alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, July 7, 2022

Api Menjalar ke Permukiman Penduduk, Asrama Mahasiswa Nyaris Terbakar

PONTIANAK – Kebakaran hutan dan lahan kian mengancam. Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Jalan Sepakat II, Kecamatan Pontianak Selatan, Minggu (28/2), terus menjalar hingga mendekati permukiman penduduk dan gedung Asrama Mahasiswa Kabupaten Bengkayang.

Menurut informasi yang dihimpun Pontianak Post di lapangan, kebakaran terjadi sejak siang hari. BPBD Kota Pontianak bersama pemadam kebakaran swasta dan masyarakat sekitar berusaha melakukan pemadaman.

Api berhasil dikuasai sekitar pukul 17.00. Namun, tidak lama kemudian, kobaran api kembali menyala lebih besar. “Dari siang tadi api sudah ada. Sudah menjalar mendekati asrama. Kami teman-teman asrama dan petugas pemadam kebakaran melakukan blockade agar api tidak mendekat dengan alat seadanya,” ujar Jopni Iskandar, penghuni Asrama Mahasiswa Kabupaten Bengkayang, di temui di lokasi kebakaran, kemarin malam.

Ia mengira,  api tidak akan muncul kembali. Namun, menjelang magrib, kata Joni, api kembali muncul.  “Kami kira api sudah bisa diatasi, karena petugas mengajak kami keluar dari lokasi. Ternyata malam, api membesar,” lanjutnya.

Baca Juga :  Semangat Membara Anggota Zidam dan Masyarakat Membangun Jalan

Selain mendekati Gedung Asrama Mahasiswa Kabupaten Bengkayang, kebakaran lahan juga mengancam pemukiman penduduk yang berada di Gang Anugrah, Jalan Sepakat II Ujung, Pontianak Selatan. Keberadaan api diperkirakan berjarak 5 hingga 10 meter.

Namun demikian, masyarakat di sekitar lokasi kebakaran masih enggan mengungsi. Mereka lebih memilih tinggal di rumah masing-masing. “Sementara ini kami masih bertahan. Kecuali memang kebakaran terus terjadi dan tidak ada bantuan pemadaman,” ujar Musleh, warga Gang Anugrah, Jalan Sepakat II, Pontianak.

Menurut Musleh, di wilayah tersebut tidak terdeteksi adanya kebakaran lahan. Hanya saja, saat siang menjelang sore, kebakaran tiba-tiba terjadi.  Ia memprediksi, sumber api berasal dari rembetan kebakaran lahan yang berada di Jalan Perdana ujung.

Saat ini ia berharap kebakaran lahan segera berakhir dan tidak lagi mengancam pemukiman penduduk. “Mudah-mudahan kebakaran tidak merembet ke rumah,” Harapnya.

Hal senada dibenarkan oleh Kanit Sabhara Polsek Selatan Iptu Jekli Sayogo. Menurutnya, kebakaran mulai terjadi pada siang hari. Namun berhasil dilokalisir. Hanya saja, titik api kembali membesar saat menjelang magrib. “Dan alhamdulillah, saat ini api berhasil dikuasai. Tapi memang, yang menjadi kendala saat ini adalah sumber air,” katanya.

Baca Juga :  Zar'in ; Patuhi Aturan Pemerintah Dalam Penanganan Covid-19

Terpisah, Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Sigid Sigid Tri Hardjanto menyampaikan, menindaklanjuti arahan Presiden tentang Karhutla, upaya yang dilakuka upaya preventif, yakni pencegahan. “Cegah api dari kecil jangan sampai menjadi besar,” katanya.

Pihaknya juga mengapresiasi kinerja Satuan Tugas Penanganan Karhutla yang telah ditoreh selama ini dan memberikan dukungan terhadap personil di lapangan.

Selain itu, pihaknya menyampaikan agar mensosialisasikan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 103 tahun 2020, tentang Pembukaan Areal Lahan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal. Menurut Sigid, bukan berarti masyarakat bebas membuka lahan dengan cara di bakar. “Boleh membakar. Tetapi ada persyaratan-persyaratannya,” kata dia.

