alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Stimulus Listrik Selama Pandemi di Kalbar

Pemerintah Kucurkan Rp22,6 Miliar Per Bulan

PONTIANAK – Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini sangat berdampak pada kondisi perekonomian masyarakat kurang mampu. Pemerintah melalui PLN memberikan stimulus listrik gratis untuk pelanggan rumah tangga daya 450 VA dan potongan biaya pemakaian kWh listrik sebesar 50 persen untuk pelanggan rumah tangga daya 900 VA bersubsidi.

Jumiati (50), warga Jalan Sutoyo Dalam, yang sehari-harinya berjualan asongan di GOR Sutan Syarif Abdurrahman Pontianak bersyukur atas bantuan listrik gratis yang diterimanya sejak April lalu.

“Di masa pandemi ini penghasilan kami sangat jauh berkurang. Dalam sehari, paling banyak kami bisa mengantongi keuntungan antara Rp20 ribu hingga Rp50 ribu. Hasil itu untuk keperluan hidup sehari-hari. Bantuan listrik gratis dari pemerintah ini tentunya sangat bermanfaat bagi kami. Uang yang sedianya kami pergunakan untuk bayar rekening listrik tentunya dapat kami pakai untuk membeli beras,” ungkap Jumiyati seraya tersenyum.

Hal serupa juga diungkapkan Sapri (37), warga Siantan Hulu, yang sehari-harinya berdagang sayur keliling. Bantuan potongan listrik 50 persen setiap bulan dapat meringankan beban bulanan yang harus dikeluarkan.

Baca Juga :  Electrifying Agriculture: Pemanfaatan Lampu UV Terbukti Tingkatkan Produktivitas Tanaman Hidroponik

“Virus corona berdampak buruk bagi penghasilan kami setiap harinya. Banyak warga yang  khawatir berbelanja karena takut tertular virus corona, sehingga penghasilan kami pun jauh berkurang. Bantuan potongan 50 persen pemakaian listrik sungguh sangat membantu. Uangnya dapat kami pakai untuk keperluan hidup lainnya,” kata Sapri.

Sementara itu, Mariyeh (53), warga Kom Yos Sudarso Pontianak juga merasa beruntung karena dalam beberapa bulan ini dapat menikmati bantuan listrik gratis dari pemerintah.

“Dalam sebulan, biasanya saya mengeluarkan biaya sebesar Rp100 ribu. Begitu dapat kiriman uang dari anak, saya langsung bayar rekening listrik dulu, sebelum membeli keperluan lainnya. Alhamdulillah, dalam beberapa bulan ini kami tidak perlu membayar rekening listrik. Uangnya saya pakai untuk beli beras dan keperluan lainnya,” ujar Mariyeh.

General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo, mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam memberikan stimulus listrik gratis untuk masyarakat kurang mampu, agar aktivitas mereka tidak terganggu.

Baca Juga :  Tekan Angka Stunting di Sambas, PLN Berikan Bantuan Pelatihan Kader Posyandu

“Untuk mendukung program pemerintah dalam memberikan stimulus Covid-19 ini, rata-rata kami mengucurkan anggaran sekitar Rp22,6 miliar tiap bulan. Bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran masyarakat kurang mampu setiap bulannya,” ujar Ari.

Ari menyebutkan di Kalimantan Barat sekitar 448.124 pelanggan yang berhak mendapatkan bantuan stimulus listrik hingga bulan Desember mendatang. Selain pelanggan rumah tangga, PLN juga memberikan bantuan potongan harga tambah daya sebesar 75 persen bagi para pelaku UMKM/IMKM yang ingin menambah daya listrik ditempat usahanya, agar aktifitas usahanya dapat berjalan lancar tanpa terganggu dengan keberadaan daya listrik yang tidak cukup.

