alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

PMP Kalbar Gandeng Lintas Etnis Hingga Polri

PONTIANAK – Tanamkan nilai hidup luhur berbangsa dan bernegara, Perkumpulan Merah Putih (PMP) Kalbar menggandeng jajaran Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalbar, tokoh adat, dan unsur mahasiswa dalam giat seminar kebangsaan guna menciptakan situasi paham akan nilai karakter kebangsaan.

Ketua seminar kebangsaan, Edi Suhairul menilai, ditengah kehidupan serba modern seperti saat ini, nilai luhur hidup berbangsa dan bernegara yang terekam dalam kebangsaan tersebut harus diaktualisasikan kembali. Sehingga, semua elemen anak bangsa dapat menemukan kembali etosnya di tengah gejolak sosial budaya yang kian kompleks.

“Paham kebangsaan adalah sebagai jati diri bangsa Indonesia, sebagai falsafah, ideologi, dan alat pemersatu bangsa Indonesia. Paham kebangsaan merupakan pandangan hidup, dasar negara, dan pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk,” ungkap Edi.

Baca Juga :  Salat Idul Adha, Berikut Tata Cara dan Ketentuannya

Dia menuturkan, masih ditemukannya isu yang menggangu keharmonisan etnis di Indonesia membuat PMP Kalbar merasa perlu menggelar seminar kebangsaan dengan menggandeng sejumlah tokoh etnis dan siswa SPN yang berasal dari Papua dan sejumlah Daerah di Kalbar.

“Selain itu, kita melakukan ini atas dasar untuk memupuk keharmonisan bangsa dan bernegara serta terus menjalin silaturahmi antar etnis,” jelasnya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan maksud dan tujuan untuk mencapai pemahaman kebangsaan, yang mestinya dapat dijadikan sebagai platform bersama. “Terutama dalam rangka menegakkan karakter serta kemandirian bangsa guna menggapai kemajuan dan kesejahteraan,”tandasnya. (var)

PONTIANAK – Tanamkan nilai hidup luhur berbangsa dan bernegara, Perkumpulan Merah Putih (PMP) Kalbar menggandeng jajaran Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalbar, tokoh adat, dan unsur mahasiswa dalam giat seminar kebangsaan guna menciptakan situasi paham akan nilai karakter kebangsaan.

Ketua seminar kebangsaan, Edi Suhairul menilai, ditengah kehidupan serba modern seperti saat ini, nilai luhur hidup berbangsa dan bernegara yang terekam dalam kebangsaan tersebut harus diaktualisasikan kembali. Sehingga, semua elemen anak bangsa dapat menemukan kembali etosnya di tengah gejolak sosial budaya yang kian kompleks.

“Paham kebangsaan adalah sebagai jati diri bangsa Indonesia, sebagai falsafah, ideologi, dan alat pemersatu bangsa Indonesia. Paham kebangsaan merupakan pandangan hidup, dasar negara, dan pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk,” ungkap Edi.

Baca Juga :  615 Warga Sanggau Terkonfirmasi Positif Covid–19

Dia menuturkan, masih ditemukannya isu yang menggangu keharmonisan etnis di Indonesia membuat PMP Kalbar merasa perlu menggelar seminar kebangsaan dengan menggandeng sejumlah tokoh etnis dan siswa SPN yang berasal dari Papua dan sejumlah Daerah di Kalbar.

“Selain itu, kita melakukan ini atas dasar untuk memupuk keharmonisan bangsa dan bernegara serta terus menjalin silaturahmi antar etnis,” jelasnya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan maksud dan tujuan untuk mencapai pemahaman kebangsaan, yang mestinya dapat dijadikan sebagai platform bersama. “Terutama dalam rangka menegakkan karakter serta kemandirian bangsa guna menggapai kemajuan dan kesejahteraan,”tandasnya. (var)

Most Read

Artikel Terbaru

/