alexametrics
26.7 C
Pontianak
Tuesday, May 17, 2022

Pemilu Wali Kota 2024, Jadi Lawan atau Kawan Petahana

PONTIANAK – Pemilihan wali kota Pontianak akan dilaksanakan di akhir tahun 2024. Sejumlah nama calon bagi lawan incumbent (petahana) mulai bermunculan. Ada yang blak-balakan, sebagian calon juga masih malu-malu tapi mau. Siapa yang bakal menjadi lawan berat Edi Rusdi Kamtono-Bahasan, atau para calon justru merapat mengejar menjadi wakil petahana?

Sejumlah nama yang berhasrat untuk maju sebagai wali kota mulai mencuat. Sekretaris DPW PAN Kalimantan Barat, yang kini duduk sebagai anggota DPRD Kota Pontianak, Zulfydar Zaidar Mochtar sudah mendapat restu dari Ketua DPW PAN Kalbar, Boyman Harun, agar ikut kontestasi Pilwako 2024.

“Namanya kader, jika diperintah partai untuk maju tentu saya harus siap,” ujar Zulfydar, belum lama ini.

PAN akan mengutamakan kader terbaik. Ada banyak persiapan jika Zulfydar bakal dicalonkan PAN maju sebagai wali kota. Komunikasi politik sudah pasti harus dijalankan. Sebab syarat untuk maju minimal sembilan kursi. Sedangkan kursi legislatif PAN di Pontianak sekarang tiga kursi.

Selain Zulfydar, Ketua DPD Golkar Pontianak, Bebby Nailufa juga digadang maju menjadi calon wali kota. Golkar di bawah kepemimpinannya berjiwa milenial. Anak-anak muda banyak diakomodir untuk masuk ke barisan Golkar. Beberapa pentolan organisasi besar di Pontianak juga direkrut untuk membesarkan partai.

Bebby juga aktif di sosial media. Instagramnya memiliki pengikut hingga 26,3 ribu. Belum lagi podcast YouTube. Tim media sosialnya solid mengemas pencitraan Bebby untuk lebih dikenal ke masyarakat.

Ia juga mengupayakan kejayaan Partai Golkar di kursi legislatif Pontianak. Enam kursi optimis bisa diraih di pileg 2024. Dengan demikian, untuk diusung menjadi wali kota di tahun yang sama, Golkar tak lagi pusing untuk koalisi dengan partai lain, untuk mencukupi syarat maju sebagai calon wali kota.

Ketua DPRD Kota Pontianak, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Pontianak, Satarudin belum memikirkan untuk maju sebagai calon wali kota.

“Masih jauh itu. Saya masih fokus untuk memenangkan PDI Perjuangan di Pileg,” katanya.

Sebab pelaksanaan Pilwako harus melewati tahapan Pileg terlebih dulu. Oleh sebab itu, ia tak mau jumawa. Kini diam tapi bergerak dalam sunyi, mesin partainya sudah berjalan hingga ke tataran akar. Targetnya selain memenangkan pileg di Pontianak, ia menargetkan PDI Perjuangan bisa menambah kursi.

Baca Juga :  Samsul, Warga Tepian Sungai Kapuas Senang Wali Kota Berlebaran ke Rumahnya

Jika saat ini PDIP ada enam wakil duduk di legislatif. Ke depan tentunya harus lebih. Tujuh atau delapan kursi, menurutnya, realistis. Jika PDI Perjuangan bisa memenangkan pertarungan di pileg 2024, kata Satar, baru menentukan langkah selanjutnya di Pilwako Pontianak mendatang.

Ketua Nasdem Kota Pontianak, Firdaus Zar’in juga mengaku siap jika mendapat titah dari partai politik agar dirinya maju sebagai bakal calon wali kota Pontianak. Namun, politikus senior ini realistis.

Sebab maju di medan perang ada hitung-hitungannya. Jika pamor pada akar belum sekuat Edi Rusdi Kamtono, tentulah ia lebih memilih untuk tetap menjadi legislatif di bawah panji Nasdem. Namun jika diminta bersanding bersama Edi Rusdi Kamtono, tentunya akan siap.

