alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Wakil Ketua DPRD Kalbar Dari Gerindra Digeser

Isu Menyeruak, Pokir Pimpinan Baru Sebagai Ganti Ruginya

 

PONTIANAK – Tanpa sebab akibat, tiba-tiba jagat perpolitikan Kalimantan Barat dibuat heboh. Posisi Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Haji Suriansyah dari Partai Gerindra dapil Sambas diganti secara tiba-tiba dengan Yuliana asal Dapil Kubu Raya-Mempawah.

Proses pergantian berlangsung alot pada Paripurna Persetujuan Pemberhentian Jabatan Pimpinan DPRD Kalbar, Senin(23/5) di Gedung DPRD Kalbar. Isu menyeruak keluar bahwa bargaining posisi pertukaran jabatan berupa tukar guling paket pokok-pokok pikiran dan sejumlah uang.

Terhadap hal tersebut Yuliana pengganti posisi Haji Suriansyah membantah dengan keras.

“Tidak ada berkaitan money politic. Pergantiannya murni karena memang atensi dan perintah DPD dan DPP Gerindra. Sebagai kader. Saya hanya mengikuti,” katanya kepada sejumlah wartawan seusai rapat paripurna.

Menurut dia, tidak boleh dalam hal apapun berkaitan kegiatan politik di DPRD Kalbar, terjadi unsur politik uang. Biarkan perpolitikan mengalir begitu saja, tanpa ada isu-isu tidak sedap.

“Ndak benar itu. Pergantian begini adalah hal biasa dalam berpartai,” ucapnya membantah.

Dia menyebutkan hanya menjalankan amanah Gerindra menggantikan posisi Wakil Ketua Suriansyah sebagai pimpinan DPRD Kalbar. Soal money politic (politik uang) sekali lagi Yuliana membantah dengan nada keras. Pihaknya hanya meminta masukan dan saran dari partai-partai politik lain berkaitan dengan mekanisme.

“Sekali lagi saya katakan. Tidak ada money politic. Tidak diperbolehkan sama sekali,” katanya lagi.

Baca Juga :  Tolak PLTN Sampai Ke Mentri ESDM RI

Sebagai salah satu unsur pimpinan baru, Yuliana memastikan akan menjalankan amanah sesuai peraturan perundang-undangan berlaku. Dia akan sekuat tenaga memperjuangkan aspirasi dan keinghinan dari masyarakat Kalimantan Barat.

Mengenai alasan pergantian, Yuliana mempersilahkan mempertanyakan kepada partai politik atau DPD Gerindra Kalbar.

“Kalau kami selaku anggota hanya bisa menerima saja. Sebab dalam surat pergantian juga tidak disinggung penyebab pergantian. Semuanya keputusan dari DPD Partai Gerindra Kalbar. Pun mengenai soal kesalahan, silahkan tanyakan ke DPD atau DPP,” kata dia.

Suriansyah, anggota DPRD Kalbar dari Partai Gerindra legowo atas kebijakan DPD Partai Gerindra Kalbar kepadanya. Baginya pergantian adalah proses pendewasaan seseorang dalam berpolitik. “Saya legowo mengikuti perintah partai,” ucapnya.

Menurut Suriansyah, selama ini dia terus berusaha menjalanakan amanah sebagai pimpinan DPRD Kalbar dari Partai Gerindra. Tentunya dalam menjalankan tugas, dia menyatakan tidak luput dari kekurangan-kekurangan.

“Saya memohon maaf sebagai manusia biasa. Namun ke depan, tentunya saya akan mendukung pimpinan baru yang sudah ditetapkan Partai Gerindra,” katanya.

Suriansyah berharap pergantian unsur pimpinan akan menjadikan lembaga DPRD Kalbar lebih solid lagi. Akan ada peningkatan, tentunya dalam menyerap berbagai aspirasi masyarakat Kalimantan Barat. Sebagai kader yang dibesarkan Partai Gerindra, dia sudah menerima dengan lapang dada.

Paripurna pergantian pimpinan DPRD Kalbar baginya sudah dilakukan berdasarkan perundang-undangan berlaku. Partai Gerindra juga melewati proses tersebut. Itu artinya bahwa partai sangat menghargai aturan.

