alexametrics
33.9 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Melatih Sosialisasi Anak Saat Pandemi

Pandemi Covid-19 membuat orang mulai terbiasa menjaga jarak. Tanpa disadari hal ini berpengaruh terhadap kehidupan bersosialisasi, termasuk pada anak-anak. Langkah apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan sosialisasi anak di tengah pandemi Covid-19?

Oleh : Ghea Lidyaza Safitri

Masa pandemi Covid-19 saat ini membuat semua orang harus menyesuaikan diri dengan segala perubahan yang ada. Salah satunya cara anak bersosialisasi. Saat bertemu langsung, anak berlatih membaca isyarat sosial dan respon sosial yang konstruktif. Namun, saat pandemi diharuskan untuk menjaga jarak.

“Tentu saja adanya social distancing ini membuat ruang gerak anak untuk bersosialisasi jadi terbatas. Padahal kemampuan bersosialisasi sangat dibutuhkan,” ungkap Desni.

Lantas, langkah apa yang dapat dilakukan orang tua agar anak tetap bisa bersosialisasi di tengah pandemi Covid-19 ini? Psikolog Desni Yuniarni, M.Psi mengatakan tidak mudah mengajak anak bersosialisasi secara langsung dengan lingkungan selama pandemi Covid-19. Kebanyakan orang tua memilih membatasi dan menjaga jarak anak untuk bersosialisasi dengan lingkungannya.

“Tidak mudah bagi orang tua membuat anak memahami kondisi ini, apalagi anak masih kurang paham mengenai protokoler kesehatan untuk melindungi dirinya,” kata Desni.

Desni mengungkapkan meningkatkan kemampuan bersosialisasi bisa dilakukan dengan cara beraktivitas bersama anak di rumah. Misalnya, bermain.

Baca Juga :  Buru 12 DPO, Kajati Kalbar Ajak Masyarakat Berani Lapor

“Sesuaikan dengan usia dan kemampuan anak. Ikuti hal apa yang sedang ia sukai,” ucapnya.

Pemilik Biro Psikologi Indigrow Pontianak ini menuturkan saat bermain orang tua juga bisa sambil menanamkan nilai-nilai moral pada anak. Contohnya saat main bertiga, adik kalah, kakak dan mama menang. Adik marah tidak terima. Di sini orang tua bisa menanamkan nilai moral pada anak.

“Bermain bersama anak bukan berarti membuat orang tua menjadi kenakan-kanakan. Orang tua tidak perlu takut akan hal itu,” ujar Desni.

Desni menyatakan bermain bersama anak tidak hanya meningkatkan kemampuan bersosialisasi, tapi juga ikatan emosional antara orang tua dan anak. Komunikasi yang terjalin jauh lebih baik dan anak jadi terbuka. Tidak hanya untuk usia anak-anak, cara ini juga berlaku untuk remaja.

“Manfaatkan semaksimal mungkin momen ini, karena tak akan terulang kembali,” kata Desni.

Menurut Desni, selain bersama orang tua, meningkatkan sosialisasi juga dapat dilakukan secara virtual dengan keluarga melalui sambungan video call atau google meet. Orang tua bisa memfasilitasi anak bersosialisasi secara virtual dengan kakek, nenek, paman, bibi, saudara sepupu, maupun teman sang anak.

“Dengan begitu, anak tetap bisa bersosialisasi meski secara virtual,” jelasnya.

Baca Juga :  Si Kecil Malas Mandi

Desni mengakui cara ini memang tidak maksimal dan terasa berbeda karena anak tidak bertemu secara langsung dengan orang lain.

“Setidaknya dengan cara ini anak tetap bisa berkomunikasi dengan orang luar di luar keluarga inti,” ujar Desni.

Jika memungkinkan untuk melakukan kunjungan, orang tua bisa mengajak anak untuk datang ke rumah keluarga. Tapi, tetap memperhatikan protokoler kesehatan.

Dosen program studi PG-PAUD, FKIP Untan ini berharap orang tua bisa membantu buah hatinya untuk tetap dapat meningkatkan kemampuan bersosialisasi meski di masa pandemi Covid-19. Orang tua harus paham walaupun di masa pandemi Covid-19, anak tetap butuh bersosialisasi untuk mengembangkan kepribadian, serta membuat diri anak jadi manusia lebih baik.

“Perlu diketahui, kodrat manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain. Tentunya, kebutuhan dengan orang lain itu juga harus dibarengi dengan kemampuan menyesuaikan diri,” tutur Desni.

