alexametrics
27 C
Pontianak
Thursday, June 30, 2022

Tersangka Penggelapan Pajak Diserahkan ke Kejaksaan

PONTIANAK – Penyidik Kanwil DJP Kalimantan Barat berkordinasi dengan Korwas Polda Kalimantan Barat menyerahkan tersangka penggelapan pajak dengan berinisial “D” selaku direktur CV SP kepada Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan Negeri Singkawang, Singkawang, Kamis (28/01).

Kepala Kantor Wilayah DJP Kalimantan Barat Ahmad Djamhari menyatakan bahwa tersangka merupakan Wajib Pajak KPP Pratama Singkawang yang diduga telah melakukan tindakan pidana di bidang perpajakan yaitu dengan sengaja tidak melakukan penyetoran PPN melalui perusahaannya CV SP yang telah dilakukan pemungutan. “Atas perbuatannya ini menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 503 Juta, ” lanjut Djamhari.

Djamhari menjelaskan bahwa, “Perbuatan tersangka tersebut melanggar Pasal 39 ayat (1) huruf i Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009.

Baca Juga :  Pemprov Yakin PMK Tak Ganggu Pasokan Hewan Kurban

“Tersangka terancam dengan hukuman pidana penjara paling singkat enam bulan dan paling lama enam tahun serta denda paling sedikit dua kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar dan paling banyak 4 (empat) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar,” tambah Djamhari.

Djamhari mengungkapkan bahwa berkas perkara telah dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, dan untuk selanjutnya berkas perkara diserahkan kepada pihak Kejaksaan Negeri Singkawang untuk dilakukan proses penuntutan dan persidangan di pengadilan.

“Berkas perkara sudah lengkap dan per hari ini tersangka kami serahkan kepada pihak berwenang dengan didampingi oleh korwas Polda Kalimantan Barat untuk dilakukan proses lebih lanjut,” papar Djamhari.

Baca Juga :  Jelang Natal, Satgas Pamtas Yonif 642 Semprot Disinfektan di Tempat Ibadah

Dengan diserahkannya tersangka ini, Djamhari mengharapkan kepada seluruh Wajib Pajak agar selalu memenuhi kewajiban perpajakannya sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. (ars)

PONTIANAK – Penyidik Kanwil DJP Kalimantan Barat berkordinasi dengan Korwas Polda Kalimantan Barat menyerahkan tersangka penggelapan pajak dengan berinisial “D” selaku direktur CV SP kepada Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan Negeri Singkawang, Singkawang, Kamis (28/01).

Kepala Kantor Wilayah DJP Kalimantan Barat Ahmad Djamhari menyatakan bahwa tersangka merupakan Wajib Pajak KPP Pratama Singkawang yang diduga telah melakukan tindakan pidana di bidang perpajakan yaitu dengan sengaja tidak melakukan penyetoran PPN melalui perusahaannya CV SP yang telah dilakukan pemungutan. “Atas perbuatannya ini menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 503 Juta, ” lanjut Djamhari.

Djamhari menjelaskan bahwa, “Perbuatan tersangka tersebut melanggar Pasal 39 ayat (1) huruf i Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009.

Baca Juga :  Jelang Natal, Satgas Pamtas Yonif 642 Semprot Disinfektan di Tempat Ibadah

“Tersangka terancam dengan hukuman pidana penjara paling singkat enam bulan dan paling lama enam tahun serta denda paling sedikit dua kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar dan paling banyak 4 (empat) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar,” tambah Djamhari.

Djamhari mengungkapkan bahwa berkas perkara telah dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, dan untuk selanjutnya berkas perkara diserahkan kepada pihak Kejaksaan Negeri Singkawang untuk dilakukan proses penuntutan dan persidangan di pengadilan.

“Berkas perkara sudah lengkap dan per hari ini tersangka kami serahkan kepada pihak berwenang dengan didampingi oleh korwas Polda Kalimantan Barat untuk dilakukan proses lebih lanjut,” papar Djamhari.

Baca Juga :  Menuju Energi Hijau, Indonesia Dukung Komitmen Dunia Ramah Lingkungan

Dengan diserahkannya tersangka ini, Djamhari mengharapkan kepada seluruh Wajib Pajak agar selalu memenuhi kewajiban perpajakannya sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. (ars)

Most Read

Artikel Terbaru

/