KKN tersebut tepatnya berlangsung di dua dusun Desa Punggur Besar Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya selama kurang lebih 50 hari. Menurut Dessy, Dusun Perintis mayoritas penduduknya bekerja di ladang pinang dan peternak.
Sumber daya alam berupa buah pinang yang melimpah itu hanya dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk diambil biji buah yang sudah kering untuk dijual. Padahal biji buah pinang, bisa dimanfaatkan dan diolah kembali menjadi obat cacing bagi hewan ternah sapi dan kambing. Para peternak di dua dusun(Pembangunan dan Perintis) Punggur Besar tersebut baru mengetahui manfaat biji buah pinang bisa dijadikan obat cacing setelah mahasiswi UGM mengadakan KKN di desa tersebut.
Dessy, Mahasiswa Jurusan Teknologi Veteriner UGM ini menjelaskan manfaat buah pinang lewat penyuluhan dengan berkunjung ke peternak yang juga memiliki kebun buah pinang. Menurut Dessy, penyakit cacingan pada hewan ternak dapat dicegah dan diobati dengan biji buah pinang.
Dalam penyuluhan tersebut Dessy menjelaskan tentang pembuatan biji buah pinang menjadi serbuk sebagai obat cacing ternak dan edukasi pemeliharaan ternak. Salah satu peternak mengaku baru pertama kali tahu jika biji pinang dapat dimanfaatkan sebagai obat cacing pada ternak. “Inovasi ini sangat kami butuhkan. Semoga ke depan kami dapat membuat sendiri dan membuat ternak sehat serta gemuk,” kata Musa.
Selain penyuluhan, Dessy juga melakukan pengamatan di lapangan. Dari hasil pengamatannya tidak sedikit kambing dan sapi yang dipelihara mengindikasi kearah cacingan dengan postur tubuh perut membesar dan rambut bagian leher berdiri serta pertumbuhan yang tidak signifikan. Pemberian obat cacing yang kurang diketahui oleh peternak dan jarak dari kandang ke kota yang cukup jauh untuk membeli obat-obat khusus hewan menjadi kendala utama.(vie) Editor : Misbahul Munir S