Hanya dengan bersosialisasi, anak belajar beradaptasi dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya. “Karena tidak semua apa yang anak sukai juga orang lain sukai. Anak harus memahami dan menghormati perbedaan. Tentu saja hal itu tidak akan didapat jika anak tidak bersosialisasi,” pungkasnya. **

Pandemi Covid-19 membuat orang mulai terbiasa menjaga jarak. Tanpa disadari hal ini berpengaruh terhadap kehidupan bersosialisasi, termasuk pada anak-anak. Langkah apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan sosialisasi anak di tengah pandemi Covid-19?

Oleh : Ghea Lidyaza Safitri

Masa pandemi Covid-19 saat ini membuat semua orang harus menyesuaikan diri dengan segala perubahan yang ada. Salah satunya cara anak bersosialisasi. Saat bertemu langsung, anak berlatih membaca isyarat sosial dan respon sosial yang konstruktif. Namun, saat pandemi diharuskan untuk menjaga jarak.

“Tentu saja adanya social distancing ini membuat ruang gerak anak untuk bersosialisasi jadi terbatas. Padahal kemampuan bersosialisasi sangat dibutuhkan,” ungkap Desni.

Lantas, langkah apa yang dapat dilakukan orang tua agar anak tetap bisa bersosialisasi di tengah pandemi Covid-19 ini? Psikolog Desni Yuniarni, M.Psi mengatakan tidak mudah mengajak anak bersosialisasi secara langsung dengan lingkungan selama pandemi Covid-19. Kebanyakan orang tua memilih membatasi dan menjaga jarak anak untuk bersosialisasi dengan lingkungannya.

“Tidak mudah bagi orang tua membuat anak memahami kondisi ini, apalagi anak masih kurang paham mengenai protokoler kesehatan untuk melindungi dirinya,” kata Desni.

Desni mengungkapkan meningkatkan kemampuan bersosialisasi bisa dilakukan dengan cara beraktivitas bersama anak di rumah. Misalnya, bermain.

Baca Juga :  Pendidikan Lingkungan Lewat Teach4Future

“Sesuaikan dengan usia dan kemampuan anak. Ikuti hal apa yang sedang ia sukai,” ucapnya.

Pemilik Biro Psikologi Indigrow Pontianak ini menuturkan saat bermain orang tua juga bisa sambil menanamkan nilai-nilai moral pada anak. Contohnya saat main bertiga, adik kalah, kakak dan mama menang. Adik marah tidak terima. Di sini orang tua bisa menanamkan nilai moral pada anak.

“Bermain bersama anak bukan berarti membuat orang tua menjadi kenakan-kanakan. Orang tua tidak perlu takut akan hal itu,” ujar Desni.

Desni menyatakan bermain bersama anak tidak hanya meningkatkan kemampuan bersosialisasi, tapi juga ikatan emosional antara orang tua dan anak. Komunikasi yang terjalin jauh lebih baik dan anak jadi terbuka. Tidak hanya untuk usia anak-anak, cara ini juga berlaku untuk remaja.

“Manfaatkan semaksimal mungkin momen ini, karena tak akan terulang kembali,” kata Desni.

Menurut Desni, selain bersama orang tua, meningkatkan sosialisasi juga dapat dilakukan secara virtual dengan keluarga melalui sambungan video call atau google meet. Orang tua bisa memfasilitasi anak bersosialisasi secara virtual dengan kakek, nenek, paman, bibi, saudara sepupu, maupun teman sang anak.

“Dengan begitu, anak tetap bisa bersosialisasi meski secara virtual,” jelasnya.

Baca Juga :  Perbatasan Surga Penyelundupan Narkoba

Desni mengakui cara ini memang tidak maksimal dan terasa berbeda karena anak tidak bertemu secara langsung dengan orang lain.

“Setidaknya dengan cara ini anak tetap bisa berkomunikasi dengan orang luar di luar keluarga inti,” ujar Desni.

Jika memungkinkan untuk melakukan kunjungan, orang tua bisa mengajak anak untuk datang ke rumah keluarga. Tapi, tetap memperhatikan protokoler kesehatan.

Dosen program studi PG-PAUD, FKIP Untan ini berharap orang tua bisa membantu buah hatinya untuk tetap dapat meningkatkan kemampuan bersosialisasi meski di masa pandemi Covid-19. Orang tua harus paham walaupun di masa pandemi Covid-19, anak tetap butuh bersosialisasi untuk mengembangkan kepribadian, serta membuat diri anak jadi manusia lebih baik.

“Perlu diketahui, kodrat manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain. Tentunya, kebutuhan dengan orang lain itu juga harus dibarengi dengan kemampuan menyesuaikan diri,” tutur Desni.

Hanya dengan bersosialisasi, anak belajar beradaptasi dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya. “Karena tidak semua apa yang anak sukai juga orang lain sukai. Anak harus memahami dan menghormati perbedaan. Tentu saja hal itu tidak akan didapat jika anak tidak bersosialisasi,” pungkasnya. **

Most Read

Artikel Terbaru

/