alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Operasikan GI Cendana

PONTIANAK – Pengoperasian Gardu Induk (GI) 150 kilo Volt (kV) Cendana di Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya berjalan sukses, kemarin.

Gardu itu dioperasikan setelah rampungnya pembangunan yang dilakukan oleh PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP Kalbagbar), Rachmad Lubis menyebutkan gardu induk itu berdiri di atas lahan seluas dua hektra.

Pembangunannya untuk meningkatkan keandalan Sistem Kelistrikan Khatulistiwa, terutama pada keandalan sistem distribusi dan kualitas tegangan pelayanan kepada pelanggan.

“Beban listrik yang sebelumnya berpusat di GI 150 kV Kota Baru dapat dipindahkan sebagian ke GI 150 kV Cendana. Hal ini bertujuan agar suplai tegangan listrik yang sampai ke pelanggan menjadi lebih stabil,” terangnya.

Baca Juga :  Jasa Mekar Karya Raih Predikat Koperasi Berprestasi

Selain GI 150 kV Cendana yang berkapasitas 30 MVA, juga dibangun dua tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV untuk menyambungkan GI tersebut ke SUTT 150 kV Parit Baru-Kota Baru yang telah beroperasi.

Ia menambahkan, dengan makin andalnya sistem kelistrikan dan kualitas listrik yang semakin baik, maka diharapkan dapat menciptakan iklim investasi yang positif, mendorong perekonomian daerah, dan menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.

Di lain tempat, Manager UPP Kitring KBB1 Hendri Iriawan mengatakan pembangunan gardu induk itu memindahkan beban di GI Kota Baru. “Beban disana sudah cukup tinggi sehingga bisa dialihkan ke GI Cendana sehingga suplai listrik ke pelanggan pun lebih stabil,” kata Hendri saat meninjau lokasi Gardu Induk (GI)150 kv Cendana, kemarin.

Baca Juga :  Tiga Utusan Kalbar Bertarung di Final

Gardu induk itu dibantu di atas lahan dua hektare. Akses jalan yang tak memadai menjadi kendala selama proses pembangunan gardu induk. Kondisi itu menyebabkan sulitnya membawa material untuk pembangunan gardu induk.

“Jadi sangat membantu karena bisa mengurangi suplai dari Kota Baru dan masyarakat sekitar bisa mendapat suplai dari GI Cendana. Apalagi beban puncak di GI Kota Baru sudah cukup tinggi sehingga bisa dialihkan ke GI Cendana,” jelas dia.

“Nanti akan terkoneksi ke SUTT di GI Parit Baru dan GI Kota Baru yang merupakan bagian dari sistem kelistrikan khatulistiwa,” pungkasnya. (mse)

PONTIANAK – Pengoperasian Gardu Induk (GI) 150 kilo Volt (kV) Cendana di Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya berjalan sukses, kemarin.

Gardu itu dioperasikan setelah rampungnya pembangunan yang dilakukan oleh PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP Kalbagbar), Rachmad Lubis menyebutkan gardu induk itu berdiri di atas lahan seluas dua hektra.

Pembangunannya untuk meningkatkan keandalan Sistem Kelistrikan Khatulistiwa, terutama pada keandalan sistem distribusi dan kualitas tegangan pelayanan kepada pelanggan.

“Beban listrik yang sebelumnya berpusat di GI 150 kV Kota Baru dapat dipindahkan sebagian ke GI 150 kV Cendana. Hal ini bertujuan agar suplai tegangan listrik yang sampai ke pelanggan menjadi lebih stabil,” terangnya.

Baca Juga :  Pedagang di Kecamatan Simpang Hulu Pangkas Biaya Operasional

Selain GI 150 kV Cendana yang berkapasitas 30 MVA, juga dibangun dua tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV untuk menyambungkan GI tersebut ke SUTT 150 kV Parit Baru-Kota Baru yang telah beroperasi.

Ia menambahkan, dengan makin andalnya sistem kelistrikan dan kualitas listrik yang semakin baik, maka diharapkan dapat menciptakan iklim investasi yang positif, mendorong perekonomian daerah, dan menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.

Di lain tempat, Manager UPP Kitring KBB1 Hendri Iriawan mengatakan pembangunan gardu induk itu memindahkan beban di GI Kota Baru. “Beban disana sudah cukup tinggi sehingga bisa dialihkan ke GI Cendana sehingga suplai listrik ke pelanggan pun lebih stabil,” kata Hendri saat meninjau lokasi Gardu Induk (GI)150 kv Cendana, kemarin.

Baca Juga :  PLN Hadirkan Promo Listrik "Super Dahsyat", Begini Cara Dapatkannya

Gardu induk itu dibantu di atas lahan dua hektare. Akses jalan yang tak memadai menjadi kendala selama proses pembangunan gardu induk. Kondisi itu menyebabkan sulitnya membawa material untuk pembangunan gardu induk.

“Jadi sangat membantu karena bisa mengurangi suplai dari Kota Baru dan masyarakat sekitar bisa mendapat suplai dari GI Cendana. Apalagi beban puncak di GI Kota Baru sudah cukup tinggi sehingga bisa dialihkan ke GI Cendana,” jelas dia.

“Nanti akan terkoneksi ke SUTT di GI Parit Baru dan GI Kota Baru yang merupakan bagian dari sistem kelistrikan khatulistiwa,” pungkasnya. (mse)

Most Read

Artikel Terbaru

/