alexametrics
30.6 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Zakat Kebun Langsat

Tanya:
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Saya punya kebun langsat 1 hektare kalau sudah musim panen insayallah ada sedikit rezeki lebih. Apakah saya wajib mengeluarkan zakat, dan kalau memang wajib bagaimana cara menghitungnya? Mohon pencerahannya terimakasih.

Jawab:
Waalaikum salam warahmatullah wabarakatuh…
Semoga jawaban ini bisa membantu memecahkan masalah yang saudara hadapi dan semoga kita senantiasa meraih barokah dan ridha Allah SWT.
Senantiasa berdoa kepada Allah SWT, semoga kita terhindar dari berbagai macam cobaan hidup, kekurangan pangan, penyakit-penyakit, wabah serta perbuatan keji dan mungkar baik dhahir maupun bathin yang sedang melanda negeri ini. Aamiin.
Dalam kitab-kitab fiqh, terdapat beberapa jenis harta yang wajib dizakati yaitu zakat pertanian dan perkebunan (buah-buahan), zakat perdagangan, zakat hewan ternak, zakat rikaz atau barang temuan dari harta yang terpendam dalam tanah, zakat investasi, zakat tabungan, zakat emas dan perak, dan zakat profesi. Pertanyaan saudara masuk dalam kategori zakat perkebunan (buah-buahan/biji-bijian).
Beberapa ulama berbeda pendapat soal zakat buah-buahan, ada yang mengatakan tidak tidak wajib dikeluarkan zakatya dengan alasan tidak ada nash langsung dari hadiss nabi yang spesifik mewajibkan zakat buah-buahan. Sementara ulama yang lain mengatakan bahwa mewajibkan zakat atas semua jenis buah-buahan walaupun bukan dari jenis makanan pokok.
Pendapat yang mewajibkan zakat atas semua jenis-jenis buah-buahan mengacu pada QS al-Baqarah ayat 267, “Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu….” Atas dasar ayat ini maka ulama menafsirkan bahwa semua yang dihasilkan dari bumi tetap harus dikeluarkan zakatnya. Keudian QS al-An’am ayat 141, “.. dan tunaikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya…”.
Sabda Nabi Muhammad saw, “Apa yang disiram oleh langit maka zakatnya sepersepuluh (10%), dan apa yang disiram dengan gayung atau timba maka zakatnya seperduapuluh (5%)”.
Pada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, nabi bersabda, “Tanaman yang pengairannya dengan air hujan dan mata air, atau mengisap air dengan akarnya, zakatnya sepersepuluh. Sedangkan tanaman yang pengairannya dengan bantuan binatang (unta atau sapi) untuk mengangkut air, zakatnya seperdua puluh.” (HR. Al-Bukhari no. 1483).
Hadis yang lain yang artinya, “Tanaman yang diairi dengan air sungai dan air hujan zakatnya sepersepuluh, sedangkan tanaman yang pengairannya dengan as-saniyah zakatnya seperdua puluh.” (HR. Muslim no. 981).
Dari ayat dan hadis ini, kebun langsat yang bapak miliki termasuk dalam kategori zakat perkebunan (tanaman buah-buahan). Berhubung kebun langsat bapak tadah hujan (tidak disirami sendiri), maka terkena wajib zakat sebesar sepuluh persen (10%) dari hasil panen.
Wallau a’lam bissawab

Baca Juga :  Karena Covid-19, PAD Berkurang Rp244 Miliar

Tanya:
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Saya punya kebun langsat 1 hektare kalau sudah musim panen insayallah ada sedikit rezeki lebih. Apakah saya wajib mengeluarkan zakat, dan kalau memang wajib bagaimana cara menghitungnya? Mohon pencerahannya terimakasih.

Jawab:
Waalaikum salam warahmatullah wabarakatuh…
Semoga jawaban ini bisa membantu memecahkan masalah yang saudara hadapi dan semoga kita senantiasa meraih barokah dan ridha Allah SWT.
Senantiasa berdoa kepada Allah SWT, semoga kita terhindar dari berbagai macam cobaan hidup, kekurangan pangan, penyakit-penyakit, wabah serta perbuatan keji dan mungkar baik dhahir maupun bathin yang sedang melanda negeri ini. Aamiin.
Dalam kitab-kitab fiqh, terdapat beberapa jenis harta yang wajib dizakati yaitu zakat pertanian dan perkebunan (buah-buahan), zakat perdagangan, zakat hewan ternak, zakat rikaz atau barang temuan dari harta yang terpendam dalam tanah, zakat investasi, zakat tabungan, zakat emas dan perak, dan zakat profesi. Pertanyaan saudara masuk dalam kategori zakat perkebunan (buah-buahan/biji-bijian).
Beberapa ulama berbeda pendapat soal zakat buah-buahan, ada yang mengatakan tidak tidak wajib dikeluarkan zakatya dengan alasan tidak ada nash langsung dari hadiss nabi yang spesifik mewajibkan zakat buah-buahan. Sementara ulama yang lain mengatakan bahwa mewajibkan zakat atas semua jenis buah-buahan walaupun bukan dari jenis makanan pokok.
Pendapat yang mewajibkan zakat atas semua jenis-jenis buah-buahan mengacu pada QS al-Baqarah ayat 267, “Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu….” Atas dasar ayat ini maka ulama menafsirkan bahwa semua yang dihasilkan dari bumi tetap harus dikeluarkan zakatnya. Keudian QS al-An’am ayat 141, “.. dan tunaikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya…”.
Sabda Nabi Muhammad saw, “Apa yang disiram oleh langit maka zakatnya sepersepuluh (10%), dan apa yang disiram dengan gayung atau timba maka zakatnya seperduapuluh (5%)”.
Pada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, nabi bersabda, “Tanaman yang pengairannya dengan air hujan dan mata air, atau mengisap air dengan akarnya, zakatnya sepersepuluh. Sedangkan tanaman yang pengairannya dengan bantuan binatang (unta atau sapi) untuk mengangkut air, zakatnya seperdua puluh.” (HR. Al-Bukhari no. 1483).
Hadis yang lain yang artinya, “Tanaman yang diairi dengan air sungai dan air hujan zakatnya sepersepuluh, sedangkan tanaman yang pengairannya dengan as-saniyah zakatnya seperdua puluh.” (HR. Muslim no. 981).
Dari ayat dan hadis ini, kebun langsat yang bapak miliki termasuk dalam kategori zakat perkebunan (tanaman buah-buahan). Berhubung kebun langsat bapak tadah hujan (tidak disirami sendiri), maka terkena wajib zakat sebesar sepuluh persen (10%) dari hasil panen.
Wallau a’lam bissawab

Baca Juga :  Film Animasi 'Soul, Ajak Penonton Rayakan Kehidupan

Most Read

Artikel Terbaru

/