23.9 C
Pontianak
Thursday, December 1, 2022

Tim Gabungan Temukan Korban Tenggelam

SANGGAU – Korban tenggelam di Sungai Kapuas di Sanggau berinisial K (63), warga Desa Nanga Biang, ditemukan Sabtu (19/11) malam sekira pukul 22.40 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa, tidak jauh dari lokasi korban terjatuh. Korban ditemukan masih dengan pakaian lengkap yang digunakan saat kejadian.

“Puji Tuhan, korban sudah ditemukan tim gabungan. Saat ditemukan, korban masih menggunakan kerudung dengan pakaian lengkap yang dipakai saat itu,” kata Kepala Seksi Pencegahan Bencana BPBD Sanggau, Kristian Hendro, Minggu (20/11).

“Jenazah korban diserahkan oleh pihak Basarnas Perwakilan Pontianak sebagai pihak pertama kepada pihak keluarga sebagai pihak kedua. Penyerahan jenazah dari Basarnas diwakili Muhammad Rasyidi, sementara yang menerima adik kandung korban bernama Sumadi,” sambungnya.

Baca Juga :  Lima Rumah Kontrakan Ludes

Mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau, Hendro menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan terima kasih tidak terhingga kepada tim gabungan Basarnas, TRC BPBD, TNI, Polri dan warga sekitar yang telah bekerja keras mencari keberadaan korban hingga akhirnya ditemukan.

“Kerja tim ini luar biasa, begitu juga dengan warga Nanga Biang yang tidak peduli hujan, air keruh, dingin tetap bersemangat mencari korban hingga ditemukan, terima kasih seluruh tim, terima kasih warga Nanga Biang,” katanya.

Sebagai informasi, seorang perempuan, warga Desa Nanga Biang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, berinisial K (63) dilaporkan hilang di Sungai Biang, Sabtu (19/11). Hilangnya korban, pertama kali diketahui keluarganya setelah sekitar satu jam sejak korban turun ke sungai tidak kembali lagi ke rumahnya.

Baca Juga :  Dewan Kalbar Minta PT.PSP Dibekukan Pemkab

“Informasi yang kami terima dari pihak keluarga kejadiannya dini hari tadi sekitar jam 3 subuh. Nenek ini turun ke sungai hendak buang air besar, mungkin pas melewati titian (jembatan dari kayu menuju jamban) beliau jatuh, mungkin karena faktor umur juga,” ujar warga Nanga Biang, Rajali, Sabtu kemarin. (sgg)

SANGGAU – Korban tenggelam di Sungai Kapuas di Sanggau berinisial K (63), warga Desa Nanga Biang, ditemukan Sabtu (19/11) malam sekira pukul 22.40 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa, tidak jauh dari lokasi korban terjatuh. Korban ditemukan masih dengan pakaian lengkap yang digunakan saat kejadian.

“Puji Tuhan, korban sudah ditemukan tim gabungan. Saat ditemukan, korban masih menggunakan kerudung dengan pakaian lengkap yang dipakai saat itu,” kata Kepala Seksi Pencegahan Bencana BPBD Sanggau, Kristian Hendro, Minggu (20/11).

“Jenazah korban diserahkan oleh pihak Basarnas Perwakilan Pontianak sebagai pihak pertama kepada pihak keluarga sebagai pihak kedua. Penyerahan jenazah dari Basarnas diwakili Muhammad Rasyidi, sementara yang menerima adik kandung korban bernama Sumadi,” sambungnya.

Baca Juga :  Pemerintah Bentuk Tim Gabungan Pencari Fakta, Tak Hanya Usut Sisi Pidana

Mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau, Hendro menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan terima kasih tidak terhingga kepada tim gabungan Basarnas, TRC BPBD, TNI, Polri dan warga sekitar yang telah bekerja keras mencari keberadaan korban hingga akhirnya ditemukan.

“Kerja tim ini luar biasa, begitu juga dengan warga Nanga Biang yang tidak peduli hujan, air keruh, dingin tetap bersemangat mencari korban hingga ditemukan, terima kasih seluruh tim, terima kasih warga Nanga Biang,” katanya.

Sebagai informasi, seorang perempuan, warga Desa Nanga Biang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, berinisial K (63) dilaporkan hilang di Sungai Biang, Sabtu (19/11). Hilangnya korban, pertama kali diketahui keluarganya setelah sekitar satu jam sejak korban turun ke sungai tidak kembali lagi ke rumahnya.

Baca Juga :  Netizen Geram, Diduga Anak PNS Remehkan Anak Petani

“Informasi yang kami terima dari pihak keluarga kejadiannya dini hari tadi sekitar jam 3 subuh. Nenek ini turun ke sungai hendak buang air besar, mungkin pas melewati titian (jembatan dari kayu menuju jamban) beliau jatuh, mungkin karena faktor umur juga,” ujar warga Nanga Biang, Rajali, Sabtu kemarin. (sgg)

Most Read

Artikel Terbaru

/