Kalau itu dilanggar, lajut Sigid, pihaknya tidak akan segan-segan untuk melakukan penindakan hukum. “Kita akan cari siapa pelakunya. Kita lakukan penegakan hukum,” tegasnya. (arf)

PONTIANAK – Kebakaran hutan dan lahan kian mengancam. Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Jalan Sepakat II, Kecamatan Pontianak Selatan, Minggu (28/2), terus menjalar hingga mendekati permukiman penduduk dan gedung Asrama Mahasiswa Kabupaten Bengkayang.

Menurut informasi yang dihimpun Pontianak Post di lapangan, kebakaran terjadi sejak siang hari. BPBD Kota Pontianak bersama pemadam kebakaran swasta dan masyarakat sekitar berusaha melakukan pemadaman.

Api berhasil dikuasai sekitar pukul 17.00. Namun, tidak lama kemudian, kobaran api kembali menyala lebih besar. “Dari siang tadi api sudah ada. Sudah menjalar mendekati asrama. Kami teman-teman asrama dan petugas pemadam kebakaran melakukan blockade agar api tidak mendekat dengan alat seadanya,” ujar Jopni Iskandar, penghuni Asrama Mahasiswa Kabupaten Bengkayang, di temui di lokasi kebakaran, kemarin malam.

Ia mengira,  api tidak akan muncul kembali. Namun, menjelang magrib, kata Joni, api kembali muncul.  “Kami kira api sudah bisa diatasi, karena petugas mengajak kami keluar dari lokasi. Ternyata malam, api membesar,” lanjutnya.

Baca Juga :  BPBD Ungkap 28 Desa Rawan Karhutla

Selain mendekati Gedung Asrama Mahasiswa Kabupaten Bengkayang, kebakaran lahan juga mengancam pemukiman penduduk yang berada di Gang Anugrah, Jalan Sepakat II Ujung, Pontianak Selatan. Keberadaan api diperkirakan berjarak 5 hingga 10 meter.

Namun demikian, masyarakat di sekitar lokasi kebakaran masih enggan mengungsi. Mereka lebih memilih tinggal di rumah masing-masing. “Sementara ini kami masih bertahan. Kecuali memang kebakaran terus terjadi dan tidak ada bantuan pemadaman,” ujar Musleh, warga Gang Anugrah, Jalan Sepakat II, Pontianak.

Menurut Musleh, di wilayah tersebut tidak terdeteksi adanya kebakaran lahan. Hanya saja, saat siang menjelang sore, kebakaran tiba-tiba terjadi.  Ia memprediksi, sumber api berasal dari rembetan kebakaran lahan yang berada di Jalan Perdana ujung.

Saat ini ia berharap kebakaran lahan segera berakhir dan tidak lagi mengancam pemukiman penduduk. “Mudah-mudahan kebakaran tidak merembet ke rumah,” Harapnya.

Hal senada dibenarkan oleh Kanit Sabhara Polsek Selatan Iptu Jekli Sayogo. Menurutnya, kebakaran mulai terjadi pada siang hari. Namun berhasil dilokalisir. Hanya saja, titik api kembali membesar saat menjelang magrib. “Dan alhamdulillah, saat ini api berhasil dikuasai. Tapi memang, yang menjadi kendala saat ini adalah sumber air,” katanya.

Baca Juga :  Polres Gelar Simulasi Terpadu Tanggulangi Karhutla

Terpisah, Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Sigid Sigid Tri Hardjanto menyampaikan, menindaklanjuti arahan Presiden tentang Karhutla, upaya yang dilakuka upaya preventif, yakni pencegahan. “Cegah api dari kecil jangan sampai menjadi besar,” katanya.

Pihaknya juga mengapresiasi kinerja Satuan Tugas Penanganan Karhutla yang telah ditoreh selama ini dan memberikan dukungan terhadap personil di lapangan.

Selain itu, pihaknya menyampaikan agar mensosialisasikan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 103 tahun 2020, tentang Pembukaan Areal Lahan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal. Menurut Sigid, bukan berarti masyarakat bebas membuka lahan dengan cara di bakar. “Boleh membakar. Tetapi ada persyaratan-persyaratannya,” kata dia.

Kalau itu dilanggar, lajut Sigid, pihaknya tidak akan segan-segan untuk melakukan penindakan hukum. “Kita akan cari siapa pelakunya. Kita lakukan penegakan hukum,” tegasnya. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/