23.9 C
Pontianak
Thursday, December 1, 2022

Wabup Mempawah Tinjau Rumah Korban Pohon Tumbang

MEMPAWAH – Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi mengunjungi rumah korban yang tertimpa pohon tumbang di RT 11/RW 06, Desa Purun Kecil, Kecamatan Sungai Pinyuh, Rabu (16/11) pagi. Wabup didampingi Camat dan Kepala Desa (Kades).

“Pemerintah Kabupaten Mempawah berdukacita atas musibah yang menimpa korban warga Desa Sungai Purun Kecil. Tidak ada yang menginginkan terjadinya musibah seperti ini,” lirih Muhammad Pagi.

Wabup mengaku sengaja turun langsung ke rumah korban untuk melihat kondisi kerusakan akibat pohon tumbang. Kemudian, dirinya menginstruksikan instansi terkait untuk menyalurkan bantuan.

“Saya sudah instruksikan Dinas Sosial dan BPBD untuk turun ke lokasi dan melihat apa yang bisa dilakukan untuk membantu korban. Insya Allah, Pemerintah Kabupaten Mempawah semaksimal mungkin memberikan perhatian dan bantuan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Lebih jauh, Wabup mengaku dalam berbagai kesempatan dirinya senantiasa mengimbau dan mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi bencana di lingkungannya. Baik itu banjir, puting beliung, tanah longsor dan lainnya.

“Sering saya sampaikan, berdasarkan BMKG setiap penghujung hingga awal tahun memasuki musim La Nina. Biasanya secara spontanitas akan terjadi pasang surut laut, puting beliung dan lainnya. Maka harus kita antisipasi dan mewaspadai potensi bencana di lingkungannya masing-masing,” pesannya.

Baca Juga :  Musibah Kebakaran Kembali Timpa Rumah Warga

Untuk itu, Wabup minta masyarakat memperhatikan lingkungan tempat tinggalnya. Jika terdapat pohon kelapa dan pohon-pohon rindang agar dilakukan pemangkasan untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan. “Saya minta agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap potensi bencana. Semaksimal mungkin kita hindari dan minimalisir dampaknya,” pungkas dia.

Sementara itu, Kham Khi Khian (68) menyaksikan detik-detik musibah pohon tumbang yang menimpa bangunan rumah dan suaminya Tjhin Kin Khoi (72), Selasa (15/11) sore. Saat itu, suaminya hendak mengambil telur ayam di dapur rumahnya.

Awak media menyambangi kediaman korban di RT 11/RW 06, Desa Purun Kecil, Kecamatan Sungai Pinyuh, Rabu (16/11) pagi. Sejumlah warga tampak sibuk membantu keluarga korban membersihkan puing-puing reruntuhan bangunan yang terbuat dari kayu. Termasuk batang pohon kelapa tumbang yang masih berada di posisi jatuhnya.

Kham Khi Khian menceritakan saat angin kencang menerjang wilayah tersebut, dia dan suaminya sedang berada di dapur.

“Saya dan suami posisinya di dapur. Lalu, dia (suami) meminta saya untuk menutup wadah minyak goreng. Sementara dia hendak mengambil telur ayam,” ceritanya.

Baca Juga :  Pendiri Parit Banjar Mulai Jadi Pertanyaan

Kham Khi Khian pun menuruti perintah suaminya dan beranjak menutup wadah minyak goreng. Seketika saja, terdengar suara pohon tumbang dan menimpa dapurnya.

“Suami langsung tertimpa material dapur. Saya sempat panggil-panggil namanya,” kenangnya.

Beruntungnya, lanjut Kham Khi Khian, tubuh suaminya hanya tertimpa material dapur yang roboh sehingga, korban hanya mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya.

“Tubuh korban tidak tertimpa batang pohon kelapa yang  tumbang. Namun, posisi tubuh korban dengan batang pohon yang tumbang tidak terlalu jauh,” tuturnya.

Kemudian, Kham Khi Khian bergegas menelpon anaknya untuk meminta bantuan. Tak berselang lama, anaknya dan beberapa teman-temannya datang untuk mengevakuasi korban yang tertimpa puing-puing dapur yang roboh.

“Anak saya datang bersama kawan-kawannya. Lalu, suami berhasil dipindahkan dan dibawa ke Puskesmas,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, angin kencang yang menerjang pesisir Kabupaten Mempawah, Selasa (15/11) sore menyebabkan sebuah rumah di RT 11/RW 06, Desa Purun Kecil tertimpa pohon kelapa tumbang. Naas, korban Tjhin Kin Khoi (72) pemilik rumah juga mengalami luka akibat tertimpa material dapur yang roboh. Saat ini, korban dirawat di RS Antonius Pontianak. (wah)

MEMPAWAH – Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi mengunjungi rumah korban yang tertimpa pohon tumbang di RT 11/RW 06, Desa Purun Kecil, Kecamatan Sungai Pinyuh, Rabu (16/11) pagi. Wabup didampingi Camat dan Kepala Desa (Kades).

