alexametrics
30.1 C
Pontianak
Friday, August 12, 2022

Bukan Meteor Jatuh, Bunyi Dentuman Keras Itu Ternyata…

PONTIANAK –  Masyarakat Kalbar dihebohkan dengan adanya bunyi dentuman keras yang terjadi sekitar pukul 23.45 WIB, Sabtu (30/7).  Banyak yang mengira ada meteor jatuh. Adapula yang panik karena khawatir telah terjadi perang.

BMKG Kalbar dalam akun media sosialnya merepost @prantariksa_brin yang menyampaikan bahwa sampah antariksa besar, bekas roket peluncuran Republik Rakyat Tiongkok (RRT) CZ-5B berbobot sekitar 20 ton berukuran 30 meter telah terkonfirmasi jatuh di Samudera Hindia pada Sabtu (30/07) pkl 23.45 WIB.

Bila ada warga yang melihat objek langit yang jatuh tersebut diminta segera melapor ke Pusat Riset Antariksa BRIN.  Status itu pun ramai diserbu warganet. Bahkan ada yang lega karena rasa penasarannya terjawab. Seperti yang dikemukakan pemilik akun anekaflanel.

“Terjawab sudah bunyi dentuman keras beberapa kali td malam. Jam 23.45 ada sekitar 5 sampe 7 dentuman kyk meriam karbit raksasa. Sebelumnya sy liat kyk kilatan cahaya tp kok dak ada hujan. Bbrp saat abis itu kedengaran bunyi dentuman. Di wilayah kalbar. Terutama saya di kuala dua. Ternyata ini jawabanya,” demikian tulisnya di kolom komentar.

Pemilik akun Ardi juga awalnya mengira ada meteor jatuh. “Oo… ini video yg di share di IG yg dikira meteor jatuh, udah make wish ternyata rongsokan yang jatuh, pantes g terkabulkan,” selorohnya.

Baca Juga :  Pelabuhan Dwikora Hanya untuk Angkutan Orang

Fenomena ini turut dibuktikan dengan kesaksian dari masyarakat yang kemudian diketahui warga Malaysia,  yang berhasil merekam fenomena tersebut dari perangkat seluler dan menjadi viral. Seperti yang dikemukakan  Badan Riset dan Inovasi Nasional dalam laman resminya.

“Sampah antariksa CZ5B, roket bekas peluncuran modul stasiun antariksa RRT diprakirakan jatuh malam ini, 30-31 Juli 2022,” demikian pesan singkat yang diterima Humas BRIN, Sabtu (30/7). Pesan yang dikirim langsung oleh Peneliti Senior BRIN, Thomas Djamaludin.

Data malam itu menunjukkan bahwa bobot sampah sekitar 20 ton dengan ukuran 30 meter. “Orbit saat ini, ketinggiannya makin mendekati 120 km, ketinggian kritis objek antariksa untuk jatuh. Terpantau, Indonesia di wilayah Sumatera bagian selatan dan Kalimantan Barat terlintasi pada saat-saat akhir lintasan bekas roket,” tulis Thomas.

“Pusat Riset Antariksa BRIN terus memantaunya. Kemungkinan besar jatuh di lautan,” tambahnya. Pemantauan real time bisa diikuti di situs BRIN http://orbit.brin.go.id/index.php/pemantauan-realtime.

“Alhamdulillah, sampah antariksa besar, bekas roket peluncuran RRT CZ5B berbobot sekitar 20 ton berukuran 30 meter telah terkonfirmasi atmospheric re-entry di Samudera Hindia tadi malam, 30 Juli 2022, pk 23.45 WIB,” demikian informasi terbaru yang disampaikannya. Thomas juga mengatakan bahwa sampah tersebut tidak berbahaya bagi biota laut di Samudera Hindia.

Baca Juga :  Ambil Sampel DNA Keluarga Korban, Sriwijaya Siapkan Fasilitas Hotel

Ia menerangkan, data orbit dari pemantauan spacetrack.org menunjukkan titik jatuh di barat daya Indonesia.

“Namun bisa jadi ada pecahannya yang mungkin tersebar sepanjang lintasan terakhir, orbitnya melintasi Sumatera bagian selatan. Bila ada penduduk yang melihat objek langit yang jatuh sekitar pukul 23.45 WIB segera melaporkan ke Pusat Riset Antariksa BRIN melalui email prantariksa@brin.go.id,” imbaunya.

Menurut Kepala Pusat Riset Antariksa, Emanuel Sungging Mumpuni, berdasar hasil analisis tim Riset Benda Jatuh Antariksa, sampah antariksa yang telah mengalami atmospheric re-entry tersebut akan jatuh di sekitar wilayah selatan Filipina, dan akan berada pada ketinggian 10 km di atas wilayah Sarawak Malaysia (Panah Merah).

Sungging mengatakan, proses benda jatuh antariksa ini juga berhasil direkam oleh pengamat di Lampung melalui Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL).

Selanjutnya, di wilayah Malaysia, juga terpantau serpihan roket yang sama. “Serpihan roket berkenaan telah terbakar semasa memasuki ruang udara bumi dan pergerakan serpihan yang terbakar berkenaan turut melintasi ruang udara Malaysia serta dapat dikesan di beberapa kawasan termasuk melintasi ruang udara sekitar negeri Sarawak,” demikian informasi resmi dari Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi (MOSTI) melalui maklumat tertulis Agensi Angkasa Malaysia (MYSA), pada 31 Juli 2022. (mrd)

PONTIANAK –  Masyarakat Kalbar dihebohkan dengan adanya bunyi dentuman keras yang terjadi sekitar pukul 23.45 WIB, Sabtu (30/7).  Banyak yang mengira ada meteor jatuh. Adapula yang panik karena khawatir telah terjadi perang.

