Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ramadan Menguatkan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

A'an • Senin, 3 Maret 2025 | 10:18 WIB

 

Lia Hizriani Rivaie, S.Pd
Lia Hizriani Rivaie, S.Pd

 

Oleh: Lia Hizriani Rivaie, S.Pd

 

ALHAMDULILLAH, marhaban ya Ramadan. Telah datang bulan mulia, Ramadan yang kita rindukan. Bulan ini tentunya menjadi momen untuk kita agar menguatkan semangat dalam menjalankan ibadah sebagai umat muslim.

Dari perspektif sebagai seorang pendidik, berbicara tentang Ramadan kita juga akan fokus dengan apa yang terkandung di dalamnya terutama tentang pendidikan. Walaupun terdapat edaran mengurangi jam belajar, ada hal-hal yang dapat menjadi cara untuk menyentuh pendidikan anak-anak kita.

Pertama, pesantren kilat. Anak-anak dapat diberikan materi beberapa hari yang terpusat pada materi tentang agama. Kita menyadari materi agama pada pembelajaran biasa, mungkin tidak dapat mengupas tuntas masalah fikih. Untuk itulah momen pesantren kilat akan memberikan kesempatan anak-anak mendalami dan mengkaji lebih dalam materi agama yang mereka butuhkan dalam keseharian. Tidak sekedar tahu namun juga paham dengan praktik-praktik sesuai kebutuhan.

Kegiatan pesantren kilat yang dikemas dengan baik dan direncanakan dengan bagus akan memberikan pengalaman belajar yang luar biasa bagi anak-anak. Guru sebagai panitia dapat menyusun kisi-kisi materi serta memilih pemateri yang komunikatif dengan anak-anak. Saat ini beberapa pondok ada yang menugaskan santrinya untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. Dengan jarak usia yang tidak terlalu jauh akan menjembatani penyampaian ilmu yang akan diberikan pada anak-anak sesuai dengan bahasa yang mereka pahami.

Untuk menumbuhkan kepemimpinan murid, sekolah dapat menugaskan OSIS menjadi panitia pada kegiatan. Hal ini akan sangat penting agar anak-anak terbiasa bekerja sama dan mengelola kegiatan. Ini bukan berarti guru melepas tanggung jawab karena tetap harus ada pengarahan agar kegiatan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Kedua, pemantauan ibadah. Guru dapat memberikan murid, lemabaran dapat berupa selembar kertas ataupun buku yang memuat poin-poin capaian ibadah Ramadan. Anak-anak akan mengisi harian dan guru dapat memantau pekanan atau pada akhir Ramadan. Saat datangnya bulan syawal, anak-anak dapat diberikan penghargaan yang akan menyemangati mereka dengan keberhasilan menjaga ibadah mereka. Kita tentu berharap anak-anak melakukan kebiasaan ibadah selepas bulan Ramadan.

Ketiga, penjadwalan piket di musala. Anak-anak dapat diberikan tugas menjadi imam sholat dzuhur, bahkan bisa ditambah jadwal sholat Dhuha pada saat istirahat. Bisa juga ditambah dengan kultum untuk mengulas wawasan keagamaan mereka. Hal ini akan menumbuhkan kepercayaan diri dan semangat kepemimpinan dalam diri. Piket kebersihan musala juga dapat dipercayakan kepada anak-anak. Nantinya mereka akan terbiasa melakukan piket imam, adzan maupun kebersihan.

Keempat, literasi keagamaan. Jika biasanya buku yang dibaca murid bebas temanya, maka di bulan ini anak-anak bisa diminta secara khusus membaca buku keagamaan yang mereka sukai. Misalnya kisah nabi, kisah sahabat, biografi tokoh, sejarah Mekah, ibadah, fikih dan lainnya. Kegiatan dapat diselingi dengan menulis revieu buku, opini, dan lainnya dengan meramaikan mading sekolah.

Kelima, olahraga santai. Bulan Ramadan bukan masa untuk menghentikan kebiasaan berolahraga. Anak-anak dapat diarahkan melakukan olahraga ringan seperti jalan santai. Hal ini penting karena tubuh yang fit akan memberikan manfaat untuk beraktifitas.

Keenam, cerdas cermat keislaman. Ini bisa dikemas dalam pembelajaran sebagai ice breaking. Sehingga secara tidak langsung anak-anak diuji hasil kajian dan literasinya selama ini.

Ketujuh, outing school. Bulan Ramadan ini juga bisa dijadikan waktu untuk outing school dengan mengunjungi panti asuhan maupun berbagi takjil dengan masyarakat sekitar. Momennnya bisa sekalian buka puasa bersama. Tidak perlu biaya besar misalnya dengan meminta anak-anak membawa sendiri minuman dan makanan untuk buka puasanya. Anak-anak juga dapat menyiapkan bingkisan kecil untuk anak panti asuhan dalam rangka meningkatkan rasa kepedulian sosial mereka.

Mari, kita dukung kebiasaan anak Indonesia hebat di sekolah-sekolah dengan memanfaatkan momentum bulan Ramadan yang penuh berkah ini.

 

*Pengawas/Pendamping Satuan Pendidikan Dinas Pendidikan Kota Pontianak

Editor : A'an
#kebiasaan anak #ramadan