alexametrics
30.6 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Survei CPCS, Elektabilitas Golkar di Bawah Partai Demokrat

PONTIANAK – Center for Political Comunication Studies (CPCS) merelease tingkat keterpilihan (elektabilitas) partai politik tertinggi di Indonesia. Partai-partai pemenang pemilu masih meringsek pada posisi atas. Misalnya PDI Perjuangan berada di urutan teratas dengan elektabilitas 17,4 persen, disusul Partai Gerindra 13,3 persen. Kemudian mengejutkan posisi tiga besar ditempati Partai Demokrat dengan perolehan 10,6 persen. Sementara posisi Partai Golkar berada pada urutan ke empat hanya dengan 8,6 persen ?

Bagaimana tanggapan DPD 1 Golkar Kalimantan Barat? Adrianus Asia Sidot, Ketua Bapilu DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Barat sekaligus anggota DPR RI dapil dapil Kalbar 2 mengatakan bahwa Partai Golkar tidak perlu risau dan jengah melihat hasil survei tersebut di lapangan.

“Justru harus menjadi motivasi dan inspirasi kami, bagaimana elektabilitas Partai Golkar harus terus ditingkatkan menuju kepemimpinan tahun 2024 mendatgang,” ucapnya.

Menurut dia hasil survei CPCS tersebut bisa saja disebut meningkat ketika dilakukan suvei oleh lembaga survei. Namun bisa saja Partai Golkar berdalih dengan asumsi sampel yang diambil justru  berada di daerah salah, yang kebetulan merupakan basis partai lain.

Baca Juga :  Kosgoro 1957 Komitmen Memenangkan Golkar di Pemilu 2024.

“Tetapi saya tegaskan kembali, Golkar tidak boleh ada alasan seperti itu. Sebagai Ketua Bapilu Golkar Kalbar, justru menjadi semacam cambukan dan pijakan bagi saya dalam melakukan hal-hal diperlukan ke depan meningkatkan kembali elektabilitas partai Golkar pada posisi puncak,” kata dia.

Golkar sendiri dengan slogan bersatu menang harus mampu meraup kemenangan pada kepemimpinan 2024 mendatang. Entah posisi legislatif ataupun eksekutif. “Nah tadi kuncinya kalau Partai Golkar sendiri tak dapat bersatu, bagaimana mau menang. Intinya di bawah panji dan bendera partai Golkar, kita harus bersatu merebut kemenangan,” ujarnya.

Untuk target Partai Golkar pada Pilpres, Pileg, Pilkada, dan Pilgub 2024 mendatang ? mantan Bupati Landak 2 periode ini menyebutkan bahwa jumlah perolehan suara  dan kursi seluruh pengurus kabupaten harus terus meningkat. Misalnya perolehan suara periode sebelumnya hanya 4 kursi, bisa meningkat menjadi 5 sampai 6 kursi.

Sementara di tingkat Provinsi sendiri adalah target 12 kursi dari 8 kursi yang sudah ada harus mampu dirubah.

“Saya optimis bisa tercapai,” ucapnya.

Sementara kursi kepala daerah jelas hubungannya denngan memenangkan Pileg dan Pilpres tahun 2024 dulu. Berhasil meraih banyak kursi di tingkat legislatif, jelas langkah menjadi kepala daerah kabupaten/kota, kalbar atau presiden sekalipun bukanlah perkara sulit.

Baca Juga :  Golkar Targetkan Dua Kursi Dapil Selatan-Tenggara

“Kerja kami akan lebih gampang karena sudah ada modal dari perolehan kursi legislatif. Apalagi, pak  Airlangga Hartarto terpilih sebagai presiden RI berikutnya akan lebih memudahkan langkah kaki kami, memetakan politik ke depan seperti apa,” pungkas dia.

Ermin Elviani, Ketua Fraksi Partai Demokrat Kalimantan mengakui bersyukur keterpilihan (elektabilitas) Partai Demokrat berada pada posisi 3 besar, sesuai hasil survei CPCS.

“Kami (kader demokrat), bersyukur survei elektabilutas partai masuk posisi atas. Semoga terus menjadi semangat baru bagi kami di tengah gejolak partai demokrat untuk berbuat bagi masyarakat. Pastinya Partao Demokrat  selalu berada di hati masyarakat dan harapan kami ke depan tidak ada dualisme,” ucapnya.

