alexametrics
30 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Jari Pendatang Ditandai Tinta

PONTIANAK- Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menerapkan kebijakan membubuhkan tinta di jari setiap orang yang masuk ke provinsi ini untuk kemudian ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi penyebaran virus corona yang kini sudah transmisi lokal.

Kepala Dinas Perhubungan Kalbar Manto mengungkapkan, kebijakan tersebut sudah mulai dijalankan sejak, Rabu (1/4). Sesuai perintah Gubernur Kalbar menurutnya untuk saat ini orang yang ditandai dengan tinta adalah para penumpang di Bandara yang datang dari Jakarta.

Selain itu hal sama juga diberlakukan untuk semua orang yang datang dari Malaysia melewati jalur darat di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang ada. “Dishub sudah menerapkan hingga memberi tanda (tinta di jari). Tugas kami hanya sampai di situ,” katanya kepada Pontianak Post, Kamis (2/4).

Baca Juga :  Pelaku UMKM Waterfront Terima Bantuan Penunjang Usaha

Setelah Dishub memberikan tanda, selanjutnya pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang berhak melaporkan daftar ODP ke Dinas Kesehatan. “Kami (setelah membubuhkan tinta) tidak boleh campur lagi,” katanya.(bar)

PONTIANAK- Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menerapkan kebijakan membubuhkan tinta di jari setiap orang yang masuk ke provinsi ini untuk kemudian ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi penyebaran virus corona yang kini sudah transmisi lokal.

Kepala Dinas Perhubungan Kalbar Manto mengungkapkan, kebijakan tersebut sudah mulai dijalankan sejak, Rabu (1/4). Sesuai perintah Gubernur Kalbar menurutnya untuk saat ini orang yang ditandai dengan tinta adalah para penumpang di Bandara yang datang dari Jakarta.

Selain itu hal sama juga diberlakukan untuk semua orang yang datang dari Malaysia melewati jalur darat di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang ada. “Dishub sudah menerapkan hingga memberi tanda (tinta di jari). Tugas kami hanya sampai di situ,” katanya kepada Pontianak Post, Kamis (2/4).

Baca Juga :  KSBSI Kalbar Layangkan Petisi dan Surat Terbuka untuk Menaker di Hari Pekerjaan Layak

Setelah Dishub memberikan tanda, selanjutnya pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang berhak melaporkan daftar ODP ke Dinas Kesehatan. “Kami (setelah membubuhkan tinta) tidak boleh campur lagi,” katanya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/