alexametrics
33.9 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Tak Tutup Jaringan Kantor, Merger Tiga Bank Syariah

PONTIANAK – Tiga bank BUMN, yakni BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah, telah bersepakat merger menjadi PT Bank Syariah Indonesia (BSI). Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Barat (OJK Kalbar), Moch Riezky F Purnomo mengatakan, merger tiga bank syariah tersebut dipastikan tidak akan menyebabkan penutupan maupun relokasi jaringan kantor cabang.

“Pelayanan akan berjalan normal seperti biasa dan nasabah tidak perlu khawatir atas keamanan dan kenyamanan aktivitas perbankannya,” ungkapnya. Dia menjelaskan, merger tiga bank syariah BUMN merupakan langkah strategis yang sangat baik dan sepenuhnya didukung oleh OJK. Aksi ini akan meningkatkan daya saing dan efisiensi bank, sesuai dengan tujuan OJK yakni menciptakan perbankan yang sehat, kuat, sehingga bisa meningkatkan pelayanan dan memberikan kontribusi positif kepada perekonomian.

“Selain itu, aksi ini juga selaras dengan POJK nomor 12/pojk.03/2020 tentang konsolidasi bank umum yang mulai berlaku 17 maret 2020. Aturan ini mendorong perbankan untuk melakukan langkah konsolidasi guna menciptakan struktur perbankan yang kuat, memperbesar skala usaha, serta meningkatkan daya saing melalui inovasi,” katanya.

Dia melanjutkan, jika merger telah terealisasi, maka di Kalimantan akan menjadi satu Regional Office (RO) yaitu RO VII di Banjarmasin yang membawahi tiga area, yaitu Area Pontianak dengan 19 Cabang, Area Banjarmasin 30 Cabang dan Area Balikpapan 32 Cabang. Sedangkan di Area Pontianak, Bank Syariah Indonesia akan memiliki 19 Cabang dan 1 kantor kas, sehingga diharapkan dapat menjangkau luas masyarakat di seluruh Kalimantan Barat.

Baca Juga :  Zakat Fitrah di Era Covid

Untuk progresnya, tambah dia, perizinannya masih berproses di Jakarta. Info yang diterima, bank yang direncanakan mulai beroperasi pada Februari 2021 itu, progresnya sudah cukup maju karena sudah mulai dilakukan pencalonan pengurus untuk dilakukan fit and proper test.

Sementara itu, informasi mengenai penggabungan tiga bank syariah BUMN tersebut dianggap belum masif, sehingga diperlukan sosialisasi terutama oleh ketiga bank yang melakukan aksi merger. Sejumlah nasabah masih mempertanyakan teknis perubahan dari bank yang ada saat ini ke Bank Syariah Indonesia nanti. Syari Haryati (27), nasabah BNI Syariah, merasa perlu informasi yang memadai soal penggabungan tiga bank syariah milik negara tersebut.

“(Sosialisasi) perlulah, karena sekarang orang-orang sudah banyak berminat ke syariah. Kita sebagai nasabah, perlu tahu dari kebijakan itu apa-apa yang bakal berubah,” tutur dia.

Akademisi Universitas Tanjungpura (Untan), Muhsin, menilai sudah saatnya melakukan sosialisasi berkaitan dengan merger tiga bank BUMN Syariah itu meningkat jumlah nasabah ketiga bank itu cukup banyak. Sosialisasi menurutnya dapat dilakukan melalui media, serta pemanfaatan perangkat atau infrastruktur bank, seperti di ATM, mobile banking, dan lain sebagainya, serta pengumuman di kantor-kantor cabang dan pelayanan bank.

Selain itu, tambah dia, perlu ada informasi serta jaminan berkaitan dengan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi perbankan, agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat. “Apakah nanti nomor rekening berubah, atau tidak, diberikan penjelasan. Saya kira kalau itu perlu untuk disampaikan,” kata dia.

Baca Juga :  Spesies Kupu-kupu Terancam

Tingkatkan Literasi

Sekretaris Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalimantan Barat, Awaludin menilai merger tiga bank syariah BUMN yang berubah nama menjadi Bank Syariah Indonesia tidak akan berpengaruh besar bagi masyarakat apabila literasi keuangan syariah masih minim. Apabila dukungan dari masyarakat masih minim terhadap keuangan syariah, kata dia, bank syariah akan tetap sulit meningkatkan kontribusinya bagi ekonomi nasional secara signifikan.

“Tapi kalau dukungan masih minim, rasanya akan tetap berat bagi bank syariah meningkatkan porsi ekonomi,” kata dia.

Meski menyambut baik aksi merger tersebut, namun baginya, yang jauh lebih penting adalah meningkatkan literasi keuangan syariah dengan berbagai upaya edukasi yang masif dan menyasar segmen yang lebih luas. Dengan literasi yang tinggi, menurutnya akan berdampak pada meningkatnya inklusi keuangan syariah masyarakat.

“Selama ini kontribusi perbankan syariah selalu di bawah lima persen. Makanya balik lagi, ketika masyarakat kurang well educated (soal keuangan syariah) maka rasanya akan sulit keluar dari gep lima persen itu,” kata dia.

Dirinya terus mendorong upaya edukasi dan sosialisasi keuangan syariah di tanah air, khususnya Kalbar. Sehingga, dengan penggabungan tiga bank syariah BUMN tersebut, akses masyarakat terhadap perbankan syariah semakin luas seiring dengan meningkatnya literasi mereka. Dengan begitu, tambah dia, kehadiran Bank Syariah Indonesia berdampak luas bagi perekonomian tanah air. (sti)

PONTIANAK – Tiga bank BUMN, yakni BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah, telah bersepakat merger menjadi PT Bank Syariah Indonesia (BSI). Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Barat (OJK Kalbar), Moch Riezky F Purnomo mengatakan, merger tiga bank syariah tersebut dipastikan tidak akan menyebabkan penutupan maupun relokasi jaringan kantor cabang.

