alexametrics
32.8 C
Pontianak
Monday, July 4, 2022

Lindungi Aset Human Capital Korporasi, PLN Gandeng BNPT

PLN gandeng Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) guna menjaga aset korporasi terutama aset human capital. Langkah strategis ini merupakan upaya perlindungan bagi seluruh insan PLN terhadap pencegahan paham radikal dan terorisme.

“Perjanjian kerja sama ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman sebelumnya BNPT dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tentang sinergitas pencegahan terorisme di lingkungan Kementerian BUMN pada tanggal 11 Oktober 2019,” terang Kepala BNPT, Boy Rafli Amar.

Menurutnya, PLN yang memiliki peran utama dalam pembangunan sekaligus pemilik objek vital nasional adalah aset bangsa yang harus terus dilindungi agar terjamin kemanan dan keberlangsungan operasionalnya. BNPT mendukung PLN untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan siap secara bersama melakukan program-program untuk mencegah adanya terorisme.

Baca Juga :  Ajak Masyarakat Sadar Bahaya Plastik

“PLN memerlukan dukungan dari BNPT sebagai upaya melindungi asset PLN baik asset berupa fisik maupun asset Human Capital,” tutur Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini.

Dirinya menambahkan, sinergi pencegahan terorisme antara PLN dan BNPT ini perlu dilakukan secara berkesinambungan. Harapannya, dapat menciptakan lingkungan kerja serta perilaku insan PLN yang bebas dari paham radikal terorisme dalam mendukung program transformasi PLN sehingga penyediaan tenaga listrik kepada masyarakat dapat berjalan dengan handal, aman, efektif dan efisien.

Guna memastikan ketersediaan tenaga listrik yang handal, aman dan berkelanjutan, PLN selalu berupaya menjaga aset paling berharga korporasi, yakni segenap insan PLN agar terllindungi dari bahaya paham radikal dan terorisme.

Baca Juga :  Ingatkan Jemaah Dukung Pemerintah Atasi Wabah

Berprinsip saling memberikan manfaat, PLN senantiasa menyambut baik tiap sinergitas, baik lintas BUMN, maupun lembaga.**

Berita dan Foto Humas PLN

PLN gandeng Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) guna menjaga aset korporasi terutama aset human capital. Langkah strategis ini merupakan upaya perlindungan bagi seluruh insan PLN terhadap pencegahan paham radikal dan terorisme.

“Perjanjian kerja sama ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman sebelumnya BNPT dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tentang sinergitas pencegahan terorisme di lingkungan Kementerian BUMN pada tanggal 11 Oktober 2019,” terang Kepala BNPT, Boy Rafli Amar.

Menurutnya, PLN yang memiliki peran utama dalam pembangunan sekaligus pemilik objek vital nasional adalah aset bangsa yang harus terus dilindungi agar terjamin kemanan dan keberlangsungan operasionalnya. BNPT mendukung PLN untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan siap secara bersama melakukan program-program untuk mencegah adanya terorisme.

Baca Juga :  Ajak Masyarakat Sadar Bahaya Plastik

“PLN memerlukan dukungan dari BNPT sebagai upaya melindungi asset PLN baik asset berupa fisik maupun asset Human Capital,” tutur Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini.

Dirinya menambahkan, sinergi pencegahan terorisme antara PLN dan BNPT ini perlu dilakukan secara berkesinambungan. Harapannya, dapat menciptakan lingkungan kerja serta perilaku insan PLN yang bebas dari paham radikal terorisme dalam mendukung program transformasi PLN sehingga penyediaan tenaga listrik kepada masyarakat dapat berjalan dengan handal, aman, efektif dan efisien.

Guna memastikan ketersediaan tenaga listrik yang handal, aman dan berkelanjutan, PLN selalu berupaya menjaga aset paling berharga korporasi, yakni segenap insan PLN agar terllindungi dari bahaya paham radikal dan terorisme.

Baca Juga :  Wabup Serahkan Bantuan Korban Pohon Tumbang di Ansiap, Usulkan Bantuan Biaya Pemakaman

Berprinsip saling memberikan manfaat, PLN senantiasa menyambut baik tiap sinergitas, baik lintas BUMN, maupun lembaga.**

Berita dan Foto Humas PLN

Most Read

Artikel Terbaru

/