alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Dorong UMKM Lebih Produktif di Tengah Pandemi

Sebab keberadaan UMKM juga membuka banyak peluang kerja,” ujarnya usai membuka Seminar Aspek Hukum dalam Bisnis UMKM, Senin (1/2). Selama pandemi Covid-19, lanjutnya, Pemkot Pontianak memberikan perhatian bagi UMKM terdampak dengan membangun kolaborasi dengan instansi terkait. Kolaborasi yang dilakukan yakni dengan memfasilitasi menyediakan tempat dan memasarkan produk sehingga usaha mereka berkembang.

Dalam menjalankan usahanya, para pelaku UMKM juga harus memahami persoalan hukum yang mungkin dihadapi berkaitan dengan usaha yang digeluti. Untuk itu, melalui seminar ini, ada beberapa masukan dari pakar ekonomi Universitas Tanjungpura (Untan) dan tim advokasi untuk melindungi para pelaku usaha karena ketidaktahuan atau masih awam terhadap persoalan hukum sehingga perlu pendampingan. “Misalnya adanya kesamaan merek dagang akibat kurangnya wawasan dari pelaku UMKM termasuk masalah piutang yang kerap kali dilakukan pengusaha,” kata Edi.

Baca Juga :  Dulu Jualan Telur Ngemper di Sungai Jawi, Kini Pimpin 26 Cabang Perusahaan di Indonesia dan Singapura

Dalam kesempatan itu pula, dicanangkan Pemuda Pelopor UMKM Mandiri. Pencanangan pemuda pelopor ini untuk memotivasi para generasi muda memiliki jiwa entrepreneur. “Dengan demikian mereka memiliki semangat untuk mencari peluang produksi agar bisa menjadi mata pencaharian mereka,” pungkasnya.(iza/r)

Sebab keberadaan UMKM juga membuka banyak peluang kerja,” ujarnya usai membuka Seminar Aspek Hukum dalam Bisnis UMKM, Senin (1/2). Selama pandemi Covid-19, lanjutnya, Pemkot Pontianak memberikan perhatian bagi UMKM terdampak dengan membangun kolaborasi dengan instansi terkait. Kolaborasi yang dilakukan yakni dengan memfasilitasi menyediakan tempat dan memasarkan produk sehingga usaha mereka berkembang.

Dalam menjalankan usahanya, para pelaku UMKM juga harus memahami persoalan hukum yang mungkin dihadapi berkaitan dengan usaha yang digeluti. Untuk itu, melalui seminar ini, ada beberapa masukan dari pakar ekonomi Universitas Tanjungpura (Untan) dan tim advokasi untuk melindungi para pelaku usaha karena ketidaktahuan atau masih awam terhadap persoalan hukum sehingga perlu pendampingan. “Misalnya adanya kesamaan merek dagang akibat kurangnya wawasan dari pelaku UMKM termasuk masalah piutang yang kerap kali dilakukan pengusaha,” kata Edi.

Baca Juga :  Belum Semua CJH Penuhi Syarat Vaksin

Dalam kesempatan itu pula, dicanangkan Pemuda Pelopor UMKM Mandiri. Pencanangan pemuda pelopor ini untuk memotivasi para generasi muda memiliki jiwa entrepreneur. “Dengan demikian mereka memiliki semangat untuk mencari peluang produksi agar bisa menjadi mata pencaharian mereka,” pungkasnya.(iza/r)

Most Read

Artikel Terbaru

/