alexametrics
34 C
Pontianak
Friday, September 30, 2022

Chip Langka, Penjualan Motor di Kalbar Minus 15 Persen

PONTIANAK – Langkanya chip semikonduktor akibat konflik global berdampak berat untuk untuk industri otomotif. Benda ini adalah salah satu komponen penting permesinan, sehingga membuat produksi sepeda motor di dalam negeri terhambat. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap penjualan sepeda motor di Kalimantan Barat.

Manager marketing Astra Motor Kalbar Antofany Yusticia Ahmadi menyebut pertumbuhan penjualan sepeda motor Honda pada triwulan ke-2 di provinsi ini anjlok hingga 15 persen dibanding periode sebelumnya.

“Tentunya sangat berpengaruh. Kelangkaan ini membuat stok sepeda motor untuk tipe-tipe yang laris tersendat pengirimannya. Sehingga konsumen harus inden selama beberapa bulan untuk mendapatkan motor impiannya. Penurunan penjualan ini bukan disebabkan oleh kurangnya permintaan, tetapi karena suplai yang terhambat,” ujar dia, kemarin (6/8).

Namun, kata dia, Astra Honda Motor selaku pabrikan telah melakukan berbagai upaya pemenuhan bahan chip semi konduktor dalam bulan-bulan ke depan.

“AHM telah melalukan perbaikan manajemen stok untuk semi konduktor. Bisa dibilang stok untuk Agustus sampai dengan akhir tahun 2022 ini aman, sehingga ketersediaan unit bisa lancar,” sebut dia.

Baca Juga :  AHM Dukung Prestasi Pebalap Indonesia

Bahkan, kata Antofany, sejak akhir Juli lalu, suplai sepeda motor untuk konsumen yang beberapa bulan belum mendapatkan unit sepeda motornya di Kalbar mulai dilakukan.

“Mungkin sudah 30 persen kita penuhi inden dari konsumen. Sesuai dengan daftar tunggunya. Kita targetjan pada Agustus ini sudah 90 persen konsumen mendapatkan motor impiannya, dan 100 persen pada awal September,” sebut dia.

Mulyanto, warga Pontianak,mengaku sudah dua bulan memesan skutik Scoopy, namun belum mendapatkan unitnya.

“Saya berharap bisa segera mendapatkan unit saya. Karena ini pesanan istri saya, dan dia memang tidak sabar untuk mengendarainya,” ujarnya. Serupa, Yulianti juga mengalami hal serupa. “Saya baru sebulan pesan Scoopy. Katanya stoknya belum ada karena kelangkaan chip. Mudah-mudahan bisa teratasi masalahnya,” ucapnya.

AHM dalam keterangan resminya menyebut, kelangkaan pasokan semikonduktor yang melanda dunia kini mulai berangsur pulih.

“Kami pun dapat segera memenuhi kebutuhan konsumen untuk beraktivitas sehari-hari. Semoga kondisi ini terus membaik dan kami dapat terus mewujudkan semangat Satu Hati bersama konsumen melalui produk dan layanan terbaik,” ujar Humas AHM.

Baca Juga :  AHM Siapkan Roadmap Sepeda Motor Listrik Nasional Tahun Ini

Sementara itu, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat angka penjualan sepeda motor di Indonesia di sepanjang Semester 1 Tahun 2022 sebesar 2,25 juta unit. Namun demikian, capaian volume penjualan tersebut mengalami penurunan 8,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021, yang tercatat 2,45 juta unit.

Penurunan angka penjualan sepeda motor pada Semester 1 tahun ini lebih disebabkan oleh terlambatnya pengiriman pasokan sub komponen chip semikonduktor, pada bulan Juni lalu. Keberadaan chip semikonduktor sendiri sangat penting bagi sejumlah industri, termasuk sepeda motor. Sebab, tanpa chip semikonduktor, sepeda motor tidak bisa diproduksi dengan sempurna.

