alexametrics
27.8 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

Progres Pembangunan Pembangkit PLN di Bangkanai Lebih dari 90 Persen

KALIMANTAN TENGAH – PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (PLN UIP KLB) memastikan penyelesaian pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin dan Gas (PLTMG) Bangkanai Stage dua terus berjalan kendati pandemi melanda dan lokasi akses menuju lokasi cukup sulit dicapai di saat musim hujan seperti saat ini.

Pembangkit yang berlokasi di Desa Karendan, Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara ini memiliki total kapasitas sebesar 140 Mega Watt (MW) yang terdiri dari dua engine hall dan masing-masing dapat menghasilkan listrik berkapasitas sebesar 70 MW.

“Saat ini, progres pembangunan pembangkit telah mencapai lebih dari 90 persen. Pertengahan Oktober lalu rekomendasi laik sinkron (RLS) juga telah terbit untuk keseluruhan mesinnya. Sistem pembangkit ini kini tengah memasuki tahap pengujian. Hal itu dilakukan untuk memastikan seluruh mesinnya dapat beroperasi dengan baik dan optimal,“ ucap Didik Mardiyanto General Manager PLN UIP KLB.

Baca Juga :  Timah Panas Lumpuhkan Kacol, Rampok Korban Karena Sakit Hati Dipanggil Babu

Didik menambahkan, dengan terbitnya rekomendasi laik sinkron tersebut, pembangkit listrik yang memiliki 16 mesin ini sudah dapat terhubung ke jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) Bangkanai-Muara Teweh.

“Pada awal bulan Oktober lalu, pembangkit kami juga sudah melalui tahap backfeeding dan sinkronisasi untuk keseluruhan unit mesinnya dengan hasil yang baik.  Tahapan tersebut kami lakukan untuk memastikan keandalan sistem pembangkit sebelum dilakukan tahapan berikutnya,” tandasnya.

“Kami berharap tahapan pengujian sistem yang saat ini sedang dilakukan dapat berjalan lancar. Pengujian yang akan kami lakukan antara lain pengujian performa pembangkti dan juga reliability run untuk memastikan keandalan mesinnya,” pungkas Didik.

Baca Juga :  Belanda Menang Dramatis, Lahirkan Laga yang Tak Pernah Ada Sebelumnya

PLN optimis bahwa nantinya dengan beroperasinya PLTMG Bangkanai Stage dua ini akan meningkatkan keandalan listrik terutama di Kalimantan Tengah. PLN UIP KLB juga menargetkan untuk menyelesaikan pembangunan jaringan interkoneksi antara sistem kelistrikan Barito di Kalimantan Tengah dan sistem Khatulistiwa di Kalimantan Barat seperti SUTT 150 kV Pangkalan Bun-Sukamara dan Sukamara-Kendawangan. Interkoneksi bertujuan agar setiap sistem kelistrikan di Kalimantan dapat terhubung dan saling menopang satu dengan lainnya. (mse/r)

KALIMANTAN TENGAH – PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (PLN UIP KLB) memastikan penyelesaian pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin dan Gas (PLTMG) Bangkanai Stage dua terus berjalan kendati pandemi melanda dan lokasi akses menuju lokasi cukup sulit dicapai di saat musim hujan seperti saat ini.

Pembangkit yang berlokasi di Desa Karendan, Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara ini memiliki total kapasitas sebesar 140 Mega Watt (MW) yang terdiri dari dua engine hall dan masing-masing dapat menghasilkan listrik berkapasitas sebesar 70 MW.

“Saat ini, progres pembangunan pembangkit telah mencapai lebih dari 90 persen. Pertengahan Oktober lalu rekomendasi laik sinkron (RLS) juga telah terbit untuk keseluruhan mesinnya. Sistem pembangkit ini kini tengah memasuki tahap pengujian. Hal itu dilakukan untuk memastikan seluruh mesinnya dapat beroperasi dengan baik dan optimal,“ ucap Didik Mardiyanto General Manager PLN UIP KLB.

Baca Juga :  Kontroversi Makam Putri Sultan Hasanuddin

Didik menambahkan, dengan terbitnya rekomendasi laik sinkron tersebut, pembangkit listrik yang memiliki 16 mesin ini sudah dapat terhubung ke jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) Bangkanai-Muara Teweh.

“Pada awal bulan Oktober lalu, pembangkit kami juga sudah melalui tahap backfeeding dan sinkronisasi untuk keseluruhan unit mesinnya dengan hasil yang baik.  Tahapan tersebut kami lakukan untuk memastikan keandalan sistem pembangkit sebelum dilakukan tahapan berikutnya,” tandasnya.

“Kami berharap tahapan pengujian sistem yang saat ini sedang dilakukan dapat berjalan lancar. Pengujian yang akan kami lakukan antara lain pengujian performa pembangkti dan juga reliability run untuk memastikan keandalan mesinnya,” pungkas Didik.

Baca Juga :  PLN-TNI AL Tukar-Menukar Tanah Negara

PLN optimis bahwa nantinya dengan beroperasinya PLTMG Bangkanai Stage dua ini akan meningkatkan keandalan listrik terutama di Kalimantan Tengah. PLN UIP KLB juga menargetkan untuk menyelesaikan pembangunan jaringan interkoneksi antara sistem kelistrikan Barito di Kalimantan Tengah dan sistem Khatulistiwa di Kalimantan Barat seperti SUTT 150 kV Pangkalan Bun-Sukamara dan Sukamara-Kendawangan. Interkoneksi bertujuan agar setiap sistem kelistrikan di Kalimantan dapat terhubung dan saling menopang satu dengan lainnya. (mse/r)

Most Read

Artikel Terbaru

/