BMKG Kalbar dalam akun media sosialnya merepost @prantariksa_brin yang menyampaikan bahwa sampah antariksa besar, bekas roket peluncuran Republik Rakyat Tiongkok (RRT) CZ-5B berbobot sekitar 20 ton berukuran 30 meter telah terkonfirmasi jatuh di Samudera Hindia pada Sabtu (30/07) pkl 23.45 WIB.

Bila ada warga yang melihat objek langit yang jatuh tersebut diminta segera melapor ke Pusat Riset Antariksa BRIN.  Status itu pun ramai diserbu warganet. Bahkan ada yang lega karena rasa penasarannya terjawab. Seperti yang dikemukakan pemilik akun anekaflanel.

“Terjawab sudah bunyi dentuman keras beberapa kali td malam. Jam 23.45 ada sekitar 5 sampe 7 dentuman kyk meriam karbit raksasa. Sebelumnya sy liat kyk kilatan cahaya tp kok dak ada hujan. Bbrp saat abis itu kedengaran bunyi dentuman. Di wilayah kalbar. Terutama saya di kuala dua. Ternyata ini jawabanya,” demikian tulisnya di kolom komentar.

Pemilik akun Ardi juga awalnya mengira ada meteor jatuh. “Oo… ini video yg di share di IG yg dikira meteor jatuh, udah make wish ternyata rongsokan yang jatuh, pantes g terkabulkan,” selorohnya.

Baca Juga :  Midji Tuding Pencegatan di Jalan Siduk Cuma Settingan

Fenomena ini turut dibuktikan dengan kesaksian dari masyarakat yang kemudian diketahui warga Malaysia,  yang berhasil merekam fenomena tersebut dari perangkat seluler dan menjadi viral. Seperti yang dikemukakan  Badan Riset dan Inovasi Nasional dalam laman resminya.

“Sampah antariksa CZ5B, roket bekas peluncuran modul stasiun antariksa RRT diprakirakan jatuh malam ini, 30-31 Juli 2022,” demikian pesan singkat yang diterima Humas BRIN, Sabtu (30/7). Pesan yang dikirim langsung oleh Peneliti Senior BRIN, Thomas Djamaludin.

Data malam itu menunjukkan bahwa bobot sampah sekitar 20 ton dengan ukuran 30 meter. “Orbit saat ini, ketinggiannya makin mendekati 120 km, ketinggian kritis objek antariksa untuk jatuh. Terpantau, Indonesia di wilayah Sumatera bagian selatan dan Kalimantan Barat terlintasi pada saat-saat akhir lintasan bekas roket,” tulis Thomas.

“Pusat Riset Antariksa BRIN terus memantaunya. Kemungkinan besar jatuh di lautan,” tambahnya. Pemantauan real time bisa diikuti di situs BRIN http://orbit.brin.go.id/index.php/pemantauan-realtime.

“Alhamdulillah, sampah antariksa besar, bekas roket peluncuran RRT CZ5B berbobot sekitar 20 ton berukuran 30 meter telah terkonfirmasi atmospheric re-entry di Samudera Hindia tadi malam, 30 Juli 2022, pk 23.45 WIB,” demikian informasi terbaru yang disampaikannya. Thomas juga mengatakan bahwa sampah tersebut tidak berbahaya bagi biota laut di Samudera Hindia.

Baca Juga :  Pelabuhan Dwikora Hanya untuk Angkutan Orang

Ia menerangkan, data orbit dari pemantauan spacetrack.org menunjukkan titik jatuh di barat daya Indonesia.

“Namun bisa jadi ada pecahannya yang mungkin tersebar sepanjang lintasan terakhir, orbitnya melintasi Sumatera bagian selatan. Bila ada penduduk yang melihat objek langit yang jatuh sekitar pukul 23.45 WIB segera melaporkan ke Pusat Riset Antariksa BRIN melalui email prantariksa@brin.go.id,” imbaunya.

Menurut Kepala Pusat Riset Antariksa, Emanuel Sungging Mumpuni, berdasar hasil analisis tim Riset Benda Jatuh Antariksa, sampah antariksa yang telah mengalami atmospheric re-entry tersebut akan jatuh di sekitar wilayah selatan Filipina, dan akan berada pada ketinggian 10 km di atas wilayah Sarawak Malaysia (Panah Merah).

Sungging mengatakan, proses benda jatuh antariksa ini juga berhasil direkam oleh pengamat di Lampung melalui Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL).

Selanjutnya, di wilayah Malaysia, juga terpantau serpihan roket yang sama. “Serpihan roket berkenaan telah terbakar semasa memasuki ruang udara bumi dan pergerakan serpihan yang terbakar berkenaan turut melintasi ruang udara Malaysia serta dapat dikesan di beberapa kawasan termasuk melintasi ruang udara sekitar negeri Sarawak,” demikian informasi resmi dari Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi (MOSTI) melalui maklumat tertulis Agensi Angkasa Malaysia (MYSA), pada 31 Juli 2022. (mrd)

Most Read

Artikel Terbaru

/