bergelar istri. Mereka mengeluhkan tentang capek dan lelahnya menjadi seorang ibu dengan anak-anak yang aktif. Lelahnya menjadi seorang istri dari suami yang menginginkan istri sempurna tapi ia sendiri berat tangan untuk membantu istri dalam mengurus rumah dan anak-anak. Lelah menjadi menantu yang harus memenuhi kriteria menantu idaman bagi mertua dan segudang kelelahan yang membuat istri kadang hilang kewarasan.

Akibat hilang kewarasan, tak jarang istri menjadi sering mengomel tiada habisnya. Suami begini, salah. Suami begitu pun salah. Suami diam semakin salah. Terkadang istri diam seribu bahasa. Ditanya kenapa jawabannya tidak kenapa-kenapa. Ada juga yang menghabiskan jam dengan menangis dalam kesendiriannya.

Selanjutnya, istri melampiaskan emosinya dengan marah-marah kepada anak-anaknya. Jika ia dalam keadaan waras, air yang tumpah tinggal ia bersihkan. Tapi tatkala ia hilang kewarasan air yang tumpah bisa membuat ia mengomel dari A sampai Z sambil menangis. Terkadang menangis ini membuat tenaganya habis terkuras, membuat ia tidak nafsu makan dan kelaparan. Kelaparan ini mendorong ia marah-marah bahkan memukul si buah hati.

Baca Juga :  Menjadi Penyintas Covid-19

Tingkat paling parah, istri bahkan sampai lari dari rumah, meninggalkan tanggung jawabnya sebagai istri, ibu, anak maupun menantu. Bahkan ada yang sampai bunuh diri atau membunuh si buah hati. Mereka lelah tapi perasaan lelah mereka tak dihargai. Tak ada yang mengapresiasi lelahnya meski itu dengan sekedar senyum dan ucapan terima kasih.

Nah, kalau para suami menemukan beberapa tanda-tanda hilangnya kewarasan istri seperti di atas, segera bertindak dan jangan diam saja. Beberapa hal sederhana berikut bisa para suami lakukan untuk mengembalikan kewarasan para istri :

  1. Kalau istri mulai ngomel tiada habis cepat suruh istri ganti baju bagus. Pas ditanya mau kemana bilang aja udah kita jalan-jalan keluar. Biasanya istri pasti sangat bahagia walau Cuma diajak makan bakso atau mie ayam yang 10 ribu semangkok.
  2. Jika istri mulai marah-marah ke anak-anak segera ambil alih pengasuhan. Biarkan istri sendiri. Urus dulu anak-anak. Setelah anak-anak tenang, segera ajak bicara istri dari hati ke hati.
  3. Jika istri diam seribu bahasa dan menangis dalam kesendirianya segera hampiri dan minta maaf. Berikan pelukan hangat. Pijat punggung atau kakinya mungkin ia lelah seharian mengurus rumah dan anak-anak.
  4. Jika telat pulang bawakan istri kue kesukaannya sebagai permintaan maaf, entah itu gorengan atau sebungkus cilok atau apalah yang ia suka.
Baca Juga :  Peluang Kerja dan Tantangan Pendidikan di Era Milenial

Wanita itu bertindak dengan perasaan maka selalulah untuk “Menyentuh hatinya”; jikatanda-tanda hilangnya kewarasan para istri mulai muncul. Dengan perhatian, dengan sentuhan, bicara yang lembut dan pujian, wanita biasanya akan luluh dan kembali pada kewarasannya.

Sebanyak apapun beban para istri jika para suami bisa mengontrol kewarasan para istri maka rumah tangga akan bahagia insyaallah. Ingat ya para suami, anak-anak akan bahagia jika diasuh oleh ibu yang selalu bahagia. Dan kunci kebahagiaan para ibu ada pada suaminya. Semoga bermanfaat.

Penulis adalah Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Singkawang

Most Read

Artikel Terbaru

/