alexametrics
24 C
Pontianak
Thursday, May 26, 2022

2.514 Kepala Keluarga Terdampak Banjir

PONTIANAK – Sedikitnya 2.514 kepala keluarga di Kecamatan Meliau terdampak banjir. Banjir di kecamatan ini  merendam lima desa.

Camat Meliau Tang mengatakan desa yang terdampak banjir antara lain Desa Meliau Hilir, Meliau Hulu, Sungai Mayam, Keluarga Buayan, dan Pampang Dua.

Adapun rincian kepala keluarga yang terdampak banjir antara lain Meliau Hilir 234 KK dengan jumlah 772 jiwa, Meliau Hulu 435 KK dengan jumlah 1.122 jiwa, Sungai Mayam 1.291 KK dengan jumlah 4.030 jiwa, Kuala Buayan 515 KK dengan jumlah 1747 jiwa dan Pampang Dua 39 KK dengan jumlah 127 jiwa.

“Pampang Dua tidak terlalu parah. Air meluap saat hujan,” kata Tang di Meliau, kemarin.

Tang menambahkan data korban banjir akan terus berubah, sehingga ia meminta setiap kepala desa terus memperbaharui data.

Ia melanjutkan saat ini ketinggian air berkisar 1-1,2 meter. Kondisi paling parah dialami masyarakat yang tinggal di tepian sungai dan berada di dataran rendah.

Baca Juga :  Wilayah Pesisir Diminta Waspada

Air tidak hanya merendam jalan hingga menghambat akses masyarakat tapi juga sudah masuk ke rumah-rumah.

“Banjir sudah masuk ke rumah, terutama kawasan dataran rendah yang dekat dengan sungai,” kata Tang.

Meski demikian warga belum mengungsi di tempat-tempat yang disiapkan pemerintah desa. Sebagai contoh, Pemerintah Desa Meliau Hilir menyiapkan SDN 2 sebagai tempat pengungsian bagi korban banjir.

“Warga sementara ini memilih mengungsi di tempat-tempat keluarganya,” jelas Tang.

Ia melanjutkan bantuan sudah disalurkan untuk korban banjir. Bantuan yang sudah datang dari Pemerintah Daerah berupa 17 ton beras.

“Sisanya masih menunggu 20 tonton, dalam waktu dekat akan tiba,” sambung Tang.

Selain itu bantuan juga datang dari perusahaan-perusahana yang berada di Kecamatan Meliau. “Semua bantuan posko di kantor camat,” imbuhnya.

Tang mengingatkan masyarakat segera berobat jika mengalami sakit di tengah bencana banjir. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Puskesmas setempat bila ada warga yang sakit.

Baca Juga :  Pemprov Kalbar MoU dengan DAMRI dan ASEPHI, Kembangkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

“Umumnya anak-anak main air bisa terkena batuk dan pilek. Kami sudah berkoordinasi dengan kepala Puskesmas, jika sakit segera berobat,” imbaunya.

Di lain tempat Kepala Desa Meliau Hilir Iwan menyebutkan data korban banjir di desa bertambah. Dari sebelumnya 315 kepala keluarga bertambah menjadi 473 kepala keluarga.

“Ada penambahan data dari sebelumnya,” samsung Iwan.

Sementara itu masyarakat yang memilih tidak mengungsi membuat dipan menggunakan papan untuk tempat tidur dan berpijak. Masyarakat juga membuat jembatan menggunakan agar akses jalan dari rumah sampai ke jalan utama.

Tempat-tempat keramaian seperti pasar sayur juga ikut terendam air. Sebagian pedagang sudah ada yang mengungsi untuk berjualan. Sebagian lagi masih tetap bertahan. Sedangkan pedagang di pasar pagi memilih mengungsi lantaran tempat mereka berjualan terendam air. (mse)

PONTIANAK – Sedikitnya 2.514 kepala keluarga di Kecamatan Meliau terdampak banjir. Banjir di kecamatan ini  merendam lima desa.

Camat Meliau Tang mengatakan desa yang terdampak banjir antara lain Desa Meliau Hilir, Meliau Hulu, Sungai Mayam, Keluarga Buayan, dan Pampang Dua.

Adapun rincian kepala keluarga yang terdampak banjir antara lain Meliau Hilir 234 KK dengan jumlah 772 jiwa, Meliau Hulu 435 KK dengan jumlah 1.122 jiwa, Sungai Mayam 1.291 KK dengan jumlah 4.030 jiwa, Kuala Buayan 515 KK dengan jumlah 1747 jiwa dan Pampang Dua 39 KK dengan jumlah 127 jiwa.

“Pampang Dua tidak terlalu parah. Air meluap saat hujan,” kata Tang di Meliau, kemarin.

Tang menambahkan data korban banjir akan terus berubah, sehingga ia meminta setiap kepala desa terus memperbaharui data.

Ia melanjutkan saat ini ketinggian air berkisar 1-1,2 meter. Kondisi paling parah dialami masyarakat yang tinggal di tepian sungai dan berada di dataran rendah.

Baca Juga :  Yoris Ketuai Pemuda Dayak Singkawang

Air tidak hanya merendam jalan hingga menghambat akses masyarakat tapi juga sudah masuk ke rumah-rumah.

“Banjir sudah masuk ke rumah, terutama kawasan dataran rendah yang dekat dengan sungai,” kata Tang.

Meski demikian warga belum mengungsi di tempat-tempat yang disiapkan pemerintah desa. Sebagai contoh, Pemerintah Desa Meliau Hilir menyiapkan SDN 2 sebagai tempat pengungsian bagi korban banjir.

“Warga sementara ini memilih mengungsi di tempat-tempat keluarganya,” jelas Tang.

Ia melanjutkan bantuan sudah disalurkan untuk korban banjir. Bantuan yang sudah datang dari Pemerintah Daerah berupa 17 ton beras.

“Sisanya masih menunggu 20 tonton, dalam waktu dekat akan tiba,” sambung Tang.

Selain itu bantuan juga datang dari perusahaan-perusahana yang berada di Kecamatan Meliau. “Semua bantuan posko di kantor camat,” imbuhnya.

Tang mengingatkan masyarakat segera berobat jika mengalami sakit di tengah bencana banjir. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Puskesmas setempat bila ada warga yang sakit.

Baca Juga :  Beberapa Desa di Kayan Hilir Terdampak Banjir

“Umumnya anak-anak main air bisa terkena batuk dan pilek. Kami sudah berkoordinasi dengan kepala Puskesmas, jika sakit segera berobat,” imbaunya.

Di lain tempat Kepala Desa Meliau Hilir Iwan menyebutkan data korban banjir di desa bertambah. Dari sebelumnya 315 kepala keluarga bertambah menjadi 473 kepala keluarga.

“Ada penambahan data dari sebelumnya,” samsung Iwan.

Sementara itu masyarakat yang memilih tidak mengungsi membuat dipan menggunakan papan untuk tempat tidur dan berpijak. Masyarakat juga membuat jembatan menggunakan agar akses jalan dari rumah sampai ke jalan utama.

Tempat-tempat keramaian seperti pasar sayur juga ikut terendam air. Sebagian pedagang sudah ada yang mengungsi untuk berjualan. Sebagian lagi masih tetap bertahan. Sedangkan pedagang di pasar pagi memilih mengungsi lantaran tempat mereka berjualan terendam air. (mse)

Most Read

Artikel Terbaru

/