Oleh: Ambaryani
PAGI itu saya dan tim Inspektorat Kabuaten Kubu Raya joging di Sabang Merah. Dini hari kami menuju ke Sabang Merah memilih melalui jalan pusat kota Sanggau, dan juga ke taman Daranante yang terletak tak jauh dari Hilltop Hotel Sanggau Permai.
Sabang Merah sering disebut-sebut sejak menjadi Lokasi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun 2023 lalu. Sanggau terpilih menjadi tuan rumah, dan rangkaian kegiatan dipusatkan di Sabang Merah.
Sabang Merah terletak disebelah kiri jalan jika arah dari Pontianak, dengan gerbang masuk yang besar tak jauh dari kantor Inspektorat Daerah Kabupaten Sanggau.
Jalannya besar 2 jalur. Udaranya segar, lokasinya masih asri meskipun sudah ada beberapa bangunan perkantoran di sana. Tak hanya bangunan kantor, disana ada juga kampus, rumah Melayu, juga komplek perumahan.
Tulisan Sabang Merah dibuat besar di pertigaan setelah pintu berbang. Jalan naik turun khas Sanggau membuat jalan di Sabang Merah seperti sirkuit. Disebrang tulisan Sabang merah terdapat bundaran yang ditengahnya terdapat patung-patung bekantan.
Dari bundaran tersebut, arah kanan atau kiri jalan arah menuju Tribun Saabang Merah yang terletak diatas bukit tak jauh dari Rumah Melayu. Setelah MTQ selesai, Sabang Merah bisa menjadi track jogging atau olah raga lainnya yang recommended.
Pulangnya kami memilih jalan arah kiri setelah Tribu Sabang Merah menuju jalan Anggrek. Jalanya naik turun dengan kanan kirinya Semak belukar dan kebun sawit. Sesekali berpapasan dengan pengendara motor. Semakin dekat dengan lokasi hotel, ada beberapa perumahan yang mulai dibagun.
Dibandingkan melalui jalan pusat kota, jalan arah belakang atau arah kiri Sanggau Permai jarak dan waktu tempuhnya lebih singkat. Saya yakin beberapa tahun kedepan Sabang Merah akan lebih menyala jika pengembangannya dilanjutkan. Sabang Merah Sanggau Bangga Mengukir Sejarah.(*)
Editor : A'an