alexametrics
28 C
Pontianak
Thursday, May 26, 2022

PLN Pontianak Siap Amankan Pasokan Listrik untuk Industri Oksigen dan Fasilitas Kesehatan Masyarakat

PONTIANAK – Meningkatnya kebutuhan oksigen untuk pasien Covid-19 di Kota Pontianak dan beberapa kota kabupaten di Kalimantan Barat tentunya memerlukan keandalan pasokan listrik. Hal itu diungkap Didi Kurniawan Abuhari, Manajer PLN UP3 Pontianak, saat melakukan Customer Visit ke lokasi pabrik PT. Megah Utama Prima, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara dan PT. Pakita Jaya, di Desa Wajok, Kabupaten Mempawah, pada Kamis (8/7) kemaren.

Manajer Pabrik PT. Pakita Jaya, Tjhin Rudi, menyebutkan bahwa layanan kelistrikan yang diberikan PLN sudah cukup baik dan terjaga keandalannya.

“Beberapa tahun terakhir ini sudah jarang sekali padam, sehingga kami jarang menggunakan mesin genset. Kondisi ini tentunya akan meningkatkan produktivitas produksi oksigen yang kami jalankan,” tutur Rudi.

Baca Juga :  BRI Hadirkan Solusi Finansial Bagi Perusahaan Sekuritas

Sementara itu, menurut Didi, kunjungan yang dilakukannya merupakan salah satu upaya PLN untuk memastikan kondisi kelistrikan di kedua pabrik yang memproduksi oksigen untuk keperluan medis tersebut benar-benar aman.

“Dengan meningkatnya kebutuhan oksigen khususnya bagi pasien Covid-19, kami ingin memastikan suplai listrik aman selama kegiatan produksi oksigen berlangsung,” ungkap Didi.

Selain melakukan pengecekan jaringan serta pemasangan proteksi untuk menekan potensi terjadinya gangguan eksternal, Didi juga mengakui bahwa pihaknya juga melakukan assessment instalasi listrik milik kedua perusahaan tersebut sebagai antisipasi terjadinya gangguan.

Selain itu, untuk menjaga keandalan pasokan listrik di fasilitas-fasilitas kesehatan masyarakat, PLN UP3 Pontianak mengerahkan 491 petugas layanan teknik yang siaga 24 jam dan termonitor melalui sistem terpadu Command Center, 5 Unit Gardu Bergerak dengan total kapasitas sebesar 995 kVA, serta 27 unit mesin genset mobile dengan total kapasitas sebesar 638,2 kVA.

Baca Juga :  Permudah Layanan Kepada Pelanggan, PLN Bantu 5 Koperasi Penyedia Jasa PPOB di Kabupaten Landak

“Seluruh petugas dan peralatan kami siagakan selama 24 jam, khususnya untuk lokasi-lokasi prioritas, seperti rumah sakit, Puskesmas, laboratorium, serta fasilitas kesehatan lainnya,” sebut Didi.

Selanjutnya Ia menghimbau kepada masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam menjaga keandalan pasokan listrik melalui peningkatan kepedulian terhadap kondisi kelistrikan disekitar lingkungan masing-masing.

“Jika menemukan atau melihat potensi terjadinya gangguan listrik dapat segera melaporkan lewat aplikasi PLN Mobile. Petugas kami akan segera melakukan perbaikan agar masyarakat dapat segera menikmati listrik secara aman dan nyaman,” pungkas Didi.

PONTIANAK – Meningkatnya kebutuhan oksigen untuk pasien Covid-19 di Kota Pontianak dan beberapa kota kabupaten di Kalimantan Barat tentunya memerlukan keandalan pasokan listrik. Hal itu diungkap Didi Kurniawan Abuhari, Manajer PLN UP3 Pontianak, saat melakukan Customer Visit ke lokasi pabrik PT. Megah Utama Prima, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara dan PT. Pakita Jaya, di Desa Wajok, Kabupaten Mempawah, pada Kamis (8/7) kemaren.

Manajer Pabrik PT. Pakita Jaya, Tjhin Rudi, menyebutkan bahwa layanan kelistrikan yang diberikan PLN sudah cukup baik dan terjaga keandalannya.

“Beberapa tahun terakhir ini sudah jarang sekali padam, sehingga kami jarang menggunakan mesin genset. Kondisi ini tentunya akan meningkatkan produktivitas produksi oksigen yang kami jalankan,” tutur Rudi.

Baca Juga :  Mentan: Penyaluran KUR Pertanian Capai Rp43,6 triliun

Sementara itu, menurut Didi, kunjungan yang dilakukannya merupakan salah satu upaya PLN untuk memastikan kondisi kelistrikan di kedua pabrik yang memproduksi oksigen untuk keperluan medis tersebut benar-benar aman.

“Dengan meningkatnya kebutuhan oksigen khususnya bagi pasien Covid-19, kami ingin memastikan suplai listrik aman selama kegiatan produksi oksigen berlangsung,” ungkap Didi.

Selain melakukan pengecekan jaringan serta pemasangan proteksi untuk menekan potensi terjadinya gangguan eksternal, Didi juga mengakui bahwa pihaknya juga melakukan assessment instalasi listrik milik kedua perusahaan tersebut sebagai antisipasi terjadinya gangguan.

Selain itu, untuk menjaga keandalan pasokan listrik di fasilitas-fasilitas kesehatan masyarakat, PLN UP3 Pontianak mengerahkan 491 petugas layanan teknik yang siaga 24 jam dan termonitor melalui sistem terpadu Command Center, 5 Unit Gardu Bergerak dengan total kapasitas sebesar 995 kVA, serta 27 unit mesin genset mobile dengan total kapasitas sebesar 638,2 kVA.

Baca Juga :  PLN Kalbar Gelar Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran dan Teror Bom

“Seluruh petugas dan peralatan kami siagakan selama 24 jam, khususnya untuk lokasi-lokasi prioritas, seperti rumah sakit, Puskesmas, laboratorium, serta fasilitas kesehatan lainnya,” sebut Didi.

Selanjutnya Ia menghimbau kepada masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam menjaga keandalan pasokan listrik melalui peningkatan kepedulian terhadap kondisi kelistrikan disekitar lingkungan masing-masing.

“Jika menemukan atau melihat potensi terjadinya gangguan listrik dapat segera melaporkan lewat aplikasi PLN Mobile. Petugas kami akan segera melakukan perbaikan agar masyarakat dapat segera menikmati listrik secara aman dan nyaman,” pungkas Didi.

Most Read

Artikel Terbaru

/