alexametrics
26.7 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Gadis Remaja Diduga Dijual Teman Sendiri, Korban Empat Kali Disetubuhi Hidung Belang

PONTIANAK – Pencabulan terhadap anak bawah umur kembali terjadi. Kali ini dilakukan Abdul Hadi. Tanpa rasa berdosa ia menyetubuhi seorang gadis remaja berusia 15 tahun. Perbuatan itu dilakukan pelaku berulang kali. Ada dugaan korban dijual oleh temannya sendiri.

Kasus persetubuhan itu pun akhirnya dilaporkan orang tua korban ke Mapolresta Pontianak. Setelah barang bukti dikumpulkan, pelaku akhirnya ditangkap polisi. Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Leo Joko Triwibowo melalui Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rully Robinson Pulli mengatakan, berdasarkan pemeriksaan diketahui bahwa pelaku mengajak korban datang ke kediamannya.

Ketika berada di rumah, lanjut Rully, korban dibawa pelaku ke dalam kamar. Kemudian yang bersangkutan menyetubuhi korban. Usai melancarkan perbuatannya, korban diberi uang sebesar Rp400 ribu.

“Dari keterangan korban, pelaku menyetubuhinya sebanyak empat kali. Setiap kali melakukan, korban diberi uang sebesar Rp400 ribu,” kata Rully, Selasa (2/2).

Baca Juga :  Jamalong Wasit Takraw Internasional Raih Penghargaan Dari Kemenpora

Rully menjelaskan, setelah menerima laporan korban, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Pemeriksaan dilakukan terhadap korban dan orang tuanya, terduga pelaku, dan saksi-saksi. Barang bukti lain yang menguatkan perbuataan persetubuhan tersebut juga dikumpulkan.

Rully menyatakan, dari hasil penyelidikan itu dan dengan alat bukti yang kuat, pada Minggu 31 Januari  pelaku Abdul Hadi ditangkap. Ia diciduk saat berada di Gang AR Saleh IV, Jalan AR Saleh, Kecamatan Pontianak Tenggara.

“Diduga korban dijual oleh kawannya. Saat ini kami masih melakukan pendalaman terhadap yang menjual,” ucapnya.

Rully menegaskan, terhadap pelaku akan dikenakan pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 perubahan atas Undang-Undang Nomor 23  tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman pidananya berupa penjara di atas lima tahun.

Sementara itu, di hari yang sama Polresta Pontianak juga menangkap pelaku kekerasan terhadap anak. Pelaku, WR ditangkap di Jalan MT Haryono, Kecamatan Pontianak Selatan. Rully menerangkan, pelaku melakukan kekerasan dengan menggunakan tangan kosong dan helm terhadap korban. Akibatnya korban luka pada siku tangan sebelah kiri, bengkak pada wajah dan benjol di kepala.

Baca Juga :  Bekuk Tiga Tersangka Pencabulan di Bawah Umur

Rully mengatakan, penangkapan ini menindaklanjuti laporan dari korban. Pihaknya kemudian melakukan penyelidikan. Pada Minggu 31 Januari didapat informasi bahwa pelaku sedang berada di Jalan MT Haryono (depan gor pangsuma), Pontianak Selatan. Pihaknya langsung meluncur ke lokasi dan pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan.

Dari interogasi, pelaku mengaku telah melakukan tindak pidana kekerasan terhadap korban. Atas perbuatannya, ia terancam pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara paling lama tiga tahun enam bulan. (adg)

PONTIANAK – Pencabulan terhadap anak bawah umur kembali terjadi. Kali ini dilakukan Abdul Hadi. Tanpa rasa berdosa ia menyetubuhi seorang gadis remaja berusia 15 tahun. Perbuatan itu dilakukan pelaku berulang kali. Ada dugaan korban dijual oleh temannya sendiri.

Kasus persetubuhan itu pun akhirnya dilaporkan orang tua korban ke Mapolresta Pontianak. Setelah barang bukti dikumpulkan, pelaku akhirnya ditangkap polisi. Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Leo Joko Triwibowo melalui Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rully Robinson Pulli mengatakan, berdasarkan pemeriksaan diketahui bahwa pelaku mengajak korban datang ke kediamannya.

Ketika berada di rumah, lanjut Rully, korban dibawa pelaku ke dalam kamar. Kemudian yang bersangkutan menyetubuhi korban. Usai melancarkan perbuatannya, korban diberi uang sebesar Rp400 ribu.

“Dari keterangan korban, pelaku menyetubuhinya sebanyak empat kali. Setiap kali melakukan, korban diberi uang sebesar Rp400 ribu,” kata Rully, Selasa (2/2).

Baca Juga :  Gagal Upload, Dokumen Lelang Proyek Rp55,2 Miliar

Rully menjelaskan, setelah menerima laporan korban, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Pemeriksaan dilakukan terhadap korban dan orang tuanya, terduga pelaku, dan saksi-saksi. Barang bukti lain yang menguatkan perbuataan persetubuhan tersebut juga dikumpulkan.

Rully menyatakan, dari hasil penyelidikan itu dan dengan alat bukti yang kuat, pada Minggu 31 Januari  pelaku Abdul Hadi ditangkap. Ia diciduk saat berada di Gang AR Saleh IV, Jalan AR Saleh, Kecamatan Pontianak Tenggara.

“Diduga korban dijual oleh kawannya. Saat ini kami masih melakukan pendalaman terhadap yang menjual,” ucapnya.

Rully menegaskan, terhadap pelaku akan dikenakan pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 perubahan atas Undang-Undang Nomor 23  tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman pidananya berupa penjara di atas lima tahun.

Sementara itu, di hari yang sama Polresta Pontianak juga menangkap pelaku kekerasan terhadap anak. Pelaku, WR ditangkap di Jalan MT Haryono, Kecamatan Pontianak Selatan. Rully menerangkan, pelaku melakukan kekerasan dengan menggunakan tangan kosong dan helm terhadap korban. Akibatnya korban luka pada siku tangan sebelah kiri, bengkak pada wajah dan benjol di kepala.

Baca Juga :  Dinkes Isolasi  Pekerja Migran dari Sarawak

Rully mengatakan, penangkapan ini menindaklanjuti laporan dari korban. Pihaknya kemudian melakukan penyelidikan. Pada Minggu 31 Januari didapat informasi bahwa pelaku sedang berada di Jalan MT Haryono (depan gor pangsuma), Pontianak Selatan. Pihaknya langsung meluncur ke lokasi dan pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan.

Dari interogasi, pelaku mengaku telah melakukan tindak pidana kekerasan terhadap korban. Atas perbuatannya, ia terancam pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara paling lama tiga tahun enam bulan. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/