alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Optimalkan Pembangkit Ramah Lingkungan

Upaya penggunaan sumber energi yang ramah lingkungan untuk pembangkit listrik menjadi salah satu pilihan utama PLN Kalbar dalam alternatif pemenuhan kebutuhan tenaga listrik, baik di sistem interkoneksi maupun sistem-sistem isolated, demikian yang diungkapkan oleh General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo.

Menurutnya, berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019-2028, Kalimantan Barat memiliki kuota pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) hingga 95 MW, dengan bauran penggunaan EBT untuk PLTBio sebesar 69 MW dan 26 MW untuk PLTM (Hydro).

“Hingga tahun 2020 lalu, total bauran EBT di Kalbar sebesar 53,28 %, itu sudah termasuk pemanfaatan tenaga air yang digunakan oleh pembangkit listrik milik swasta, termasuk SESCO milik Malaysia yang turut memperkuat sistem interkoneksi Khatulistiwa,” jelas Ari.

Baca Juga :  BNI Raih Penghargaan The Most Active Acquirer ATM Business 

Ari juga mengatakan bahwa pihaknya membuka peluang sebesar-besarnya kepada calon pengembang untuk dapat ikut berpartisipasi dalam membangun pembangkit EBT dalam rangka pemenuhan kebutuhan tenaga listrik baik dalam bentuk Independent Power Poducer(IPP) maupun Excess Power.

Hingga bulan Februari 2021 terdapat 1 IPP Biomass, yaitu PLTBm milik PT. Rezeki Perkasa Sejahtera Lestasi sebesar 10 MW yang mensuplai sistem interkoneksi Khatulistiwa sejak bulan April 2018 dan Excess Power Biogas milik PT. SEC Sambas sebesar 1 MW.

“Kami terus berupaya untuk mengeksplore potensi sumber-sumber EBT diberbagai lokasi yang ada di Kalimantan Barat. Kami juga senantiasa berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti calon pengembang, pemerintah daerah setempat, serta divisi-divisi PLN yang terkait pengembangan EBT agar mimpi kami untuk memiliki banyak pembangkit yang ramah lingkungan dapat segera terwujud,” pungkas Ari.

Baca Juga :  PLN Beri Diskon Tambah Daya “Super Wow” Lewat Gebyar Kemerdekaan 2020

Berita dan Foto Humas PLN Kalbar

Upaya penggunaan sumber energi yang ramah lingkungan untuk pembangkit listrik menjadi salah satu pilihan utama PLN Kalbar dalam alternatif pemenuhan kebutuhan tenaga listrik, baik di sistem interkoneksi maupun sistem-sistem isolated, demikian yang diungkapkan oleh General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo.

Menurutnya, berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019-2028, Kalimantan Barat memiliki kuota pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) hingga 95 MW, dengan bauran penggunaan EBT untuk PLTBio sebesar 69 MW dan 26 MW untuk PLTM (Hydro).

“Hingga tahun 2020 lalu, total bauran EBT di Kalbar sebesar 53,28 %, itu sudah termasuk pemanfaatan tenaga air yang digunakan oleh pembangkit listrik milik swasta, termasuk SESCO milik Malaysia yang turut memperkuat sistem interkoneksi Khatulistiwa,” jelas Ari.

Baca Juga :  Berbagi Kebahagiaan, PLN Salurkan Bantuan untuk 75.000 Anak Yatim dan Dhuafa

Ari juga mengatakan bahwa pihaknya membuka peluang sebesar-besarnya kepada calon pengembang untuk dapat ikut berpartisipasi dalam membangun pembangkit EBT dalam rangka pemenuhan kebutuhan tenaga listrik baik dalam bentuk Independent Power Poducer(IPP) maupun Excess Power.

Hingga bulan Februari 2021 terdapat 1 IPP Biomass, yaitu PLTBm milik PT. Rezeki Perkasa Sejahtera Lestasi sebesar 10 MW yang mensuplai sistem interkoneksi Khatulistiwa sejak bulan April 2018 dan Excess Power Biogas milik PT. SEC Sambas sebesar 1 MW.

“Kami terus berupaya untuk mengeksplore potensi sumber-sumber EBT diberbagai lokasi yang ada di Kalimantan Barat. Kami juga senantiasa berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti calon pengembang, pemerintah daerah setempat, serta divisi-divisi PLN yang terkait pengembangan EBT agar mimpi kami untuk memiliki banyak pembangkit yang ramah lingkungan dapat segera terwujud,” pungkas Ari.

Baca Juga :  Laka Dua Truk dan Satu Sepmot, Tiga Korban Patah di Kaki dan Tangan

Berita dan Foto Humas PLN Kalbar

Most Read

Artikel Terbaru

/