“Promo potongan harga tambah daya sebesar 75 persen ini kami peruntukkan bagi para pelaku usaha kecil dan menengah, berlaku hingga tanggal 30 Oktober mendatang,” pungkas Ari. (mse/r)

 

Pemerintah Kucurkan Rp22,6 Miliar Per Bulan

PONTIANAK – Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini sangat berdampak pada kondisi perekonomian masyarakat kurang mampu. Pemerintah melalui PLN memberikan stimulus listrik gratis untuk pelanggan rumah tangga daya 450 VA dan potongan biaya pemakaian kWh listrik sebesar 50 persen untuk pelanggan rumah tangga daya 900 VA bersubsidi.

Jumiati (50), warga Jalan Sutoyo Dalam, yang sehari-harinya berjualan asongan di GOR Sutan Syarif Abdurrahman Pontianak bersyukur atas bantuan listrik gratis yang diterimanya sejak April lalu.

“Di masa pandemi ini penghasilan kami sangat jauh berkurang. Dalam sehari, paling banyak kami bisa mengantongi keuntungan antara Rp20 ribu hingga Rp50 ribu. Hasil itu untuk keperluan hidup sehari-hari. Bantuan listrik gratis dari pemerintah ini tentunya sangat bermanfaat bagi kami. Uang yang sedianya kami pergunakan untuk bayar rekening listrik tentunya dapat kami pakai untuk membeli beras,” ungkap Jumiyati seraya tersenyum.

Hal serupa juga diungkapkan Sapri (37), warga Siantan Hulu, yang sehari-harinya berdagang sayur keliling. Bantuan potongan listrik 50 persen setiap bulan dapat meringankan beban bulanan yang harus dikeluarkan.

Baca Juga :  Electrifying Agriculture: Pemanfaatan Lampu UV Terbukti Tingkatkan Produktivitas Tanaman Hidroponik

“Virus corona berdampak buruk bagi penghasilan kami setiap harinya. Banyak warga yang  khawatir berbelanja karena takut tertular virus corona, sehingga penghasilan kami pun jauh berkurang. Bantuan potongan 50 persen pemakaian listrik sungguh sangat membantu. Uangnya dapat kami pakai untuk keperluan hidup lainnya,” kata Sapri.

Sementara itu, Mariyeh (53), warga Kom Yos Sudarso Pontianak juga merasa beruntung karena dalam beberapa bulan ini dapat menikmati bantuan listrik gratis dari pemerintah.

“Dalam sebulan, biasanya saya mengeluarkan biaya sebesar Rp100 ribu. Begitu dapat kiriman uang dari anak, saya langsung bayar rekening listrik dulu, sebelum membeli keperluan lainnya. Alhamdulillah, dalam beberapa bulan ini kami tidak perlu membayar rekening listrik. Uangnya saya pakai untuk beli beras dan keperluan lainnya,” ujar Mariyeh.

General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo, mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam memberikan stimulus listrik gratis untuk masyarakat kurang mampu, agar aktivitas mereka tidak terganggu.

Baca Juga :  Tekan Angka Stunting di Sambas, PLN Berikan Bantuan Pelatihan Kader Posyandu

“Untuk mendukung program pemerintah dalam memberikan stimulus Covid-19 ini, rata-rata kami mengucurkan anggaran sekitar Rp22,6 miliar tiap bulan. Bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran masyarakat kurang mampu setiap bulannya,” ujar Ari.

Ari menyebutkan di Kalimantan Barat sekitar 448.124 pelanggan yang berhak mendapatkan bantuan stimulus listrik hingga bulan Desember mendatang. Selain pelanggan rumah tangga, PLN juga memberikan bantuan potongan harga tambah daya sebesar 75 persen bagi para pelaku UMKM/IMKM yang ingin menambah daya listrik ditempat usahanya, agar aktifitas usahanya dapat berjalan lancar tanpa terganggu dengan keberadaan daya listrik yang tidak cukup.

“Promo potongan harga tambah daya sebesar 75 persen ini kami peruntukkan bagi para pelaku usaha kecil dan menengah, berlaku hingga tanggal 30 Oktober mendatang,” pungkas Ari. (mse/r)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/