Oleh: Septian Chaerunnisa Pangestu*
Pendidikan Bermutu, Fondasi Bangsa Tangguh
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks terhadap perkembangan ekonomi digital, kompetisi tenaga kerja hingga perubahan sosial-budaya Indonesia perlu memastikan setiap anak memperoleh pendidikan yang bermutu. Pemerintah menjawab kebutuhan ini lewat Program Revitalisasi Sekolah 2025, sebuah langkah nyata yang menyasar kualitas pendidikan dasar dan menengah di seluruh nusantara yang diharapkan dapat menjadikannya batu pijakan penting menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
Program Revitalisasi Sekolah ini bukan hanya sekadar renovasi gedung. Program ini merupakan transformasi tata kelola pendidikan yang lebih transparan, partisipatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu manusia Indonesia. Dengan membenahi sekolah pemerintah berupaya memperkuat fondasi lahirnya generasi emas Indonesia 2045.
Mengapa Revitalisasi Sekolah Penting
Realitas di lapangan masih jauh dari ideal. Banyak sekolah menghadapi ruang kelas rusak, laboratorium tak lengkap, sanitasi buruk, perpustakaan minim koleksi buku, hingga Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang tidak berfungsi optimal. Situasi ini berpengaruh langsung pada kenyamanan belajar siswa dan motivasi guru.
Melalui Program Revitalisasi Sekolah, pemerintah memperbaiki ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, toilet, UKS, hingga ruang guru. Semua itu diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan inspiratif bukan hanya ruang kelas fisik, tetapi juga ekosistem pendidikan yang lebih manusiawi.
Target Ambisius: 13.000 Sekolah dan Madrasah
Program Revitalisasi Sekolah 2025 menargetkan sebanyak 13.000 sekolah dan madrasah direvitalisasi, dimana sebanyak 10.440 satuan pendidikan sebagai prioritas utama. Target ini menjangkau wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) agar kesenjangan layanan Pendidikan semakin mengecil.
Untuk mencapai program tersebut, Pemerintah Indonesia mengalokasikan sebesar Rp17,1 triliun pada 2025. Dana yang semula dikelola oleh Kementerian Pekerjaan Umum kini dialihkan ke Kemendikdasmen agar program lebih tepat sasaran. Kemendikdasmen memiliki data dan pemahaman mendalam mengenai kondisi sekolah, sehingga setiap rupiah anggaran lebih efektif digunakan.
Lebih dari Sekadar Bangunan
Dalam Program Revitalisasi sekolah menyasar pada peningkatan kualitas pembelajaran seperti perpustakaan lengkap guna meningkatkan literasi siswa, laboratorium sains yang memadai dengan membuka ruang eksplorasi dan inovasi, toilet bersih dan UKS yang berfungsi menjaga kesehatan siswa.
Pemerintah juga menyiapkan pendampingan teknis bersama perguruan tinggi dan dinas pendidikan. Sementara untu pengawasan publik diperlukan peanan masyarakat yang aktif untuk memastikan program ini bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
Kolaborasi Lintas Sektor
Revitalisasi sekolah bukan tanggung jawab pemerintah pusat semata. Pemerintah daerah memverifikasi data dan memantau pelaksanaan pembangunan. Perguruan tinggi menyediakan tenaga ahli. Dunia usaha serta masyarakat menjadi pengawas moral agar pembangunan berjalan sesuai rencana. Dengan kolaborasi lintas sektor ini, revitalisasi sekolah menjadi gerakan bersama, bukan untuk proyek sesaat.
Program besar ini tentu menghadapi tantangan serius diantaranya. 1. Pemerataan distribusi: memastikan sekolah di daerah terpencil mendapat porsi adil. 2. Pemeliharaan fasilitas: menghindari kerusakan dini pascarevitalisasi. 3. Peningkatan kapasitas manajemen sekolah agar dana besar dikelola profesional. 4. Pengawasan anti-KKN dengan pendampingan teknis ketat.
Pemerintah merespons tantangan ini dengan sistem verifikasi berbasis Dapodik, pendampingan teknis intensif, dan pelibatan berbagai pemangku kepentingan. Semua langkah itu menunjukkan program ini bukan proyek jangka pendek, tetapi strategi jangka panjang.
Dampak Positif untuk Guru, Siswa, dan Masyarakat tentu akan menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dengan memberikan efek domino. Guru lebih leluasa mengembangkan metode pembelajaran kreatif. Siswa lebih fokus belajar di ruang yang aman dan sehat. laboratorium serta perpustakaan dapat memperkaya pengalaman belajar sehingga lulusan diharapkan lebih siap menghadapi tantangan zaman.
Adanya program ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya. Pembangunan sekolah mendorong aktivitas ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja sementara, serta memperkuat rasa memiliki terhadap sekolah.
Revitalisasi Sekolah 2025 adalah investasi jangka panjang. Dengan anggaran besar, sasaran jelas, mekanisme transparan, dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah menunjukkan keseriusan meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Hasilnya tidak instan, tetapi akan terasa dalam beberapa tahun ke depan ketika anak-anak kita tumbuh menjadi generasi unggul berdaya saing global.
Revitalisasi sekolah juga membuktikan bahwa layanan pendidikan bermutu bukan sekadar slogan atau jargon semata. Ini adalah prioritas yang diwujudkan dalam kebijakan nyata. Memang pekerjaan besar ini memerlukan waktu, pengawasan, dan komitmen. Namun dengan tata kelola yang baik dan dukungan masyarakat, revitalisasi sekolah akan menjadi titik balik sejarah pendidikan Indonesia
Untuk Membangun Generasi Emas Indonesia bisa dimulai dengan sekolah yang layak dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Dari sekolah yang lebih layak tersebut, diharapkan akan lahir generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan inovatif. Inilah cara pemerintah menjawab tantangan pendidikan di era modern bukan hanya dengan kurikulum dan guru, tetapi juga dengan memastikan setiap anak belajar di ruang yang manusiawi dan inspiratif.
*Penulis adalah Mahasiswa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto & Pemerhati Pendidikan.
Editor : Hanif