Baca Juga :  Tiga Tahun Berjuang, Hendri Makaluasc Akhirnya Dilantik

Rapat Paripurna Persetujuan Pemberhentian Jabatan Pimpinan DPRD Kalbar yang berlangsung dari pukul 13:00 Wib hari Senin sedikit molor dari jadwal. Sesuai dengan tata tertib, jumlah yang hadir ternyata melebihi dari 2/3 jumlah anggota DPRD Kalbar. Itu artinya proses persidangan dapat tetap terus dilangsungkan.

Selama paripurna hampir seluruh anggota DPRD mewakili fraksi dan partai masing-masing mengeluarkan pendapat. Sempat alot dan berlangsung dengan nada suara tinggi. Silang pendapat saling tercurahkan. Beberapa fraksi menyampaikan masukannya, supaya proses pergantian tidak terjadi masalah. Rapat berlangsung alot hingga sore hari.

Rapat sendiri dipimpin M. Kebing L, Ketua DPRD Kalbar didampingi Wakil Ketua, Prabasa Anantatur dengan Syarif Amin Muhammad. Pemandangan hebatnya adalah, Suriansyah yang masih menjabat unsur pimpinan DPRD Kalbar, juga dengan tenang duduk di depan. Politisi Kalbar dari Partai Gerindra yang dikenal sebagai politisi santun, tidak pelit informasi dan terbuka ini ikut memberikan masukannya. Masukan berupa agar rapat paripurna legal dan tidak terjadi cacat hukum di kemudian hari.

Ketua DPRD Kalbar, M. Kebing L, ketika dimintai pendapatnya bahwa proses pergantian sudah dilakukan pada sidang paripurna. Makanya pendapat dan masukan dari berbagai partai politik dalam bentuk fraksi-fraksi juga ikut didengar. Ini supaya perjalanannya sesuai dengan tata tertib dan peraturan perundangan berlaku.

“Setelah ketuk palu, selanjutnya berproses di tangan Mendagri untuk menyetujui pergantian,” katanya. (den)

Isu Menyeruak, Pokir Pimpinan Baru Sebagai Ganti Ruginya

 

PONTIANAK – Tanpa sebab akibat, tiba-tiba jagat perpolitikan Kalimantan Barat dibuat heboh. Posisi Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Haji Suriansyah dari Partai Gerindra dapil Sambas diganti secara tiba-tiba dengan Yuliana asal Dapil Kubu Raya-Mempawah.

Proses pergantian berlangsung alot pada Paripurna Persetujuan Pemberhentian Jabatan Pimpinan DPRD Kalbar, Senin(23/5) di Gedung DPRD Kalbar. Isu menyeruak keluar bahwa bargaining posisi pertukaran jabatan berupa tukar guling paket pokok-pokok pikiran dan sejumlah uang.

Terhadap hal tersebut Yuliana pengganti posisi Haji Suriansyah membantah dengan keras.

“Tidak ada berkaitan money politic. Pergantiannya murni karena memang atensi dan perintah DPD dan DPP Gerindra. Sebagai kader. Saya hanya mengikuti,” katanya kepada sejumlah wartawan seusai rapat paripurna.

Menurut dia, tidak boleh dalam hal apapun berkaitan kegiatan politik di DPRD Kalbar, terjadi unsur politik uang. Biarkan perpolitikan mengalir begitu saja, tanpa ada isu-isu tidak sedap.

“Ndak benar itu. Pergantian begini adalah hal biasa dalam berpartai,” ucapnya membantah.

Dia menyebutkan hanya menjalankan amanah Gerindra menggantikan posisi Wakil Ketua Suriansyah sebagai pimpinan DPRD Kalbar. Soal money politic (politik uang) sekali lagi Yuliana membantah dengan nada keras. Pihaknya hanya meminta masukan dan saran dari partai-partai politik lain berkaitan dengan mekanisme.

“Sekali lagi saya katakan. Tidak ada money politic. Tidak diperbolehkan sama sekali,” katanya lagi.