“Pemerintah Kabupaten Mempawah berdukacita atas musibah yang menimpa korban warga Desa Sungai Purun Kecil. Tidak ada yang menginginkan terjadinya musibah seperti ini,” lirih Muhammad Pagi.

Wabup mengaku sengaja turun langsung ke rumah korban untuk melihat kondisi kerusakan akibat pohon tumbang. Kemudian, dirinya menginstruksikan instansi terkait untuk menyalurkan bantuan.

“Saya sudah instruksikan Dinas Sosial dan BPBD untuk turun ke lokasi dan melihat apa yang bisa dilakukan untuk membantu korban. Insya Allah, Pemerintah Kabupaten Mempawah semaksimal mungkin memberikan perhatian dan bantuan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Lebih jauh, Wabup mengaku dalam berbagai kesempatan dirinya senantiasa mengimbau dan mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi bencana di lingkungannya. Baik itu banjir, puting beliung, tanah longsor dan lainnya.

“Sering saya sampaikan, berdasarkan BMKG setiap penghujung hingga awal tahun memasuki musim La Nina. Biasanya secara spontanitas akan terjadi pasang surut laut, puting beliung dan lainnya. Maka harus kita antisipasi dan mewaspadai potensi bencana di lingkungannya masing-masing,” pesannya.

Baca Juga :  Bupati Motivasi Korban Kebakaran di Jongkat

Untuk itu, Wabup minta masyarakat memperhatikan lingkungan tempat tinggalnya. Jika terdapat pohon kelapa dan pohon-pohon rindang agar dilakukan pemangkasan untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan. “Saya minta agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap potensi bencana. Semaksimal mungkin kita hindari dan minimalisir dampaknya,” pungkas dia.

Sementara itu, Kham Khi Khian (68) menyaksikan detik-detik musibah pohon tumbang yang menimpa bangunan rumah dan suaminya Tjhin Kin Khoi (72), Selasa (15/11) sore. Saat itu, suaminya hendak mengambil telur ayam di dapur rumahnya.

Awak media menyambangi kediaman korban di RT 11/RW 06, Desa Purun Kecil, Kecamatan Sungai Pinyuh, Rabu (16/11) pagi. Sejumlah warga tampak sibuk membantu keluarga korban membersihkan puing-puing reruntuhan bangunan yang terbuat dari kayu. Termasuk batang pohon kelapa tumbang yang masih berada di posisi jatuhnya.

Kham Khi Khian menceritakan saat angin kencang menerjang wilayah tersebut, dia dan suaminya sedang berada di dapur.

“Saya dan suami posisinya di dapur. Lalu, dia (suami) meminta saya untuk menutup wadah minyak goreng. Sementara dia hendak mengambil telur ayam,” ceritanya.

Baca Juga :  Waspadai Hujan Lebat Mendera di Daerah Banjir

Kham Khi Khian pun menuruti perintah suaminya dan beranjak menutup wadah minyak goreng. Seketika saja, terdengar suara pohon tumbang dan menimpa dapurnya.

“Suami langsung tertimpa material dapur. Saya sempat panggil-panggil namanya,” kenangnya.

Beruntungnya, lanjut Kham Khi Khian, tubuh suaminya hanya tertimpa material dapur yang roboh sehingga, korban hanya mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya.

“Tubuh korban tidak tertimpa batang pohon kelapa yang  tumbang. Namun, posisi tubuh korban dengan batang pohon yang tumbang tidak terlalu jauh,” tuturnya.

Kemudian, Kham Khi Khian bergegas menelpon anaknya untuk meminta bantuan. Tak berselang lama, anaknya dan beberapa teman-temannya datang untuk mengevakuasi korban yang tertimpa puing-puing dapur yang roboh.

“Anak saya datang bersama kawan-kawannya. Lalu, suami berhasil dipindahkan dan dibawa ke Puskesmas,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, angin kencang yang menerjang pesisir Kabupaten Mempawah, Selasa (15/11) sore menyebabkan sebuah rumah di RT 11/RW 06, Desa Purun Kecil tertimpa pohon kelapa tumbang. Naas, korban Tjhin Kin Khoi (72) pemilik rumah juga mengalami luka akibat tertimpa material dapur yang roboh. Saat ini, korban dirawat di RS Antonius Pontianak. (wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/