Sementara itu, Ketua Partai Gerindra, pemilik enam kursi legislatif Pontianak, Nouval Ba’bud masih enggan membahas Pilwako 2024.

“Pilwako masih jauh. Kami konsen yang di depan mata dulu,” ungkapnya.

PKS Pontianak, yang miliki lima kursi di DPRD Pontianak juga akan mengusung calon internal di Pilwako mendatang. Ada dua kader yang bakal menjadi calon kuat untuk maju. Dia adalah M Arif yang kini duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak. Satu lagi ada Arief Joni, Anggota DPRD Provinsi Kalbar.

Kedua orang ini, kata Ketua PKS Pontianak Husin, adalah yang paling kuat popularitasnya di antara kader lain di PKS. M Arif sebagai tokoh masyarakat, cukup banyak dikenal masyarakat. Sementara Arif Joni, mendapatkan 20 ribuan suara di Pileg DPRD Kalbar, sehingga cukup menjanjikan untuk diusung sebagai calon orang nomor satu di Pontianak.

Di Partai Hanura, Dian Eka juga tak bisa dipandang enteng. Pemilik suara terbanyak pada Pileg DPRD Kota Pontianak lalu, berhasil mendapat lima ribuan suara di dapil Kecamatan Pontianak Timur. Hasrat politiknya juga ingin maju sebagai bakal calon wali kota. Namun, timbang-timbang serta mencari dukungan politik harus berjalan mulus.

Baca Juga :  Airlangga: Golkar Bertekad Kuningkan Pulau Sumatera di Pemilu 2024
Ilustrasi: Sigit Prasetyo/Pontianak Post

Hal senada dengan rekan separtai Dian Eka. Yandi yang pemilihan wali kota dulu bersanding menjadi Hary Daya tak bisa dipandang remeh. Meski demikian, untuk saat ini tak ada suara keluar dari mulutnya untuk terobsesi maju kembali di Pilwako Pontianak 2024.

Selain para politikus yang berhasrat maju menjadi orang nomor satu di Pontianak. Beberapa nama pengusaha dan elit birokrat dikabarkan berhasrat sama. Sebut saja Sekda Kota Pontianak Mulyadi, Kepala BPBD Kota Pontianak Haryadi S Triwibowo, kemudian Sugioto, Syarif Machmud, Satryo dan Syarif Amin Alkadrie.

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan justru belum ada tanda-tanda untuk maju atau berdampingan dengan Edi Rusdi Kamtono. Malahan omongan di warung kopi, muncul wacana dia akan maju ke DPRD Provinsi atau DPR. Tapi untuk saat ini, Bahasan mau konsen bekerja membangun Pontianak bersama Edi Rusdi Kamtono.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono justru senang jika banyak calon yang bakal maju menjadi calon wali kota. Menurutnya, itu menandakan banyak orang ingin bersumbangsih untuk memajukan kota ini.

Dia belum memikirkan siapa calon yang bakal digandengnya. Ia malah lebih fokus pada program Pemerintah Kota Pontianak saat ini.

Ketua KPU Pontianak, Deni Nuliadi mengatakan, untuk pemungutan suara Pileg dan Pilpres sudah disepakati Komisi II DPR, Kemendagri, dan penyelenggara Pemilu pada 14 Februari 2024. Sedangkan untuk Pilkada serentak disepakati pada 27 November 2024.

“Untuk resminya, nanti KPU akan mengeluarkan Peraturan KPU tentang tahapan dan jadwalnya,” ungkap Deni.

Dalam persiapan pelaksanaan pemilu serentak 2024, KPU Pontianak secara rutin melakukan pemutahiran daftar pemilih berkelanjutan. Sampai Desember 2021, daftar pemilih di Pontianak berjumlah 447.291 orang.

Pihaknya saat ini terus melakukan sosialisasi kepada calon pemilih. Ia meminta agar partisipasi masyarakat untuk melaporkan terkait perubahan data kependudukan atau keluarganya jika telah berubah.