Di sisi lain, kader-kader Partai Demokrat adalah kader terbaik dan militan dalam memperjuangkan misi dan visi partai. Makanya, ketika dilakukan survei, harusnya memang Partai Demokrat berada pada posisi teratas. (den)

PONTIANAK – Center for Political Comunication Studies (CPCS) merelease tingkat keterpilihan (elektabilitas) partai politik tertinggi di Indonesia. Partai-partai pemenang pemilu masih meringsek pada posisi atas. Misalnya PDI Perjuangan berada di urutan teratas dengan elektabilitas 17,4 persen, disusul Partai Gerindra 13,3 persen. Kemudian mengejutkan posisi tiga besar ditempati Partai Demokrat dengan perolehan 10,6 persen. Sementara posisi Partai Golkar berada pada urutan ke empat hanya dengan 8,6 persen ?

Bagaimana tanggapan DPD 1 Golkar Kalimantan Barat? Adrianus Asia Sidot, Ketua Bapilu DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Barat sekaligus anggota DPR RI dapil dapil Kalbar 2 mengatakan bahwa Partai Golkar tidak perlu risau dan jengah melihat hasil survei tersebut di lapangan.

“Justru harus menjadi motivasi dan inspirasi kami, bagaimana elektabilitas Partai Golkar harus terus ditingkatkan menuju kepemimpinan tahun 2024 mendatgang,” ucapnya.

Menurut dia hasil survei CPCS tersebut bisa saja disebut meningkat ketika dilakukan suvei oleh lembaga survei. Namun bisa saja Partai Golkar berdalih dengan asumsi sampel yang diambil justru  berada di daerah salah, yang kebetulan merupakan basis partai lain.

Baca Juga :  Ketua Demokrat Pontianak Ajak Jurnalis Ikut Lomba Fotografi dan Menulis

“Tetapi saya tegaskan kembali, Golkar tidak boleh ada alasan seperti itu. Sebagai Ketua Bapilu Golkar Kalbar, justru menjadi semacam cambukan dan pijakan bagi saya dalam melakukan hal-hal diperlukan ke depan meningkatkan kembali elektabilitas partai Golkar pada posisi puncak,” kata dia.

Golkar sendiri dengan slogan bersatu menang harus mampu meraup kemenangan pada kepemimpinan 2024 mendatang. Entah posisi legislatif ataupun eksekutif. “Nah tadi kuncinya kalau Partai Golkar sendiri tak dapat bersatu, bagaimana mau menang. Intinya di bawah panji dan bendera partai Golkar, kita harus bersatu merebut kemenangan,” ujarnya.

Untuk target Partai Golkar pada Pilpres, Pileg, Pilkada, dan Pilgub 2024 mendatang ? mantan Bupati Landak 2 periode ini menyebutkan bahwa jumlah perolehan suara  dan kursi seluruh pengurus kabupaten harus terus meningkat. Misalnya perolehan suara periode sebelumnya hanya 4 kursi, bisa meningkat menjadi 5 sampai 6 kursi.

Sementara di tingkat Provinsi sendiri adalah target 12 kursi dari 8 kursi yang sudah ada harus mampu dirubah.

“Saya optimis bisa tercapai,” ucapnya.

Sementara kursi kepala daerah jelas hubungannya denngan memenangkan Pileg dan Pilpres tahun 2024 dulu. Berhasil meraih banyak kursi di tingkat legislatif, jelas langkah menjadi kepala daerah kabupaten/kota, kalbar atau presiden sekalipun bukanlah perkara sulit.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Kalbar Dari Gerindra Digeser

“Kerja kami akan lebih gampang karena sudah ada modal dari perolehan kursi legislatif. Apalagi, pak  Airlangga Hartarto terpilih sebagai presiden RI berikutnya akan lebih memudahkan langkah kaki kami, memetakan politik ke depan seperti apa,” pungkas dia.

Ermin Elviani, Ketua Fraksi Partai Demokrat Kalimantan mengakui bersyukur keterpilihan (elektabilitas) Partai Demokrat berada pada posisi 3 besar, sesuai hasil survei CPCS.

“Kami (kader demokrat), bersyukur survei elektabilutas partai masuk posisi atas. Semoga terus menjadi semangat baru bagi kami di tengah gejolak partai demokrat untuk berbuat bagi masyarakat. Pastinya Partao Demokrat  selalu berada di hati masyarakat dan harapan kami ke depan tidak ada dualisme,” ucapnya.

Di sisi lain, kader-kader Partai Demokrat adalah kader terbaik dan militan dalam memperjuangkan misi dan visi partai. Makanya, ketika dilakukan survei, harusnya memang Partai Demokrat berada pada posisi teratas. (den)

Most Read

Artikel Terbaru

/