“Pelayanan akan berjalan normal seperti biasa dan nasabah tidak perlu khawatir atas keamanan dan kenyamanan aktivitas perbankannya,” ungkapnya. Dia menjelaskan, merger tiga bank syariah BUMN merupakan langkah strategis yang sangat baik dan sepenuhnya didukung oleh OJK. Aksi ini akan meningkatkan daya saing dan efisiensi bank, sesuai dengan tujuan OJK yakni menciptakan perbankan yang sehat, kuat, sehingga bisa meningkatkan pelayanan dan memberikan kontribusi positif kepada perekonomian.

“Selain itu, aksi ini juga selaras dengan POJK nomor 12/pojk.03/2020 tentang konsolidasi bank umum yang mulai berlaku 17 maret 2020. Aturan ini mendorong perbankan untuk melakukan langkah konsolidasi guna menciptakan struktur perbankan yang kuat, memperbesar skala usaha, serta meningkatkan daya saing melalui inovasi,” katanya.

Dia melanjutkan, jika merger telah terealisasi, maka di Kalimantan akan menjadi satu Regional Office (RO) yaitu RO VII di Banjarmasin yang membawahi tiga area, yaitu Area Pontianak dengan 19 Cabang, Area Banjarmasin 30 Cabang dan Area Balikpapan 32 Cabang. Sedangkan di Area Pontianak, Bank Syariah Indonesia akan memiliki 19 Cabang dan 1 kantor kas, sehingga diharapkan dapat menjangkau luas masyarakat di seluruh Kalimantan Barat.

Baca Juga :  Spesies Kupu-kupu Terancam

Untuk progresnya, tambah dia, perizinannya masih berproses di Jakarta. Info yang diterima, bank yang direncanakan mulai beroperasi pada Februari 2021 itu, progresnya sudah cukup maju karena sudah mulai dilakukan pencalonan pengurus untuk dilakukan fit and proper test.

Sementara itu, informasi mengenai penggabungan tiga bank syariah BUMN tersebut dianggap belum masif, sehingga diperlukan sosialisasi terutama oleh ketiga bank yang melakukan aksi merger. Sejumlah nasabah masih mempertanyakan teknis perubahan dari bank yang ada saat ini ke Bank Syariah Indonesia nanti. Syari Haryati (27), nasabah BNI Syariah, merasa perlu informasi yang memadai soal penggabungan tiga bank syariah milik negara tersebut.

“(Sosialisasi) perlulah, karena sekarang orang-orang sudah banyak berminat ke syariah. Kita sebagai nasabah, perlu tahu dari kebijakan itu apa-apa yang bakal berubah,” tutur dia.

Akademisi Universitas Tanjungpura (Untan), Muhsin, menilai sudah saatnya melakukan sosialisasi berkaitan dengan merger tiga bank BUMN Syariah itu meningkat jumlah nasabah ketiga bank itu cukup banyak. Sosialisasi menurutnya dapat dilakukan melalui media, serta pemanfaatan perangkat atau infrastruktur bank, seperti di ATM, mobile banking, dan lain sebagainya, serta pengumuman di kantor-kantor cabang dan pelayanan bank.

Selain itu, tambah dia, perlu ada informasi serta jaminan berkaitan dengan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi perbankan, agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat. “Apakah nanti nomor rekening berubah, atau tidak, diberikan penjelasan. Saya kira kalau itu perlu untuk disampaikan,” kata dia.

Baca Juga :  Bukan dari Hewan Peliharaan, Scabies Jalan Apel Ditularkan Antarmanusia

Tingkatkan Literasi

Sekretaris Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalimantan Barat, Awaludin menilai merger tiga bank syariah BUMN yang berubah nama menjadi Bank Syariah Indonesia tidak akan berpengaruh besar bagi masyarakat apabila literasi keuangan syariah masih minim. Apabila dukungan dari masyarakat masih minim terhadap keuangan syariah, kata dia, bank syariah akan tetap sulit meningkatkan kontribusinya bagi ekonomi nasional secara signifikan.

“Tapi kalau dukungan masih minim, rasanya akan tetap berat bagi bank syariah meningkatkan porsi ekonomi,” kata dia.

Meski menyambut baik aksi merger tersebut, namun baginya, yang jauh lebih penting adalah meningkatkan literasi keuangan syariah dengan berbagai upaya edukasi yang masif dan menyasar segmen yang lebih luas. Dengan literasi yang tinggi, menurutnya akan berdampak pada meningkatnya inklusi keuangan syariah masyarakat.

“Selama ini kontribusi perbankan syariah selalu di bawah lima persen. Makanya balik lagi, ketika masyarakat kurang well educated (soal keuangan syariah) maka rasanya akan sulit keluar dari gep lima persen itu,” kata dia.

Dirinya terus mendorong upaya edukasi dan sosialisasi keuangan syariah di tanah air, khususnya Kalbar. Sehingga, dengan penggabungan tiga bank syariah BUMN tersebut, akses masyarakat terhadap perbankan syariah semakin luas seiring dengan meningkatnya literasi mereka. Dengan begitu, tambah dia, kehadiran Bank Syariah Indonesia berdampak luas bagi perekonomian tanah air. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/