“Semua yang memang ada perubahan di kartu keluarga bisa melaporkan ke KPU Pontianak. Nanti bisa ditindaklanjuti secara langsung,” tutupnya.(iza)

PONTIANAK – Pemilihan wali kota Pontianak akan dilaksanakan di akhir tahun 2024. Sejumlah nama calon bagi lawan incumbent (petahana) mulai bermunculan. Ada yang blak-balakan, sebagian calon juga masih malu-malu tapi mau. Siapa yang bakal menjadi lawan berat Edi Rusdi Kamtono-Bahasan, atau para calon justru merapat mengejar menjadi wakil petahana?

Sejumlah nama yang berhasrat untuk maju sebagai wali kota mulai mencuat. Sekretaris DPW PAN Kalimantan Barat, yang kini duduk sebagai anggota DPRD Kota Pontianak, Zulfydar Zaidar Mochtar sudah mendapat restu dari Ketua DPW PAN Kalbar, Boyman Harun, agar ikut kontestasi Pilwako 2024.

“Namanya kader, jika diperintah partai untuk maju tentu saya harus siap,” ujar Zulfydar, belum lama ini.

PAN akan mengutamakan kader terbaik. Ada banyak persiapan jika Zulfydar bakal dicalonkan PAN maju sebagai wali kota. Komunikasi politik sudah pasti harus dijalankan. Sebab syarat untuk maju minimal sembilan kursi. Sedangkan kursi legislatif PAN di Pontianak sekarang tiga kursi.

Selain Zulfydar, Ketua DPD Golkar Pontianak, Bebby Nailufa juga digadang maju menjadi calon wali kota. Golkar di bawah kepemimpinannya berjiwa milenial. Anak-anak muda banyak diakomodir untuk masuk ke barisan Golkar. Beberapa pentolan organisasi besar di Pontianak juga direkrut untuk membesarkan partai.

Bebby juga aktif di sosial media. Instagramnya memiliki pengikut hingga 26,3 ribu. Belum lagi podcast YouTube. Tim media sosialnya solid mengemas pencitraan Bebby untuk lebih dikenal ke masyarakat.

Ia juga mengupayakan kejayaan Partai Golkar di kursi legislatif Pontianak. Enam kursi optimis bisa diraih di pileg 2024. Dengan demikian, untuk diusung menjadi wali kota di tahun yang sama, Golkar tak lagi pusing untuk koalisi dengan partai lain, untuk mencukupi syarat maju sebagai calon wali kota.

Ketua DPRD Kota Pontianak, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Pontianak, Satarudin belum memikirkan untuk maju sebagai calon wali kota.

“Masih jauh itu. Saya masih fokus untuk memenangkan PDI Perjuangan di Pileg,” katanya.

Sebab pelaksanaan Pilwako harus melewati tahapan Pileg terlebih dulu. Oleh sebab itu, ia tak mau jumawa. Kini diam tapi bergerak dalam sunyi, mesin partainya sudah berjalan hingga ke tataran akar. Targetnya selain memenangkan pileg di Pontianak, ia menargetkan PDI Perjuangan bisa menambah kursi.

Baca Juga :  Airlangga: Golkar Bertekad Kuningkan Pulau Sumatera di Pemilu 2024

Jika saat ini PDIP ada enam wakil duduk di legislatif. Ke depan tentunya harus lebih. Tujuh atau delapan kursi, menurutnya, realistis. Jika PDI Perjuangan bisa memenangkan pertarungan di pileg 2024, kata Satar, baru menentukan langkah selanjutnya di Pilwako Pontianak mendatang.

Ketua Nasdem Kota Pontianak, Firdaus Zar’in juga mengaku siap jika mendapat titah dari partai politik agar dirinya maju sebagai bakal calon wali kota Pontianak. Namun, politikus senior ini realistis.

Sebab maju di medan perang ada hitung-hitungannya. Jika pamor pada akar belum sekuat Edi Rusdi Kamtono, tentulah ia lebih memilih untuk tetap menjadi legislatif di bawah panji Nasdem. Namun jika diminta bersanding bersama Edi Rusdi Kamtono, tentunya akan siap.