AISI berharap, angka penjualan sepeda motor bisa kembali normal pada Semester 2 ini, dengan rentang produksi 400 hingga 430 unit per bulan. Sehingga bisa mencapai target penjualan di tahun 2022 sebesar 5,1 juta unit. (ars)

PONTIANAK – Langkanya chip semikonduktor akibat konflik global berdampak berat untuk untuk industri otomotif. Benda ini adalah salah satu komponen penting permesinan, sehingga membuat produksi sepeda motor di dalam negeri terhambat. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap penjualan sepeda motor di Kalimantan Barat.

Manager marketing Astra Motor Kalbar Antofany Yusticia Ahmadi menyebut pertumbuhan penjualan sepeda motor Honda pada triwulan ke-2 di provinsi ini anjlok hingga 15 persen dibanding periode sebelumnya.

“Tentunya sangat berpengaruh. Kelangkaan ini membuat stok sepeda motor untuk tipe-tipe yang laris tersendat pengirimannya. Sehingga konsumen harus inden selama beberapa bulan untuk mendapatkan motor impiannya. Penurunan penjualan ini bukan disebabkan oleh kurangnya permintaan, tetapi karena suplai yang terhambat,” ujar dia, kemarin (6/8).

Namun, kata dia, Astra Honda Motor selaku pabrikan telah melakukan berbagai upaya pemenuhan bahan chip semi konduktor dalam bulan-bulan ke depan.

“AHM telah melalukan perbaikan manajemen stok untuk semi konduktor. Bisa dibilang stok untuk Agustus sampai dengan akhir tahun 2022 ini aman, sehingga ketersediaan unit bisa lancar,” sebut dia.

Baca Juga :  Yamaha Berikan Pengalaman Berkendara All New R15 Connected Series

Bahkan, kata Antofany, sejak akhir Juli lalu, suplai sepeda motor untuk konsumen yang beberapa bulan belum mendapatkan unit sepeda motornya di Kalbar mulai dilakukan.

“Mungkin sudah 30 persen kita penuhi inden dari konsumen. Sesuai dengan daftar tunggunya. Kita targetjan pada Agustus ini sudah 90 persen konsumen mendapatkan motor impiannya, dan 100 persen pada awal September,” sebut dia.

Mulyanto, warga Pontianak,mengaku sudah dua bulan memesan skutik Scoopy, namun belum mendapatkan unitnya.

“Saya berharap bisa segera mendapatkan unit saya. Karena ini pesanan istri saya, dan dia memang tidak sabar untuk mengendarainya,” ujarnya. Serupa, Yulianti juga mengalami hal serupa. “Saya baru sebulan pesan Scoopy. Katanya stoknya belum ada karena kelangkaan chip. Mudah-mudahan bisa teratasi masalahnya,” ucapnya.

AHM dalam keterangan resminya menyebut, kelangkaan pasokan semikonduktor yang melanda dunia kini mulai berangsur pulih.

“Kami pun dapat segera memenuhi kebutuhan konsumen untuk beraktivitas sehari-hari. Semoga kondisi ini terus membaik dan kami dapat terus mewujudkan semangat Satu Hati bersama konsumen melalui produk dan layanan terbaik,” ujar Humas AHM.

Baca Juga :  AHM Siapkan Roadmap Sepeda Motor Listrik Nasional Tahun Ini

Sementara itu, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat angka penjualan sepeda motor di Indonesia di sepanjang Semester 1 Tahun 2022 sebesar 2,25 juta unit. Namun demikian, capaian volume penjualan tersebut mengalami penurunan 8,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021, yang tercatat 2,45 juta unit.

Penurunan angka penjualan sepeda motor pada Semester 1 tahun ini lebih disebabkan oleh terlambatnya pengiriman pasokan sub komponen chip semikonduktor, pada bulan Juni lalu. Keberadaan chip semikonduktor sendiri sangat penting bagi sejumlah industri, termasuk sepeda motor. Sebab, tanpa chip semikonduktor, sepeda motor tidak bisa diproduksi dengan sempurna.

AISI berharap, angka penjualan sepeda motor bisa kembali normal pada Semester 2 ini, dengan rentang produksi 400 hingga 430 unit per bulan. Sehingga bisa mencapai target penjualan di tahun 2022 sebesar 5,1 juta unit. (ars)

Most Read

Artikel Terbaru

/