Baca Juga :  Dewan Nilai Jembatan Sambas Seharus Sudah Bisa Dilewati

Sebagai salah satu unsur pimpinan baru, Yuliana memastikan akan menjalankan amanah sesuai peraturan perundang-undangan berlaku. Dia akan sekuat tenaga memperjuangkan aspirasi dan keinghinan dari masyarakat Kalimantan Barat.

Mengenai alasan pergantian, Yuliana mempersilahkan mempertanyakan kepada partai politik atau DPD Gerindra Kalbar.

“Kalau kami selaku anggota hanya bisa menerima saja. Sebab dalam surat pergantian juga tidak disinggung penyebab pergantian. Semuanya keputusan dari DPD Partai Gerindra Kalbar. Pun mengenai soal kesalahan, silahkan tanyakan ke DPD atau DPP,” kata dia.

Suriansyah, anggota DPRD Kalbar dari Partai Gerindra legowo atas kebijakan DPD Partai Gerindra Kalbar kepadanya. Baginya pergantian adalah proses pendewasaan seseorang dalam berpolitik. “Saya legowo mengikuti perintah partai,” ucapnya.

Menurut Suriansyah, selama ini dia terus berusaha menjalanakan amanah sebagai pimpinan DPRD Kalbar dari Partai Gerindra. Tentunya dalam menjalankan tugas, dia menyatakan tidak luput dari kekurangan-kekurangan.

“Saya memohon maaf sebagai manusia biasa. Namun ke depan, tentunya saya akan mendukung pimpinan baru yang sudah ditetapkan Partai Gerindra,” katanya.

Suriansyah berharap pergantian unsur pimpinan akan menjadikan lembaga DPRD Kalbar lebih solid lagi. Akan ada peningkatan, tentunya dalam menyerap berbagai aspirasi masyarakat Kalimantan Barat. Sebagai kader yang dibesarkan Partai Gerindra, dia sudah menerima dengan lapang dada.

Paripurna pergantian pimpinan DPRD Kalbar baginya sudah dilakukan berdasarkan perundang-undangan berlaku. Partai Gerindra juga melewati proses tersebut. Itu artinya bahwa partai sangat menghargai aturan.

Baca Juga :  Nasdem: Wacana Amandemen UU 1945 Di Tengah Pandemi COVID-19 Tidak Tepat

Rapat Paripurna Persetujuan Pemberhentian Jabatan Pimpinan DPRD Kalbar yang berlangsung dari pukul 13:00 Wib hari Senin sedikit molor dari jadwal. Sesuai dengan tata tertib, jumlah yang hadir ternyata melebihi dari 2/3 jumlah anggota DPRD Kalbar. Itu artinya proses persidangan dapat tetap terus dilangsungkan.

Selama paripurna hampir seluruh anggota DPRD mewakili fraksi dan partai masing-masing mengeluarkan pendapat. Sempat alot dan berlangsung dengan nada suara tinggi. Silang pendapat saling tercurahkan. Beberapa fraksi menyampaikan masukannya, supaya proses pergantian tidak terjadi masalah. Rapat berlangsung alot hingga sore hari.

Rapat sendiri dipimpin M. Kebing L, Ketua DPRD Kalbar didampingi Wakil Ketua, Prabasa Anantatur dengan Syarif Amin Muhammad. Pemandangan hebatnya adalah, Suriansyah yang masih menjabat unsur pimpinan DPRD Kalbar, juga dengan tenang duduk di depan. Politisi Kalbar dari Partai Gerindra yang dikenal sebagai politisi santun, tidak pelit informasi dan terbuka ini ikut memberikan masukannya. Masukan berupa agar rapat paripurna legal dan tidak terjadi cacat hukum di kemudian hari.

Ketua DPRD Kalbar, M. Kebing L, ketika dimintai pendapatnya bahwa proses pergantian sudah dilakukan pada sidang paripurna. Makanya pendapat dan masukan dari berbagai partai politik dalam bentuk fraksi-fraksi juga ikut didengar. Ini supaya perjalanannya sesuai dengan tata tertib dan peraturan perundangan berlaku.

“Setelah ketuk palu, selanjutnya berproses di tangan Mendagri untuk menyetujui pergantian,” katanya. (den)

Most Read

Artikel Terbaru

/