Sementara itu, Ketua Partai Gerindra, pemilik enam kursi legislatif Pontianak, Nouval Ba’bud masih enggan membahas Pilwako 2024.

“Pilwako masih jauh. Kami konsen yang di depan mata dulu,” ungkapnya.

PKS Pontianak, yang miliki lima kursi di DPRD Pontianak juga akan mengusung calon internal di Pilwako mendatang. Ada dua kader yang bakal menjadi calon kuat untuk maju. Dia adalah M Arif yang kini duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak. Satu lagi ada Arief Joni, Anggota DPRD Provinsi Kalbar.

Kedua orang ini, kata Ketua PKS Pontianak Husin, adalah yang paling kuat popularitasnya di antara kader lain di PKS. M Arif sebagai tokoh masyarakat, cukup banyak dikenal masyarakat. Sementara Arif Joni, mendapatkan 20 ribuan suara di Pileg DPRD Kalbar, sehingga cukup menjanjikan untuk diusung sebagai calon orang nomor satu di Pontianak.

Di Partai Hanura, Dian Eka juga tak bisa dipandang enteng. Pemilik suara terbanyak pada Pileg DPRD Kota Pontianak lalu, berhasil mendapat lima ribuan suara di dapil Kecamatan Pontianak Timur. Hasrat politiknya juga ingin maju sebagai bakal calon wali kota. Namun, timbang-timbang serta mencari dukungan politik harus berjalan mulus.

Baca Juga :  Aneka Kuliner Meriahkan Kampong Ramadan
Ilustrasi: Sigit Prasetyo/Pontianak Post

Hal senada dengan rekan separtai Dian Eka. Yandi yang pemilihan wali kota dulu bersanding menjadi Hary Daya tak bisa dipandang remeh. Meski demikian, untuk saat ini tak ada suara keluar dari mulutnya untuk terobsesi maju kembali di Pilwako Pontianak 2024.

Selain para politikus yang berhasrat maju menjadi orang nomor satu di Pontianak. Beberapa nama pengusaha dan elit birokrat dikabarkan berhasrat sama. Sebut saja Sekda Kota Pontianak Mulyadi, Kepala BPBD Kota Pontianak Haryadi S Triwibowo, kemudian Sugioto, Syarif Machmud, Satryo dan Syarif Amin Alkadrie.

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan justru belum ada tanda-tanda untuk maju atau berdampingan dengan Edi Rusdi Kamtono. Malahan omongan di warung kopi, muncul wacana dia akan maju ke DPRD Provinsi atau DPR. Tapi untuk saat ini, Bahasan mau konsen bekerja membangun Pontianak bersama Edi Rusdi Kamtono.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono justru senang jika banyak calon yang bakal maju menjadi calon wali kota. Menurutnya, itu menandakan banyak orang ingin bersumbangsih untuk memajukan kota ini.

Dia belum memikirkan siapa calon yang bakal digandengnya. Ia malah lebih fokus pada program Pemerintah Kota Pontianak saat ini.

Ketua KPU Pontianak, Deni Nuliadi mengatakan, untuk pemungutan suara Pileg dan Pilpres sudah disepakati Komisi II DPR, Kemendagri, dan penyelenggara Pemilu pada 14 Februari 2024. Sedangkan untuk Pilkada serentak disepakati pada 27 November 2024.

“Untuk resminya, nanti KPU akan mengeluarkan Peraturan KPU tentang tahapan dan jadwalnya,” ungkap Deni.

Dalam persiapan pelaksanaan pemilu serentak 2024, KPU Pontianak secara rutin melakukan pemutahiran daftar pemilih berkelanjutan. Sampai Desember 2021, daftar pemilih di Pontianak berjumlah 447.291 orang.

Pihaknya saat ini terus melakukan sosialisasi kepada calon pemilih. Ia meminta agar partisipasi masyarakat untuk melaporkan terkait perubahan data kependudukan atau keluarganya jika telah berubah.

“Semua yang memang ada perubahan di kartu keluarga bisa melaporkan ke KPU Pontianak. Nanti bisa ditindaklanjuti secara langsung,” tutupnya.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/